
suasana di dalam taksi masih hening untuk sejenak, hingga pada akhir nya,,,
"istri nya ya mas?" tanah supir taksi ini dengan melihat melalui kaca spion depan kemudi
"iya pak" jawab Mahen dengan singkat
namun setelah percakapan yang cukup dingin itu, kini,,,
"aku akan berusaha" gumam nya dalam tidur
"bantu aku mas Gus" lanjut nya yang memang masih bisa di dengar oleh kedua orang yang juga tengah duduk di dalam taksi ini
"istri nya cantik mas, tapi,. siapa mas Gus yang di maksud, seperti nya nama yang di miliki seorang laki laki?" tanya supir taksi ini yang mungkin begitu penasaran
"seperti nya teman nya pak" jawab Mahen dingin, seiring dengan batinan hati yang sedikit mengganjal
"mas Gus lagi mas Gus lagi, siapa sih, mas Gus ini, terus terusan di sebut sebut, ganggu pikiran orang aja, lagian ni orang nggak tahu apa gue pengang denger nya!!" umpat Mahen dalam hati, sambil memandangi wajah teduh nya saat tertidur, namun dengan tatapan tidak suka
"ekhem,, biasa aja kali mas tatapan nya, udah jadi istri ini, nggak bakalan di rebut orang kok, tapi saya maklum kok, kalau mas nya se posesif itu sama istri nya, pasangan muda kan memang suka begitu, cemburuan kalau nggak salah itu hlo, dulu juga saya pernah alamin" ucap sopir ini menyindir Mahen yang dengan sial nya pria ini malah mengerut kan kening
"saya nggak pernah cemburu pak sama dia, saya suka pengang aja denger omelan nya dia, kerja an nya tiap hari ngomel aja, kayak nggak ada kerjaan" imbuh Mahen dengan nada tak suka
"jangan bilang kayak gitu hlo mas, takut nanti nya nyesel bilang kayak gitu, yaa walau pun istri nya nggak denger sih" ucap supir taksi ini dengan memberitahu kan nya
"nggak pak, saya nggak pernah nyesel kok sama ucapan saya" jawab Mahen masih kekeh pada pendirian nya
"memang bapak nya kenapa?" tanya Mahen dengan tatapan terus tertuju lurus ke depan
"saya tuh dulu juga gitu, sama kayak mas, beda nya saya dulu terlibat dalam sebuah perjodohan sama istri saya, saya yang nggak bisa menerima nya itu jadi bikin saya nggak suka sama istri saya, tapi istri saya tetap menerima perjodohan ini tanpa perlawanan, kayak pasrah gitu, itu berhasil buat saya nggak suka sama istri saya, dari sana saya nggak nyerah kan, saya terus berusaha untuk membuat istri saya nggak nyaman hidup sama saya, agar saya bisa terbebas dari istri saya dan menemui pacar saya, memang benar sih, istri saya nggak menunjuk kan perlawanan sama sekali, setiap saya menunjuk kan sisi lain dari saya, saya seringkali buat dia jengkel, dengan kelakuan saya di rumah, sampai pada akhir nya, istri saya benar-benar muak, hidup sama saya karena keseringan menerima sikap tempramental yang sering saya tunjuk kan pada nya, karena mungkin memang merasa sudah bosan, jadi dia pergi dari rumah, bahkan pergi nya pamit dulu sama saya, itu buat saya cukup tahu, jika istri saya orang yang cukup penurut" jelas supir taksi ini secara rinci
"dari situ gimana pak?" mendengar penjelasan yang di lontar kan oleh supir taksi tersebut, kini berhasil, membuat rasa penasaran Mahen tidak bisa di tutupi lagi
"hari pertama dan kedua, masih terbiasa tanpa istri saya, hingga di hari berikut nya, kok kayak ada yang kurang gitu nggak denger omelan panjang nya saat saya simpan handuk bekas mandi saya di atas tempat tidur, sampai nggak bisa cium aroma masakan nya, itu kayak, ada yang beda gitu hlo mas, isti lah nya kayak ngerasa asing aja, sampai pada akhir nya, saya di sadar kan dengan apa arti dari sebuah kehilangan, saya sadar mas, dia istri yang cukup sabar dalam menghadapi sikap tempramental saya, yang bahkan tidak pernah saya tunjuk kan pada siapa pun, sekali pun sama pacar saya waktu itu, saya juga sadar, kami terlibat dalam perjodohan, bisa jadi istri saya juga nggak mau di jodoh kan waktu itu, apa lagi sama saya yang selalu menunjuk kan sisi lain dari saya mas, tapi dia tetap menurut dengan keluarga nya, dia penurut mas, ini juga sekaligus bikin saya berpikir, bahwa dia nggak salah apa-apa, bahkan ini juga bukan keinginan nya, saya nggak bisa bersikap egois dengan selalu melampiaskan amarah saya terhadap nya, bisa jadi dia sulit menerima saya juga kan?" mendengar kan penuturan demi penuturan yang di jelas kan oleh supir taksi tersebut kini berhasil membuat Mahen tertegun seketika
"apa selama ini gue cukup keras sama dia ya?" batin Mahen dalam hati seiring dengan tatapan wajah sendu ke arah nya yang masih tertidur pulas
pada dasar nya Ayla tetap lah Ayla, seorang gadis dengan julukan tomboy-nya yang kini di dapati nya sejak gadis ini menempuh kehidupan di dunia pendidikan, hanya saja,, di balik sikap dan kepribadian tomboy-nya ini, ada sebuah trauma besar yang ia sembunyikan dari semua orang sekalipun keluarga nya sendiri,,
membahas mengenai Ayla, pada dasar nya perempuan ini memiliki kepribadian yang baik dan cukup hangat, namun sejak peristiwa yang menimpa nya 10 tahun silam, di harus kan menyaksikan orang tersayang sedang meregang nyawa sendirian, itu berhasil membuat nya benar-benar terpuruk, hingga dia sendiri pun tidak bisa menghindari trauma berupa depresi dan perubahan dalam diri nya secara perlahan, yah, adik mana yang rela melihat kakak yang sudah dianggap sebagai dunia nya sendiri sedang berhadapan dengan malaikat maut seorang diri, adik mana yang rela menjadi saksi mata melihat keadaan terakhir dengan membujur kaku dengan wajah pucat yang selalu di rindukan nya, wajah yang dahulu nya selalu menemani dia kala tersenyum?
Gustian memang bukan hanya sebagai kakak yang baik untuk Ayla, namun juga senantiasa menjadi pelindung nya kala terancam, menjadi penasihat di kala salah, menjadi guru kala ada tugas yang sulit di mengerti nya, benar benar kakak yang nyaris terbilang perfect, kakak able, dan kakak yang selalu sabar dalam menghadapi sikap egois nya,,
dan sekarang, boleh kah dia egois dengan sedikit rasa tidak rela akan kehilangan sosok yang selalu menemani nya dulu?
_**Naughty Girl Is My Wife_
Jum'at, 10 Februari 2023**
A Unforgettable memories