
setelah lama nya berkeliling dalam rangka mengenal universitas yang akan di tempati nya kala belajar dan berkuliah selama 4 tahun ini, dari mulai melihat ruang fakultas ilmu eksakta (Beta) yaitu fakultas teknik dan fakultas kedokteran, fakultas ilmu sosial (gamma) yaitu fakultas ekonomi, fakultas hukum juga fakultas sosiologi, fakultas teknologi informasi/ ilmu komputer, fakultas akuntansi, fakultas kedokteran umum, fakultas komunikasi, fakultas desain komunikasi visual, fakultas psikologi, fakultas manajemen, fakultas hubungan internasional, fakultas teknik sipil, fakultas teknik industri, fakultas teknik mesin, dan fakultas yang lain nya, kini siang ini, diri nya dengan kakak kelas nya tengah berjalan menuju ke arah kantin universitas Harvard ini
"kalau kakak boleh tahu, kamu asal dari mana Ay?" tanya Sandi kala kedua nya tengah berjalan di koridor dengan tujuan kantin universitas
"Saya dari Jakarta kak" jawab nya singkat, tanpa menoleh ke arah Sandi
"Ooh, gitu, trus bisa masuk universitas Harvard ini gimana?" tanya Sandi lagi tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya
"Hmmm, tadi waktu saya masuk sini saya lihat ada gerbang kak, jadi saya bisa masuk" tahu laki laki di samping nya suka bercanda mengingat imbuhan dari Bu cantik tadi, membuat rasa ingin menguji nya dengan candaan juga tidak bisa di hindari
"Akh,, kamu ini ada ada saja, biasa aja ngomong nya, nggak perlu bahasa formal kalau sama aku, xxi, iya sih, cuman maksud aku bukan gitu, dari mana kamu bisa mengetahui informasi mengenai universitas Harvard ini, gitu lho yang aku maksud?" tanya Sandi dengan terus tersenyum kala menyadari sosok di samping nya berusaha lebih dalam ingin mengetahui tingkat bercanda nya
"gitu yah, baiklah kak, aku dapat informasi mengenai universitas ini dari kedua orang tua ku, mungkin kedua nya sudah mempersiapkan nya sedari aku ujian Nasional di Sekolah Menengah Atas sebelum nya" jawab nya yang membuat Sandi mengangguk paham
"Hmmm, gitu yah,, Jakarta, boleh juga tuh" jawab Sandi dengan mengangguk angguk kan kepala, namun terkesan aneh dan misterius bagi nya yang mendengar
"kenapa kak Sandi mengangguk angguk gitu, memang nya kenapa, kalau aku dari Jakarta, ada yang salah kah?" tanya nya dengan kening mengerut seiring dengan langkah kaki nya yang terhenti
"Hmmm, enggak, eh, zodiak kamu apa?" tanya Sandi lagi dengan kembali menoleh ke arah nya
"Emm, aku Pisces ♓ kak" jawab nya tanpa berbohong
"Bagus dong" jawab Sandi dengan wajah sumringah namun membuat nya bingung
"Bagus, memang apa bagus nya?" tanya nya dengan kening yang kembali mengerut
"zodiak ku Libra ♎, jadi,, mungkin kah kita berjodoh?" tanya Sandi dengan menatap nya penuh arti, namun berhasil membuat nya salah tingkah
"a,,, akh,, kak Sandi bisa aja" jawab nya dengan membuang pandangan nya ke lain arah, namun,, hati nya sedikit mengganjal kala melihat ke lain arah itu melihat sosok yang kini sudah di kenali nya, Keenan, yah, laki laki itu kini tengah memandangi nya dari kejauhan, laki laki asal planet Uranus itu kini tampak nya tak suka dengan apa yang tengah di lakukan oleh nya, terlihat dari tatapan mata nya, tajam,,
Karena melihat pemandangan yang sesungguh nya tidak ingin di pandangi nya, membuat nya kesal seketika
"Ay, kok melamun gitu sih, hello,, aku ngomong sama kamu lho, di jawab dong?" sontak ucapan Sandi itu kini menyadarkan nya dari lamunan nya
"a,,, akh,, kenapa kak, bisa kakak ulangi lagi?" tanya nya sontak mengalih kan pandangan nya dan kembali menunduk
"zodiak aku Libra ♎, jadi,, mungkin kah kita berjodoh?" tanya Sandi mengulangi namun dengan masih menatap nya penuh arti
"Hmmm, mungkin yang harus kakak tanya bukan aku deh, tapi yang membuat rencana kehidupan" jawab nya yang membuat Sandi yang mendengar tersenyum penuh arti
"Allah maksud kamu, oke, aku bakalan tanya kalau aku shalat nanti" jawab Sandi dengan mengambil kesimpulan, membuat nya menggeleng
"Kamu bilang kamu dari Jakarta, tinggal di sini sendirian dong, nggak merasa takut, mau aku temenin nggak?" tanya Sandi saat kedua nya kembali berjalan
"Ooh, kakek kamu di sini, boleh dong, kalau kapan kapan aku ketemu dengan beliau?" tanya Sandi lagi
"ketemu sama kakek aku, mau apa?" tanya nya dengan sedikit rasa heran
"Nggak papa, cuman mau kenal aja, silaturahmi sama kakek" jawab Sandi
"Ooh, gitu" jawab nya kemudian mengangguk paham
"Oh iya, nama kamu Ayla, kalau di plesetin nya jadi Ayank dong?" seru Sandi yang membuat nya sedikit terkekeh
"nggak lah kak, bukan gitu juga kali manggil nya" jawab nya dengan menutupi mulut nya dengan tangan kanan nya
"Kalau aku yang mau manggil kamu Ayank boleh kali?" ucap Sandi
"Jangan deh" jawab nya yang membuat kening Sandi mengerut heran
"lho, kenapa jangan Ay, nggak boleh yah?" ucap Sandi
"Iya, jangan deh, soal aku takut kak" jawab nya yang membuat kening Sandi semakin mengerut
"takut kenapa, takut ada yang marah yah, kamu udah punya do'i?" tanya Sandi
"b,, bukan gitu, takut nya malah di bikin nyaman kalau kakak panggil aku dengan panggilan gitu" jawab nya yang membuat Sandi tersenyum simpul
"Xxi, kenapa, orang aku mang mau bikin kamu nyaman kok, nggak boleh ya yank?" goda Sandi
"nggak boleh ih kak, aku bilang di sini aku sama kakek, aku takut salah faham kalau kakek denger kakak panggil gitu sama aku, lagian aku nggak pantas juga dapat panggilan kayak gitu dari kakak" jawab nya
"Gitu yah, ya udah iya, tapi kalau nggak lupa hee" jawab Sandi yang berhasil membuat nya menggeleng sambil menoleh sekilas
Kini kedua nya sudah berada di ambang pintu kantin universitas Harvard ini
"Naah, ini kantin kita Ay, kamu harus coba deh masakan di sini" ujar Sandi dengan penuh semangat, membuat nya mengerti
Diri nya mulai meneliti kantin universitas Harvard tersebut, Kantin di sini berbeda dari kantin seperti yang ada di sekolah-sekolah pada umum nya, di sini para mahasiswa juga mahasiswi tinggal mengambil sendiri makanan yang disukai oleh masing-masing, tanpa harus membayar, begitu pun juga dengan makanan nya yang lengkap seperti di hotel bintang 5, seperti mulai dari sup daging ayam, sup daging sapi, bahkan hingga makanan hidangan seafood pun ada di sini, sampai menu penutup dan pencuci mulut ada di sini, jadi wajar saja jika makanan nya berkualitas, sebab biaya pendaftaran universitas pun mahal,
Namun untuk sejenak diri nya kembali merenung, mengapa mertua nya mendaftar kan diri nya ke universitas yang mempunyai biaya yang cukup mahal, padahal jika diri nya diberi kan pilihan, diri nya bisa saja berkuliah di kampus biasa-biasa saja, namun itu lah kedua mertua nya, yang mempunyai sifat begitu ingin yang terbaik untuk menantu nya, terlebih lagi kedua mertua nya ini yang mempunyai keinginan, yaitu menginginkan seorang putri perempuan, namun kedua nya hanya memiliki Mahen, alias si makhluk asal planet Uranus yang dingin nya se dingin kulkas berjalan itu,,
_Naughty Girl Is My Wife_
Selasa 14 Februari 2023