
Catatan : Bukan bagian dari alur cerita, hanya bagian khusus untuk mendeskripsikan tokoh dengan lebih baik. Selamat menyimak, readers!
***
"Sebab aku hanyalah manusia biasa, yang terus belajar dari setiap kesalahan. Berharap waktu akan memihakku sekali saja, setelah aku memastikan dia bahagia dengan pilihannya." ~Bram Trahwijaya.
.
.
.
Bram Trahwijaya namanya. Anak satu-satunya dari pebisnis Brio Trahwijaya, buah cinta dari Brio bersama istri tercintanya, Ki Rei. Memiliki darah Jepang dari garis keturunan ibunya dan dipadu dengan garis khas Indonesia dari sang ayah, membuat lelaki yang satu ini terlahir tampan dan begitu menggoda. Memiliki tinggi hampir 188 sentimeter, dada bidangnya terlihat gagah yang juga dilengkapi dengan perut six pack ala-ala model papan atas.
Bergelar Master of Business Administration (M.BA) dari salah satu universitas terbaik di Indonesia, Bram Trahwijaya tumbuh besar di dunia bisnis. Beberapa orang mengenalnya sebagai pebisnis muda yang handal, meski tidak banyak yang tahu bahwa dia pernah jatuh dan terpuruk dalam bisnis, yang akhirnya menyebabkan dia terikat dalam sebuah pernikahan secara tiba-tiba.
Pernikahan yang sungguh mengubah hidupnya, mengubah bagaimana sudut pandangnya terhadap kehidupan. Pernikahan yang sukses membuatnya jatuh cinta yang benar-benar jatuh cinta, pada gadis yang sempat menjadi istrinya. Menjalani biduk rumah tangga, Bram tidak tahu bahwa dia akan berakhir di meja hijau, mempertanggungjawabkan semua hal yang telah dia lakukan pada mantan istrinya. Tetapi Bram sungguh belajar dari keadaan, bahwa sering kali kita tidak menyadari kita sedang menyakiti orang lain, sebelum kita benar-benar kehilangan orang itu. Kehilangan sosok Diandra Lee, sungguh mengguncang hidupnya. Setahun lebih berada dalam penyesalan, kini Bram telah memastikan bahwa wanita itu--mantan istrinya--, kini telah memiliki hidupnya yang lain. Sekarang, mungkin waktunya untuk dia yang memulai.
Menjadi duda di usianya yang baru beranjak tiga puluh satu tahun, lelaki itu sungguh mulai menata kembali hidupnya yang sempat babak belur. Membuka lembaran baru dengan menyimpan kenangan tentang mantan istrinya dalam-dalam, Bram mulai bangkit untuk hidup kembali. Lelaki yang memiliki hobi berenang dan kini mulai belajar memasak itu sekarang tampak lebih segar dan juga telah menjadi salah satu jajaran duda muda paling populer di kalangan wanita-wanita sosialita.
Tidak bermain di sosial media, Bram sungguh menjaga privacy-nya dengan tidak mengunggah apapun mengenai kehidupan pribadinya. Lebih memilih untuk menjaga ruang lingkupnya lebih kecil, Bram menyukai keheningan. Menghabiskan waktu bersama beberapa rekan terdekat, Bram kini lebih menyukai untuk tinggal di apartemen yang baru sebulan lebih dia huni, menenggelamkan diri dalam kesunyian yang menenangkan.
Hingga kini semesta kembali memilihnya, kembali bermain dengan kehidupan dan garis tangannya. Ketika kelak semesta ingin dia kembali bahagia, apakah kira-kira dia akan siap?
~Dear Readers, visual ini diterbitkan bukan untuk menggiring opini. Jika kalian memiliki visual lain untuk mendeskripsikan seorang Bram Trahwijaya, itu sangat diperbolehkan. Ini hanyalah gambaranku saja sebagai author, bahwa kira-kira seperti inilah Bram Trahwijaya di dalam benakku. Terima kasih dan semoga rasa penasarannya bisa terobati, ya 🙏🤗
.
.
.
🗼Sampai Jumpa Lagi🗼