That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



hari sudah semakin sore, sejak renungan nya dengan kedua sahabat nya tadi siang, kini berhasil membuat nya cukup termenung sore ini, merasa sedikit berat dengan meninggal kan kedua sahabat yang benar-benar tulus terhadap nya, jelas hal itu kini dirasa kan oleh nya sendiri, namun ia pun tidak mempunyai pilihan lain, selain untuk menuruti apa yang menjadi keputusan dari seluruh keluarga besar nya,,,


Tadi siang, kedua sahabat nya kini memberikan dua buah paper bag, sebagai ucapan selamat tinggal dan perpisahan ketiga nya, entah lah, apa isi dari kedua paper bag itu, ia merasa enggan untuk sekedar bisa membuka nya untuk saat ini, karena memang kedua sahabat nya itu kini berpesan dia bisa membuka nya saat diri nya tiba di Jawa tengah nanti


senja di sore hari, itu lah yang sedang diamati nya sekarang, akh, bagaimana senja bisa se mengindah kan itu di saat perpisahan akan tiba


namun saat diri nya ingin menulis kan sesuatu, kini netra nya teralih kan kala


"Ay, boleh Papa ikut duduk di sini?" tanya Papa dengan penuturan khas nya


Menyadari kehadiran sang Ayah yang memang begitu di sayangi nya kini berhasil membuat nya mengetahui, jika sang Ayah kini juga mempunyai rasa sayang yang begitu tinggi terhadap nya


"yaah, duduk lah Pa" jawab nya dengan mengangguk kemudian menunduk dalam dan meletak kan gitar juga buku diary kesayangan nya di samping kiri nya


"Ehm, yang lain pada kemana Pa, kok sepi?" tanya nya kala Papa sudah duduk di samping kiri nya


"Mama dan Bunda kamu sedang menyiapkan makan malam, suami sama Ayah kamu sedang mengobrol ringan sambil menonton televisi di bawah" jawab Papa tanpa menoleh ke arah nya yang bertanya


"Lalu Papa sendiri kenapa nggak ikut nonton di sana juga?" tanya nya sedikit bingung


"Tidak boleh kah Papa menginginkan kedekatan Papa dengan anak gadis Papa yang mempunyai paras cantik ini, sejauh itu kah jarak di antara kita naak, Papa minta maaf, jika selama ini, Papa mengekang keras kamu dengan pergaulan yang kamu lakukan dengan teman teman kamu, Papa minta maaf atas sikap dan perlakuan kasar Papa terhadap kamu, seperti bentakan Papa yang mungkin buat kamu cukup tersinggung di waktu waktu sebelum nya Ay, sekarang Papa sadar, kamu sudah dewasa, dan kamu bisa memilih jalan hidup kamu sendiri" tutur Papa


"maaf Ay, tapi ada hal yang mungkin belum kamu ketahui atau tanpa kamu sadari selama ini, sengaja Papa sembunyikan dari kamu" lanjut Papa yang kini berhasil membuat nya mengernyit kan kening nya heran


"Hal apa Pa, apa yang nggak Ay ketahui?" tanya nya yang sontak saja memandangi wajah teduh di samping nya


"Hhhhh, Papa rasa ini saat yang tepat untuk memberitahu kan semua nya sama kamu, selama ini Papa mengirimkan paparazi untuk mengikuti setiap aktivitas mu, Papa khawatir dengan pergaulan yang kamu pilih sebelum nya, namun semua itu hanya sampai tadi siang, dari awal kamu memasuki Sekolah Menengah Atas di BRIGHT SKY" jujur Papa yang berhasil membuat nya cukup terkejut namun masih tenang


"Hhhhh, nggak Papa kok Pa, Papa bisa kirim paparazi kapan saja dan di mana saja sama Ay, Ay terima ketidak percayaan Papa terhadap Ay" jawab nya yang memang sudah memaklumi apa yang menjadi keputusan dari sang Ayah


"Papa minta maaf Ay, Papa tahu apa yang Papa lakukan ini cukup mengusik ketenangan kamu, tapi Papa benar benar merasa khawatir sebelum nya, tapi melihat mu menerima perjodohan yang Papa dan Ayah lakukan, itu sudah cukup membuat hati Papa setidak nya sedikit lega, karena kamu bersama orang yang menurut Papa tepat, Papa sudah memutus kan pengikut itu sama kamu, kamu tidak akan di ikuti lagi oleh anak buah Papa, satu pesan Papa jika kalian sudah sampai di sana, jaga diri baik baik, jangan sampai Papa mendengar salah satu atau bahkan kalian berdua sakit, kalian harus saling menjaga, juga jangan sampai Papa mendengar pertengkaran kalian di sana, Papa hanya ingin kerukunan kalian, itu sudah cukup membuat Papa dan Mama bahagia, kamu tidak perlu memikirkan Papa dan Mama di sini, kami akan baik baik saja Ay, kejar lah cita cita kamu di sana, dan pulang lah ketika kamu meraih keberhasilan kelak buat kedua orang tua mu bangga terhadap mu" ucap Papa dengan panjang lebar menasehati nya


"Baiklah Pa, Ay mohon restu dari Papa untuk melanjut kan pendidikan Ay di kota sana, selalu do'a kan Ay Pa, agar Ay bisa membuat kalian bangga" tutur nya dengan semakin menunduk


Mendengar hal itu, kini berhasil membuat senyuman Papa mengembang, mengelus punggung nya dengan lembut, kemudian,,


"Pergilah nak, do'a Papa dan Mama selalu menyertai langkah mu ke mana pun kamu pergi, jangan lupakan Tuhan mu di setiap langkah mu, Papa yakin, kamu akan menjadi lebih baik lagi kelak, jika kamu kembali" pesan Papa


Sedikit membingung kan, namun tidak membuat heran, bahwa sebenar nya, Ayla, gadis ini sebenar nya mempunyai darah Turki, Papa nya kini keturunan Turki, dan Mama nya keturunan Mesir, namun yang menjadi heran, mengapa anak nya bisa menjadi berandalan seperti sekarang?, Itu bahkan masih menjadi sebuah misteri sampai sekarang,,,


"Kamu sedang melihat sunset Ay?" tanya Papa, kala langit biru itu menampak kan sinar jingga nan indah nya


"Hmmm, iya Pa, kini aku sedang menantikan keindahan nya" jawab nya dengan tersenyum simpul tanpa memandang Papa yang kini bertanya dan juga tanpa menoleh ke arah nya


"Seberapa suka nya kamu sama sunset Ay, kamu masih menyukai apa yang pernah kalian sukai dulu, Papa kira dengan kepergian kakak kamu, kamu akan melupakan apa yang pernah kalian sukai sebelum nya?" tanya Papa dengan tatapan lurus


"Maaf Pa, tapi Papa salah besar jika berpikiran sejauh itu, justru aku nggak pernah bisa untuk berhenti menyukai hal yang pernah aku sukai dulu, semua nya masih sana, dan entah lah Pa, namun rasa rasa nya, aku begitu menyukai nya, senja ini bisa mengajarkan aku, apa arti dari sebuah penantian yang sesungguh nya" jawab nya dengan lembut


"Begitu kah menurut mu?" tanya Papa dengan senyuman yang mengembang dan memandangi nya perlahan


"Heem" jawab nya yang kemudian mengangguk dengan yakin kala menyadari pria di samping nya ini tengah memandangi nya intens


Tidak bisa di pungkiri, melihat anggukan yakin dari sang anak kini berhasil membuat Papa kembali tersenyum karena Ayla, akh,, sudah cukup lama rasa nya pasangan Ayah dan anak ini tidak mengobrol ringan seperti ini, apa lagi hanya untuk tersenyum karena anak gadis nya, itu bisa di katakan mustahil, namun kini hari ini mungkin adalah hari istimewa untuk Ayla sendiri, bisa se akrab dan se dekat ini dengan sang Ayah, itu adalah hal yang langka bagi nya, selain karena kumpulan nya dengan geng motor, bahkan Ayah nya ini nyaris tidak punya waktu untuk sekedar bersantai di rumah apalagi untuk bersantai santai meski usia Papa sendiri sudah mulai memasuki usia senja


"Hhhhh, Ay, jika jatuh adalah hujan, dan bangkit adalah matahari, maka kita butuh kedua nya untuk melihat pelangi" tutur Papa saat pandangan nya kembali lurus


"Pa, apa mungkin, Papa hanya ingin menjadi seperti pelangi, yang memberi warna dunia ku setelah hujan" jawab nya


"Kenapa kamu memilih senja, yang kehadiran nya tak seindah pelangi Ay?" tanya Papa dengan kening mengerut


"Karena senja mengajarkan ku, bahwa keindahan tak harus datang lebih awal, dan,, mau seindah apapun, yang datang, pasti akan pergi" lanjut nya dengan terus tersenyum


Mendengar penuturan demi penuturan dari sang anak pun kini tidak bisa di pungkiri, itu berhasil membuat Papa merasa senang dan sedikit tenang, Papa pikir dengan kepergian kakak dari anak gadis nya ini berhasil membuat nya cukup terpuruk hingga membuat dia sulit untuk menerima kepergian sosok sang kakak yang selalu di sayangi nya, namun Papa salah besar perihal ini, nyata nya anak gadis nya ini tetap bertahan dan tetap kuat seperti sebelum nya meski pun dia tidak selalu menunjuk kan rasa sakit yang di alami oleh sang anak


Yah, apa yang kalian pikirkan benar ada nya, bukan tanpa alasan, Papa yang mengetahui nyata kedekatan dan keakraban kedua anak nya ini membuat Papa bisa berpikir, bahwa kedua nya sama sama saling bergantungan hingga mungkin akan sangat sulit jika salah satu di antara kedua nya ada yang berpulang tanpa pamit itu


"Waktu hampir Maghrib Ay, setelah isya tiba, turun lah untuk makan bersama, nggak papa, kamu nggak perlu ikut bantuin masak dulu malam ini, jika kamu masih ingin menikmati suasana petang ini, Papa turun dulu?" pamit Papa seraya berdiri dan bergegas pergi setelah akhir nya mendapat anggukan kepala dari nya


detik kemudian, Papa benar benar pergi, menyisakan nya seorang diri di balkon kamar ini


"Maaf Pa, mungkin Papa sama Mama banyak kecewa kala aku di sini, dari itu aku berkomitmen untuk bisa meraih gelar dan penghargaan di sana" gumam nya seiring dengan langkah panjang sang Ayah yang meninggal kan nya seorang diri di kamar ini


Mengingat ucapan dari sang Ayah, kini membuat nya memilih untuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, namun sesaat, ada sedikit yang mengganjal, kala,,


Tamu tak di undang nya itu datang mengunjungi nya petang ini juga, mencuci wajah nya di kran wastafel, bercermin, mencuci kedua tangan nya, kemudian keluar kamar mandi dengan menghembus kan nafas berat nya, mengapa di saat ia ingin berusaha memperbaiki hubungan nya dengan Tuhan nya tamu nya selalu datang, duduk di tengah tempat tidur, kemudian melihat kalender yang bertengger di atas nakas kanan, hhhhh,, tidak heran lagi, sekarang bahkan sudah memasuki tanggal tua, di mana tamu nya memang selalu datang di tanggal tua seperti sekarang ini,,


Namun netra nya kini teralih kan kala diri nya menyadari sesuatu,,


"Kotak itu selalu aku bawa, kemana pun aku pergi, namun belum pernah aku buka lebih dalam lagi, ku ingat hanya foto itu yang ku temukan di dalam nya, namun seperti nya banyak barang yang mas Gus tinggal kan untuk ku, aku harus melihat nya" gumam nya seiring dengan langkah kaki nya mendekati koper nya


Berjongkok di hadapan koper, membuka nya, dan mengambil sebuah kotak coklat berukuran sedang dengan kedua tangan nya, kemudian kembali berjalan ke balkon kamar nya, di mana dia meninggal kan dua benda kesayangan nya di sana, kembali terduduk di kursi kayu itu, dan membuka tutup kotak nya tanpa ragu


"*te*runtuk Kanza, adik kecil nya mas, yang selalu menjadi alasan dari sebagian besar senyuman di wajah mas" batin nya kala melihat sepucuk surat yang masih terbalut amplop yang se demikian rupa indah nya


Memilih membuka nya, dan terlihat lah sebuah flashdisk pribadi di dalam nya, dengan secepat kilat, ia pun berlari ke dalam kamar untuk membawa laptop nya dan kembali duduk di kursi balkon kamar ini


Tepat saat sebuah video yang berjudul The CEO Of The World itu di mulai, terlihat di video itu muncul seorang laki laki ber badan tinggi yang tengah di rindu kan nya itu kini tengah tersenyum tipis pada nya dengan duduk di tengah tempat tidur juga dengan memangku guling kesukaan nya,


"Hai sayang, akh,, assalamualaikum warahmatullah adik cantik nya mas, kamu kangen nggak sama mas, xixi, mengingat perselisihan di antara kita, mas jadi ragu kalau kamu juga kangen sama mas, mas kan orang nya nyebelin kalau kata password nya kamu buat mas ya', tapi,, mas kangeen banget sama kamu" menjeda video nya karena tidak tahan dengan apa yang telah sang kakak ucap kan pada nya


"Waalaikum salam warahmatullah, nggak,, nggak,, mas salah besar di sini, Azza juga kangen sama mas Gus" ujar nya dengan menutupi mulut nya dengan tangan kanan nya seiring dengan gelengan kepala nya


Memilih untuk mempersiapkan hati berusaha kembali menguat kan diri untuk melihat lanjutan video nya, menghembuskan nafas panjang, dan melanjutkan video yang sempat di pause


"Zaa, mas kangen banget sama Azza, mas tahu, Kanza itu anak yang kuat, maaf, mas minta maaf banget sama Azza nya mas yang cantik ini, mas nggak pernah cerita perihal penyakit yang mas idap selama ini, mas punya kanker darah sayang, kanker nya sudah di stadium akhir, yang arti nya, jika dalam waktu satu tahun mas masih nggak menemukan sumsum tulang belakang yang cocok, mas nggak bakalan tertolong sayang, tapi kamu nggak pernah tahu perihal ini, karena mas cukup jadi pengecut, mas nggak pernah berani untuk menutup mata di depan kamu, tapi mas yakin, kalau kamu adalah wanita yang cukup kuat, mas titip Mama sama Papa ke kamu yah, mas yakin, suatu hari nanti, kamu pasti akan bisa bangga kan keluarga kita, meski pun kalian sering banget berdebat hal kecil" mendengar ujaran demi ujaran yang di lontar kan oleh sang kakak yang begitu di rindu kan nya meski hanya lewat siaran video, kini berhasil membuat nya tidak bisa menahan mata nya untuk tidak mengalir kan bulir bening itu


"sayang, kamu lihat dan kamu dengar siaran video ini sekarang, mungkin kamu sudah menikah dengan Mahen, laki laki pilihan Mama sama Papa untuk mu,,,


Mendengar hal yang satu ini berhasil membuat nya sedikit terkejut dan bahkan sedikit terheran, mengapa mas tahu tentang makhluk asal planet Uranus itu? Pikir nya


jangan terkejut za, jangan pikir mas nggak tahu, mas tahu kok perihal perjodohan ini, ya, mas sering berpapasan sama suami kamu itu meskipun nggak bertegur sapa za, mas percaya kok, dia laki laki yang baik, maaf, mas nggak ber maksud untuk ikut menutupi perjodohan itu dari kamu sayang, jangan marah, hanya saja, mas selalu ikut Papa sama Mama kalau kedua nya bertemu dengan kedua orang tua Mahen, mertua kamu tanpa sepengetahuan kalian, karena kamu masih di Amerika saat kamu tsanawiah di sana dulu, jadi kamu tidak mengetahui nya"


Mendengar penuturan yang tulus itu, kini berhasil membuat nya menangis dengan sesenggukan, nyata nya sekuat apapun hati nya, se tomboy apapun kepribadian nya di mata orang, nyata nya dia tidak bisa menahan tangis nya di hadapan dua orang laki laki yang begitu di sayangi nya, mas Gus, juga Papa


"adik nya mas jangan cengeng ah, masa gitu aja cengeng sih, dia baik kok za, kamu harus terima dia apa ada nya, jangan lepas kan dia apapun yang terjadi, adik mas ini kan tomboy, masa gitu aja cengeng sih?"


tepat setelah mendengar penuturan tersebut, ia pun melihat tatapan sang kakak yang mulai berubah menjadi tatapan sendu dan mulai serius nya itu


"za, mas tahu, mungkin perjodohan ini sempat menjadi perjodohan yang berat buat kamu hadapi, tapi ketahui lah, dia itu laki-laki yang cukup baik menurut mas, buat kamu, kenapa mas bisa berbicara seperti ini, mas pernah lihat, dia juga baik sebagai hamba dan kepada sesama manusia yang membutuh kan, suatu saat nanti, mungkin kamu akan memahami semua yang mas ucap kan di sini, tidak sekarang, jika kalian memang dipersatukan dalam perjodohan, yang arti nya sama saja dengan terpaksa, tapi cepat atau lambat, jika kalian bisa saling memahami, kalian pasti akan hidup rukun, seperti yang Papa sama Mama ingin kan, selalu ingat pesan mas ini sayang, masalah itu normal dalam sebuah hubungan sayang, tapi sebisa mungkin, kalian jangan membiasakan itu juga, kalian juga harus bisa saling memperbaiki, semakin lama, harus nya bisa membuat kalian semakin dewasa, harus bisa saling memahami, jika ada yang marah, harus nya ada juga yang mengalah, jika ada yang emosi, harus nya ada yang bisa menenangkan hati, bukan justru malah bertentangan terus setiap kali ada yang tak sejalan, jika dia lagi emosi, kamu harus bisa menenangkan hati nya, apa pun yang terjadi, kalian harus selalu hidup rukun, satu hal yang perlu kamu tahu, mas akan selalu jaga kalian semua dari sini" mendengar penuturan yang di lontar kan sosok yang begitu di rindukan nya ini, kini berhasil membuat rasa yang sudah mengering dengan perlahan itu kini mulai tumbuh kembali, menimbul kan rasa yang begitu ingin bertemu


_**Naughty Girl Is My Wife _


Jum'at, 20 Januari 2023**