
untuk sementara, hening, adalah suasana yang cocok untuk mendeskripsikan atmosfer di dapur, karena baik diri nya mau pun Aisha, kedua nya terlihat begitu serius dan terfokus kan hanya pada aktivitas yang sedang di kerjakan oleh masing masing, kali ini, diri nya sedang membuat gyoza dari kulit pangsit, dan Aisha, yang masih terfokus kan pada milk shake yang di buat nya, mungkin minuman ini akan menjadi pelengkap, dan akan sangat cocok jika di minum pada saat cuaca panas di siang bolong seperti ini
"kak Aisha,,?" panggil nya yang memecah kan keheningan di dapur ini, membuat Aisha yang di panggil menoleh sekilas
"iya Ay, ada apa?" tanya kak Aisha seraya kembali melanjut kan aktivitas yang sempat terhenti
"apa aku boleh bertanya sesuatu,, sama kakak?" tanya nya dengan perasaan yang penuh dengan keraguan dalam diri nya, antara bertanya atau kah tidak, namun ini sangat membuat nya cukup penasaran sejak pertama kali bertemu
"tanya apa, seperti nya serius gitu, bertanya lah, siapa tahu, kakak bisa jawab" jawab kak Aisha yang dengan seketika melihat nya dengan tatapan heran
"tapi,, aku takut kak" tutur nya yang membuat kak Aisha kini memandangi nya intens
"takut kenapa, jangan takut Ay, kalau penasaran ya tanya kan saja, apa pun itu, kakak akan berusaha menjawab nya" imbuh kak Aisha yang semakin membuat nya nyaman
"tapi maaf ya kak, jika pertanyaan ku ini,, menyinggung kakak?" ucap nya dengan ragu
"jika menurut mu, pertanyaan kamu itu memang akan menyinggung hati kakak si, kakak akan,,," ucapan kak Aisha terhenti dengan seketika
"akan apa?" tanya nya dengan memandangi kak Aisha lekat dan hati hati
"akan kabur dan lari dari pertanyaan kamu,,, haha, bercanda kali Ay, nggak usah di tanggapi serius gitu, kakak hanya bercanda, abis kamu nya tegang banget sejak tadi, ayo, tanya apa?" tanya kak Aisha dengan terkekeh kecil dan membuat nya lega
"hhhhh, aku lagi serius lho kak, malah kakak ajak canda" ujar nya dengan nada yang jutek
"lagian wajah kamu serius banget sejak tadi, nggak papa kali Ay, ada kala nya kita membuat kesalahan, coba tanya, kamu mau tanya apa sama kakak?" jawab kak Aisha lagi
"hhhhh, tapi maaf ya kak, jika pertanyaan ku ini menyinggung hati dan perasaan kakak, kakak boleh tegur aku kok" imbuh nya yang mendapat anggukan kepala dari kak Aisha
"iya, apa si, bikin kakak penasaran aja tahu nggak sih kamu itu, pintar banget ya buat orang penasaran?" seru kak Aisha yang terlihat akrab dengan nya
"hhhhh,, kakak merasa tanggung nggak sih, masak dengan penampilan seperti itu, bertumpuk tumpuk kakak guna kan kain di tubuh kakak?" tanya nya berusaha mengumpul kan keberanian dalam diri nya
mendengar hal itu, bukan nya membuat kak Aisha tersinggung, namun malah membuat kak Aisha terkekeh kecil kala mendengar pertanyaan nya
"kok kakak malah terkekeh sih, aku kan tanya serius?" tanya nya yang merasa heran sendiri
"duh, bentar bentar deh Ay, ini xixi, pertanyaan kamu ini bukan nya menyinggung hati kakak,, tapi malah buat kakak kegelian tahu nggak haha,," jawab kak Aisha yang membuat nya memutar bola mata malas, kemudian berusaha berhenti tertawa
"huuh, oke oke, kakak jawab, jadi gini ya Ay, kakak itu sudah terbiasa, berpakaian seperti ini, sejak kecil,, kakak memang di didik seperti ini sama orang tua nya kakak, jadi setelah kakak tumbuh dewasa bisa terbiasa, nggak jadi penghalang juga alhamdulillaah, Allah beri kakak kenikmatan berpakaian tertutup seperti ini" jelas kak Aisha setelah akhir nya berhenti dengan tertawa kecil nya
"gitu yah kak, kakak nggak takut kerudung nya nyangkut gitu, atau,, niqab nya?" tanya nya masih dengan hati hati
"iya si, awal nya pasti takut nyangkut atau apa lah itu, apa lagi saat masak kan, tapi kalau sudah biasa,, hmm, kita nggak ada masalah Ay" jawab kak Aisha lagi dengan tersenyum dan menggeleng pelan
"iya si, kadang juga pasti kalian berpikir begitu, tapi nggak Ay, kalau sudah biasa, kamu pasti tahu dan paham dengan rasa nya, kalau sudah tahu nih, segan banget mau di buka aja" lanjut kak Aisha lagi
"buka, buka apa nya?" tanya nya dengan kening mengerut
"iya, ini semua yang terpasang di tubuh kita, mulai dari kerudung, niqab, bahkan sampai baju pun merasa enggan di buka Ay" jawab kak Aisha dengan menjelas kan
"gitu yah kak, tapi kan, kakak sudah nikah sama kak Sandi, gimana untuk itu?" tanya nya lagi yang tanpa sadar sudah membuat kak Aisha malu akan pertanyaan nya
"sama seperti kamu, sekarang kakak yang tanya sama kamu, bagaimana rasa nya, jika Mahen suruh kamu buka kerudung di hadapan dia?" tanya kak Aisha yang menyembunyikan rasa malu nya
"emmm, sekarang,, aku sedikit malu juga sih kak, nggak mau gitu, inti nya nggak mau lepas, kalau di lepas rasa nya tuh kayak deg gitu deh di hati aku nya, kayak nggak ikhlas banget rambut aku di lihat sama laki laki sekali pun dia sudah jadi suami aku" jawab nya dengan berusaha jujur
"tuh, kamu juga tahu sendiri kan rasa nya gimana, enggan banget, padahal sama suami sendiri yang notabene nya sudah halal sama kita, tapi ya',, kita nggak bisa tolak juga kan, kemauan suami, dosa nya cukup besar lho" jawab kak Aisha yang berniat memberi tahu nya
"iya kak, aku tahu itu" jawab nya yang mengangguk paham
tanpa di sadari, kini sudah setengah jam kedua nya bergelut dengan alat dapur, hingga akhir nya yang di tunggu tunggu pun jadi, cemilan dan minuman nya pun jadi, kedua nya terlihat akrab kala mengantar kan makanan ke depan ruang tamu
"ini nih, yang di tunggu tunggu, ini cemilan apa Ay?" seru Bagas yang melihat nya datang dengan membawa nampan
"ini ada puncake Bagas, sama gyoza, aku ada bahan stok sisa kulit pangsit, jadi aku buat kan gyoza" jawab nya seraya terduduk di sofa single
"ish, jangan duduk di sana" ujar Mahen dengan nada dingin, ternyata laki laki ini diam diam memperhatikan nya
"terus duduk di mana?" tanya nya yang merasa kebingungan sendiri
"sebelum kamu ke dapur kamu duduk di mana?" tanya Mahen yang malah balik bertanya
"sama aja kan, di sini juga, memang siapa yang duduk di sini?" tanya nya
"nggak ada, tapi Bagas kentut di sana tadi, sini, duduk samping aku masih aman" jawab Mahen yang mendapat pelototan dari Bagas
"oy,, sembarangan aja kalau ngomong ya, kebiasaan nggak bismillah dulu, dari tadi gue duduk di sini sama bini, mana ada duduk di sana, se brengsek brengsek nya gue, nggak pernah kentut sembarangan ya" ujar Bagas yang tidak di tanggapi oleh Mahen
"sudah sudah,, jangan ribut, sekarang makan dulu cemilan nya, apa mau sekalian makan?" tanya nya yang berusaha melerai
"nggak deh Ay, soal nya kita sudah sarapan di rumah, nanti aja sore an kita makan" jawab kak Sandi yang di angguki juga oleh nya
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu, 19 Juli 2023**