That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



tepat setelah diri nya dan Mama sampai di anak tangga terakhir,, kini terlihat sosok yang begitu di rindukan nya berhamburan memeluk erat tubuh nya,, membuat nya semakin di buat terkejut saja di kala menerima hal itu


"Ay,, lo apa kabar,, sudah lama kita nggak kontakan lagi sama lo,, lo yang tiba tiba menghilang gitu aja,, itu berhasil buat kita kita kangen banget sama lo,, bahkan cari cari lo,," ujar Katya yang melihat nya hanya tersenyum


"huum,, iya tuh Ay,, lo kemana saja si sampai lost kontak gitu sama kita,, kita khawatir tahu sama lo,," tambah Sahla dengan mengangguk menyetujui ucapan Katya


"hmm,, maaf ya,, aku di buat sibuk sama tugas tugas kuliah,, btw kalian gimana,, sudah sama sama lulus juga dong kayak nya,,?" tanya nya seraya melangkah untuk mengajak kedua sahabat nya ini untuk duduk berdampingan di sofa ruang tamu


"widhi,, jelas dong kita kita juga sama kayak lo,, dah sama sama lulus sebagai durjana,, iya nggak Ya,,?" seru Sahla dengan menoleh ke arah Katya meminta persetujuan


mendengar hal itu,, kini berhasil membuat dua sahabat yang mendengar menepuk jidat masing masing,, ada ada saja Sahla ini,, padahal sudah lulus,, tapi kok sifat lemot nya masih saja awet


"duh,, La,, sarjana La,, sarjana,, di kira durhaka jadi durjana,, ini nama gelar kali,, efek lemot kok di pelihara,, heran,, lo maklum saja ya Ay,, karena dari dulu,, dia nggak ada berubah,,?" ucap Katya


"xixi,, santai saja kali,, mau gimana pun,, dia tetap sahabat kita,, aku nggak masalah dengan ini kok,," jawab nya dengan terkekeh kecil


"btw gimana cerita nya nih sahabat kita sudah jadi Bu haji saja,, pakai jilbab gitu,, bahkan terlihat dari cara bicara lo udah beda,, rasa nya vibes swag dan badas dalam diri lo udah hilang,, lo lebih kelihatan kek alim gitu,," ucap Katya saat ketiga sahabat ini sudah duduk


"hmm,, vibes swag dan badas hanya terlihat keren di dunia Ya,, tapi,, kalau di akhirat,, apa akan terlihat keren,, bahkan yang keren tuh malah yang hafal 30 juz,, orang yang banyak amalan Sunnah nya,, atau orang yang berusaha taat,, di zaman sekarang yang berlomba lomba untuk memperlihatkan dengan jelas kemaksiatan nya,," tutur nya sambil tersenyum,, membuat dua sahabat nya salut akan jalan yang di pilih nya


"iya sih Ay,, yang lo kata kan ada benar nya juga,, jadi,, mulai hari ini kita ganti saja embel embel kita ya,, jadi aku-kamu,, aku bosan juga kalau harus pakai lo-gue,, di kira kita berantem lagi,,?" imbuh Katya yang di angguki oleh kedua nya


mendengar hal itu,, kini hanya membuat Mama menggeleng kan kepala tak habis pikir,, ada ada saja sahabat anak nya ini


"oh iya,, kalian mau minum apa,, biar Tante buat kan,,?" tanya Mama sambil berdiri


"akh,, tidak usah merepotkan Tante,," tutur Katya dengan segera


"hmm,, tidak apa Katya,, biar Tante buat kan minum,, sekalian buat kan cemilan juga biar bisa jadi teman ngobrol kalian,," imbuh Mama


...°°°...


"lho,, ada Katya sama Sahla juga rupa nya di sini,, pasti sedang menjenguk anak Om ya,,?" sapa Papa yang baru datang dari arah taman belakang bersama dengan kedua mertua nya


"hmm,, assalamualaikum Om,, lama nggak ketemu,, Om apa kabar,,?" sapa Katya yang serya menyalami tangan kanan Papa dengan lembut,, di ikuti oleh Sahla


"alhamdulillaah,, seperti yang kalian lihat,, Om baik baik saja,, nampak nya kalian sudah tahu anak tunggal Om sudah pulang dari Purbalingga rupa nya,,?" tanya Papa seraya duduk


"ini,,?" tanya Katya seraya menoleh ke arah pasangan paruh baya yang seperti nya seusia orang tua sahabat nya


"hmm,, ini orang tua nya Keenan,, Bund,, Yah,, kenal kan,, ini sahabat Ay,, Katya sama Sahla,, sahabat semasa putih abu abu nya Ay,," tutur nya memperkenal kan


"hmm,, assalamualaikum Om,, Tante,, saya Katya,, sahabat nya Ayla sewaktu SMA,,?" sapa Katya seraya menyalami tangan Ayah dan Bunda bergantian


"tunggu,, kalian satu angkatan sama Mahen juga dong kalau teman semasa putih abu abu nya Ayla juga,,?" tanya Bunda


"hmm,, iya Tante,, kita satu kelas juga sama Mahen,," jawab Katya dengan lembut


"assalamualaikum Om,, Tante,, saya Sahla,, sahabat nya Ayla juga,, senang bisa bertemu dengan Om dan Tante hari ini,," sapa Sahla seraya menyalami tangan Ayah dan Bunda bergantian


"waalaikum salam,, Sahla,, iya,, senang juga bisa bertemu sama kamu hari ini,," jawab Ayah sambil tersenyum tipis lagi


"langgeng juga ya hubungan persahabatan di antara kalian ini,, dari SMA sampai sekarang lulus kuliah masih sahabatan,,?" tutur Bunda yang merasa takjub


"hmm,, alhamdulillaah Tante,, Allah lindungi kita dari perselisihan,," jawab Sahla yang seraya duduk kembali


"sudah sudah,, minuman nya sudah datang,, silahkan di minum ya,,?" tutur Mama yang terlihat baru datang dari arah dapur


"akh,, Tante,, kita sering banget repot kan Tante waktu waktu ini juga sebelum nya,, jadi nggak enak sama Tante,," ucap Sahla yang merasa tak enak hati


"iya tuh Tante,, saat kita ke sini,, selalu saja mendapat kan perlakuan seperti ini,, padahal kan kita bukan orang istimewa,," tambah Katya


"hmm,, kebiasaan tuh,, kalian selalu saja merasa seperti ini,, Tante nggak keberatan kok sayang,, lagi pula,, kalian orang istimewa kok buat anak nya Tante ini,," jawab Mama dengan tersenyum


"bentar deh,, seperti nya Ayah merasa ada hal aneh dari mereka,," cegah Ayah yang membuat seisi rumah melihat ke arah Ayah


"ada hal aneh dari mereka bagaimana,,?" tanya Papa dengan kening mengerut


"entah,, kok rasa nya,, aku begitu nggak asing ya,, serasa familiar gitu sama mereka,, dari nama nya juga,, yang satu Sahla,, sayang satu Katya,," tutur Ayah dengan berpikir


beberapa menit kemudian


"akh,, Ayah ingat sekarang,, Cakra,, bukan kah Katya sama Sahla ini adalah dua gadis yang pernah kamu cerita kan pernah menolong mu waktu nyaris kerampokan dulu ya,,?" ujar Ayah saat sudah mengingat siapa dua orang gadis sahabat nya ini,, membuat Papa tersenyum simpul namun diri nya yang merasa mengganjal


"bentar deh,, ini bagaimana cerita nya,, Pa,, Papa pernah nyaris kerampokan dulu,, kok nggak ada cerita sama Ay,, tahu gitu Ay langsung pulang ke sini,,?" tutur nya dengan raut wajah khawatir


"hmm,, iya sayang,, dulu Papa memang nyaris kerampokan,, sampai preman nya berhasil buat Papa babak belur,, tapi syukur lah,, ada kedua sahabat kamu yang menyelamat kan semua nya,, kedua nya juga membawa Papa ke basecamp kalian dulu untuk perawatan dengan rinci,, pakai undang dokter juga lagi,," tutur Papa


"ya tapi kan seharus nya Papa bisa menghubungi aku terlebih dahulu,, tahu gitu aku pulang saja dulu,," jawab nya


"sudah lah sayang,, Papa tidak ingin mengganggu kesibukan kamu,, sekarang Papa baik baik saja bukan,, ini semua berkat mereka berdua,, tapi ada sama yang lain nya juga si Papa lihat waktu itu,," imbuh Papa yang terlihat berpikir


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Senin,, 2 Oktober 2023