
kembali terdiam tepat, di saat diri nya sudah selesai berbicara dalam panggilan dengan Mahen, diri nya sendiri pun bahkan tidak tahu harus melakukan apa di saat tubuh nya merasa letih seperti ini, entah apa yang harus di lakukan nya sekarang, bahkan untuk sekedar memangku laptop saja seperti nya diri nya tidak kuat
ponsel nya itu kembali berdering di saat diri nya sedang termenung, entah siapa kali ini yang menghubungi nya, hingga diri nya pun melukis senyuman pada wajah nya di kala melihat ID pemanggil yang ternyata Mama sendiri yang menghubungi nya siang ini
"assalamualaikum Ma, kenapa?" ucap nya di kala panggilan sudah terhubung, membuat senyuman nya semakin mengembang
"waalaikum salam sayang, kamu sedang apa nak, apa sedang sibuk, Mama hubungi kamu, ganggu kesibukan kamu nggak Ay?" tanya Mama di seberang panggilan
"akh,, nggak kok Ma, Mama nggak ganggu sama sekali kok, kebetulan, Ay sedang di rumah nih Ma" jawab nya
"lho,, kenapa,, biasa nya di jam seperti ini kamu selalu sibuk di universitas, kamu nggak masuk, kenapa, apa kah kamu baik baik saja nak?" tanya Mama yang mulai beruntun
berbeda dengan tanggapan nya pada Mahen yang jutek, kini dengan Mama, diri nya malah tersenyum senang di kala mendapat kan pertanyaan beruntun dari Mama
"nggak Ma,, Ay baik baik saja, hanya saja,, sedikit pusing juga kepala aku,, tadi pagi juga muntah, mual gitu Ma,, mungkin karena masuk angin, Ay kan sering seperti ini jika masih sama Mama dulu,," jawab nya
"hhhhh,, dulu saja sama Mama suka paksa kan tetap masuk sekolah Ay, bukan nya Mama suruh kamu buat masuk universitas, hanya saja,, beda banget kesan nya, tumben,, kenapa, kamu banyak sibuk ya, aktivitas nya jangan terlalu aktif dong Ay,, ingat makan juga,, sudah Mama bilang kan, kalau saja Papa tahu hal ini, pasti marah besar sama kamu" imbuh Mama
"ya',, jangan kasih tahu Papa mengenai hal ini Ma, Ay mohon,, iya sih Ma, tapi,, Mama tahu sendiri kan, menantu Mama itu sifat nya kayak gimana, selain dingin juga keras kepala, Ay tadi nya mau tetap masuk, apa lagi sekarang hari kelulusan wisuda nya senior aku di kampus, tapi tetap dia nggak kasih izin" jawab nya dengan mengeluh
"Ay,, mau bagaimana pun Mahen, dia tetap lah Mahen, mungkin dia memang khawatir sama kamu, jadi jangan salah kan jika suami mu memang seperti itu, mulai mengerti lah, jika sifat nya sudah tertanam sejak lahir" jawab Mama
"iya Ma, aku mengerti" jawab nya dengan mengangguk, meski tidak dapat di lihat oleh Mama
"oh iya Ay, Mama menghubungi kamu, hanya ingin memberikan kabar, kalau sekretaris kamu dari resto sudah terbang ke sana, seperti nya dalam perjalanan menuju mansion kalian tuh,," imbuh Mama dengan terdengar lembut, namun berhasil membuat nya mengerut kan kening nya heran
"lho Ma, kok jadi dia yang ke sini, nggak enak dong Ma, harus nya aku yang pulang ke Jakarta kan,, sekali pun aku selalu lupa untuk memberi tahu Keenan, tentang hal ini?" tanya nya
"iya,, tapi nggak usah nggak apa apa, dia tahu kok kalau kamu sedang menjalani kehidupan di dunia pendidikan di sana, jadi kata nya dia yang mau ke sana,, lagi pula,, bukan kah kamu sedang tidak enak badan sekarang?" jawab Mama mengingat kan
"iya juga sih Ma,, tapi tetap saja aku akan merasa tidak enak jika dia yang ke sini,," jawab nya
"nggak apa apa Ay,, kalian diskusi kan dulu urusan resto nya, kamu juga harus banyak belajar, kelulusan kamu tinggal sebentar lagi, sehabis lulus nanti kamu langsung pulang ke sini pimpin resto ya?" tanya Mama
"ya sudah Ma,, iya,, aku juga akan bicara kan hal ini sama Keenan, insya Allah nggak akan lupa lagi" jawab nya
"harus dong,, jangan kamu lupa kan hal ini, penting banget kamu dapat persetujuan dari suami kamu juga" jawab Mama
"iya Mama,, Mama tenang saja,," jawab nya
"ya sudah ya Ay,, Mama tutup dulu, Papa seperti nya pulang dari kantor tuh, ada apa pagi pagi sudah pulang,, nanti kabari Mama lagi jika sudah meminta izin dari suami kamu, assalamualaikum?" ucap Mama
"hmm, iya Ma, waalaikum salam,," jawab nya seraya menutup panggilan tersebut
tidak menunggu terlalu lama, kini terdengar suara bel yang di klik, diri nya yang memang sudah istirahat lumayan lama, dan merasa baikan dengan tubuh nya nya pun kini berusaha untuk bangun dan membuka kan pintu untuk tamu yang datang, tidak salah lagi, seperti nya ini memang sekretaris nya yang berkunjung ke mansion
"hai kak Ayla, masih ingat sama aku nggak, sekretaris kamu di resto, kenalin,, nama aku Resti,,?" sapa perempuan dengan setelan jas kerja ini dengan ramah dan mengulur kan tangan kanan nya ke hadapan nya
rambut panjang yang sebatas pinggang terurai berwarna coklat, dan sepatu high heels berwarna silver, menambah kan kesan tersendiri pada gadis blasteran Indonesia Amerika ini
"oh, hai,, aku Ayla,, masih kenal ternyata, bahkan aku sendiri sedikit lupa sama nama kamu,, ayo masuk,, kita bicara di dalam?" jawab nya seraya membuka pintu utama dengan lebar
kini kedua nya pun terduduk di sofa ruang tamu mansion ini dengan santai
"kamu mau minum apa, biar aku buat kan?" tanya nya saat kedua nya sudah duduk sejenak di ruang tamu ini
"nggak apa apa kak, nggak usah repot repot,, aku hanya sebentar singgah di sini,," jawab Resti yang merasa sungkan terhadap nya
"tidak usah sungkan Resti, mau bagaimana pun, kamu tetap tamu di rumah ini,, aku nggak sedang merasa kerepotan kok" jawab nya mengingat kan
"hmm,, ya sudah kak, apa saja,, akan aku minum,," jawab Resti dengan tersenyum hangat ke arah nya, membuat nya mengangguk, lantas hendak melangkah ke arah dapur
"kamu tunggu sebentar ya,, aku ke dapur dulu?" ucap nya sebelum akhir nya benar benar melangkah ke arah dapur, dan membuat Resti sendiri mengangguk
...°°° ...
"di minum ya,, maaf, ini untuk pertama kali nya kamu datang ke sini, pasti kerepotan cari alamat rumah aku?" ucap nya seraya meletakkan secangkir teh hangat di hadapan Resti
"nggak masalah Resti,, oh,, gitu ya,, iya sih,, kalau zaman sekarang serba mudah juga,, kamu ke sini tinggal di mana?" tanya nya yang baru menyadari sesuatu
"aku memesan apartemen kak, sama teman aku juga di sini,," jawab Resti lagi
"oh,, takut nya kamu sendirian di sini,, kalau sendirian kamu juga bisa mengisi salah satu kamar di sini,," tutur nya menawar kan
"akh,, nggak kak,, aku pisah saja, lagi pula,, kakak tinggal sama suami kakak kan, itu buat aku nggak nyaman,," jawab Resti sambil menggeleng geleng kan kepala
"hmm,, iya,, ya sudah kalau gitu,, aku nggak bisa paksa kan kamu juga,," jawab nya seadanya
"kakak hanya tinggal berdua sama suami kakak di mansion sebesar ini,, sepi dong kak, kalau hanya tinggal berdua saja,,?" tanya Resti
"hmm,, iya, makan nya kamu ikut tinggal di sini saja, agar semakin ramai kalau kamu di sini,," seru nya
"akh nggak,, maksud aku,, kakak belum mau ada niatan punya momongan gitu, kan seru juga tuh kak kayak nya di ramai kan sama anak anak,," jelas Resti
"hmm,, iya sih,, tapi,, entah lah,, aku masih belum lulus kuliah,, jadi takut saja,," jawab nya
"gitu ya kak,, tapi ibu bilang kan kakak sebentar lagi juga lulus kak, nggak tahu berapa bulanan lagi gitu kalau nggak salah,, aku memang pelupa orang nya kak,, hmm,," jawab Resti
"iya sih Resti,, apa yang kamu bilang memang nggak ada yang salah,, hanya saja,, nggak tahu lagi deh,, suami aku juga seperti nya belum mengingin kan nya,," jawab nya
"gitu yah kak,, akh,, tuh kan,, aku sih,, pelupa,, jadi lupa kan sama niat aku ke sini,, ini kak,, laporan keuangan resto bulan lalu,, siapa tahu mau kakak cek dulu,, apa kakak mau ada perbaikan, tata letak,, atau,, yang lain nya gitu,,?" tanya Resti yang seraya menyerah kan berkas pada nya
"hmm,, sampai sejauh ini pengeluaran sama pemasukan nya masih normal ya, tapi ada hal yang mengganjal tidak di resto, bagaimana suasana di resto, atau,, apa kah selama ini ada yang komplain mengenai apa yang ada dan berhubungan di resto?" tanya nya saat sambil terus memeriksa berkas di tangan nya
"nggak ada sih kak,, oh iya, hanya saja akhir akhir ini ada koki yang menyaran kan untuk membuka menu baru lagi kak, resto kita kan masakan impor semua,, dan kata nya kalau ada menu seafood sama masakan ekspor pasti buat resto lebih ramai kak, soal nya di waktu waktu sebelum nya aku juga sempat lihat ada pelanggan yang nggak jadi makan di resto kita karena di resto kita tidak ada menu seafood kak,," jelas Resti lagi yang membuat nya cukup paham
"hmm,, ya sudah,, biar nanti aku bicara kan terlebih dahulu sama suami aku ya, minta saran dari dia, siapa tahu dia punya masukan" jawab nya yang di angguki oleh Resti sendiri
"iya kak,, nggak masalah,, biar kabar selanjut nya kakak kabari saja aku lewat email saja ya kak,,?" ucap Resti dan di tanggapi anggukan oleh nya
"Resti,, kamu sehabis dari sini mau ke mana lagi rencana nya,,?" tanya nya di kala mengingat sesuatu
"habis ini aku nggak ada urusan di luar lagi sih kak, mungkin langsung pulang ke apartemen kak,, tapi seperti nya singgah sebentar di apotik untuk membeli obat herbal,, soal nya teman aku sedang datang bulan,, jadi dia mau minum obat,, kenapa kak?" tanya Resti kembali
"oh iya,, ibu bilang kakak ada di rumah nggak ke universitas hari ini, nggak enak badan,, kakak mau aku beli kan obat di apotik,, atau mau aku beli kan yang lain,,?" lanjut Resti menawar kan
"akh,, nggak Resti,, hanya saja,, akh,, sudah lah, lupa kan" jawab nya dengan cepat dan menggeleng geleng kan kepala nya tak kalah cepat
"sudah lah kak, jangan sungkan sama aku,, kakak mau aku beli kan apa,, tinggal bilang saja" jawab Resti
"tapi,, aku takut nya kamu malu kalau aku minta tolong buat beli kan ini,," jawab nya dengan penuh perasaan ragu
"bilang saja kakak mau beli apa,, pembal*t,, aku kan perempuan kak, nggak bakalan merasa malu lah" jawab Resti dengan santai
"bukan,, boleh nggak,, kalau aku,, minta tolong kamu beli kan,, tespek,,?" tanya nya dengan ragu dan membuat Resti terdiam
"kalau nggak juga nggak apa apa Resti,, maaf,, tapi nggak jadi,, mungkin aku akan membeli nya sendiri lain kali" lanjut nya dengan cepat
mendengar hal itu, kini rupa nya berhasil membuat Resti sendiri tersenyum lantas mengangguk dengan yakin
"ya sudah kak,, sebentar ya, aku beli kan dulu,, nanti aku ke sini lagi,, titip tas saja di sini,," pamit Resti yang berhasil membuat nya cukup terkejut
"apa,, nggak Resti,, jangan,, maksud nya nggak usah,, kan tadi sudah ku bilang nggak jadi,, lagi pula rumah ku dekat dengan pusat perbelanjaan kok di depan,, aku akan membeli nya sendiri" jawab nya dengan berseru
"nggak apa apa kak, buat apa aku malu,, kan aku ke sana untuk membeli, buka untuk mencuri,, kakak sedang sakit,, meski pun ke depan rumah,, tapi tetap saja akan bahaya kalau kakak jalan sendiri,, dah ya, aku pergi dulu,," ucap Resti seraya berlalu pergi tanpa ingin mendapat kan cegahan lagi dari nya
"hhhhh,, anak itu,, ya sudah lah,, hati hati di jalan,," jawab nya yang merasa hanya bisa pasrah saja
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Kamis, 10 Agustus 2023