
"Nan,, ada yang mau aku bicara kan sama kamu,," tutur nya yang berhasil membuat Mahen menoleh dan menatap nya dengan segera
"bicara,, bicara apa?" tanya Mahen dengan kening mengerut bingung
"sebenar nya,, nenek memberikan sertifikat resto saat aku berulang tahun ke 16, meski pun dulu lewat video call, tapi nenek benar benar meminta Mama untuk menyimpan kan nya untuk ku,, nenek mempercayai aku untuk mengelola sekaligus memimpin nya sekarang,," tutur nya mulai menjelaskan
"gitu ya,, terus bagaimana,,?" tanya Mahen lagi dengan tak henti memandangi wajah nya
"apa kamu masalah kan,, jika aku memang memimpin resto itu,,?" tanya nya dengan ragu dan penuh hati hati
mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen malah mengerut kan kening nya bingung
"kenapa kamu malah bertanya lagi sama aku,, bukan kah seharus nya kamu mengemban amanah itu dari nenek, namun mengapa kamu bertanya lagi sama aku?" tanya Mahen yang sial nya malah merasa di buat bingung oleh nya
"Keenan,, ayo lah,, senakal nakal nya aku,, aku ini sudah menjadi seorang istri sekarang,, peka sedikit saja susah banget buat kamu kali ya,, aku ini sedang meminta izin dari kamu yang notabene nya sudah menjadi suami aku,, agar langkah yang aku ambil ini nggak salah dan di Ridhai Allah,, kamu gimana sih,, nggak peka banget jadi suami,," ujar nya yang sudah merasa cukup jengah dengan kepura puraan Mahen yang berlagak polos
"xixi,, jadi cerita nya istri lagi minta izin sama suami nih,, untuk memulai karir,,?" goda Mahen yang mengundang putaran bola mata malas khas nya
"tahu akh,, kamu nyebelin banget akhir akhir ini,, aku ajak ngobrol malah gini,, Za,, sini,, mending sama kamu saja,," ujar nya seraya memeluk Mauza
"ya jangan dong Ay,, Za,, untuk kebaikan,, kamu menyingkir lah dulu,, Ayah Bunda sedang berdiskusi,, dan kamu,, nggak wajar mendengar nya, ini pembicaraan orang dewasa,, sana,, main dulu sendiri ya,, atau tidur dulu juga nggak apa,," imbuh Mahen seraya mengusir Mauza dari pangkuan nya
"Mauza malah kamu usir,, nggak peka banget kan,, tahu akh,, kamu nya malesin,," tutur nya seraya cemberut dengan bersedekap dan membuang pandangan nya
"ututututu,, jangan gitu dong, sini cup,, duduk di sini,, kenapa sih,, perasaan bete banget dari tadi,, aku godain sedikit saja?" tanya Mahen seraya menarik tangan nya hingga diri nya terduduk di pangkuan Mahen
"iya lah,, aku izin kan kok,, kalau kamu memang mau memimpin resto itu,, lakukan lah apa yang membuat kamu senang,," tutur Mahen dengan tersenyum tipis
"benar kah,, apa kamu serius,, aku boleh memimpin nya,,?" tanya nya dengan mata berbinar dan memandangi Mahen yang terus tersenyum tiada henti
"yaah,, asal kan ada syarat nya,," jawab Mahen dengan mengangguk
"syarat,, apa syarat nya?" tanya nya
"kamu harus bersungguh sungguh menyembuh kan apa yang selalu menghampiri mu, dan bersungguh sungguh dalam mengembangkan karir mu di sana,," tutur Mahen seraya mengerat kan rengkuhan pada pinggang nya
"jadi tempo hari lalu,, hari di mana kamu marah sama aku,, waktu kamu mendiamkan aku,, hari itu ada sekretaris aku dari resto yang datang ke sini,," jelas nya yang memulai cerita setelah sekian lama terdiam
"siapa,, apa dia laki laki,, jadi hari itu kamu berdua an dengan seorang laki laki yang bukan mahram sama kamu,, gimana,, lebih tampan dia atau aku?" tanya Mahen yang mudah mengklaim sesuatu apa lagi yang berhubungan dengan nya
"bukan Nan ish,, kamu dengar kan penjelasan aku terlebih dahulu kenapa sih, mudah banget klaim kalau aku berduaan sama orang lain!!" ujar nya dengan merajuk
"ya sudah iya apa,, maaf deh, jadi, apa yang mau kamu bicara kan sama aku?" tanya Mahen
"jadi hari itu memang ada yang datang ke sini, dia sekretaris aku di resto, waktu aku kamu tinggal ke universitas juga Mama sempat kasih kabar kalau dia sudah terbang ke sini kata nya, aku merasa nggak enak juga kan,, kalau malah dia yang datang ke sini,, bukan aku yang ke sana,, tapi kata Mama,, dia sudah tahu kata nya,, kalau aku di sini sedang menjalani kehidupan ku di dunia pendidikan, jadi dia yang milih ke sini,, kamu juga tenang saja,, dia perempuan kok, satu tahun di bawah usia ku,, tapi nggak tahu juga,, inti nya usia nya masih terlalu muda di bawah usia ku,, aku tanya kan sama dia,, dia sama siapa ke sini,, dan dia bilang dia sama teman nya ke sini,, sudah aku tawar kan juga untuk tinggal bareng kita di sini sih,," penjelasan nya terpotong di kala Mahen menyahuti
"tinggal bareng kita gimana,, nggak nggak akh,, aku nggak setuju,, punya peliharaan saja kamu sering abai kan aku, apa lagi teman untuk sekedar mengobrol,, bisa bisa aku kamu campak kan terus terusan,, aku nggak setuju" serobot Mahen
"iya nggak kok,, kamu kenapa sih kalau soal aku sensitif sekali,, orang dia nya juga nggak mau kok, dia menghargai kamu sebagai suami aku,, jadi dia nggak mau tinggal sama kita,, jangan suka bawa bawa Mauza deh,, dia nggak tahu apa apa juga,, mau kena cakaran nya dia lagi kamu?" tanya nya
"iya iya,, terus gimana,, apa kah ada masalah lagi,, sekretaris kamu pasti bicarakan resto sama kamu,, apa ada masalah sampai sejauh ini, jadi selama ini yang hendle resto dia dong?" tanya Mahen
"iya,, aku ikut hendle juga sih, meski lewat ponsel, dia datang ke sini untuk menunjukkan laporan keuangan resto bulan lalu,, sejauh ini pengeluaran sama pemasukan nya masih bisa di bilang normal sih, hanya saja kata nya koki nya kasih saran agar resto kita mengeluar kan menu baru, seperti makanan ekspor,, sama seafood, karena ada pelanggan yang pernah cencel pemesanan karena resto kita belum menyedia kan kedua hidangan itu sama sekali,, nah,, aku mau tanya,, kamu punya saran nggak perihal ini?" tanya nya pada akhir nya, membuat Mahen berpikir keras
"emm,, nggak ada sih hehe,, tapi aku juga setuju tuh, memang nya kalau boleh tahu,, resto kamu menghidang kan masakan apa saja?" tanya Mahen
"berbagai masakan Nusantara,, dari masakan Sunda, sampai minuman,, gitu saja,, sama semacam makanan ringan pecinta anak muda gitu,, hanya saja belum ada dua hidangan itu,, oh iya,, apa kamu masih ingat,, beberapa bulan lalu kamu pernah masakin aku makanan luar negeri,, apa tuh nama nya aku lupa lagi?" tanya nya
"sushi maksud kamu,, itu hidangan khas Jepang,, ada apa dengan hidangan itu?" tanya Mahen lagi
"nah iya itu,, aku mau coba membuat itu dong,, kamu bisa bikin hidangan apa dan khas mana lagi selain itu?" tanya nya
"entah,, yang jelas itu dulu banget,, aku suka uji coba masak masakan luar Indonesia,, jadi aku nggak bisa masak khas Indonesia,, kayak ramen gitu, khas Jepang juga,, dulu kan aku tahu adik sepupu aku suka nonton anime Naruto,, dia tergiur banget lihat ramen nya itu,, minta aku ajari cara buat nya,, ya sudah,, dari pada bingung,, aku beli saja buku resep khas luar negeri waktu itu,," jawab Mahen di kala mengingat
"gitu yah,, apa sekarang kamu masih menyimpan nya,, apa aku boleh meminjam nya?" tanya nya dengan mata yang berbinar lagi
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu, 23 Agustus 2023