That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"aku mau bicara sesuatu sama kamu" ucap Mahen yang membuat kening nya mengerut bingung


"bicara apa?" tanya nya yang tengah menyuap kan sesendok nasi goreng terakhir ke dalam mulut nya


"nggak bisa di sini, ayo,," ajak Mahen seraya menggenggam lembut tangan nya kala diri nya sudah meneguk air putih


menarik nya dengan lembut ke arah taman belakang rumah dan duduk berdampingan di sana


"sebenar nya apa sih yang mau kamu bicara kan,, sampai harus berdua saja,, padahal di dapur juga berdua kan?" tanya nya yang merasa heran


"aku mau nya di sini,, di dapur fokus nya kamu terbagi dua, setidak nya di sini kamu hanya akan fokus sama apa yang akan aku pertanyakan" jawab Mahen yang lagi lagi membuat kening nya mengerut


"iya,, kamu mau tanya apa?" tanya nya


"sebenar nya,, sudah dari lama aku ingin bertanya tentang ini sama kamu Ay,, hanya saja,, aku sedikit pelupa, jadi buat aku harus bertanya sekarang sama kamu" tutur Mahen dengan mendadak gugup


"iya,, kenapa sih, apa yang sebenar nya mau kamu tanya kan sama aku,, jangan berbelit belit deh Nan, kamu tahu sendiri kan sejak awal, kalau aku orang nya nggak suka basa basi?" peringat nya yang merasa sudah menunggu cukup lama


mendengar hal itu, membuat Mahen mengerti karena memang laki laki ini sudah mengenal nya sejak lama


"aku dengar,, Surya ada ngomong sama kamu, dia ngomong apa?" tanya Mahen yang akhir nya baru mengeluar kan suara lagi saat sekian lama terdiam


namun hal itu rupa nya masih belum di pahami oleh nya sendiri, karena terlihat jelas sekarang, gadis ini mengerut kan kening nya heran, namun beberapa detik kembali menetral kan raut wajah nya kala menyadari sesuatu


"kepo,," umpat nya seraya mengalih kan pandangan nya menatap aliran air terjun di depan nya


"aku serius Ay,," tekan Mahen seraya memusat kan perhatian pada nya


"apaan sih,, biasa aja kali?" jawab nya yang masih enggan membalas tatapan Mahen yang tengah menatap nya dengan serius


"dia ada nyata kan perasaan sama kamu,, dia beneran nembak kamu nggak?" tanya Mahen yang terdengar semakin gencar ingin mengetahui jawaban dari nya


"iya ish,, dia memang nembak aku" jawab nya yang berhasil membuat Mahen tertegun


"terus,, kamu jawab apa?" tanya Mahen lagi kala tersadar dari ketertegunan nya


"bukan urusan kamu Keenan,, untuk apa juga kamu ingin mengetahui nya?" tanya nya yang berhasil membuat Mahen gusar di samping nya


"apa kamu menerima dia?" tanya Mahen dengan penuh rasa ragu, namun nyata nya rasa penasaran nya berhasil membuat nya harus bertanya


"iya,," jawab nya singkat, padat dan jelas, namun entah mengapa begitu menusuk hingga membuat Mahen kembali tertegun di tempat


"Ay,, aku serius ih,, kamu nerima dia?" tanya ulang Mahen yang merasa tidak percaya akan jawaban yang di berikan nya


"m,, maksud nya gimana hmmm,, aku,,, aku nggak salah dengar kan?" tanya Mahen yang berhasil membuat nya jengah


"bawel kamu akh,, kayak mak mak kompleks,, kalau pun iya aku terima Surya buat jadi pacar,, terus kenapa?" tanya nya yang sudah merasa cukup kesal


"nggak bakalan!!" seru Mahen yang sontak saja membuat nya cukup terkejut


"kok nggak bakalan,, nggak jelas kamu!!" jawab nya yang sekarang mulai menoleh ke arah Mahen kemudian menatap nya dengan tatapan heran


"nggak boleh,, itu maksud aku" koreksi Mahen tanpa memandangi wajah nya


"kamu apaan sih, nggak jelas banget tahu nggak?" tanya nya yang merasa di buat bingung


"aku nggak akan biar kan kamu jadian sama orang lain" jawab Mahen singkat dan berhasil membuat nya tertegun sekarang


"ya tapi kenapa?" tanya nya meminta kebenaran dari Mahen, tidak, diri nya bahkan harus tahu agar diri nya juga tidak salah paham


"karena aku suka sama kamu" jawab Mahen yang detik kemudian memandangi wajah nya dengan intens, membuat nya yang juga sedang menatap Mahen mengerjap kan kedua mata nya terkejut


"o,, omong kosong macam apa ini Keenan?" tanya nya yang sontak saja kembali membuang tatapan nya tak ingin menatap laki laki di samping nya


"apa,, Ay,, aku suka sama kamu kamu bilang omong kosong?" tanya Mahen yang semakin memandangi wajah nya dengan intens, bahkan mampu membuat nya cukup gugup dan gelagapan dalam bertutur kata


"ya,, karena itu nggak akan mungkin pernah terjadi,," jawab nya yang berhasil membuat Mahen lagi lagi terkejut tak percaya dengan apa yang di kata kan oleh nya


"Ay,, sudah ku bilang,, rasa ini datang begitu saja tanpa bisa ku cegah,, lantas apa pantas rasa ini kamu sebut sebagai omong kosong belaka?" tanya Mahen seraya menunjuk diri sendiri


"sudah lah Nan, nyata nya kita bukan orang yang tepat,, untuk saling melengkapi,, kita bukan orang yang cocok,, jadi,, berhenti lah membuat ku menyimpan harapan,," jawab nya seraya beranjak dari duduk nya membuat tatapan Mahen mengikuti ke mana arah nya pergi, namun masih setia terduduk


'apa yang salah dalam hubungan ini, apa aku melakukan kesalahan, tapi,, tapi apa,, apa jangan jangan,,,' gumam Mahen dengan tertegun dan mencoba merenung atas apa yang pernah di perbuat


bergegas menuju kamar utama, kemudian melangkah menuju balkon kamar,, di sini lah tempat paling menenangkan bagi nya sekarang,,


'mas,, mengapa kehidupan berumah tangga bisa menjadi se menyakitkan ini, bahkan sejak awal,, aku nggak pernah mau ada di posisi seperti ini,, kesakitan itu terulang kembali mas,, aku nggak sanggup jika memang harus seperti ini terus menerus' rintih nya dalam hati


hati nya bisa saja merintih, namun entah mengapa, tidak dengan kedua mata nya, sesakit apa pun diri nya, namun air mata nya selalu tidak pernah keluar, entah karena mati rasa, atau kah hal yang lain, terutama sejak diri nya menjalin hubungan dengan Mahen, sesakit apa pun hati nya, nyata nya mata nya tidak pernah bisa menangis lagi


segera pergi ke kamar mandi, dan kebiasaan nya yang sudah sejak lama terhenti pun kini terjadi lagi, selfharm nya kambuh lagi di sini, untuk yang pertama kali nya, diri nya kembali mencuci tangan nya hingga mendapat kan memar, bahkan darah pun tidak bisa di tahan untuk tidak mengalir dengan deras kala diri nya mulai menggores kan jarum pada pergelangan tangan nya, depresi nya kambuh tanpa bisa di cegah, meski kedua mata nya tidak menangis, namun begitu terlihat jelas, jika diri nya tengah mengalami penurunan yang drastis


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Rabu, 26 Juli 2023**