
"hmm,, selamat pagi cantik,,?" sapa Mahen yang masih saja bergulat di dalam gulungan selimut, menyapa dengan menunjukkan senyuman tipis khas nya ke arah nya
"hmm,, pagi juga,," jawab nya yang masih terdiam dan berusaha terlepas dari pelukan erat yang Mahen lakukan
"lepas ish,, kamu nggak pengap apa,, semalaman nggak lepasin aku,, aku mau mandi,,?" tutur nya yang baru merasa bahwa diri nya tidak akan pernah bisa mengimbangi sekaligus menyaingi kekuatan Mahen yang notabene nya adalah seorang laki laki dewasa
"eemmm,, nanti dulu,, kamu mau ke mana,, khusus hari ini,, aku mau tidur agak lama sama kamu,, malas malasan gini di sini enak juga,, nggak ada yang ganggu,, enak banget,, kamu tidur lah lagi,, atau,, mau aku yang kelonin,,?" tanya Mahen di akhiri dengan ancaman yang terdengar seperti godaan karena di sertai dengan seringaian tipis
"ish,, selalu saja kayak gini kalau ada mau nya,," gerutu nya dengan mendelik tak minat
"sudah lah,, aku mau nya seperti ini dulu,, temani aku sebentar saja,, lagian semalam kamu nyari gara gara si sama aku,, jadi aku sulit mengendali kan nya bukan?" tanya Mahen selanjut nya
"semalam aku nggak ngata ngatain kamu ya,, aku bilang aku hanya sedang teringat sama Mauza saja,, jadi rambut kamu juga aku bilang hampir mirip,," jawab nya
"ya sudah,, kamu bisa nggak si jangan dulu bilang Mauza,, apa apa selalu sama Mauza,, ini liburan kita,, hanya kita berdua yang berada di sini,, Mauza mungkin sedang bersama bang Andi,," jawab Mahen
"ya sudah,, aku nggak akan bilang Mauza lagi,, tapi kalau aku nggak lupa,," jawab nya
"ya sudah,, sekarang kita tidur lagi,, tidak kah kamu merasa capek setelah seharian berjalan jalan traveling ke sana ke mari menyusuri kota Yogyakarta ini,,?" putus Mahen yang pada akhir nya kembali memejam kan kedua mata nya sambil terus memeluk nya
melihat hal itu,, kini diri nya pun memang menyadari nya juga,, jika sebenar nya waktu nya selama ini memang habis di lewati nya hanya bersama Mauza, entah itu memberi kucing imut itu makan,, memandikan nya,, atau bahkan bermain sepuas nya dengan kucing kesayangan nya itu,, jadi tidak akan merasa heran jika Mahen yang notabene nya sudah menjadi kewajiban nya sekarang menuntut waktu kepada nya dengan berlibur hanya berdua seperti saat ini
"elus elus kepala aku yang,, aku cukup terbiasa dengan ini,," imbuh Mahen yang ternyata belum benar benar memasuki alam mimpi nya,, mengarah kan tangan nya ke puncak kepala laki laki ini agar diri nya mengelus nya
mendapati perlakuan seperti itu,, kini berhasil membuat nya tersenyum tipis,, kebiasaan yang Mahen miliki nyata nya pun ikut berubah di saat sudah mempunyai istri,, sebenar nya laki laki ini memang mempunyai sifat yang bisa terbilang cukup baik terhadap nya sendiri,, hanya saja,, sikap dingin nya yang terkadang sulit di usir saja,, mungkin memang bawaan sejak lahir
dapat melihat wajah Mahen saat tertidur dan dengan jarak sedekat ini,, kini berhasil membuat nya merasa kagum juga pada akhir nya,, bibir tipis,, hidung mancung,, dagu yang terbelah dua,, rahang yang kokoh,, akh,, benar benar sempurna juga dengan kulit yang bisa di kata kan putih bersih untuk porsi laki laki
bahkan sikap nya juga mencermin kan kedua orang tua nya yang dermawan,, mungkin itu yang kedua orang tua nya lihat saat hendak menjodoh kan kedua nya dahulu
'mas,, mas tidak usah merasa khawatir lagi sama Azza,, karena sekarang,, Azza hidup bahagia,, bersama dengan diri nya,, kini,, apa yang di kata kan mas benar,, diri nya adalah orang yang cukup baik untuk Azza,, karena diri nya juga,, Azza bisa melupa kan penderitaan Azza selama ini,, meski dengan perlahan,, mas tidak usah mengkhawatirkan Azza lagi sekarang,, jika Allah benar benar mengizin kan,, Azza akan hidup dengan baik dan lebih baik lagi,, bersama dengan nya,, bersama orang,, yang di takdir kan untuk Azza,,' batin nya seraya tersenyum ke arah Mahen yang sudah mengeluar kan nafas teratur, mulai tertidur dan kemudian ikut memejam kan kedua mata nya,, menyusul Mahen ke dalam alam mimpi nya
...°°° ...
diri nya yang memang tidak bisa tertidur terlalu lama pun kini kembali membuka kedua bola mata nya,, melihat samar samar yang ada di depan nya,, masih dengan Mahen yang tengah mendengkur halus dengan memeluk tubuh nya
hingga suara kerucukan yang berasal dari perut Mahen pun kini berhasil membuat nya tersadar sepenuh nya dan tertawa kecil di buat nya
"kenapa hmm,, suami lapar malah di tertawa kan,, bukan nya di masakin,, bagus ya,, mau aku tambah hukuman kamu sekarang juga,,?" tanya Mahen yang rupa nya sudah terbangun masih dengan memejam kan kedua mata nya
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat nya memutar bola mata nya dengan malas,, "hhhhh,, ini di hotel kalau kamu lupa,, aku bisa saja masakin kamu,, tapi,, bahan nya di mana,, alat nya juga nggak ada,, kamu juga,, kenapa mau nya tidur gini,, lupa waktu sampai bangun sesiang ini kan,, tidak sadar kah anda siapa yang salah di sini,,?" tanya nya seraya terduduk
"hee,, iya,, aku yang salah di sini,, habis nya lihat kamu kayak nggak ada capek capek nya banget jadi orang,, sudah keliling hampir ke penjuru kota Yogyakarta ini masih saja nggak merasa capek juga,," jawab Mahen
"hhh,, aku pemegang sabuk hitam kalau kamu lupa,, jelas lah aku nggak akan pernah merasa capek kalau menyangkut hal traveling kayak gitu,," jawab nya mengingat kan
"emm,, mentang mentang perempuan pemegang sabuk hitam ya kamu,, tapi kalau berdiri lama capek nggak,, tubuh kamu merasa pegal nggak,,?" tanya Mahen lagi
"nggak si,, itu hal yang biasa buat kita pemegang sabuk hitam,," jawab nya
"pantas saja di ajak jalan jalan ke mana mana suka mau,, jarang capek ternyata,, tapi,, kalau pacaran halal sama aku kayak tadi malam capek nggak,, kalau nggak kita bisa melakukan nya lagi?" tanya Mahen mencari kesempatan, seraya ikut duduk di belakang nya dan memeluk erat tubuh nya dari belakang, menumpu kan dagu nya pada ceruk leher nya
"ish,, udah deh,, biar raga kamu saja yang traveling,, otak kamu jangan ikut traveling juga,, nggak bakalan baik buat pikiran kenapa si,," ujar nya seraya berusaha melepas kan kedua tangan Mahen yang masih setia melingkar di pinggang nya
"emm,, nanti dulu,, mau nya gini dulu,," jawab Mahen yang malah mencari posisi kenyamanan dalam pelukan hangat nya
"cepat hadir di antara kita ya sayang,, Ayah sudah berusaha,, jangan membuat Ayah Bunda kecewa,,?" lanjut Mahen seraya mengelus pelan perut polos nya dari belakang
"kalau dia belum hadir di sini gimana,, apa kah kamu akan merasa kecewa,,?" tanya nya dengan hati hati
"emm,, nggak akan juga,, mungkin memang belum saat nya,, tapi aku tidak akan pernah berhenti untuk terus berusaha menghadir kan nya di antara kita Ay,," jawab Mahen
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Kamis, 31 Agustus 2023