
siang ini, kedua nya terlihat baru saja sarapan di restoran hotel, dengan berbagai menu hidangan spesial dari hotel, di mulai dari makanan khas seafood,, juga makanan khas Korea yang memang terhidang di atas meja berukuran besar ini
"Ay,, nih,, ikan nila,, enak lho,, kamu harus cobain deh,,?" tutur Mahen seraya mengulurkan tangan yang memegangi sendok yang berisi potongan ikan nila ke arah nya
"nggak akh,, aku alergi terhadap ikan,," jawab nya yang terlihat menyusun makanan khas Korea di depan nya
"aku mau makan ini saja,," lanjut nya seraya memperlihat kan hidangan khas Korea pada Mahen di seberang nya
"ini juga enak,," lanjut nya lagi
"Ay,, aku kasih tahu kamu ya,, jangan berbicara saat mulut penuh dengan makanan,," peringat Mahen yang membuat nya mengangguk
"maaf,, habis nya aku suka banget si lauk nya,," jawab nya dengan tersenyum
"kamu bilang kamu alergi terhadap ikan,, tapi malam itu makan makanan seafood kok bisa?" tanya Mahen dengan kening mengerut
"oh ayo lah Nan,, itu hanya kepiting,, tidak akan membuat alergi ku kambuh,, aku hanya alergi terhadap ikan saja,, selebih nya,, makanan laut aku bisa makan,, ya,, selain ikan gitu,," jelas nya yang membuat Mahen mengerti
"begitu rupa nya,," tutur Mahen seraya menoleh ke arah nya dan berhasil melihat sesuatu di ujung bibir nya
"bentar Ay,, itu ada sesuatu di ujung bibir kamu,," tutur Mahen hendak memberi tahu nya
"mana,, nggak ada juga,, jangan bilang kalau kamu mengerjai ku lagi kali ini?" tanya nya saat meraba ujung bibir bagian kiri nya yang memang tidak ada hal aneh
"ish,, bukan,, itu yang kanan,, bukan yang kiri,, aku serius deh,, coba sini dulu,, biar aku yang melepas kan nya?" tutur Mahen seraya beranjak berdiri tanpa berjalan ke arah nya, melain kan hanya menyondong kan badan nya saja ke arah nya
"mana,,?" tanya nya lagi yang melihat Mahen mulai menyentuh ujung bibir nya
"nih,, ada saus tomat nya tahu,, sudah aku bilang kalau aku itu serius,, kamu masih saja nggak percaya,," tutur Mahen menunjukkan saus tomat yang kini beralih menempel di jari telunjuk pada nya, dan kemudian di jilat nya oleh Mahen sendiri, membuat nya membulat kan mata nya seketika
"kamu habis makan cumi asam pedas ini ya?" lanjut Mahen dengan tatapan sok polos ke arah nya
"Nan,, ish,, jorok banget,," gerutu nya dengan pelan, di kala menyadari jika restoran hotel ini tengah di ramai kan oleh pengunjung
"jorok kenapa hmm,, nggak jorok kok,, bekas istri sendiri,, jorok dari mana nya coba,,?" jawab Mahen dengan tersenyum yang malah terlihat horor
"mang nggak cocok kalau senyum,, pantas saja Allah cipta kan kamu menjadi laki laki yang dingin,, nyata nya ini alasan nya,," ucap nya yang membuat Mahen mengerut kan kening nya heran
"kenapa,, senyum ku menawan ya,, baru sadar ternyata kalau punya suami pemilik senyum menawan?" tutur Mahen
"bukan gitu,, senyum kamu horor banget,, kesan nya jadi serem tahu nggak,, aku saja sampai merinding di buat nya,,?" tanya nya dengan mengalih kan pandangan nya
"hmm,, masa si,, perasaan kamu jatuh cinta sama aku juga karena senyuman ku yang berhasil menghipnotis kamu kan?" goda Mahen
"eh,, jaga ya bicara kamu,, mana ada kayak gitu,, entah dari mana kamu mendapat kan kepercayaan diri mu yang tinggi itu?" imbuh nya lagi
"dari siapa lagi kalau bukan dari orang yang ada di hadapan ku ini,," jawab Mahen dengan tatapan tanpa dosa nya
"iya lah,, eh,, aku mau itu dong,, tolong ambil kan untuk ku Ay,,?" pinta Mahen yang melihat cumi asam pedas yang padahal begitu dekat dengan tempat nya makan
"astaghfirullah Nan,, itu masih terbilang cukup dekat dengan posisi mu duduk,, bahkan lebih dekat kamu di banding dengan aku, dan kamu masih meminta ku untuk mengambil kan nya untuk mu?" tanya nya
"hee,, nggak masalah dong,, aku mau di suapi sama kamu,," tutur Mahen yang tiba tiba saja mengeluarkan sikap manja di depan nya
"Nan astaghfirullah,, tahu tempat kenapa si,, ini di resto hotel,, kamu sadar nggak?" tanya nya dengan kening mengerut
"sadar kok,, bahkan sepenuh nya sadar,, jadi aku mau kamu yang suapi makan siang ku saat ini,," jawab Mahen
"ish,, kamu benar benar ya,, ya suda nih,, buka mulut nya,,?" tutur nya yang seraya menyuapi Mahen dengan lauk cumi asam pedas dengan terpaksa
...°°° ...
"kali ini kita mau ke mana lagi,,?" tanya Mahen saat kedua nya baru memasuki kamar hotel setelah membeli beberapa oleh oleh yang bisa di bawa pulang
ya,, tadi,, diri nya ngotot meminta agar kedua nya berbelanja oleh oleh terlebih dahulu di kota Yogyakarta ini,, al hasil,, keduanya baru sampai di dalam kamar hotel ini pada pukul 14.00
mengingat jika kedua nya sudah berlibur selama lima hari di sini, kini berhasil membuat nya ngotot pada Mahen agar segera membeli oleh oleh tersebut sebelum akhir nya besok kedua nya benar benar pulang ke rumah Jakarta
"dah lah,, aku sedikit lelah hari ini, entah mengapa juga, namun rasa rasa nya aku benar benar ingin merebahkan diri ku saja di kamar hotel ini,," jawab nya yang kini berhasil membuat kening Mahen kembali mengerut heran
"kata nya kamu nggak pernah merasa lelah,, tapi sekarang apa,,?" tanya Mahen mengingat pembicaraan kedua nya malam itu
"hhh,, aku juga manusia biasa kali Nan,, bukan robot yang bisa terus terusan beraktivitas,," jawab nya
tak lama kemudian
"Nan, kok aku,,," ucap nya yang terpotong di kala memegangi perut nya
"Hoek,, Hoek,," mual itu nyata nya tidak bisa di hindari nya lagi di saat sudah selesai beraktivitas penuh bersama dengan Mahen, segera berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang sudah masuk ke dalam perut nya
hal yang membuat Mahen terdiam dan kemudian merasa panik hingga harus mengikuti langkah nya ke dalam kamar mandi, membantu nya mengurut ceruk leher bagian belakang nya, hingga menggosok nya dengan minyak aromaterapi pada bagian tengkuk nya
"akh,," ringis nya saat sudah mengelap mulut nya dengan tisu yang ada di depan wastafel
"kamu kenapa?" tanya Mahen dengan raut wajah yang jelas merasa khawatir di kala memandangi wajah nya yang memang terlihat pucat
"entah lah,, aku mual banget akhir akhir ini,, apa masuk angin yang kemarin nggak hilang hilang juga ya?" jawab nya di akhiri dengan bermonolog sendiri dan kemudian melangkah menuju kamar dan duduk di tepi tempat tidur
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Jum'at, 1 September 2023