Beautifully Painful

Beautifully Painful
Dibuang Sayang (1)



Readers tersayang apakabarnya,


Semoga dalam keadaan sehat dan baik semua ya 🤗


Sama seperti novel sebelumnya, Always Gonna be You 🤗 ada beberapa scene yang tak jadi di publish karena berbagai pertimbangan. Tsah 😁🤗.


Jadi, daripada gabut menunggu Ilham Pak Pici duren sawit yang masih hare hare 🤧, kita lihat scene dibuang sayang Beautifully Painful dulu ya readers tersayang 🤗


Sebab, inilah salah satu dari sekian banyak alasan jam up author yang random abis 😭


Maapkeun ya gengs 🤗


Dan karena ini scene adalah "yang terbuang", di mana author tinggal copas, jadi akan ada banyak typo, tak sesuai kaidah penulisan, nggak ada greget, dan keanehan lainnya.


Semoga nggak sakit mata bacanya 😭🤧🙏


Semoga berkenan.


with love,


Sephinasera


 ---------------------------------------


(1)


Cakra


"Ya udah tidur sini gih," sambil menepuk kasur. "Lo jadi bisa tidur sambil dengerin gue ngomong."


Tidur seranjang dengan Anja? Very bad idea. Tapi kakinya justru melangkah mendekati tempat tidur yang tak terlalu besar itu.


"Lo nggak takut tidur sekasur sama cowok?" desisnya sambil merebahkan diri diatas kasur yang ternyata lumayan empuk. Ah, punggung lelahnya serasa menemukan tempat yang nyaman.


"Atau malah udah sering?" ejeknya sambil memejamkan mata.


BUG!


Tak dinyana Anja kembali memukul lengannya keras.


"Lo kalau ngomong yang bener ngapa sik?! Perasaan dari tadi ngejekin gue mulu," sungut Anja dengan mulut penuh sedang mengunyah kacang atom.


"Ya udah lo cerita gih. Gue sambil tidur," ujarnya mengalah karena memang matanya sudah ngantuk berat.


"Ngomong-ngomong minuman ini haram nggak ya kalau diminum?"


Tanpa melihat ia tahu pasti Anja sedang membahas kaleng minuman berlogo dua jangkar bersilangan.


"Haram lah kan mengandung alkohol."


"Tapi kata Babah tadi alkoholnya cuma sedikit. Apa salahnya dicoba. Ye nggak?"


"Haram tetap haram, sedikit juga."


"Lo kok ngomongnya jadi kek u ....


***


Author (A) :


Kurang greget ya gengs percakapannya?


Masa mau ada "tragedi besar" malah ngobrol lama 🤧 kan nggak make sense ya


***


(2)


Anja


Ia merengut kesal sambil menyesap cokelat hangatnya ketika Cakra masih berusaha meyakinkan dirinya tentang meneruskan kehamilan.


"Lo boleh benci sama gue, tapi enggak ke dia," tunjuk Cakra kearah perutnya yang terhalang meja.


"Dia darah daging lo sendiri. Lo nggak kasiha...."


Dddrrrttttttt Dddrrrttttttt Dddrrrttttttt


Getaran ponsel yang terdengar menuntut menginterupsi ucapan Cakra. Thank God, batinnya gembira karena bisa menghentikan ocehan menyebalkan si berandal brengsek ini.


Forever Dipa Calling


Dipa?


"Halo, Dip?"


"Ja, lo dimana?!" suara Dipa terdengar tergesa.


"Di....," lagi-lagi ia mengkerut demi bertubrukan pandang dengan Cakra yang kini tengah menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu.


"Lagi....sama teman...kenapa Dip?" jawabnya sambil mengalihkan pandangan. Lebih memilih untuk melihat suasana bagian depan cafe dimana beberapa pasang lansia mulai berdansa diiringi alunan lembut musik klasik.


"Gue dari tadi nelpon sama ngechat belum dibuka?!" Dipa kembali bertanya dengan nada suara sedikit kesal.


"Belum....," ia mengernyit heran. Kenapa Dip?"


"Cepat pulang! Mas Sada udah di rumah."


"Mas Sada?! Kenapa Mas Sada ada di rumah? Dip?! Halo Dip?! Dipa?!?"


Namun yang terdengar hanyalah suara sambungan telepon yang telah terputus. Membuatnya buru-buru mengecek notifikasi masuk. Dan ya ampun.


Forever Dipa 10 missed calls


Rumah 5 missed calls


Papa 7 missed calls


Mas Sada 4 missed calls


Sepanjang perjalanan pulang mereka saling berdiam diri. Ia lebih senang membuang pandangan ke samping untuk memperhatikan jalan, daripada....


***


(A) :


Tadinya, scene awal Cakra digebukin sama Mas Sada, mau dilakukan di hadapan Papa Anja 🤧 tapi ini juga nggak make sense banget ya gengs?


Jatuhnya malah aneh, bukannya sedih dan turut merasakan Cakra yang berdarah-darah digebukin Mas reserse 😭


Oke...skip next again 🤧


Oiya, buat yang sebel sama Dipa ... ampuuun, ini Dipa baik kok di scene ini ya ... meski dibuang sayang ehehehe 🤗


***