
sarapan pagi bersama,, namun diri nya sedang tidak dalam suasana yang baik untuk sekedar sarapan hingga nasi yang tersedia pun hanya di main kan dengan sendok,, namun tatapan nya terlihat lurus ke depan,,
hal itu pun kini berhasil membuat seluruh keluarga nya bertanya tanya mengapa dan apa yang terjadi kepada nya
"Ay,, kok sarapan nya kamu main kan terus,, itu bukan mainan lho,, bukan kah ini sarapan pagi kesukaan kamu,,?" tutur Papa mengingat kan sekaligus membuat nya tersadar
"emm,, maaf Pa,," jawab nya,, berucap seraya menundukkan pandangan dan kepala nya
"aku nggak lapar Pa, aku istirahat di kamar saja ya semua,," ucap nya sebelum akhir nya benar benar pergi menaiki anak tangga
"Mahen,, itu istri kamu kenapa,, apa kah kalian sedang bertengkar,, jika memang sedang bertengkar,, sebaik nya di bicarakan baik baik saja,, jangan terus terusan saling berdiam diri saja tanpa ada yang meluruskan permasalahan,," tutur Ayah menasehati
"iya Yah,, sebenar nya aku juga bingung,, ada apa dengan nya,, akan aku bicarakan bersama dengan nya nanti,," jawab Mahen seraya menyuap kan sesendok makan nasi terakhir yang ada di atas piring
"Ma,, tidak kah sebaik nya aku membawa sarapan nya ke kamar saja ya,, biar aku yang membujuk nya untuk makan,, aku juga mau kupas kan buah dan seduh kan susu ibu hamil untuk nya,," tutur Mahen
"emm,, baiklah Mahen,, sebentar,, Mama siap kan sarapan nya terlebih dahulu,, kamu juga bisa menunggu dengan mengupaskan buah,, apa perlu Mama saja yang mengupas nya,, dan menyeduh kan susu ibu hamil untuk nya,,?" jawab Mama balik bertanya
"emm,, nggak usah deh Ma,, sebaik nya aku saja,, rasa nya,, aku juga ingin memasak sup daging sapi untuk nya,, aku bisa mengupas dan menyeduh susu selagi menunggu sup nya matang,," jawab Mahen yang membuat Papa tersenyum
"hmm,, selain dingin tapi kamu juga memiliki sisi perhatian juga sama istri kamu itu ya,, padahal dulu setahu Papa kalian saling adu mulut di depan kita kita,, iya nggak Ma,,?" tutur Papa yang meminta persetujuan dari Mama
"hmm,, mungkin rasa cinta sudah tumbuh di antara hati kedua nya Pa,, jadi,, nggak mungkin dong kita akan punya cucu kalau kedua nya masih saling memendam rasa benci yang mendalam,," jawab Mama yang ikut tersenyum
"iya tuh,, dulu saja serasa nggak ikhlas kamu kami nikah kan dengan Ay,, sekarang mau rawat istri kamu sendiri,, dengan bersikap egois sama keluarga nya yang padahal sudah jelas mau ikut merawat nya,," sindir Bunda dengan bersedekap
"iya tuh,, mana ucap kan mahar nya juga kayak nggak rela banget,, berat banget buat kasih tuh seperti nya,, jangan bilang kamu adalah suami takut istri karena istri kamu ahli taekwondo Mahen,," tambah Ayah yang membuat Mahen sedikit malu namun masih menyembunyikan dan memasang wajah datar
"sudah lah Ma,, Pa,, jangan bahas hal ini,, itu hanya sebatas masa lalu,, nggak lebih,," elak Mahen yang membuat Mama dan Papa semakin tersenyum riang
"Ayah sama Bunda juga,, aku bukan suami yang seperti itu,, sudah lah,, seperti apa pun hubungan aku sama istri aku sekarang,, kalian tidak akan pernah mengerti,," jawab Mahen seraya bergegas ke arah dapur dan mulai memasak setelah mencari bahan dan alat yang di butuh kan
...*** ...
di sini lah diri nya berada,, di dalam kamar yang hanya bisa terduduk di tepi tempat tidur,, entah apa yang sebenar nya terjadi pada nya,, diri nya juga bahkan tidak mengetahui hal itu
membuat aku malu dengan kedua sahabat ku yang baru ku temui kemarin,, salah nya sendiri jika aku mendiami nya sekarang,,
padahal hanya itu kesalahan nya,, namun mengapa aku merasa lebih kesal dengan nya,, tahu akh,, memikir kan semua itu membuat ku kesal sendiri,, sebaik nya aku tiduran saja,,' batin nya seraya mengelus lembut perut nya dan mengangkat kedua kaki juga menarik selimut bad cover
terus terdiam hingga suara pintu kamar terbuka pun dapat di dengar oleh nya yang terus berpikir
"Ay,, sebaik nya kamu makan terlebih dahulu,, sarapan pagi ini kamu hanya memainkan nasi mu,, ayo,, sudah ku masak kan sup daging sapi buat kamu,, kamu makan dulu ya,,?" bujuk Mahen saat sudah meletakkan nampan di atas nakas,, lantas mengikuti nya yang sudah terduduk di atas tempat tidur dengan membawa sepiring kecil nasi yang di campur sup daging sapi,, tidak lupa untuk meniup sup tersebut
"ayo baca do'a dulu,, Mama Dede bayi nggak boleh kelaparan,, nanti Dede bayi nya ikutan lapar,," lanjut Mahen yang sudah merasa sup sudah mulai menghangat
mulai menerima suapan demi suapan dari Mahen yang merasa jika sup yang Mahen bawa adalah sup yang enak yang pernah di makan nya
"sup ini siapa yang buat,,?" tanya nya saat sudah menelan makanan dalam mulut nya
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat Mahen tersenyum tipis dan berusaha menyembunyikan senyuman nya itu,, namun seperti nya gagal karena istri nya ini dapat melihat nya tersenyum
"aku tidak meminta mu untuk tersenyum,, aku hanya meminta mu untuk menjawab siapa yang membuat sup ini,,?" tutur nya lagi yang membuat Mahen terdiam seketika
"hhh,, mau pamer senyum sama istri sendiri apa salah nya si,, ini sup buatan aku lah,, masa sup buatan bang Andi,, kapan ke sini nya coba,," jawab Mahen dengan dingin,, namun masih sabar menyuapi nya dengan telaten
"kamu bisa buat sup daging sapi seperti ini,, sejak kapan,, kok aku nggak pernah tahu,,?" tanya nya yang merasa sedikit terkejut dengan apa yang baru saja di ketahui nya
"emm,, itu kamu nya saja yang suka larang larang aku untuk mendekati dapur,, padahal aku sudah bisa kali masak sup seperti ini,," jawab Mahen dengan sombong nya
"ya maaf,, aku kan nggak tahu kalau kamu memang bisa masak sup seperti ini,, lagi pula,, salah kamu juga si,, kenapa juga nggak pernah cerita sama aku perihal ini,," jawab nya
"iya juga si,, tapi,, gimana aku mau cerita,, kalau kamu nya saja nggak tanya sama aku,, masa iya aku harus tiba tiba bercerita sama kamu,," tutur Mahen
"terus,, masa iya juga aku tanya tanya kamu perihal apa yang bisa kamu lakukan,, di kira nya aku mau nikah sama kamu karena melihat kelebihan kamu lagi,," jawab nya yang di benar kan juga oleh Mahen dalam hati
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Senin,, 16 Oktober 2023