That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



di sini lah kedua nya terduduk, di dalam kamar dengan saling berhadapan, duduk dengan melipat kedua kaki masing masing, namun boleh kah diri nya merasa aneh sekarang, bukan tanpa alasan, pasal nya laki laki di hadapan nya ini terus terusan menggenggam kedua tangan nya, memang terasa lembut, namun dengan durasi waktu yang lama, lihat lah sekarang, laki laki itu bahkan enggan melepas kan nya


"lepas ish,, kamu kenapa sih?" tanya nya yang memang merasa heran dengan perlakuan Mahen pagi ini


"kamu sudah mendengar nya tadi kan, hari ini aku hanya mau kamu,, bukan yang lain?" tanya Mahen yang berusaha mengingat kan nya


"iya,, tapi kenapa,, oh iya,, untuk jawaban ya,, kamu pasti sangat membutuh kan jawaban nya kan?" tanya nya dengan tersenyum getir


"jawaban apa?" tanya Mahen balik yang terlihat laki laki itu mengerut kan kening nya bingung


"iya,, jawaban dari pertanyaan kamu semalam,, aku izin kan kamu kok,, lagi pula,, kalau di pikir pikir memang banyak pekerjaan di rumah ini,," jawab nya dengan menunduk dalam


"maksud kamu apa,, pertanyaan yang mana aku nggak ngerti,,?" tanya Mahen lagi yang membuat nya menghela nafas berat


"hhh,,, apa kah kamu lupa,, semalam kamu meminta izin dari ku untuk menikahi gadis istimewa dalam hidup kamu bukan,, maka dari itu,,, aku izin kan ka,,," penuturan nya yang terpotong, di kala Mahen yang tiba tiba saja memeluk erat tubuh nya dengan mata terpejam


"hhh,, aku minta maaf untuk itu,, aku nggak sengaja mengata kan nya sama kamu,, malam itu aku berbohong,, sama kamu Ay,, jangan marah sama aku ya,,?" tutur Mahen yang membuat nya tertegun


"ma,, maksud kamu apa,, aku memberi mu izin seharus nya kamu senang,, bukan malah meminta maaf kayak gini Nan, kamu kenapa hmm,,?" tanya nya yang berusaha melerai pelukan kedua nya, namun semakin sering diri nya berusaha, semakin erat juga pelukan yang di terima nya, membuat nya pasrah, terserah Mahen akan memperlakukan nya seperti apa sekarang, memberontak saja tidak bisa


"hhh,,, aku bohong sama kamu,, mana ada gadis istimewa dalam hidup aku,, kalau pun ada,, itu pasti kamu,, bukan yang lain,," jawab Mahen


"bentar benar deh Nan, ini lepas dulu,, kamu jelas kan dulu,, aku nggak ngerti apa maksud dari ucapan kamu yang ini,,?" tutur nya seraya melepas paksa pelukan Mahen


"aku,, aku berbohong perihal pernikahan itu,, aku,, aku nggak mau,, kamu bahkan tahu sendiri kan aku kayak gimana,,?" tanya Mahen yang semakin membuat nya tidak mengerti


"ma,, maksud kamu kamu hanya mengerjai ku perihal pernikahan itu,, kenapa?" tanya nya dengan memandangi wajah Mahen dengan tatapan nyalang


"b,, bukan maksud aku kayak gitu Ay,, aku minta maaf,, aku benar benar minta maaf,, aku,, aku terpaksa melakukan nya,," tutur Mahen dengan menunduk, dapat Mahen rasa kan tatapan kekecewaan itu dari kedua pelupuk mata nya


"hmm,, ya sudah,, kamu mungkin terinspirasi dari sinetron semalam,, aku juga minta maaf untuk itu,, sudah siang,, aku takut Mauza mencari ku,, sekarang aku boleh keluar bukan,,?" tutur nya seraya beranjak dari duduk nya dan berjalan dengan perlahan ke luar kamar, meninggal kan Mahen sendiri yang masih memandangi kepergian nya


"Ay,, tunggu aku,," ujar Mahen yang dengan terburu buru mengganti sarung yang belum sempat di ganti dan baju Koko nya dengan celana sebatas lutut juga dengan kaus lengan sampai siku, kemudian mengejar nya yang sudah keluar dari dalam kamar


terlihat diri nya yang sedang memasak makanan dengan Mauza di atas meja samping kompor yang tengah memperhatikan nya yang sedang memasak sesuatu


"Ay,, aku mohon maaf kan aku,, aku tahu aku salah,, aku benar benar minta maaf,,?" tutur Mahen di kala melingkar kan kedua tangan nya di kedua pinggang nya, menumpu kan dagu nya di bahu kanan nya


"Ay,, akh,," rintih Mahen yang merasa kesakitan di kala akan mencium kepala nya dari samping, membuat nya menoleh


"hhh,, sakit banget,, bahkan kerudung kamu saja mendukung kita untuk tidak saling bersentuhan,," keluh Mahen seraya mengusap hidung nya yang terkena tusukan jarum yang terpasang di kerudung nya sebagai penahan agar kerudung nya tidak terlepas dari kepala nya


"aku mohon maaf kan aku Ay,, akh,, sakit Za ish,, kamu kenapa sih?" seru Mahen di kala mendapat kan cakaran dari Mauza


melihat dua orang yang sedang berinteraksi dan melihat Mahen yang terus mengganggu majikan nya, seolah mengerti sehingga membuat Mauza mencakar tangan Mahen dengan tanpa rasa bersalah


"Za,, kakak nggak ada ajar kan kamu untuk seperti itu pada orang lain,," peringat nya yang membuat Mauza menunduk dalam


"aku nggak tahu kamu ngomong apa tapi ini rasa nya sakit banget Mauza,, kamu punya dendam apa sih sama aku,, sampai tangan aku saja kamu cakar gini,, sakit tahu,," keluh Mahen seraya mengibas kan tangan


"kamu tunggu kakak di sini bentar ya Za,,?" tutur nya seraya menarik tangan lain Mahen yang tidak terluka


"duduk,," tutur nya seraya duduk setelah mengambil kotak obat dari laci kitchen set


"makan nya jangan suka dekati aku jika aku sedang sibuk,, sudah tahu Mauza itu meski pun kucing betina tapi kalau aku nya terancam dia suka nyerang gitu saja,," imbuh nya sambil mengobati tangan Mahen


"ash,, iya iya,, kamu juga maafin aku dong,, jangan diemin aku kayak gini,, sudah tahu aku nggak pernah nyaman berada di situasi kayak gini,," jawab Mahen dengan mata yang sudah berkaca kaca


"memang nya kesalahan apa yang kamu lakukan sampai membuat kamu meminta maaf sama aku?" tanya nya yang masih fokus mengobati luka yang Mahen dapat


"aku sudah membohongi kamu,, tapi aku nggak sengaja melakukan nya Ay,, sengaja pun aku terpaksa lakukan hal itu,," rengek Mahen tanpa memedulikan rasa sakit pada cakaran dari Mauza


"berbohong perihal apa aku nggak ngerti?" tanya nya yang berpura pura tidak mengerti dengan apa yang Mahen ucap kan, bukan tanpa alasan, diri nya bahkan begitu mengetahui jika Mahen memang ingin meminta maaf perihal perkataan semalam pada nya, hanya saja,, diri nya ingin menguji juga


"a,, aku yang meminta izin untuk menikah lagi dengan seseorang,," jawab Mahen dengan menunduk


"kenapa jadi berbohong,, aku bahkan sudah memberi mu izin kok, dan aku pikir nggak akan menjadi masalah juga jika kamu memang menikah lagi, toh aku juga tidak pernah bisa memenuhi apa yang kamu mau kan, aku malas melakukan semua nya,," tutur nya yang membuat Mahen semakin merasa bersalah


"nggak Ay,, jangan pernah berbicara seperti itu,, aku nggak suka mendengar nya,, kamu bahkan banyak memenuhi kebutuhan aku selama ini,, sekaligus menjalani aktivitas di universitas,, semua nya dapat kamu lakukan di mulai dari pekerjaan rumah,,?" ucap Mahen seraya menggenggam erat kedua tangan nya di kala diri nya selesai mengobati luka di tangan Mahen


"tapi tetap saja,, jika kamu memang merasa tidak puas sama aku,, kamu boleh kok menikah lagi,,," penuturan nya yang terpotong di kala


Cup


Mahen yang tiba tiba saja mengecup bibir nya dan mencium nya, lalu ******* nya dengan lembut, membuat nya tidak bisa berkata kata


merasa kehabisan nafas, kini diri nya pun memukul mukul kedua pundak Mahen dengan pelan, membuat Mahen mengerti dan melepas kan tautan kedua nya


"hhh,,, hhh,,, kamu jangan gini dong Nan,, sudah tahu ada Mauza yang lihat,," imbuh nya seraya menatap tajam ke arah Mahen di hadapan nya


"lagian kamu juga,, sudah tahu aku nggak suka dengan mendengar nya,, masih saja berbicara seperti itu,, tapi,, itu nya manis kan,,?" tanya Mahen seraya mengusap lembut bibir nya


"itu nya apa,, jangan berbicara omong kosong deh,, aku nggak ngerti ya,," potong nya yang merasa bahwa laki laki di depan nya ini sedang menggoda dan mengeluar kan gombalan maut pada nya


memberes kan kotak obat dengan cekatan dan segera mungkin, namun saat diri nya akan berbalik, kini tangan Mahen mencekal pergelangan tangan nya


"harus ada ciuman selamat pagi,, ciuman nya manis banget,, kamu habis makan apa sih pagi ini?" tanya Mahen sambil tersenyum ke arah nya


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Senin, 21 Agustus 2023