
"Ay,, bangun,, kamu kenapa sih,, hey,, bangun,," tutur Mahen seraya menepuk nepuk pelan kedua pipi nya yang masih mengigau
"nggak,, Keenan,, kamu bohong,, kata nya kamu mau mengajar kan aku mengaji,, tapi kenapa malah ini yang terjadi,,?" racau nya dengan menggeleng geleng kan kepala nya dengan cepat
"hey sayang,, bangun,, ini aku,, samping kamu,, kamu kenapa,, Ay,, bangun,," tutur Mahen yang masih saja berusaha menyadarkan nya dari tidur gelisah nya
"nggak Ma, ini nggak mungkin terjadi,, kemarin dia baik baik saja sama Ay,, tapi kenapa hari ini dia tidak sadar kan diri,, TIDAK,,,!!!" teriak nya yang sontak saja terbangun dan langsung terduduk
mendapati Mahen yang tengah memandangi wajah nya dengan tatapan sayu dan penuh dengan rasa khawatir
"Ke,, Keenan,, kamu bohong sama aku,,?" racau nya di kala langsung mendapat kan pelukan dengan tergesa dari Mahen yang jelas saja merasa khawatir dengan keadaan nya akhir akhir ini
"tenang dulu,, kamu kenapa sih, kebiasaan,, tidur nya ngigo terus,, ada apa hmm,, cerita sama aku ya,, aku akan mendengar kan,,?" tanya Mahen seraya melepas pelukan kedua nya, dan menyerah kan segelas air putih pada nya
"hmmm,, nggak,, aku nggak mimpi apa apa, tapi syukur lah, aku merasa senang setelah mimpi seperti itu, ya,, meski pun mimpi nya tragis banget,," jawab nya yang berusaha untuk mengelak
"nggak,, pokok nya kamu harus cerita sama aku,, ayo,, cerita dulu,, kamu nggak boleh turun dulu sebelum bercerita sama aku,," ucap Mahen yang menggenggam kedua tangan nya, tidak membiarkan nya turun dari tempat tidur
"Nan,, lihat lah ini sudah pukul berapa,, shalat ya, habis itu ajar kan aku mengaji,,?" ucap nya berusaha mengalih kan pembicaraan
"cerita dulu ish,, aku bilang cerita,, atau,, mau tidur lagi,, sini,, aku nggak mau ajar kan kamu mengaji jika kamu belum bercerita perihal apa yang terjadi dalam mimpi mu itu,," ujar Mahen seraya menarik nya hingga kedua nya sama sama terbaring lagi
"Nan,, nggak ish,, aku nggak mimpi apa apa kok, jangan lebay gini deh, sudah masuk waktu shalat ini,, nanti habis waktu shalat nya gimana?" tanya nya yang tidak bisa bergerak karena Mahen rupa nya memeluk erat tubuh nya dari belakang
"diem akh,, tidur saja lagi,, kata nya kamu sudah belajar ilmu agama,, tapi ini mengaji saja masih belajar,, apa yang kamu pelajari sama guru kamu selama ini,,?" gumam Mahen yang sudah menutup kedua mata nya, namun masih memiliki kesadaran yang penuh
"hhhhh,, sedikit bisa sih, soal nya suka dengar Mama sama Papa ngaji, aku belajar ilmu agama saja,, nggak sampai mengaji juga,, lagi pula,, guru yang mengajar kan ilmu agama sama aku itu laki laki,, kamu mau,, aku belajar mengaji sama guru ilmu agama aku,, ya sudah kalau itu mau kamu,, besok aku akan kembali menemui guru agama ku lagi,," jawab nya
"apa kamu bilang,, mau aku kasih hukuman bilang kayak gitu heuh,,?" tanya Mahen yang mulai mengeluarkan sipat posesif nya
"ya makan nya, ajar kan aku mengaji sekarang,, jangan buang buang waktu kayak gini,,?" jawab nya
"lagi pula,, apa hukuman yang cocok buat aku coba,, orang aku nggak buat kesalahan kok di kasih hukuman?" lanjut nya dengan bergumam
"kamu mau tahu hukuman nya apa, nih,, aku kasih hukuman biar kamu dengar kan kata aku" imbuh Mahen seraya menyingkap kaus yang tengah di kenakan nya
"kamu mau apa,,, ssshhh,,, geli Nan ish,, kamu kenapa sih?" tanya nya yang terpotong potong, karena Mahen mengusap lembut permukaan perut nya yang membuat nya merasa geli
"aku nggak akan berhenti kalau kamu belum cerita juga sama aku,," jawab Mahen yang terus menerus menggoda nya
"Nan,, akh,,, geli ish,, akh,, berhenti Nan,, akh,, ku mohon,," ucap nya yang tiba tiba saja merasa kegelian bahkan air mata nya sampai keluar dengan pelan
"ya kamu juga, sudah tahu kelemahan ku di perut, masih saja ngeyel,,!" ujar nya yang malah membuat Mahen heran
"Ay,, orang nangis itu biasa nya bicara nya tersedu lho, ini kamu kenapa beda banget?" tanya Mahen
"hhh, sudah lah, air mata saja di permasalah kan, aku mau ke kamar mandi dulu bay,," jawab nya yang merasa ada kesempatan untuk terbebas dari Mahen kali ini dan segera pergi ke kamar mandi dengan sedikit tergesa
......°°°......
"wa'akimus,," tutur nya di kala mengaji di hadapan Mahen dengan memangku Al Qur'an di pangkuan nya
mendengar hal itu kini berhasil membuat Mahen menggeleng geleng kan kepala nya tidak setuju dengan apa yang dia baca saat ini
"em,, itu salah Ay,, yang benar itu huruf mim nya di dengung kan karena huruf mim bertasydid itu adalah ghunnah, lagi pula,,, ini bukan huruf sin, tapi huruf shod, pembacaan nya juga beda kali Ay,," jelas Mahen dengan lembut ke arahnya
"oh gitu ya, jadi beda huruf beda juga cara baca nya,, kok aku baru tahu?" tanya nya dengan polos
"ya beda lah Ay,, mana ada sama,, kamu ini ada ada saja deh,," imbuh Mahen dengan menggeleng geleng kan kepala nya sambil tersenyum tipis ke arah nya yang masih kebingungan
melihat tingkahnya yang terus menerus belajar sampai benar benar benar dalam bacaan nya kini berhasil membuat Mahen sendiri tersenyum, karena merasa heran saja,, diri nya yang seorang mantan ketua geng motor, cukup ahli dalam bela diri, juga si gadis pemilik otak jenius dalam bidang akademik ini, justru bahkan begitu terlihat polos ketika berhadapan dengan Al Qur'an
"kenapa kamu senyum senyum seperti itu, nggak terima istri nya belum bisa mengaji sampai di usia se dewasa ini?" tanya nya yang merasa tak suka dan menangkap basah Mahen sedang tersenyum di kala memandangi wajah nya
"enggak ih apaan sih, kamu kalau ngomong jangan sembarangan deh, ya sudah, daripada kamu kebingungan kayak gini, mending aku contoh in aja deh, nanti kamu tiruin aku ya?" tutur Mahen yang merasa sedikit kasihan di kala melihat nya yang belum lancar dalam mengaji
"ini maksud nya gimana, aku nya nggak paham?" tanya nya yang berhasil membuat Mahen terkekeh kecil
"xixi,, jadi gini,, sekarang aku dulu yang baca ayat ini,, terus kamu simak, pahami dan resapi di dalam hati kamu, kalau misal kan aku sudah selesai membaca nya, baru kamu tiruin, ikutin baca an ayat nya aku, paham cantik,,?" jelaskan lagi dengan terkekeh
"oh, oke, sekarang kamu dulu yang baca, aku akan mencoba untuk menyimak nya,," jawabnya dengan mengangguk anggukan kepala nya paham
mendengar hal itu kini membuat Mahen tersenyum tipis, kemudian mulai membaca ayat tersebut dengan perlahan
diri nya yang hanya menyimak sekaligus memahami dan meresapi bacaan dari Mahen, kini sedikit tercengang dan sekaligus terkejut secara bersamaan, bukan tanpa alasan, pasal nya laki laki ini mempunyai suara yang luar biasa merdu nya di kala mengaji, bahkan diri nya pun baru mengetahui nya saat ini, jika Mahen memang pandai dalam mengaji
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Senin, 7 Agustus 2023**