
merasa sedikit lemas dan lemah secara bersamaan, kini benar benar membuat nya tidak berdaya dan hanya terbaring lemah saja di atas tempat tidur ini, bahkan sarapan yang sempat Mahen kirim lewat ojol pun kini berhasil keluar lagi
yaah, lagi ini diri nya benar benar banyak muntah dan rasa nya benar benar sangat mual, hanya terdiam dengan tatapan sayu nya di atas tempat tidur, memikir kan banyak hal yang mungkin saja terjadi di universitas tempat belajar nya saat ini
saat beberapa menit kepergian Mahen ke universitas, kini banyak pesan dari Kania yang banyak menanya kan kabar nya, perihal diri nya yang tidak masuk universitas, sampai titipan tugas yang mungkin sudah diberikan Mahen pada sahabat nya
keterdiaman nya pun kini mulai buyar, di kala mendengar nada dering ponsel nya yang menanda kan jika ada pesan masuk melalui email, dan berhasil membuat nya mengalih kan pandangan nya pada ponsel di samping nya
📧 @keenanmalik13
"Ay,, kirim kan nomor ponsel mu sekarang juga di sini"
melihat pesan yang di kirim kan oleh laki laki itu pun, kini berhasil membuat kening nya mengerut bingung
^^^📧@azzamine26^^^
^^^"buat apa?"^^^
📧@keenanmalik13
"kirim saja cepat"
melihat dan sekaligus membaca nya pun membuat nya menggeleng geleng kan kepala nya tak habis pikir dengan apa yang telah Mahen perbuat
tidak ingin berdebat dengan Mahen, kini dirinya pun memilih mengalah saja, dan kemudian mengetikkan nomor ponsel nya, yang kemudian mengirimkan nya kepada Mahen
tak lama kemudian diri nya pun kembali mendengar ponsel nya berbunyi, namun terdengar dari suara nya jika pesan yang masuk bukan melalui email, tapi tunggu,, mungkin kah ini adalah nada panggilan yang memang pernah di setel nya dulu, karena memang terdengar begitu berbeda dari nada dering pesan lain pada ponsel milik nya
tanpa ingin menunda lagi, kini diri nya pun mulai meraih ponsel nya kembali, dan melihat siapa yang menghubungi nya di siang hari ini
hanya tertera nomor ponsel saja pada penglihatan nya saat ini, menandakan jika nomor ponsel tersebut belum tersimpan dalam daftar kontak pada ponsel nya, alias nomor asing yang membuatnya kini merasa sedikit berbeda di kala menanggapi apa pun yang berbau asing di dalam kehidupan nya sendiri
memilih men diam kan ponsel tersebut yang terus menerus berbunyi hingga sampai ponsel itu kembali hening dan berhenti berdering yang membuat nya lega juga pada akhir nya
namun setelah deringan itu habis, kini detik kemudian, nada dering yang sama, bahkan dari nomor yang sama terlihat tidak putus asa di kala tidak diri nya angkat juga
hal itu kini berhasil membuat nya cukup merasa jengah, di saat kepala nya yang sudah merasa pusing tujuh keliling,, harus kah diri nya menerima panggilan dari orang asing yang tidak di kenali nya salam sekali, di tengah diri nya merasa mual, entah siapa yang menghubungi nya kali ini
"hhhhh,, siapa?" dengan di awali helaan nafas, akhir nya diri nya pun mulai mengangkat panggilan nya
"kenapa lama banget sih angkat panggilan nya?"
mendengar suara yang cukup terdengar familiar, kini berhasil membuat nya mengerut kan kening nya dengan heran, lantas melihat kembali layar ponsel nya yang masih menampil kan beberapa digit nomor ponsel yang masih belum di simpan nya
"hhh,, mau nggak bilang sama kamu gimana, orang kamu nya juga baru saja mengangkat panggilan nya?" jawab Mahen yang terdengar menghela nafas
"ya',, ya maaf,, aku kan nggak tahu,, aku kira orang asing yang hubungi,, takut kamu juga nggak mengizin kan aku untuk mengangkat panggilan dari orang yang belum aku kenali sebelum nya" jawab nya yang berusaha menjelas kan
"tapi kamu juga kenapa hubungi aku sih?" tanya nya yang merasa tidak habis pikir, padahal kedua nya tinggal dalam satu atap, namun mengapa laki laki ini terus saja menghubungi nya meski pun baru hari ini
"nggak boleh,, kenapa,, kamu jangan nonton drakor terus lah, punya ponsel kan, sesekali kita itu harus saling menghubungi, oh iya, itu tadi sarapan nya kamu makan nggak, kepala nya masih pusing nggak, terus rasa mual nya belum hilang, mau aku panggilkan Om Khalif saja?" tanya beruntun Mahen dari sebrang panggilan sana dan berhasil membuat nya bosan di kala mendengar nya
"sarapan nya udah aku makan tadi, sudah lah, kamu jangan terlalu banyak tanya, aku tuh lagi pusing malah di buat makin pusing sama pertanyaan kamu itu" ujar nya dengan memutar bola mata nya malas
"kamu ini ya, kebiasaan nya buruk banget, ini aku lagi khawatir juga, bukan nya kamu jawab baik baik, malah mengomel saja bisa nya" jawab Mahen
"sudah,, jangan khawatir lagi, kalau aku sudah di rumah, aku akan aman dan baik baik saja, kamu fokus saja belajar di sana" jawab nya
"aku mau belajar gimana, orang bang Andi lagi wisuda kok, jadi nggak ada kelas hari ini" jawab Mahen lagi dan berhasil membuat nya mengangguk mengerti
"hmm,, iya,, titip salam nya saja buat kak Sandi, selamat atas kelulusan nya, maaf, kalau aku benar benar enggak bisa datang hari ini" tutur nya yang terdengar lemah
"iya biar nanti aku sampaikan sama bang Andi nya langsung, tapi sayang banget, bang Andi nya juga kayak nya mau langsung pamit tuh, jadi nya mau pelatihan advokat juga kata nya, nggak jadi buat jadi jaksa, pengen nya jadi pengacara aja kata nya" jawab Mahen lagi
"ya sudah, apa pun yang menjadi keputusan nya saat ini, semoga itu yang terbaik untuk kak Sandi sendiri" jawab nya
"iya, aku dapat mengerti dengan hal itu, tapi kenapa kamu tiba tiba mengomel seperti ini?" jawab Mahen yang tidak ingin mengalih kan pembicaraan kedua nya
"entah,, aku merasa jengkel saja sama kamu, sudah tahu aku di rumah nggak bisa masuk universitas karena pusing, kamu lagi nambah banyak tanya, buat aku jadi makin pusing tahu nggak?"
"apa kamu bilang,, Ay,, dengar ya, jelas aku tanya kan keadaan kamu sekarang karena aku merasa khawatir sama kamu, kamu nya malah mengomel saja bisa nya"
"aku nggak ngomel ya, aku hanya mengingat kan kamu saja?" jawab nya yang berusaha membela diri
"sama sama, bikin aku gemes sendiri di sini, awas saja kalau nanti aku pulang dari universitas,, kamu aku tangkap, nggk akan membiarkan kamu lepas gitu saja,," jawab Mahen memperingati nya
mendengar hal itu kini hanya membuat nya menghela nafas panjang
"hhhhh,, serah,," jawab nya
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu, 9 Agustus 2023