
'aarrgghh,, kenapa dengan pikiran gue, nggak seharus nya gue punya pikiran negatif tentang dia kan, lagi pula, sekarang dia masih di universitas sama Bu Cantik, gue lihat sendiri dia bawa tumpukan buku paket mengikuti Bu Cantik ke ruangan nya tadi!!' seru Mahen dalam hati, kala laki laki ini mempunyai pikiran buruk tentang nya, menggeleng kan kepala berusaha mengusir pikiran buruk itu
'jangan sampai Bianca mempunyai niat jahat lagi pada nya' lanjut batin Mahen yang sudah tak karuan
"kamu kenapa Mahen, ada sesuatu yang kamu pikir kan kah?" tanya Papa yang menyadarkan Mahen dengan menepuk pundak kanan Mahen yang sedang melamun kala sedang mendekor kamar kedua nya
"akh,, nggak papa kok Pa, aku baik baik saja, Papa nggak usah khawatir untuk ini" jawab Mahen yang berusaha tenang
"Pa, apa dia baik baik saja, kok aku merasa sedikit mengganjal yah, takut takut rencana nya gagal?" tanya Mahen dengan ragu
"kamu nggak usah khawatir kan itu Mahendra, Ayah baru saja menghubungi nya, kata nya dia masih di universitas dan kemungkinan, dia bakalan pulang telat" tutur Ayah yang tiba tiba datang
"Ayah kok gitu, dia nggak mungkin tahu kalian di sini sekarang kan?" tanya Mahen dengan kening mengerut
"ya nggak lah, dia nggak tahu kalau kita di sini, Ayah prank dia aja, kabari dia kalau kita bakalan ke sini lusa, jadi untuk sekedar menyempurnakan rencana kita, Ayah tanya tuh, lusa kalian luang kata nya, dia juga bakalan di rumah" jelas Ayah yang di fahami oleh Mahen
"udah, nggak usah gugup gitu menantu Papa, dia bukan tipikal sosok yang menegang kan kok, santai aja lagi?" tutur Papa
"iya Mahen, anak perempuan tunggal Mama baik kok, dia nggak bakalan makan kamu" tambah Mama yang berhasil membuat kedua pipi Mahen terasa panas kala mendengar ucapan yang berbau godaan itu, membuat Mahen menunduk dan berusaha menyembunyikan rasa malu nya
"ini dekorasi nya udah cukup pas belum, menurut kalian apa lagi, lampion udah, balon juga udah, Bund, ini tinggal apa lagi menurut Bunda?" tanya Ayah yang sedang mendekor kamar utama ini
"emmm, apa lagi ya Yah, Bunda rasa sudah cukup pas sih, menurut kamu gimana Mahen?" tanya Bunda sambil memandangi Mahen yang terlihat tengah berpikir
"bentar,, ambil sesuatu di bawah" ucap Mahen tanpa ekspresi
hal itu membuat ke empat orang tua nya menggeleng tak heran, terlihat jelas jika laki laki ini tengah gugup dalam merayakan ulang tahun nya yang genap ke 20 tahun ini
"ada ada saja tingkah nya itu,, padahal sangat terlihat jelas, jika dia merasa gugup akan memberikan hadiah untuk sang istri, tapi masih saja terkesan dingin" imbuh Bunda dengan bersedekap
waktu terus berjalan, hingga diri nya pun baru sampai di rumah pada malam hari, bukan tanpa alasan, pasal nya diri nya yang mau tidak mau harus membantu Bu Cantik mengoreksi nilai nilai ulangan harian se waktu di kantin tadi
dan Kania,, hhhhh, diri nya sudah di jemput oleh supir pribadi keluarga nya, al hasil, membuat dia harus sendirian dan hanya dengan Bu Cantik saja yang mengoreksi nilai mahasiswa dan mahasiswi
"assalamualaikum?" ucap nya yang merasa heran sendiri, tidak biasa nya salam nya tidak mendapat kan jawaban, pasti ada saja yang menjawab salam nya, sekali pun Mahen menjawab nya dengan bergumam, namun dia selalu mendengar nya, tapi mengapa hari ini,, bahkan tidak terlihat batang hidung nya saja? aneh
"entah lah, mungkin nanti dia juga pulang, Za, Mauza, kamu di mana?" gumam nya sambil berjongkok mencari kucing kesayangan nya
"miau,,," aneh, terdengar suara kucing itu, namun tidak juga di temukan raga nya, di mana kah kucing itu berada
"Mauza,, ayo lah, jangan buat kakak makin merasa bersalah yah, sini, kamu ke mana, kita baru aja ketemu lho, masa kamu udah mau tinggal kan kakak lagi?" imbuh nya yang mencari sampai di dapur, meski penerangan sangat minim, dan terkesan gelap, namun diri nya masih bisa merasa kan
"Za, kak Keenan, apa dia sudah di rumah, kok lampu rumah semua nya masih belum di nyala kan, ini juga kakak berusaha nyala kan, tapi nggak bisa, apa listrik nya korslet yah?" tanya nya dengan lembut sambil berusaha menyala kan saklar lampu yang tidak ada hasil nya
seberapa keras pun diri nya berusaha untuk menemukan kucing kesayangan nya, kini nyata nya memang tak ada hasil nya, membuat nya mau tak mau harus kembali bergegas ke kamar di lantai atas
'aneh,, nggak biasa nya listrik korslet, padahal mau charger ponsel sama laptop, tapi nggak bisa, hari ini ada apa sih, mana Mama sama Papa susah banget di hubungi' gumam nya seraya mulai melepaskan ransel nya
'ck, mana laptop juga udah mati total lagi, aku hubungi siapa yah?' tanya nya bermonolog sendiri
tangan kanan itu meraih ponsel nya yang sudah di letakkan nya di atas meja tadi, kala mendengar nada dering ponsel, tanda ada panggilan masuk
"hhhhh,, tumben dia telpon, nggak biasa nya, ada apa yah?" tanya nya kala melihat nomor ponsel yang tertera dan merasa kenal bahwa nomor ponsel tersebut adalah nomor ponsel milik Mahen
"assalamualaikum,, ada apa?" tanya nya kala telepon dari Mahen sudah di terima oleh nya
"Ay,, Ay,, kamu di mana, kamu baik baik aja kan?" tanya Mahen dengan tergesa
"gue baik, lo kenapa telepon gue, tumben?" jawab nya dengan kening mengerut bingung
"Ay,, seperti nya kamu harus ke sini, ini gawat, kakek,," ucapan Mahen yang terdengar menggantung membuat nya terkejut
rasa terkejut yang di alami nya kini semakin besar, bahkan rasa bersalah pun menyertai, kala menyadari diri nya akhir akhir ini hampir tidak punya waktu untuk sekedar mengunjungi kakek
"kakek kenapa Keenan, bilang sama gue!!" ujar nya yang terlewat terkejut
"kak,, kakek,,, kakek jatuh dari tangga Ay" jawab Mahen yang berhasil membuat kedua bola mata nya membulat dengan sempurna
"APA!! LO,, LO DI MANA SEKARANG, JAWAB GUE, LO DI RUMAH SAKIT MANA?" tanya nya dengan tergesa
"tenang dulu Ay, kakek nggak papa, kamu ganti baju dulu di rumah, bersih bersih, nanti ada orang yang jemput kamu lima menit lagi oke, jangan panik yah?" tutur Mahen
_**That Naughty Girl Is My Wife_
Rabu, 5 Juli 2023**