That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



laki laki itu sontak saja menghentikan langkah yang sempat di ambil tepat di bingkai pintu, di kala melihat nya yang sedang memangku laptop di tengah tempat tidur dengan pandangan sendu, membuat laki laki ini cukup penasaran dengan apa yang sudah terjadi


kembali mengambil langkah dengan pelan, tepat,, hingga laki laki ini berhenti di sisi tempat tidur membuat nya menyadari kedatangan Mahen, namun tidak membuat nya menoleh ke arah Mahen yang tengah menatap nya dengan kening yang berhasil mengerut


"kamu kenapa?" tanya Mahen yang sudah merasa di buat begitu penasaran sejak tadi


mendengar hal itu,, rupa nya berhasil membuat nya yang sejak tadi masih fokus memandangi layar laptop nya itu menjadi menoleh ke arah Mahen tanpa melepas kan tatapan sendu nya


"Keenan,," jawab nya seraya menoleh ke arah Mahen dengan sekilas kemudian kembali memandangi layar laptop yang membuat Mahen semakin merasa heran


terlihat duduk dengan selonjoran tanpa mau memperdulikan apa yang ada di sekitar nya saat ini, bahkan kucing kesayangan nya pun di acuh kan begitu saja, yang padahal sejak tadi sudah memandangi nya, mungkin jika Mauza bisa berbicara mungkin kucing itu akan bertanya ada apa dengan diri nya hari ini?


mulai menghampiri nya yang terduduk di tengah tempat tidur dan ikut duduk juga di samping nya, berusaha mencari tahu ada apa kah dengan nya saat ini, Mahen pun memandangi nya dari samping


"kamu kenapa hmm,, apa kah ada yang mau kamu cerita kan,,, cerita kan lah sama aku,, aku akan berusaha memahami apa yang sedang kamu hadapi,,?" tanya Mahen dengan lembut seraya mengelus lembut kepala belakang nya


"hhhhh,, boleh kah aku bertanya sesuatu?" tanya nya masih dengan tatapan lurus nya ke arah layar laptop di hadapan nya


"yaah,, kenapa tidak, bertanya lah,," jawab Mahen dengan mengangguk kan kepala meski tidak di lihat oleh nya


"hhhhh,, apa kah menyakiti diri sendiri itu haram,,?" tanya nya dengan hembusan nafas panjang nya


"mengapa kamu bertanya demikian,,?" tanya Mahen yang sedikit terkejut dengan apa yang di pertanyakan oleh nya


mendengar hal itu, kini hanya membuat nya menunjuk kan layar laptop nya yang sejak tadi di pandangi nya, membuat Mahen mengikuti arah yang berusaha di tunjuk kan oleh nya


"selfharm dalam Islam di golongkan sebagai perbuatan zalim, Allah SWT sangat membenci hamba-NYA yang berbuat demikian, dalam surah Yunus ayat 44 Allah berfirman: 'sesungguh nya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itu lah yang menzalimi diri nya sendiri'


tubuh manusia adalah amanah yang harus di jaga dengan baik, di jelas kan dalam buku kehidupan dalam pandangan Al-Qur'an karya ahzami Samiun (2006), umat muslim tidak di perkenan kan untuk merusak nya, apa lagi menyakiti diri sendiri dengan melakukan selfharm


larangan tersebut beberapa kali di jelas kan dalam dalil shahih lain nya, melalui sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: 'tidak boleh menyakiti diri sendiri dan menyakiti orang lain.' (HR Ibnu Majah).


dari penjelasan tersebut, maka dapat di simpul kan bahwa selfharm dalam Islam tidak di per boleh kan, perbuatan ini di larang oleh allah SWT dan Rasul-Nya karena termasuk perbuatan zalim yang sia sia


umat muslim hendak nya memahami betapa berharga nya ia di mata allah SWT, alih alih emosi pada luka batin di masa lalu, orang yang berkeinginan untuk melakukan selfharm hendak nya mengalih kan fokus padahal lain yang lebih positif"


"apa selama ini aku telah bersalah dan menzalimi diri aku sendiri dengan melakukan hal seperti itu Nan?" tanya nya dengan pelan


"kenapa kamu mengetahui hal ini,,?" tanya Mahen yang masih saja merasa di buat kebingungan sendiri


"aku nggak sengaja melihat nya, awal nya aku bosan terus terusan berbaring di sini, iseng iseng baca artikel, sampai akhir nya aku menemukan hal ini,, kata kan, apa kah aku telah berbuat dosa karena sering melakukan nya Keenan?" tanya nya lagi tanpa memandangi Mahen


"dan apa kah kamu merasa apa yang telah kamu temukan ini benar?" tanya balik Mahen yang berhasil membuat nya tercekat dan terdiam


mendengar pertanyaan itu, membuat nya tidak bisa berkata kata apa lagi sekarang, harus kah diri nya keluar dari apa yang menjadi kebiasaan nya, tapi,, bagaimana cara nya, itu bahkan begitu mustahil untuk nya, karena sudah sejak lama diri nya mengalami hal ini, ini bahkan bukan keinginan nya, namun tetap saja, tubuh nya selalu ingin melakukan nya sekali pun diri nya sendiri berusaha untuk menahan rasa itu


"hhhhh,, jika aku merasa ini benar, maka,,, apa kah tanda nya aku sudah menzalimi diri ku sendiri Nan, aku sudah berbuat banyak dosa selama ini,,?" tanya nya pada akhir nya


"jika kamu sudah mengetahui nya,, sekarang aku yang akan bertanya, apa yang akan kamu lakukan setelah kamu mengetahui jika kamu sudah berdosa pada tubuh mu sendiri?" tanya Mahen yang berniat memancing nya


"mm,, harus kah aku mencegah nya jika hal itu terulang kembali,, tapi,, bagaimana cara nya?" tanya nya dengan penuh rasa keraguan


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen tersenyum tipis ke arah nya yang mulai menoleh dengan perlahan "jawaban yang tepat Ay,, kamu harus bisa mencegah nya jika hal itu terjadi lagi pada tubuh mu, menyakiti orang lain saja tidak di per boleh kan, apa lagi menyakiti diri sendiri,," tutur Mahen seraya mengelus lembut kepala nya yang tertutupi hijab


"akh iya,, kamu nggak tanya sama aku aku habis dari mana?" tanya Mahen yang memancing nya agar bertanya hal tersebut


"memang nya kamu habis dari mana, bukan kah kamu habis dari halaman belakang rumah ya?" tanya nya berusaha membenar kan, namun hal tersebut membuat Mahen menggeleng kecil


"emm,, entah lah, mana ku tahu,, kalau aku tahu kamu pergi ke mana mungkin aku tidak akan merasa bingung dan bosan di kamar sampai harus melihat artikel ini meski tanpa sengaja,," jawab nya


"ya makan nya kamu tanya sama aku dong, aku habis dari mana, pergi sama siapa, pulang nya jam berapa gitu,," koreksi Mahen yang merasa sikap nya tetap saja seperti biasa saja terhadap nya


"aku bukan kamu yang posesif ya, memang nya kamu,, aku nggak balas pesan di email saja sampai misuh misuh nggak jelas,,?" sindir nya dengan memutar bola mata nya dengan malas


"itu kan aku sudah bilang sama kamu, kalau mas Tian malam itu mengawasi ku,, akh,, mengawasi kita,, mau punya waktu berdua sama kamu saja ada mas Tian jadi nggak enak,," ujar Mahen


"hhhhh,, iya iya,, iya in saja lah, biar kamu senang, terus,, kamu habis dari mana tadi siang?" tanya nya memilih mengalah di banding harus banyak debat dengan laki laki berdarah dingin ini


"tadi,, habis ketemuan,," jawab Mahen singkat, yang berhasil membuat nya cukup merasa penasaran


"ketemuan,, sama siapa?" tanya nya yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi


"sama Om Khalif,, ada cewek juga di sana,, kayak nya bakalan cocok tuh" jawab Mahen yang mengundang amarah dari nya


"ya',, kok ketemuan sama Om Khalif saja bisa ada perempuan nya sih, siapa nya kamu, jangan jangan kamu mau nyari pacar lagi,, iya,, aku nggak bakalan segan segan buat bilang hal ini sama Ayah Bunda ya', biar kamu tahu rasa sekalian?" seru nya lagi, namun berhasil membuat Mahen tersenyum penuh kemenangan


"ya nggak lah Ay, mana ada aku nyari pacar lagi, orang pacar halal aku sudah secantik ini kok, anggun lagi, tapi bay the way,, kamu kok kayak marah gitu aku bahas perempuan lain, kenapa hmm,,?" tanya Mahen yang berusaha menggoda nya, membuat nya salah tingkah


"bukan apa apa,, itu,, aku cuman nggak mau saja di bilang nggak bisa ngurus suami kalau mereka tahu kamu nyari pacar lagi,," jawab nya yang berusaha mengelak


"hmm,, benar kah itu,, bukan,, karena cemburu,,?" goda Mahen yang dengan sengaja mendekat kan wajah kedua nya


"ish apaan sih, jangan kayak gini ya, aku risih!!" seru nya yang tidak ingin Mahen mengetahui jika jantung nya sudah berdegup dengan kencang


"xixi, ya sudah ya sudah,, aku memang ketemuan sama Om Khalif di rumah nya Om Khalif,, ada perempuan juga di sana,, tapi bukan mau aku jadi kan pacar, masa iya aku sudah menikah malah nyari pacar baru lagi?" jelas Mahen


"terus buat apa,, nggak mungkin kamu jadi kan selingkuhan kan?" ujar nya yang masih saja berburuk sangka


"ya' bukan lah,, Om Khalif sendiri nggak akan setuju kalau aku memilih jalan ini, Om Khalif sengaja mempertemukan aku sama perempuan itu karena aku memang sempat meminta tolong sama Om Khalif sendiri untuk mencari kan dokter spesialis psikologi,,, itu bisa bantu aku untuk berusaha menyembuhkan kamu juga" lanjut Mahen dengan pelan


"dokter itu perempuan?" tanya nya dengan terheran


"ya perempuan lah, aku mana nyaman kalau kamu di obati sama dokter laki laki, kamu yang enak aku yang nggak enak nya" jawab Mahen


"ya' bukan gitu maksud aku,, tapi,,, kamu benar benar mencari kan aku dokter spesialis psikologi?" tanya nya mengulangi


"iya,, maaf banget ya,, sebenar nya,, aku cukup tahu kok,, kamu pasti benar benar merasa sangat menderita dengan kebiasaan yang selalu kamu lakukan itu,, karena itu aku berusaha membantu mu,, setidak nya untuk mencari kan kamu agar kamu bisa ikut kemoter,," penjelasan yang berusaha Mahen berikan pada nya yang terpotong, di kala mendapat kan pelukan tiba tiba dari nya


"Ay,, kamu,,, kamu kenapa?" tanya Mahen yang sontak saja merasa terkejut di buat nya


"makasih,, aku ucap kan makasih,,, banyak sama kamu,, kamu bisa mengerti keadaan ku tanpa aku memberi tahu kan apa yang aku rasa kan selama ini,,?" ucap nya dengan penuh haru, membuat Mahen membalas pelukan nya dengan perlahan


"namun,,, mungkin kah aku bisa sembuh,, dan keluar,,, dari keterpurukan yang aku alami saat ini,,?" tanya nya dengan ragu seraya melepas kan pelukan kedua nya, membuat Mahen bisa menatap nya lagi


mendengar hal itu, membuat Mahen tersenyum dengan perlahan,,


"Ay,, dengar,, kamu pasti bisa sembuh jika kamu memang ingin sembuh dari trauma yang selalu kamu alami,, sebelum kamu hamil,, kamu harus sembuh,, aku yakin,, jika kamu pasti bisa sembuh,, karena aku akan selalu berusaha membawa mu keluar dari keterpurukan yang selalu kamu alami itu,, namun di sini kamu juga harus yakin se yakin yakin nya jika kamu bisa sembuh,, maka kamu akan sembuh,, bukan begitu hmm,,?" tutur Mahen yang membuat nya terharu dan mata berkaca kaca


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Senin, 14 Agustus 2023