That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



lima hari berlalu, pagi ini, diri nya tengah dalam perjalanan menuju ke universitas bersama dengan Mahen, entah mengapa, semenjak kejadian itu, Mahen malah semakin hangat dengan nya, semakin manja, dan semakin membuat nya muak saja dengan tingkah laku nya


"pegangan ish, kalau jatuh gimana?" ujar Mahen dengan nada suara yang tinggi, karena suara nya terbawa angin di jalan raya, membuat nya nyaris tak mendengar


merasa tidak mendapat tanggapan dari sosok di belakang nya, kini tangan Mahen pun meraba dan mulai mengambil tangan kanan nya dan di tuju kan ke pinggang nya


"aish,,, apaan si!!!" ujar nya dengan menepis kasar tangan Mahen, posisi nya di belakang dan kepala nya cukup dekat dengan telinga Mahen meski tertutupi oleh helm, namun masih membuat Mahen mendengar suara nya


"kamu nggak dengar, pegangan ish, kalau jatuh gimana?" ujar Mahen lagi dengan sedikit berteriak


"jatuh juga aku yang rasa kan sakit nya kali, kenapa kamu yang rempong deh, kayak mak mak kompleks?" jawab nya yang akhir nya bisa mendengar suara Mahen


"hhhhh,, peka dong, aku nggak mau khawatir kan kamu" jawab Mahen dengan raut wajah tanpa dosa


'ish,, makin blak blakan aja ni orang, nggak tahu malu apa?' batin nya seraya memutar bola mata nya dengan malas


...°°°...


motor sport yang di kendarai Mahen berhenti tepat di lahan parkir universitas Harvard ini, pagi hari ini, area parkir benar benar ramai dengan mahasiswa juga mahasiswi yang berlalu lalang di sini, membuat nya mau tidak mau menjadi pusat perhatian setiap orang yang kebetulan lewat di sini, membuat nya tertunduk malu


namun sedetik setelah nya, kini terlihat Sandi yang baru datang ke universitas pagi ini,, tunggu,,,


mengapa Sandi datang dengan perempuan bercadar? hal itu cupuk untuk membuat nya begitu penasaran dengan apa yang di lihat nya lagi ini


yang benar saja, Sandi, laki laki yang terkesan dingin pada sebagian besar perempuan bisa bergandengan dengan perempuan, apa lagi,, perempuan tersebut bercadar?


"aku ke sana dulu, kalau kamu mau, kamu bisa duluan ke kelas, nanti aku susul, ada yang harus aku lakukan dengan tiga curut itu" sontak ucapan Mahen itu menyadar kan nya dari ketertegunan nya kala melihat Sandi yang tengah tersenyum hangat pada nya


"assalamualaikum Bu ustazah gembul?" ucap Sandi yang menghampiri nya dengan senyum tipis khas laki laki ini


"wa,, waalaikum salam warahmatullah" jawab nya yang terkesan dingin


namun mendengar hal itu, perempuan yang sejak tadi berada di samping Sandi menyenggol lengan Sandi tak suka


"hmmm, iya iya, maaf ya Ay, kakak ulangi lagi, assalamualaikum junior aku yang paling cantik?" ucap ulang Sandi dengan masih tersenyum tipis melihat nya yang tengah kebingungan


"wa,, waalaikum salam warahmatullah" jawab nya yang memilih mengikuti permainan Sandi


"dek, kenalin, ini Ayla, junior yang kakak cerita kan?" ucap Sandi pada perempuan di samping nya, membuat perempuan itu mengangguk ramah melihat nya


"assalamualaikum,, Ayla ya, kenal kan, saya Aisha,,?" ucap perempuan ini yang memang di kenal dengan nama Aisha, terlihat menyatu kan kedua telapak tangan nya di depan dada


"waalaikum salam warahmatullah, akh,, iya, saya Ayla, junior nya kak Sandi baru baru ini" jawab nya mengikuti apa yang di lakukan kak Aisha


"baru baru ini gimana, orang sudah cukup lama kok, bentar lagi kakak lulus, kamu harus makin giat belajar, kala nggak, kakak adukan sama mas nya kamu lho" ujar Sandi dengan bersedekap


"kak, sudah lah, jangan banyak bercanda, kasihan Ayla nya" imbuh kak Aisha yang melihat Sandi selalu mengejek nya


"iya iya, maaf ya, adik junior nya kakak, jangan ngambek, nanti wajah nya banyak keriputan kayak nenek nenek" ucap kak Sandi yang mendapat gelengan tak heran dari kak Aisha


...°°°...


di sini lah kedua nya berada, terduduk di bangku memanjang, di halaman belakang universitas, menikmati semilir angin sepoi yang tenang


kak Aisha, seperti nya sudah di jemput oleh supir pribadi keluarga nya


"kakak ada hutang penjelasan sama aku" ucap nya kala melihat Sandi yang tengah memandangi wajah nya dari samping


ya, terduduk dengan Sandi, karena Mahen, akh,, entah urusan apa lagi laki laki itu, namun mendengar penuturan nya tadi, itu terdengar begitu dingin di telinga nya, entah lah


"penjelasan apa,, oh iya,, Aisha ya, kamu nggak tahu dia siapa?" tanya kak Sandi yang sial nya malah bertanya balik


"iya, dia siapa, tumben juga dekat gitu sama cewek, bercadar lagi, kan alamat buat aku jadi penasaran" jawab nya dengan mengangguk


"bentar, sebelum nya aku mau tanya dulu sama kamu, tapi kamu harus jawab dengan jujur" jawab kak Sandi yang membuat nya merasa jengah


"kebiasaan, jangan berusaha alih kan pembicaraan deh kak, tak tik kakak itu nggak akan mempan sama aku, yang ada basi tahu nggak?" jawab nya mengingat kan


"ish, bukan, kamu dengar kan kakak dulu dong" jawab kak Sandi dengan menumpu kepala dengan tangan kanan nya


"ish,, ya sudah iya apa?" tanya nya dengan terdengar sangat malas dalam diri nya


"menurut kamu,, dia gimana,, baik nggak,, emmm,,," ucapan kak Sandi yang entah mengapa menjadi terasa gugup seperti itu, padahal asli nya nggak pernah merasakan apa itu rasa gugup


"emmm,, apa,, yang jelas dong kalau bicara?" jawab nya dengan terdengar mendesak


"emmm,, dia cocok nggak, kalau sama kakak?" tanya kak Sandi dengan bisikan di lima kata terakhir, membuat nya terkejut karena masih bisa mendengar


"dia,, dia calon istri nya kakak, ya Allah, kenapa kakak nggak bilang sama aku, bahkan pertemuan pertama antara aku sama kak Aisha itu terkesan buruk lho kak, kenapa kakak baru bilang sekarang si!" ujar nya yang sekarang malah membuat Sandi yang terkejut dengan tanggapan yang di dapat


"gini gini, pertama, kamu jawab dulu, dia cocok nggak, sama kakak, nanti kakak jelas kan apa yang membuat kamu penasaran sampi seperti itu" jawab kak Sandi yang membuat nya paham


"oke, menurut aku,, kak Aisha ini baik kak, tapi,, sayang nya takdir nya buruk banget" jawab nya yang membuat kak Sandi mengerut kan kening bingung


"buruk gimana maksud kamu?" tanya kak Sandi yang merasa penasaran dengan apa yang di kata kan nya saat ini


"kak Aisha harus ketemu orang pecicilan kayak kakak, dia yang serius gitu harus ketemu sama orang yang banyak candaan nya kayak kakak gitu" jawab nya yang membuat kak Sandi mendengus kesal


"nggak lah Ay, kan sudah kakak bilang, sebanyak banyak nya candaan kakak, kalau serius ya serius aja, lagi pula, kakak nggak ketemu sama dia, lebih tepat nya, di pertemu kan" jawab kak Sandi yang sekarang membuat nya penasaran


"di pertemu kan gimana maksud kakak, jangan bilang kalau kakak di jodohkan juga, ini nggak bakalan sejalan, debat terus kayak aku sama si dia,," jawab nya yang asal menanggapi


"iya si, takdir kakak mungkin dasar nya di jodoh kan, tapi di sini, kakak beruntung tahu" jawab kak Sandi lagi


"beruntung gimana?" tanya nya dengan kening mengerut


"jadi cerita nya panjang Ay, yang sebenar nya dia bukan lagi calon istri kakak, tapi,,, memang sudah sah jadi istri kakak" jawab kak Sandi dengan kembali bergumam di enam kata terakhir, membuat nya benar benar terkejut


Sandi yang kala itu sedang berjalan di pinggiran kompleks perumahan tiba tiba dia melihat sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah buahan. melihat apel yang merah maroon itu tergeletak di tanah membuat air liur Sandi terlihat, apa lagi di hari yang panas dan di tengah kehausan


maka tanpa berpikir panjang di ambil dan di makan lah buah apel yang lezat itu, akan tetapi baru setengah nya di makan, dia teringat bahwa buah itu bukan milik nya dan dia belum mendapat izin dari pemilik nya


*maka dia segera pergi kedalam kebun buah buahan itu hendak menemui pemilik nya agar meminta di halal kan buah yang telah dimakan nya. di kebun itu dia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata


"aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap anda menghalal kan nya" Orang itu menjawab


"aku bukan pemilik kebun ini aku khadam nya yang di tugas kan menjaga dan mengurus kebun nya*”


*dengan nada menyesal Sandi pun bertanya lagi


“dimana kah rumah pemilik nya? Aku akan menemui nya dan minta agar di halal kan apel yang telah ku makan ini?”


pengurus kebun itu memberitahukan “jika engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan selama sehari semalam*”


*mendengar hal itu, Sandi pun bertekad akan pergi menemui sang pemilik kebun itu. kata nya kepada orang tua itu


"tidak apa apa, aku akan tetap pergi menemui nya, meski pun rumah nya jauh. aku telah memakan apel yang tidak halal bagi ku karena tanpa izin pemilik nya. bukan kah Rasulullah SAW sudah memperingat kan kita melalui sabda nya:


“siapa yang tubuh nya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka*”


*Sandi pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu, setelah si pemilik rumah membuka kan pintu, Sandi langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata


"wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur memakan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan karena itu mau kah tuan meng halal kan apa yang sudah ku makan itu?”


lelaki tua yang ada di hadapan Sandi pun mengamati nya dengan cermat, lalu dia berkata tiba tiba


“tidak, aku tidak boleh meng halal kan nya kecuali dengan satu syarat.” Sandi merasa khawatir dengan syarat itu kerana takut dia tidak dapat memenuhi nya, maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” orang itu menjawab, “engkau harus menikahi putri ku*!”


Sandi tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata “apakah karena hanya aku makan setengah buah apel mu yang keluar dari kebun mu, aku harus menikahi putri mu?”


*tetapi pemilik kebun itu tidak memperdulikan pertanyaan Sandi. dia malah menambah kan, katanya


“sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan kekurangan putri ku itu, dia seorang yang buta, bisu, dan tuli, lebih dari itu dia juga seorang yang lumpuh!”


Sandi amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun, dia berpikir dalam hati nya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara gara setengah buah apel yang tidak di halal kan kepada nya*?


*kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi


“selain syarat itu aku tidak boleh meng halal kan apa yang telah kau makan!”


namun Sandi kemudian menjawab dengan mantap


“aku akan menerima pinangan nya dan pernikahan nya, aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘alamin. untuk itu, aku akan memenuhi kewajiban kewajiban dan hak hak ku kepada nya karena aku amat berharap Allah selalu meridhai ku dan mudah mudahan aku dapat meningkat kan kebaikan kebaikan ku di sisi Allah Ta’ala*”.


maka pernikahan pun dilaksanakan, pemilik kebun itu menghadir kan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka, sesudah perkawinan selesai, Sandi dipersilah kan masuk menemui istri nya. sewaktu Sandi hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walau pun istri nya tuli dan bisu, karena bukan kah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumah nya tentu tidak tuli dan bisu juga? maka dia pun mengucapkan salam, “Assalamu”alaikum…”


*tak di sangka sama sekali wanita yang ada di hadapan nya dan kini resmi jadi istri nya itu menjawab salam nya dengan baik, ketika Sandi masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulur kan tangan untuk menyambut tangan nya, sekali lagi Sandi di buat terkejut karena wanita yang kini menjadi istri nya itu menyambut uluran tangan nya. Sandi sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini


"kata ayah nya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salam nya dengan baik, jika demikian berarti wanita yang ada di hadapan ku ini dapat mendengar dan tidak bisu, Ayah nya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatangan ku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula” kata Sandi dalam hati nya, Sandi berpikir, mengapa ayah nya menyampaikan berita berita yang bertentangan dengan yang sebenar nya*?


*setelah Sandi duduk di samping istri nya, dia bertanya


“Ayah mu mengatakan kepada ku bahwa engkau buta, mengapa?” wanita itu kemudian berkata, “Ayah ku benar, karena aku tidak pernah melihat apa apa yang di haram kan Allah”


Sandi bertanya lagi, “Ayah mu juga mengatakan bahwa engkau tuli, mengapa?” wanita itu menjawab, “Ayah ku benar, karena aku tidak pernah mahu mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah*.


*Ayah ku juga mengatakan kepada mu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada sandi yang kini sah menjadi suami nya,


Sandi mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istri nya, selanjutnya wanita itu berkata, “aku di kata kan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidah ku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja, aku juga di kata kan lumpuh karena kaki ku tidak pernah pergi ke tempat tempat yang akan menimbul kan kegusaran Allah Ta’ala*”.


Sandi amat bahagia mendapat kan istri yang ternyata amat shalihah dan wanita yang memelihara diri nya, dengan bangga dia berkata tentang istri nya, “ketika kulihat wajah nya… Subhanallah, dia bagai kan bulan purnama di malam yang gelap”


"jadi gitu cerita nya Ay,," lanjut kak Sandi yang melihat nya hanya tertegun kala mendengar cerita


"kamu,,, nggak marah kan, kalau kakak sudah punya istri,, kamu nggak akan musuhi istri nya kakak kan?" tanya kak Sandi yang melihat nya hanya mematung, hingga gelengan kepala nya pun terlihat jelas


"hmmm, nggak lah kak, untuk apa aku memusuhi istri nya kakak, ini yang aku nanti kan selama ini, kakak mempunyai pendamping hidup, jangan sakiti kak Aisha ya kak, tapi,,," ucapan nya menggantung


"tapi kenapa?" tanya kak Sandi


"hua, aku benci sama kakak, kenapa kakak baru sekarang bilang sama aku, bahkan pertemuan pertama aku sama kak Aisha saja terkesan buruk,," rengek nya yang membuat Sandi tersenyum


"bentar, sejak kapan kakak menikah, nggak udang undang aku lagi?" tanya nya yang baru menyadari sesuatu


"hhhhh,, satu Ahad yang lalu,," jawab kak Sandi tanpa dosa


"dua hari nya kakak yang tinggal di rumah nya, hari ke tiga kakak ajak dia pulang ke apartemen kakak" jawab kak Sandi


"diam menjadi dingin, bergerak sudah punya istri saja, sungguh amat menghanyutkan kau kak, tapi barakallah, atas pernikahan nya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, cepat di karuniai seorang anak juga di antara kalian?" ucap nya


"allahumma aamiin, makasih, ngomong ngomong kamu juga belum ada kabar nya nih?" tanya kak Sandi yang membuat nya terhenyak kaget


"kabar apa?" tanya nya berlagak polos


"anak,, kakak sudah mau di panggil Om ini, nggak kuat" jawab kak Sandi yang berhasil membuat nya melotot


"nggak!! apaan sih, bikin aja sendiri, kenapa jadi minta keponakan sama aku?" ujar nya


_**That naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Kamis, 13 Juli 2023**