
setelah sekian lama terdiam dan merenung di halaman belakang rumah ini, kini Mahen pun memilih kembali ke kamar dan mengistirahatkan diri yang di rasa lelah
namun saat setelah laki laki ini sampai di dalam kamar, Mahen mendengar air shower yang masih terdengar mengalir, terdengar begitu nyaring, di mana kah diri nya, apakah dia lupa untuk memati kan kran air shower? pikir Mahen yang sontak saja pikiran nya tertuju pada nya yang mungkin saja memang menyala kan air shower
memilih untuk segera ke dalam kamar mandi hanya untuk sekedar melihat, namun Mahen pun di buat terkejut kala melihat ke dalam kamar mandi ini, memperlihat kan istri nya yang tengah pingsan di bawah siraman air shower di dalam bathtub, dengan keadaan pergelangan tangan hingga kaki yang sudah penuh dengan luka sayatan
"astaghfirullah Ay,, apa yang terjadi sama kamu?" tanya Mahen yang melihat nya suda tergeletak tak sadar kan diri dengan keadaan masih mengenakan baju semula, namun dengan basah kuyup karena air shower
segera laki laki ini membawa nya ke kamar dan membaringkan tubuh nya dengan perlahan, namun Mahen memilih membaringkan nya di sofa terlebih dahulu, dan dengan cekatan, laki laki ini mengganti pakaian yang tengah di kenakan nya dengan pakaian yang baru dan kering, kemudian kembali memindah kan tubuh nya dan membaringkan nya di samping tempat tidur
"kamu kenapa,, kamu bahkan baru saja pulih dari sakit,, tidak bisa kah kamu berhenti membuat ku mengkhawatirkan keadaan kamu akhir akhir ini Ay,, aku cukup sulit jika harus terus melihat kamu terbaring lemah seperti ini?" tutur Mahen dengan mata berkaca kaca kala melihat ke arah nya
"mas datang lagi di mimpi ku kali ini, menemani aku,, untuk apa mas datang, jika nanti nya mas pulang dan kembali tinggal kan aku seorang diri?" tanya nya kala menunduk
hal itu membuat Gustian di samping nya menggeleng tidak setuju dengan apa yang di kata kan oleh nya
"sayang,, mas tetap di sini, di samping kamu, mungkin benteng di antara kita memang tinggi, tapi tidak ada alasan bagi mas,, untuk meninggal kan kamu seorang diri, kamu hanya tidak bisa melihat mas yang bersemayam di sekitar mu Za, tapi ketahui lah, mas selalu ada di sekitar mu,,," tutur Gustian yang berusaha untuk bisa memandang wajah nya yang terus tertunduk, namun sang adik nyata nya bersikap seolah tidak mengizin kan untuk sekedar melihat dan menenangkan nya
"wajah kamu makin cantik dengan mengenakan kerudung seperti ini Za, kini kamu menepati ucapan mu kala itu, mas bangga sama kamu, tetap Istiqomah adik kesayangan nya mas,," tutur Gustian lagi meski tatapan nya tidak pernah mendapat kan balasan dari nya
"Mahen yah,, kamu merasa kecewa sama dia,, kenapa,, apa kalian sedang bertengkar,, dan,, apa dia membuat kamu kecewa?" tanya Gustian yang sudah hampir menyerah dalam menghibur nya
"maaf mas,, tapi,, sebaik itu kah dia untuk ku, dan sebaik ini kah aku untuk nya,, aku rasa,, kita bukan lah orang yang cocok,, bahkan kepribadian aku sangat bertolak belakang dengan nya, begitu pun dengan nya, aku rasa,, kita tidak akan cocok jika memang harus menjalani kehidupan berumah tangga seperti ini,,
dia memang tidak pernah membuat ku kecewa mas, bahkan dia selalu merawat ku dengan baik,, namun,, aku yang merasa tidak pantas di sini,, rasa yang aku punya untuk nya, semakin hari,, bahkan itu juga yang membuat ku merasa tak pantas untuk nya mas,, semakin besar rasa itu, semakin aku juga merasa tak pantas mas,, apa lagi,,," penuturan nya menggantung, membuat Gustian yang merasa paham pun menyambut ucapan nya
"dengan kedatangan Surya ke sini kan,, dia benar benar ke sini,,?" tanya Gustian yang sontak saja membuat nya mengangkat pandangan nya menatap ke arah Gustian yang tersenyum hangat
"mas tahu,,?" tanya nya dengan bahasa isyarat di tengah tatapan nya dalam memandangi Gustian
melihat hal itu,, kini berhasil membuat Gustian mengangguk dalam senyuman tipis khas nya
"Surya mengejar kamu sampai di sini,, itu hal yang biasa,, bagi laki laki yang mendambakan perempuan pujaan hati nya,, sekarang dia sudah tahu kalau kamu sudah menikah,, mas yakin, dia akan paham dengan seiring berjalan nya waktu,, Mahen dan Surya,, adalah dua laki laki yang berbeda sayang,,"
"Surya,, dia mungkin memang mengingin kan kamu lebih dari segala nya,, namun kamu juga harus tahu,, jika dia adalah masa lalu mu,, seseorang yang pernah mengagumi mu, namun sampai kapan pun,, kalian tidak akan pernah bisa bersatu,, karena dinding pemisah antara kalian benar benar tinggi,, cinta beda keyakinan hanya memiliki dua pilihan,, yaitu memilih pasangan mu, atau justru Tuhan mu,, dan kamu,, sekarang sudah berbeda,, kamu sudah menikah dengan Mahen,, yang sudah menjadi suami mu saat ini,, dia juga tidak lebih dari Surya, dia tahu kepribadian kamu seperti apa,, lalu,, apa mas boleh tahu, apa yang membuat kamu seperti ini,, jika memang Mahen tidak pernah membuat mu kecewa Za?" tanya Gustian
"mas,, aku hanya merasa tidak pantas saja untuk nya,, aku masih mendalami ilmu agama,, seperti hal nya orang yang ingin bertaubat,, itu lah aku,, sedang kan dia,, dia sudah mengetahui lekat agama ini di banding kan dengan ku,, ini yang selalu menghantui pikiran ku,, hingga aku pun selalu merasa bahwa aku tidak pernah pantas untuk nya,," jawab nya dengan perlahan
"begitu kah,, hhhhh,, harus nya kamu bilang sejak awal,, coba kamu belajar agama dengan nya, tanya kan apa yang menjadi pertanyaan mengenai agama pada nya,, dia pasti akan menjawab nya dengan perlahan,, sampai membuat mu paham akan apa yang kamu pertanya kan pada nya" tutur Gustian lagi
"harus kah aku begitu mas,, ak,, aku,,, aku nggak yakin dia akan menjawab semua tanya ku" jawab nya yang membuang pandangan nya
melihat hal itu, kini berhasil membuat Gustian yang mendengar pun tertawa kecil, membuat nya bingung
"mengapa mas tertawa?" tanya nya menoleh dengan sekilas ke arah sang kakak
"dia pasti akan membantu mu menjawab nya Za,, percaya lah,, dia pasti akan membantu kesulitan mu,, jika dia nggak bisa bantu kamu,, maka,,," ucapan Gustian kali ini terhenti dan menggantung, membuat nya merasa penasaran
"maka apa?" tanya nya dengan tatapan heran dan penuh tanya ke arah Gustian
"maka mas akan menghantui nya agar dia mau membantu kamu,," lanjut Gustian dengan berbisik, namun membuat nya yang masih bisa mendengar pun tertawa dengan lembut
"masa sih mas bisa kayak gitu,, kalau dia marah sama aku gimana?" tanya nya konyol
"dia nggak akan marah sayang,, jika dia memang marah sama kamu, arti nya dia tidak benar benar suka sama kamu,, kalau dia bersabar dalam menghadapi sikap kamu atau sikap mas,, arti nya dia benar benar suka sama kamu, nanti mas coba deh,, biar kamu benar benar tahu,," tutur Gustian lagi seraya membenar kan posisi duduk
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Kamis, 27 Juli 2023**