That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



setelah ujaran yang terdengar begitu kompak itu, kini hanya menyisakan diri nya dengan Mahen di sini, terduduk hanya berdua saja dengan sama sama memandangi langit yang bertabur kan bintang yang berkelap kelip di atas sana


namun diri nya merasa tidak nyaman, kala menyadari sesuatu "semua rencana ini,, lo yang punya?" tanya nya kala mengingat penuturan Papa di beberapa menit yang lalu


"Ay, bisa nggak embel embel lo-gue nya jangan sampai ada lagi di antara kita, bukan kah tadi kamu sudah menggunakan embel embel aku-kamu ya?" jawab Mahen tanpa menoleh ke arah nya sekali pun, seraya mengulurkan tangan nya ke belakang kursi tempat nya duduk


namun hal itu membuat kening nya mengerut, bagaimana bisa?


menoleh ke arah nya yang tengah merasa keheranan sejenak "tadi kamu bilang apa, setelah aku datang dengan membawa nampan kue tart untuk kamu?" tanya Mahen yang membuat nya berusaha mengingat kembali


"saat kamu nggak bisa tiup lilin nya, kamu bilang apa sama aku?" tanya Mahen mengulangi, semakin membuat nya berpikir keras


"maaf Keenan, aku nggak bisa tiup lilin nya langsung, tapi aku kipas aja, nggak papa kan?" tanya nya yang merasa tak enak hati


mengingat sesuatu, membuat nya tercekat kala menyadari, memang benar ada nya, membuat nya semakin tak nyaman, bahkan membuat nya mengalihkan pandangan nya


"itu,, tanpa sadar gue bilang" jawab nya yang malah membuat Mahen tersenyum


"itu tanpa sadar, kamu bisa bisa aja, tapi,, boleh kali kalau kamu jadi kan kebiasaan?" tanya Mahen yang kembali menarik tangan, menumpu kepala nya dengan sebelah tangan tersebut dan terus tersenyum ke arah nya yang dan memandangi nya dari samping yang terlihat salah tingkah


"nggak tahu,," jawab nya tanpa membalas tatapan Mahen di samping nya


"ayolah nan, itu karena aku terbawa suasana, senang aja kalau aku dekat Papa, udah lama juga kan nggak ketemu" ujar nya sontak menatap wajah Mahen yang sudah begitu dekat dengan wajah nya, membuat nya lagi lagi kembali tercekat


"itu apa hmmm, nggak masalah, biasa kan aja, ini perintah dari suami kamu, bukan Keenan yang kamu kenal" jawab Mahen seraya memperbaiki posisi duduk nya dan terlihat kesenangan


"ngomong ngomong malam ini kamu cantik Ay, barakallah fii umrik ya, semoga di berikan usia yang berkah, sehat wal afiat, makin kuat lagi mental nya, makin sabar lagi hadapi sikap aku nya, makin Istiqomah, rajin ibadah nya, semangat berjuang buat diri sendiri pasti nya di usia yang ke 20 ini bakalan makin banyak rintangan di depan sana, kuatin lagi bahu nya, tapi kalau nggak kuat juga boleh sandaran sama aku, pokok nya nggak boleh lemah, nggak boleh nyerah, kalau lelah nangis aja nggak papa?" ucap Mahen panjang lebar


"Allahumma aamiin, makasih nan?" ucap nya dengan tersenyum tipis dan mendapat anggukan dari Mahen sebagai jawaban


"tapi kalau di pikir pikir, bukan kah seharus nya kamu yang selalu sabar dalam hadapi sikap kekanakan aku kan, sikap tempramen nya aku, kelemahan nya aku, makasih?" ucap nya seraya tersenyum dan memandangi wajah Mahen


"nggak masalah Ay, itu sudah menjadi kewajiban aku, untuk terus jaga kamu, dan berusaha membuat kamu nyaman sama aku" jawab Mahen yang membalas menatap nya


"barusan kamu pakai embel embel aku-kamu, apa itu tanpa sadar juga?" tanya Mahen yang kembali mendekat kan wajah ke arah nya


"nggak kok, itu bukan tanpa sadar, tapi semoga itu menjadi awal yang baik buat kita ya?" ucap nya yang mengundang senyum pada Mahen


"jadi kamu senang dong, dekat sama aku?" tanya Mahen lagi yang membuat nya tercekat


"a,, aku,,, aku,,," imbuh nya yang memang tidak bisa berkata apa apa lagi


"sudah lah, akui saja, aku juga senang kok, bisa berada sedekat ini sama kamu,,,


Ay,, maaf, selama ini, aku tidak pernah bisa mengenali hati aku sendiri, bahwa aku mencintaimu,,, aku,, aku bahkan selalu mencintai diri mu, maaf Ay, tapi,, tolong beri aku kesempatan lagi, aku benar benar bersalah, beri aku kesempatan, agar aku bisa menjaga mu dengan baik sejak saat ini?" tutur Mahen yang entah sejak kapan sudah menggenggam kedua tangan nya dan menarik nya dengan lembut, dan membuat nya kembali tercekat


tak di sangka, laki laki seperti Mahen mampu membuat hati nya sedikit meluluh dengan kata kata yang tidak pernah di ucap kan nya, rasa itu kian menyeruak kembali dalam hati nya, entah rasa apa itu, bahkan diri nya sendiri pun tidak mengetahui dan tidak menyadari sejak kapan kehadiran nya dalam hati nya


"Ay, izin kan aku untuk selalu mencintai kamu, izin kan aku untuk selalu menjaga mu, izin kan aku untuk selalu dekat dan melindungi kamu, aku,, aku memang nggak bisa menyatakan perasaan ku dengan kata kata yang tepat, seperti hal nya laki laki yang mungkin pernah hadir di hidup kamu, tapi,, aku hanya bisa membuktikan, bahwa aku tulus mencintai kamu,, cup?" tutur Mahen yang entah mempunyai keberanian dari mana bisa mencium punggung kedua tangan nya dengan segera


"aku mungkin laki laki yang berbeda dengan laki laki pada umum nya, yang bisa dengan mudah berkata manis pada apa yang menjadi prioritas mereka, namun, terima kasih,, kamu sudah mau menerima perjodohan ini, hingga aku pun tahu, mana yang terbaik buat aku, dan mana yang nggak baik?" ucap Mahen lagi, namun diri nya masih saja terpaku di tempat nya


kedua nya terdiam beberapa saat, memikir kan kata apa yang bagus untuk menanggapi setiap penuturan yang ada, hingga pada akhir nya


"kamu tahu, sejak pertama kali bertemu dengan mu, waktu aku masih duduk di bangku SMA, waktu itu aku berpikir, di dunia ini, mengapa ada perempuan, yang begitu keras kepala, tidak suka berkomunikasi dengan orang lain, tidak mau menerima bantuan dari orang lain, selalu melakukan semua nya sendiri, namun, yang terhebat dari diri mu adalah, kamu bisa melakukan segala hal, yang kamu ingin kan,,, aku sendiri pun bahkan juga tidak tahu, mengapa aku menyukai diri mu yang seperti itu, juga sangat, sangat, sangat menyukai mu, maaf, aku yang tidak mempunyai keberanian yang cukup, untuk sekedar mendekati mu yang dahulu, Ayla, aku bahkan sudah begitu membuat mu menderita, namun, kamu tenang saja, aku pasti akan membayar nya di masa depan, semua persamaan memiliki solusi, tetapi cinta adalah soal yang tidak bisa di pecah kan, jika aku memang harus menjawab nya, maka,,, kamu adalah satu satu nya jawaban ku, untuk selama nya, Ayla, bersedia kah kamu memulai merajut kehidupan yang bahagia dengan ku?" tutur Mahen panjang lebar


namun hal itu, bahkan membuat nya benar benar terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Mahen


linangan air mata itu rupa nya tidak bisa di sembunyikan oleh nya sendiri, mengalir dengan perlahan di atas pipi mulus nya, membuat Mahen yang melihat, panik seketika


"kenapa nangis hmmm, aku buat salah sama kamu ya, aku minta maaf, jangan nangis?" ujar Mahen terlewat panik seraya kembali berdiri dengan tegak sembari berusaha menghapus jejak air mata di kedua pipi putih nya


menyadari hal itu, diri nya yang memang sudah di buat tercekat sejak awal, kini hanya bisa menggeleng sebagai jawaban, dan semakin membuat Mahen merasa bersalah saja, bahkan tangan nya menutup mulut nya saking terkejut nya


"jangan nangis Ay, aku nggak suka?" ucap Mahen seraya menarik pinggang nya dengan lembut, membuat jarak kedua nya terkikis kan, dan menatap mata nya yang berkaca kaca dengan tatapan dalam


"kamu bahkan belum sempat menjawab pertanyaan ku" imbuh Mahen yang merasa masih penasaran dengan jawaban yang akan di berikan nya


hingga anggukan itu terlihat jelas di mata Mahen, kala diri nya sedang di landa keterkejutan


"k,, kamu mau memulai semua nya dari awal lagi sama aku?" tanya Mahen mengulangi pertanyaan yang sempat tertunda, juga merasa tidak puas jika hanya mendapat kan jawaban satu kali dari nya


lagi lagi, anggukan itu terlihat sebagai jawaban dari segala tanya nya, membuat dia benar benar merasa senang


"kata kan Ay, apa kamu mau memulai semua nya dari awal lagi sama aku?" seru Mahen dengan penuh semangat


"IYA KEENAN, AKU MAU MEMULAI SEMUA NYA DARI AWAL LAGI SAMA KAMU,,, HANYA DENGAN MU!!!" jawab nya dengan berteriak di depan sana, mengundang senyum lebar pada wajah Mahen


melihat hal itu, dan sulit memungkiri jika saat ini dia benar benar merasa senang, membuat Mahen sontak memeluk erat pinggang nya dari belakang


"makasih Ay?" ucap Mahen dengan menumpu kan dagu nya di bahu kanan nya, membuat nya mengangguk


"Ayla, cincin ini memang terlihat sederhana, tapi, aku mau kamu memakai nya, sebagai ganti jika di awal nikah, aku belum membelikan hadiah untuk mu hmmm?" ucap Mahen lagi seraya mengulurkan kotak cincin itu ke depan kedua nya


lagi lagi, anggukan kecil itu di rasa kan oleh Mahen yang menunggu jawaban dari nya, membuat Mahen sontak saja melingkar kan cincin itu ke jari manis kiri nan lentik nya


"cantik,, seperti wajah yang memakai nya" puji Mahen kala memandangi cincin itu sudah terpasang di jari manis nya


"kamu juga pasang kan buat aku ya?" imbuh Mahen yang di turuti juga oleh nya


"semoga keberkahan selalu menyertai keluarga kita Ay, aku begitu menyayangi diri mu,,?" ucap Mahen kala sudah mendapat kan cincin itu melingkar di jari manis nya juga


lagi lagi, anggukan itu yang malah terlihat oleh Mahen, membuat Mahen merasa ingin menarik nya lagi ke dalam dekapan nya


"kamu terus terusan diam sejak tadi, aku bingung harus gimana, kamu nggak papa kalau mau tolak aku juga, aku bahkan merindukan kamu yang suka mengomel?" tutur Mahen dengan tatapan teduh


"boleh aku peluk kamu?" tanya nya yang sontak saja membuat Mahen benar benar menarik kedua tangan nya dengan lembut ke dalam dekapan kokoh nya


"boleh dong, buat istri secantik kamu, apa si yang nggak, sini?" jawab Mahen dengan bersemangat


"lagi pula,, perempuan mana juga yang rela nolak laki laki sesempurna kamu jika mereka ada di posisi aku, makasih,, sudah izin kan aku untuk bisa merasakan nya, karena kamu dan mas Gus, itu nyaris sama" jawab nya


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Sabtu, 8 Juli 2023**