
kedua nya kini sudah sampai di mansion, dan sedang sama sama terduduk di atas tempat tidur, dengan diri nya yang sedang memangku laptop nya dan juga Mahen yang hanya terdiam sambil memandangi ponsel di genggaman nya
jangan lupakan Mauza, kini kucing imut itu tengah terdiam di sofa yang ada di depan tempat tidur, setelah menjilat minuman yang satu tempat dengan tempat makan khas kucing dengan memperhatikan gerak gerik nya sejak tadi
merasa haus, kini diri nya pun mulai meraba dan meraih meja nakas yang terhalang oleh Mahen, membuat Mahen cukup terkejut dengan pergerakan nya namun tak urung laki laki ini juga sekaligus merasa senang, pikir nya mungkin diri nya sedang menggoda nya dengan meraba tubuh nya, padahal tidak
Mahen berpikir jika diri nya benar benar tengah menggoda nya hingga mulai mendekat kan wajah kedua nya tanpa di sadari oleh nya, karena diri nya masih fokus pada siaran drakor pada laptop nya
"kamu kalau mau jangan gini dong Ay,, masih di depan Mauza, kasihan,, dia kan masih gadis, Za,, lebih baik kamu tunggu di luar deh,, Ayah sama Bunda mau pacaran halal dulu,, kamu nggak boleh lihat, tunggu di luar,," ucap Mahen pada Mauza yang terlihat enggan untuk menuruti apa kata nya
"ck,, apaan sih Nan, memang nya aku mau apa di pikiran kamu,, orang aku mau minum,, awas,, kamu halangi aku,, jadi susah kan, ambil gelas nya kan?" tanya nya yang tidak mengerti dan segera minum
"ck,, hhhhh,, aku pikir mau,," ucapan Mahen yang terpotong di kala mendengar seruan nya
"astaghfirullah,, ganteng nya minta ampun ya Allah,, boleh aku kantongin nggak sih,, gemes banget!!" seru nya dengan menyatukan dan melipat kan tangan nya merasa gemas
"huuh,, lihat tampan nya nggak seberapa saja kayak gitu,, lebih tampan juga aku ke mana mana kali" gumam Mahen yang membuat nya memutar bola mata nya dengan rasa malas
"aduh,, kapten Yon,, tampan nya kelebihan banget deh,, sixpack juga itu tubuh nya,, Masya Allah,," ujar nya lagi dengan terkagum, di kala melihat adegan drama Korea di hadapan nya
"huuh,, kamu nggak tahu aku juga sixpack kali Ay,, punya roti sobek malah,, kmu nya saja yang nggak pernah perhati kan!!" seru Mahen yang tak ingin kalah dari pemain drama Korea yang di lihat nya
"ck,, terserah ya, kamu jangan ganggu aku lagi nonton deh,, punya kesibukan sendiri kan,, ngapain ganggu aku sih?" ujar nya yang merasa muak dengan apa yang Mahen lakukan
...***...
setelah menonton drama Korea yang membuat kedua orang itu berdebat, kini kedua nya saling terdiam satu sama lain,,
merasa sedikit jenuh dengan keterdiaman nya, kini diri nya pun memilih untuk menulis di buku harian nya, sebentar,, ke mana buku itu sekarang,,
berusaha mengedar kan pandangan nya, kini kedua netra nya pun berhasil menemukan benda yang tengah di cari nya, namun sial nya benda itu lagi lagi ada di atas nakas kanan, tepat di samping Mahen yang sedang terduduk dan kembali fokus dengan ponsel
berusaha meraih dan mengambil buku harian nya dengan tangan kanan nya, namun tangan kanan yang berusaha itu Mahen tarik secara tiba tiba, dan berhasil membuat nya cukup terkejut, benar benar merasa terkejut
"Nan, ap,, apa yang kamu lakukan?" tanya nya di kala menyadari jika tubuh nya berhasil menindih tubuh Mahen, dan hal itu lantas membuat Mahen tersenyum tipis
"menurut mu,, kamu melempar diri kamu sendiri sama aku, mau apa,, tadi aku tawarin nggak mau?" tanya Mahen dengan tampang wajah tak ber dosa nya
"hhhhh,, serah,, lagi pula kenapa kamu sendiri yang tarik tarik tangan aku sih, bikin orang kaget saja!" imbuh nya seraya membuang tatapan nya ke arah lain
'benar kah jika dia sudah mencintai ku, tapi tidak mungkin, aku bukan tipikal idaman bagi laki laki ini, pasti selera nya cukup tinggi, dan itu bukan perempuan seperti ku,,' batin nya seraya menggeleng gelengkan kepala nya dengan cepat, berusaha mengusir pikiran tak masuk akal yang hinggap menurut nya
"kenapa kamu menggeleng, jangan mencoba menepis pikiran mu, atau kah kamu baru menyadari nya,, jika kamu mempunyai suami yang super duper tampan layak nya aktor Korea Selatan ini?" goda Mahen lagi yang sial nya malah memeluk erat kedua pinggang nya, membuat nya cukup sulit untuk sekedar bergerak
"Nan,, lepas, aku nggak nyaman ada di posisi kayak gini, aku nggak bisa gerak,," keluh nya dengan tangan yang berusaha bangkit dari atas tubuh Mahen
"terus posisi nyaman nya kayak gimana,, kayak gini?" tanya Mahen yang dengan secepat kilat mengubah posisi membalik kedua tubuh nya hingga diri nya yang kini berada di bawah tubuh laki laki berdarah dingin ini
"sama saja,, ini bikin aku susah gerak kamu mengerti nggak sih, awas akh,," ujar nya yang berusaha mendorong dada bidang Mahen meski tidak berhasil
"e, e, eum, kalau aku nggak mau gimana?" tanya Mahen yang sial nya malah terlihat menantang nya
"ck,, mau kamu itu apa sih?" tanya nya yang merasa benar benar marah atas apa yang Mahen lakukan kali ini
"aku mau makan kamu, mau gini saja sama kamu, pokok nya aku mau kamu,, kamu,, dan kamu,, kamu juga nggak boleh nolak pokok nya,," jawab Mahen dengan mata terpejam, menikmati pelukan kedua nya
"miau,," suara Mauza kini terdengar ke dalam indera pendengaran kedua nya
"bentar ya Za,, hari ini sampai malam,, Bunda adalah milik Ayah,, waktu nya Bunda menghabiskan waktu nya sama Ayah,, kamu jangan ganggu,, tadi Ayah suruh kamu keluar nggak mau, sekarang terima saja resiko nya,," imbuh Mahen yang masih saja memejam kan kedua mata
"Nan aku bilang awas ya awas ish,, malu kali,, di lihat kucing,,?" seru nya yang masih kekeh dengan apa yang menjadi kemauan nya
"huuh,, ya sudah sana, menjauh lah dari ku!" ujar Mahen seraya melepas kan nya kemudian tidur dengan membelakangi nya
melihat hal itu, kini hanya bisa membuat nya mengulas senyuman dengan terpaksa karena masih ada Mauza yang setia menjadi penyimak sejati di antara keributan kedua nya
"miau,," suara Mauza kini yang malah terdengar sedih dengan mata yang berkaca kaca, seakan mengetahui dan mengerti keributan di antara kedua nya
"nggak apa apa Za,, sini, kamu tidur sama kakak ya,, mau tidur siang nggak?" tawar nya yang berusaha tersenyum hambar
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Dirgahayu Republik Indonesia⁷⁸th
Kamis, 17 Agustus 2023