
Pagi hari ini, akhir nya diri nya memutus kan untuk mencari keberadaan Sandi di mesjid dan hendak bertanya kepada Hamzah jika yang di cari memang tidak ada, meminta bantuan Hamzah untuk menghubungi senior nya itu
"assalamualaikum ustadz?" ucap nya kala melihat Hamzah kini tengah mencabuti rumput liar di depan mesjid, membuat Hamzah yang di sapa kini menolehkan pandangan sekilas sambil tersenyum
"waalaikum salam warahmatullah, Ayla, ternyata kamu, ayo duduk dulu di dalam, mau minum apa?" jawab Hamzah dengan ramah kala melihat kedatangan nya ke sini
"akh,, terima kasih ustadz, tapi saya rasa, di sini saja sudah cukup, saya hanya sebentar singgah ke sini" jawab nya dengan menundukkan pandangan nya
"begitu rupa nya, baiklah, kamu duduk dulu di sana, saya cuci tangan sebentar, habis cabut rumput, nanti saya ke sana?" tutur Hamzah yang di turuti juga oleh nya
"baiklah ustadz, saya duluan ke sana?" pamit nya yang di angguki Hamzah kemudian mulai mengambil langkah
☘️☘️☘️
Di sini lah dia berada, terduduk dengan menundukkan pandangan nya kala menyadari kedatangan Hamzah yang duduk dengan jarak sekita satu meter di samping nya
"assalamualaikum, maaf nunggu lama ya Ay, kotoran nya cukup sulit di bersih kan tadi?" ucap Hamzah seraya duduk di sebelah nya
"nggak masalah ustadz, justru harus nya saya yang minta maaf, mungkin datang di waktu yang salah, hingga mengganggu kesibukan ustadz?" jawab nya yang masih tidak bisa menyembunyikan rasa sungkan yang cukup sulit di usir nya, membuat Hamzah tersenyum tipis
"hmmm, nggak masalah juga tuh, justru saya merasa senang jika kehadiran kamu ke sini, akhir akhir ini kamu jarang ke sini, pasti tugas kuliah membuat mu begitu sibuk ya?" tanya Hamzah
"begitu lah ustadz, tapi,, terima kasih juga, kedatangan saya ke sini selalu di sambut dengan hangat, sekali pun saya sudah jarang datang ke sini selain untuk mencari jawaban atas segala tanya saya?" ucap nya
"nggak apa apa Ay, sudah berapa kali saya bilang sama kamu ya, jangan terlalu sungkan jika berhadapan sama saya, dan jika pertanyaan masih sering melintas di pikiran kamu, saya harap kamu tidak segan untuk mempertanyakan nya sama saya, saya akan senang" jawab Hamzah yang di tanggapi dengan anggukan kecil dari nya
"baik In Shaa Allah ustadz, terima kasih sebelum nya, namun maaf ustadz, kedatangan saya ke sini, ingin menanyakan kehadiran kak Sandi sama ustadz, kata nya, ada yang harus beliau bicara kan dengan saya" jelas nya mengutarakan maksud nya
"oh, begitu kah, kamu belum juga mempunyai pegangan ponsel rupa nya?" tanya ustadz Hamzah yang membuat nya tersenyum tipis
"baiklah, akan saya hubungi, sebentar yah?" ucap ustadz Hamzah seraya berdiri dan menempelkan ponsel di telinga kanan
"assalamualaikum,, kamu di mana,, apakah masih lama,, tidak, Ayla,, dia mencari mu ke mesjid,, dia sedang menunggumu,, ya udah kakak tunggu,, waalaikum salam warahmatullah" ucap ustadz Hamzah seraya kembali menutup ponsel
"maaf ya Ay, kata nya, Sandi masih latihan basket sama anak anak yang lain, kata nya dia juga sudah menolak untuk mengajari mereka, namun mereka tetap memaksa, bagaimana, kamu bakalan tetap temui Sandi, di latihan di universitas kok?" tutur ustadz Hamzah seraya menghampiri nya yang masih terduduk
"nggak masalah ustadz, saya tunggu di sini saja sejenak, lagi pula, saya tidak ada kelas hari ini" jawab nya
"eh iya, saya lupa, ini kan hari Ahad ya, biasa nya weekend kan?" jawab ustadz Hamzah kala mengingat dan membuat nya mengangguk kecil
"maaf ustadz, jika saya boleh tahu, apa kak Sandi selama ini tinggal di apartemen?" tanya nya yang sedikit penasaran
"yah, dia tinggal di apartemen nya sendiri, padahal sering di suruh pulang ke rumah sama saya, tapi tetap aja nggak nurut, kata nya mau belajar mandiri" jelas ustadz Hamzah
"jadi kak Sandi sama ustadz itu,, bersaudara?" tanya nya membenar kan dengan raut wajah bingung
"kamu baru tahu, memang nya Sandi nggak ada cerita sama kamu perihal ini?" tanya ustadz Hamzah yang malah merasa heran
"nggak apa apa Ay, ini bukan pembicaraan rahasia, saya memang bersaudara sama Sandi, sudah dari dulu dia keluar dari keluarga kami, karena insiden sama abi, jadi Sandi memutus kan untuk keluar dari rumah, dan hidup sendiri di kota ini" jelas ustadz Hamzah berakhir menceritakan
"begitu ya ustadz, maaf, saya nggak tahu,," ucap nya yang membuat ustadz Hamzah sendiri menggeleng
"sejak saat kamu ke sini, dari situ saya kira, kamu adalah pacar nya Sandi, makan nya saya merasa senang jika ada kamu di sini" tutur ustadz Hamzah
"bukan ustadz, saya bukan pacar nya kak Sandi, kak Sandi terlalu baik untuk saya yang mempunyai masa lalu kelam" jawab nya merendah
"jangan merendah gitu Ay, saya senang nya, kamu bisa temani Sandi warnai hari hari nya yang kelabu, tapi sejauh ini,, saya melihat jiwa kemandirian itu melekat pada diri Sandi Ay,,
sebenar nya ini membuat saya sebagai kakak nya sendiri merasa sedih yang mendalam, karena sebagai kakak nya saja,," ustadz Hamzah pun menggeleng di tengah pembicaraan sejenak "saya tidak bisa untuk sekedar memberikan tawa yang hilang pada diri nya, membuat nya merasa senang kembali, itu cukup sulit bagi keluarga kami, jadi,, saya benar benar meminta tolong sama kamu, untuk membuat Sandi kembali menemukan kebahagiaan nya lagi" jelas ustadz Hamzah
"baiklah ustadz, saya mengerti, terima kasih atas kepercayaan yang ustadz berikan pada saya, saya akan selalu berusaha, untuk membuat kebahagiaan itu kembali kak Sandi dapat kan" jawab nya yang membuat ustadz Hamzah mengangguk sambil tersenyum
"saya percaya sama kamu Ayla, kamu pasti bisa, karena kamu satu satu nya orang yang dekat sama Sandi saat ini" jawab ustadz Hamzah
"nggak masalah ustadz, kalau begitu, saya duluan ke cafe dulu kali ya, sambil menunggu kak Sandi di sana, kebetulan juga saya mau mampir ke cafe, ada perlu?" tutur nya
"akh,, secepat itu kah Ay, padahal nggak minum teh dulu di sini gitu?" tutur ustadz Hamzah ramah
"hmmm, nggak masalah ustadz, In Shaa Allah, lain hari saja saya ke sini, sekarang saya sedang buru buru" jawab nya
"mau kayak gitu aja, saya nggak apa apa sih, tapi,, apa perlu, saya mengantar kan kamu ke cafe yang kamu maksud kan?" tawar ustadz Hamzah
"akh,, terima kasih atas tawaran nya ustadz, tapi seperti nya, saya berangkat sendiri saja nggak masalah, ustadz nya juga lagi sibuk kan di sini, lanjut kan saja kesibukan ustadz" jawab nya yang merasa sungkan
"nggak apa apa Ay, biar saya yang antar kamu ya, jangan menolak, saya nggak lagi sibuk kok di sini?" tutur ustadz Hamzah takut terjadi apa apa pada nya
"hmmm, nggak apa apa ustadz, In Shaa Allah, saya bisa jaga diri kok, saya berangkat sendiri saja" jawab nya
"akh,, baiklah jika itu mau kamu, tapi,, tujuan kamu cafe mana, biar saya kasih tahu Sandi, biar Sandi juga mudah mencari kamu nanti nya, saat dia menyusul mu?" tanya ustadz Hamzah
"saya di Neo cafe ustadz, tolong bantuan nya ya ustadz?" ucap nya
"baiklah Ay, nanti saya bantu sampai kan sama Sandi, kamu juga hati hati ya?" tanya ustadz
"iya ustadz, kalau gitu, saya pamit, assalamualaikum?" ucap nya seraya beranjak
"waalaikum salam warahmatullah, kamu hati hati di jalan?" ucap ustadz Hamzah lagi seraya tersenyum dan mendapat anggukan kecil dari nya
_**That Naughty Girl Is My Wife_
Ahad, 4 Juni 2023**