
"sekarang makan buah segar ini Ay,," tutur Mahen saat sudah selesai menyuapi suapan terakhir pada nya,,
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat nya memasang raut wajah tak suka ke arah Mahen di hadapan nya,, mengapa dia harus selalu mendapat kan perlakuan seperti ini,, pikir nya
"tapi Nan,, aku sudah kenyang,, lagi pula,, makan nya juga cukup banyak tadi,, makan buah nya nanti saja ya,, aku takut kekenyangan,,?" tutur nya yang jelas saja mengundang gelengan kepala dari Mahen sendiri
"emm,, nggak,, sekali nggak tetap nggak,, kamu harus banyak makan makanan yang banyak mengandung vitamin,, jadi harus banyak makan buah dan sayur selain makan nasi,, susu ibu hamil juga sangat bagus untuk sekehatan keaktifan kandungan kamu,," jawab Mahen
"hhh,, kamu tahu kan,, makan sebelum lapar,, berhenti sebelum kenyang,, (Sunnah),," tutur nya mengingat kan
"iya aku tahu,, tapi untuk saat ini,, kamu sedang berbadan dua (hamil),, jadi harus banyak makan makanan bergizi,," jawab Mahen
"hmm,, iya,, aku makan sekarang,," jawab nya dengan dingin,, merasa tidak akan menang jika melawan pria keras kepala di hadapan nya ini
setelah menyelesaikan makan dan minum air putih yang di beri kan Mahen,, kini diri nya pun mulai menyantap kupasan buah buahan dengan raut wajah datar dan bibir cemberut,, garis bawahi,, diri nya memakan buah ini dengan cemberut,, tak suka dengan apa yang Mahen lakukan
melihat hal itu,, kini hanya membuat Mahen terdiam dan menghela nafas panjang nan berat,, sungguh berat jika harus menghadapi ibu hamil yang sedang merajuk
menurun kan pandangan hingga kedua mata elang itu tertuju dan menatap ke arah perut nya yang masih rata,, lantas mengelus nya dengan lembut dan penuh rasa kasih sayang
"hmm,, sayang,, Ayah benar benar menyayangi kamu,, harus dengan cara apa Ayah membujuk Mama agar mau memakan buah yang mengandung banyak vitamin ini,, Ayah ingin kalian sehat dan aktif,, namun seperti nya,, Mama memang tidak ingin memkan buah kupasan Ayah,, kamu bantu Ayah bilang sama Mama ya,, Ayah akan ikut sedih,, kalau kalian sampai jatuh sakit,," tutur Mahen yang bergantian menoleh ke arah nya sekilas,, dan kembali menatap perut nya
merasa bersalah,, kini,, diri nya pun ikut menunduk dan menyentuh tangan kanan Mahen yang sedang mengelus lembut perut nya,, membuat Mahen menoleh kan kepala pada nya
"maaf,, seharus nya aku nggak bersikap seperti ini sama kamu,, seharus nya aku bisa mengendali kan rasa egois ku,, namun,, itu memang sulit,, hingga membuat aku tak ingin kalah dari mu,,?" ucap nya dengan menunduk,, namun berhasil membuat Mahen tersenyum tipis
"hmm,, tidak apa Ma,, Mama sedang hamil,, emosi Mama juga pasti naik turun,, Ayah mengerti hal ini,," jawab Mahen dengan melepas kan tangan dari genggaman nya,, lantas mengelus lembut pipi kiri nya
"Ayah,, Mama,,?" tanya nya penuh rasa kebingungan,, terlihat dari kedua alis nya yang bertaut,, dan lagi lagi,, membuat Mahen tersenyum tipis
"hmm,, tidak mungkin bukan,, jika kita memanggil satuu sama lain dengan embel embel kamu aku,, kita akan segera menjadi orang tua sekarang sayang,, jadi kita harus mulai membiasa kan hal ini,, bukan begitu hmm,,?" tutur Mahen yang di benar kan juga oleh nya
"tapi,, setahu aku,, Ayah itu seharus nya sama Ibu,, atau Bunda,, dan Mama seharus nya sama Papa bukan,, namun kenapa ini,,?" tanya nya lagi dengan heran
"hmm,, tidak apa sayang,, kalau Ayah lebih menyukai Mama,, maka Bunda sama Ibu nggak bisa apa apa bukan,, itu panggilan yang aku sukai,," jawab Mahen lagi,, masih dengan tersenyum
"hmm,, tidak apa Nan,, aku juga faham,, aku juga minta maaf karena sempat merasa kesal sama kamu,, hingga membuat aku tidur meninggalkan kamu yang mungkin sedang bekerja,," jawab nya
"yang ish,, panggilan nya,, aku nggak mau kita sama sama panggil nama lagi,, aku mau kita panggil Mama sama Ayah saja,, atau sayang saja gitu,, nggak mau yang lain,," serobot Mahen dengan lembut,, sontak meletakkan jari telunjuk di depan bibir nya,, dan pasti nya,, berhasil membuat nya terdiam mematung
"tapi aku nggak biasa,, gimana,,?" tanya nya dengan polos
"biasa kan lah mulai sekarang,, kita sama sama belajar sayang,, dan,, apa kah Ayah harus meminta maaf kepada kedua teman Mama karena perlakuan yang tidak mengenakkan itu,,?" tanya Mahen di akhiri dengan gumaman,, namun kali ini berhasil membuat nya yang bergantian tersenyum tipis
"hmm,, sudah tahu saja mereka dengan kepribadian mantan teman sekelas mereka dulu,, yang dingin ini,, tidak sampai membuat mereka tersinggung kok,, mereka sudah terbiasa dengan sikap mantan teman sekelas mereka ini,," jawab nya
"hmm,, begitu kah,,?" tanya Mahen dengan menantang
"ya,, bahkan mereka menerka nerka,, jika anak yang ada di dalam kandungan ini akan mirip siapa nanti nya,," jawab nya seraya mengelus perut nya dengan mengangguk angguk kan kepala nya
"jelas mirip suami mu ini lah sayang,, kan suami mu yang menghamili mu,, bagaimana si,, Mama juga jangan lupa harus punya rasa ilfeel sama Ayah,," tutur Mahen yang lagi lagi membuat nya heran dan bingung
"kenapa begitu,,?" tanya nya
"iya,, kata nya kalau Mama nya ilfeel,, maka calon bayi nya akan mirip sama orang yang tidak di sukai atau orang yang buat Mama nya ilfeel itu,, tapi jangan kelewatan juga,, ilfeel nya ilfeel biasa saja lah,," tutur Mahen lagi
"bisa gitu ya,, kenapa juga harus gitu,,?" tanya nya lagi yang masih merasa bingung sekaligus merasa lucu
"iya,, kata orang zaman dulu nya si gitu,, tapi Ayah nggak mau kalau Mama terlalu ilfeel sama Ayah,, bahkan ada ni ya Ma,, yang hamil,, ilfeel banget sama suami nya,, sampai tidur pun nggak mau seranjang sama suami lah,, nggak suka papasan sama suami lah,, ish,, nggak mau banget Ayah,," jelas Mahen dengan bergidik ngeri
"xixi,, ada ada saja si orang dulu dulu,," tutur nya dengan terkekeh kecil karena memang merasa lucu
"iya,, ada ada saja,, tapi berhasil juga buat Ayah takut Ma,, Mama jangan keterlaluan punya sikap ilfeel sama Ayah ya Ma,, Ayah nggak mau tidur terpisah sama Mama soal nya,,?" tutur Mahen yang memperingat kan
"xixi,, iya iya,, tenang saja,," jawab nya
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu,, 18 Oktober 2023