That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



Ketika diri nya terbangun langit senja sudah gelap, matahari terbenam, hari ini sangat indah, cahaya orange merah bersinar melalui jendela balkon yang penuh


namun sakit,, itu lah satu kata yang mungkin bisa menggambarkan rasa nya saat ini, hingga pintu kamar pun terbuka, menampil kan Mahen yang tengah tersenyum dengan membawa nampan yang sudah tersedia makanan dan minuman di atas nya


"pagi cantik,, gimana pagi kamu hari ini?" sapa Mahen kala melihat nya tengah menguap dan meregang kan kedua tangan nya


"hmm,, pagi juga,, aku baik ugh,," jawab nya kala merasa berat pada kepala nya hingga tak bisa duduk dengan benar


"hati hati,, kamu harus banyak istirahat dulu,, jangan banyak gerak, sandaran saja di sini" tutur Mahen seraya membantu nya bersandar dan membuat bantal berdiri hingga diri nya bersandar di atas tempat tidur


"hmm,, iya, tapi,, gimana kening kamu,, apa sudah mendingan?" tanya nya yang melihat kening Mahen yang masih terbalut plester, namun hal yang membuat Mahen tersenyum


"nggak apa apa, sudah mendingan kok, jangan khawatir, luka nya sudah mengering tapi akh,," rintih Mahen yang mendapat kan tepukan kecil di kening nya tepat luka nya, membuat Mahen sontak merasa sakit


"mendingan gimana,, belum sembuh juga,, ini,, siapa yang masak,, kamu sendiri bisa masak?" tanya nya merasa ragu


namun hal itu justru begitu menggeli kan untuk Mahen, karena laki laki itu sekarang malah tersenyum dan terkekeh kecil


"hmm,, semoga kamu suka ya, masakan pertama aku, baru belajar, kamu yang cicipi,, jangan khawatir,, aku sudah kasih Mauza sarapan kok, ikan goreng,," jawab Mahen yang membuat nya mengganjal


"bukan nya masakan pertama kamu sushi atau onigiri itu ya,, kok ini masakan pertama lagi?" tanya nya mengoreksi


"iya, tapi ini masakan Nusantara, Indonesia, kalau kemarin kan masakan Korea, negara impian kamu, kalau ini kan masakan dalam negeri, kamu mau aku masak yang kemarin lagi?" tanya Mahen


"nggak usah, aku makan ini saja,," jawab nya "makasih sudah bantu merawat Mauza juga, pasti dia buat kamu repot?" lanjut nya kala menyadari sesuatu


"nggak apa apa, nggak buat repot kok, hitung hitung pendekatan juga, tapi dia itu, benar benar asyik ya kucing nya, kalau kucing yang lain kan suka rewel gitu, apa lagi kalau nggak ketemu sama majikan, tapi beda sama dia, santai santai saja,," seru Mahen dengan bersemangat


"hhhhh,, jangan bilang kamu suka sama kucing nya" jawab nya dengan tatapan dingin


"xixi, ya nggak lah Ay, mana mungkin,, aku tetap suka nya sama kamu kok, nggak sama yang lain" jawab Mahen lagi dengan menggeleng yang malah salah faham


"kucing ya Nan, kucing, nanti kamu rebut dia dari aku, nggak bakalan mau lagi aku masak buat kamu" serobot nya dengan nada yang lemah


"ya nggak lah, kecuali,,," ucapan Mahen yang sengaja di gantung, berniat membuat nya penasaran


"kecuali apa, jangan aneh aneh deh?" tanya nya yang tepat sasaran bagi Mahen


"kecuali kalau,, kalau kamu suka juga sama aku,, aku nggak bakalan rebut dia dari kamu,," jawab Mahen di akhiri dengan berbisik lembut di telinga nya, membuat nya bergidik geli


"diem ish,, apaan si, ini buat aku kan, aku makan saja,, tapi,, kamu sudah sarapan, sama apa?" tanya nya dengan ragu


"cie yang khawatirin aku, belum sarapan sih, tadi nya buat dua porsi, bareng kamu sarapan nya, tapi,, kamu kan lagi sakit,, jadi makan dua dua nya saja sama kamu" jelas Mahen yang membuat nya melongo


"hehe, iya sih, hadits Rasulullah SAW aku juga tahu, eh tapi kamu tahu juga?" tanya Mahen yang terkejut


"ya tahu lah, masa aku nggak tahu?" jawab nya "sudah, kamu juga makan deh, nggak bakalan habis kalau dua dua nya buat aku, kekenyangan, bukan kah sesuatu sekali pun bersifat baik dunia itu nggak akan baik juga kalau berlebihan?" tanya nya kembali mengingat kan


"iya juga sih, masha Allah,, istri siapa sih, sudah makin shaleha saja, semoga ilmu yang kamu punya membawa keberkahan ya cantik?" ucap Mahen seraya mengacak rambut nya dengan gemas


"Nan, aku belum mandi gini kamu acak acak, gimana kalau sudah mandi coba, mau sarapan kan, ini, buat kamu?" tutur nya


"hehe,, iya, habis nya kamu belum mandi saja sudah cantik gini, apa lagi kalau sudah mandi, selamat makan" jawab Mahen yang mengerti jika diri nya merasa tidak nyaman atas perlakuan yang di dapat kan nya pagi ini


kedua nya sarapan bersama di dalam kamar, tepat nya, dia atas tempat tidur, namun dengan canda dan tawa yang terlihat, kedua nya terlihat sama sama bahagia dengan apa yang di jalani, sangat jauh, bahkan orang yang mungkin melihat nya tidak akan menyangka jika kedua nya bersatu karena perjodohan dan hubungan kekerabatan yang di miliki oleh kedua keluarga yang sudah benar benar cukup akrab


"Nan,, setahuku,, bukan kah makan di dalam kamar apa lagi makan di atas tempat tidur seperti ini kurang baik yah, itu benar nggak sih?" tanya nya kala kembali teringat akan sesuatu


"heem,, iya si', yang kamu bicara kan ada benar nya juga, tapi kan, kita lakukan ini bukan tanpa alasan, kamu sedang sakit kan, makan nya kita makan di sini?" jawab Mahen membenar kan sambil mengangguk angguk kan kepala


"iya, tapi tetap saja nggak baik Nan, gimana kalau makanan nya kebawa nggak berkah juga?" tanya nya yang masih ragu


"astaghfirullah,, sssttt,, jangan bilang gitu Ay, ini insya Allah membawa berkah kok, kalau tanpa alasan kita tiba tiba makan di sini, itu baru kurang baik, ini kan kita punya alasan tersendiri, oh iya, nanti bantu aku ganti plester lagi ya?" jawab Mahen yang membuat kening nya mengerut


"kamu kan bisa ganti sendiri, kenapa masih minta tolong sama aku?" tanya nya dengan heran


"nggak bisa, aku nya nggak mau sendiri, gimana dong, lagi pula, ini kan luka di kening, susah juga kan?" tanya Mahen


"iya,, iya,, nanti aku bantu kamu ganti plester deh,, kalau aku kuat" jawab nya


"nggak kuat gimana, sudah,, sekarang, kamu minum obat nya dulu, agar kamu juga mendingan" imbuh Mahen saat melihat nya sudah selesai dengan sarapan nya


"iya,, iya,, ini aku minum obat nya, bawel banget si jadi orang" jawab nya yang hanya bisa pasrah saja kala mendapat kan perlakuan seperti itu dari Mahen


"bawel bawel gini aku tuh khawatir sama kamu, takut kamu kenapa kenapa, lagi pula,, tadi juga kamu khawatir kan aku juga kan?" tanya Mahen dengan menaik turun kan kedua alis nya


"his,, itu bukan khawatir nama nya,, tanya saja kamu sudah sarapan atau belum, nggak baik juga kan kalau keduluan sama aku?" tanya nya mengoreksi


"iya iya,, serah kamu saja, gengsi nya jangan di turunin kalau bisa" sindir Mahen yang sudah tahu akan sifat nya


"sama saja sama yang bicara" jawab nya yang hanya di tanggapi putaran bola mata malas dari Mahen


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Jum'at, 28 Juli 2023**