That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



beberapa menit kemudian, setelah diri nya selesai dengan rutinitas nya se habis dari universitas, dengan terburu buru, diri nya membuka pintu utama yang memang sudah mendengar bel pintu berbunyi, tanda ada tamu yang datang


terlihat dia orang wanita yang terlihat sudah sangat rapi dengan pakaian kerja juga tersenyum pada nya, namun entah lah, diri nya sendiri bahkan tidak mengetahui, siapa dua orang ini, apakah orang yang di maksud Mahen?


"apakah benar, ini kediaman nona Ayla?" tanya salah satu wanita ini dengan sopan


"yah, saya Ayla, kalian siapa?" jawab nya yang malah balik bertanya karena kebingungan


"maaf nona, kami tidak di izin kan untuk memberi tahu, kami hanya menjalankan tugas, apakah nona sudah siap?" jawab wanita yang lain tak kalah sopan


tunggu!! menjalankan tugas? seperti apa? tidak mungkin kan dia wanita berpakaian rapi seperti ini mempunyai tugas mengantar kan nya ke mana saja?


akh,, sudah lah, terlalu banyak di pikir kan, untuk saat ini, keadaan kakek jauh lebih penting dari apapun


"baiklah, tunggu sebentar, saya ambil tas dulu di dalam, apakah mbak mbak ini mau masuk atau minum teh terlebih dahulu?" jawab nya yang di akhiri dengan pertanyaan juga


"terima kasih nona, namun seperti nya tidak untuk saat ini, kita sudah di tunggu" jawab wanita ini yang membuat nya mengerti jika kehadiran nya pasti akan sangat di nanti kan oleh sang kakek


"baiklah, saya ke dalam dulu sebentar,," ucap nya seraya bergegas pergi, mengambil tas selempang nya, juga tak lupa dengan dompet nya, kemudian kembali lagi menemui dua wanita yang tengah menunggu nya


***


di sini lah diri nya berada, aneh, padahal yang Mahen kata kan kakek nya di rawat, tapi kenapa dia wanita tadi membawa nya ke salon, untuk apa?


"duh mbak, ini saya mau ngapain ke sini, tujuan utama saya mau ke rumah sakit, bukan ke sini?" tanya nya


"sebentar yah nona, sebentar lagi selesai, nona tinggal mengganti saja pakaian nona dengan gaun ini?" jawab wanita tersebut dengan menyerahkan kotak kepada nya


"mbak, ini saya untuk apa di pasang kayak beginian, saya rasa tidak perlu?" tanya nya yang sedang di pasang kan make up


"iya nona, nanti yah, kita sebentar lagi selesai kok" jawab wanita ini lagi


mendengar hal itu, kini hanya membuat nya menarik nafas panjang, percuma juga mau menentang keras dua wanita ini, sampai kapan pun seperti nya diri nya masih tidak akan di lepas kan oleh kedua nya


"cantik banget sih, padahal cuman gini aja, nona nya jarang banget make up yah, jadi hasil nya bikin pangling?" puji wanita yang entah melukis apa di wajah nya, namun bisa di bilang perias


"bukan jarang lagi mbak, saya nggak pernah menyentuh nya, tahu alat alat nya saja saya nggak" jawab nya yang mendapat gelengan dari dua perias ini


"hmmm, pantas saja nona nya begitu anggun dan pangling dengan seperti ini, ternyata nggak pernah terbiasa toh" jawab perias ini tak heran


"make up nya sudah selesai nona, nona bisa mengganti pakaian nona dengan gaun yang sudah saya berikan tadi" ucap wanita yang lain dengan menyentuh kotak di pangkuan nya


"duh mbak, harus kah saya mengganti pakaian saya, saya tidak terbiasa dengan gaun seperti ini?" tanya nya di sertai dengan keluhan


"hmmm, nona, mohon kerja sama nya sama kami yah, ini sudah menjadi tugas kami, kami tidak ingin membuat klient kami kecewa, dengan apa yang menjadi tugas kami?" jawab perias ini dengan lembut


"hhhhh,, baiklah,," jawab nya seraya bergegas ke kamar ganti untuk mengganti pakaian dan mengenakan inner yang di saran kan tadi


beberapa menit waktu yang di butuh kan nya untuk mengganti pakaian dan menggunakan inner nya, kemudian diri nya pun keluar dari ruang ganti dengan gaun yang sudah di kenakan


"maha suci Allah,, nona nya begitu anggun saat mengenakan gaun ini, mari, biar saya bantu nona untuk mengenakan hijab?" ucap perias ini takjub kala menyadari diri nya sudah keluar dari ruang ganti


memilih hanya menurut saja, dan anggukan, entah apa yang telah terjadi, mengapa diri nya bisa tersesat di tempat yang terbilang sangat jarang di kunjungi oleh nya, harus nya diri nya kini berada di rumah sakit, bukan malah di sini, tapi entah lah, diri nya mungkin harus mengikuti alur nya saja, agar diri nya dapat cepat bertemu dengan kakek dan kembali menyemangati kakek


"kita pakai gaya Malaysian hijab style yah kak, sebentar lagi selesai?" ucap perias ini yang tanpa di sadari kini sudah mulai melihat hasil akhir nya


"selesai,, nona boleh melihat pantulan diri nona pada cermin di belakang?" ucap wanita ini lagi sambil menunjuk ke arah cermin di belakang nya menggunakan tangan kanan


mendengar hal itu, kini diri nya pun hanya menurut saja, dan menoleh ke arah belakang, hingga,, terlihat lah pantulan diri nya di dalam cermin, dengan gaun brokat berwarna merah maroon, juga dengan hijab yang senada


jujur saja, melihat diri nya dengan penampilan yang demikian, membuat nya sedikit takjub, bukan takjub dengan kecantikan nya, melain kan kelincahan para perias yang dengan sabar membujuk nya hingga diri nya pun memilih mengalah dan berakhir menurut saja


untuk kecantikan, diri nya tidak terlalu memusingkan nya, karena diri nya merasa biasa saja berpenampilan seperti ini, padahal begitu anggun terlihat, namun entah lah, diri nya tidak merasa cantik dengan wajah yang di miliki nya ini


"nona nya begitu cantik, anggun, dan natural, suami nya pasti menjadi laki laki paling beruntung kala mendapat kan istri secantik nona?" ucap perias ini dengan memegangi kedua bahu nya lembut


"makasih mbak,, maaf, saya sudah sempat mengomel tadi?" ucap nya dengan tersenyum tipis


"yaah, tidak masalah nona, sekarang, nona akan di antar oleh seorang supir, ini pakaian ganti nona tadi, semua nya sudah di dalam, bersama tas nona" ucap perias ini dengan menyerah kan paper bag kepada nya


waktu terus berjalan, hingga kini, diri nya pun terduduk di sebuah mobil dengan satu supir yang mengendarai mobil di depan, namun aneh nya, diri nya bahkan tidak mengenali siapa supir dan ke mana tujuan nya sekarang, entah ke rumah sakit, atau ke mana lagi, jujur, rasa bimbang itu turut menghampiri pikiran nya, kala menyadari bukan ini tempat yang di tuju nya, mana Keenan tidak bisa di hubungi lagi, sebenar nya ke mana laki laki ini pergi, apa kah diri nya tidak memiliki hak lagi untuk sekedar mencari dan menghubungi Mahen? namun dia rasa tidak


_**That Naughty Girl Is My Wife_


Kamis, 6 Juli 2023**