
Setelah sekian lamanya meminta saran dari dokter kepercayaan sang kakek, kini Mahen pun mulai kembali melangkah kan kedua kaki nya menuju tempat tidur, kemudian kembali melakukan aktivitas awal nya, mengompres kening nya dengan telaten
benar, apa yang di katakan oleh Om Khalif memang benar, mengapa pikiran nya malah menjadi sedikit lemot di saat suasana sedang genting seperti ini?
seseorang memang tidak akan cepat sembuh jika tidak di kasih obat penyembuh, bahkan di saat seperti ini saja Mahen begitu polos dalam semua nya,,
terus mengompres kening nya dengan perlahan dan telaten, kini, kedua tangan putih mulus itu tidak berhenti bekerja dan berusaha, agar diri nya tidak demam lagi, ya,, setidak nya rasa pusing yang betah berlama-lama di kepala nya sedikit mereda kemudian menghilang
hingga Mahen merasa diri nya mulai terbangun dari tidur siang nya kala merasa terganggu
"akh, lo ngapain?" tanya nya dengan rasa waspada yang mulai menyergap di hati nya, kala melihat makhluk asal planet Uranus itu berada tepat di depan wajah nya
"lo udah bangun, minum dulu" ucap Mahen berusaha tidak mempedulikan apa yang menjadi pertanyaan nya, bukan kenapa, sudah jelas jelas laki laki ini sedang mengompres kening nya, masih saja tanya, apa gadis ini tidak tahu jika diri nya benar benar telah membuat nya khawatir plus ketar ketir sejak tadi?
"gue tanya lo ngapain Keenan!!" ujar nya kala Mahen hendak menempelkan handuk basah di kening nya, menahan tangan yang sedari tadi berusaha untuk mereda kan demam di tubuh nya
"hhh, menurut lo gue lagi ngapain, pegang handuk basah gini selain kompres kening lo?" tanya Mahen dengan dingin juga tatapan malas pada nya dengan alis kanan terangkat
mengapa gadis satu ini selalu saja bersikap seolah melarang nya untuk sekedar merawat dan menghentikan rasa sakit yang di derita nya? Pikir Mahen dengan putaran bola mata malas khas pria ini
"maksud gue buat apa lo lakuin ini, gue baik baik aja" jawab nya yang berhasil membuat amarah Mahen tersulut karena merasa mendapat kan tolakan dari gadis di hadapan nya
bukan kah gadis ini tahu bahwa Mahen memang tidak menyukai penolakan sejak dulu? Lantas mengapa diri nya selalu saja menolak apa yang di lakukan oleh laki laki ini sekali pun itu demi kebaikan dan kesehatan nya sendiri?
"Ay, lo bisa diem bentar nggak sih, gue udah bilang lo nggak usah ngeyel, jadi orang kok keras kepala banget, sekarang terserah lo mau ngapain, kompres sendiri kening lo kalau lo nggak mau gue yang kompres!!" ujar Mahen yang berhasil membuat nya tertegun
"yak,, ya udah,, lagian ini bukan kemauan gue kok, biasa aja kali, nggak perlu lo bentak juga gue masih bisa denger" sindir nya yang sial nya hanya di anggap angin lalu saja oleh Mahen, seraya berjalan menjauhi Mahen meski dengan perlahan
melihat nya yang mulai melangkah menuju ke arah kamar mandi, kini hanya berhasil membuat Mahen lagi lagi memutar bola mata nya malas, entah harus dengan cara apa lagi agar diri nya bisa menuruti apa perkataan nya itu, benar benar tak habis pikir
memilih untuk melangkah kan kedua kaki nya, kini Mahen pun keluar dari kamar ini, kemudian melaju kan motor sport nya entah ke mana
keluar dari kamar mandi, kini hanya keheningan yang ada di dalam kamar utama ini, akh,, entah kemana makhluk asal planet Uranus ini pergi, datang tak di undang, pergi pun tanpa pamit, seperti hujan saja
tidak mau hanyut dalam pikiran, kini Ayla, gadis itu pun mulai menyibukkan diri nya dengan laptop, gitar, dan juga buku diary kesayangan nya, mengotak atik laptop sambil bersandar pada sandaran tempat tidur king size
"hhhhh, bosan juga beraktivitas tanpa cemilan" gumam nya kala kedua tangan nya memotong sosis, daun bawang dan daun seledri, juga sayuran lain nya untuk membuat omelette telur setelah semua sayuran di cuci nya sampai bersih
Memasak adonan omelette tersebut hingga tercium aroma yang khas di hidung mungil nya, memindahkan nya ke atas piring dengan ukuran sedang tak lupa untuk menghias nya dengan cabai kering di atas nya
tangan lihai itu pun mulai mendidih kan air secukupnya kemudian menyeduh coklat panas ke dalam gelas dengan ukuran sedang
"ck, lo lagi ngapain sih, lagi sakit bukan nya istirahat di kamar malah mondar mandir di dapur!!" sontak omelan Mahen itu tidak bisa di hindari kala laki laki ini melihat nya yang tengah bergulat dengan alat dapur di lantai dasar, membuat nya menoleh dengan rasa malas nya
malas berdebat hal kecil dengan Mahen, kini diri nya pun mulai melangkah kan kedua kaki nya kembali menaiki anak tangga menuju kamar dengan kedua tangan yang membawa nampan yang berisi cemilan yang sudah di masak nya tadi, membuat Mahen mendengus kesal
"gue bicara sama lo Ayla!!" seru Mahen menyadari kepergian nya tanpa ingin menghiraukan nya
memilih mengikuti ke mana arah langkah kaki nya pergi, sampai di dalam kamar, kini Mahen pun di buat terdiam, hanya terdiam dan duduk di sofa memanjang ini dengan memperhatikan nya
"hhhhh, lo denger gue nggak sih sebenarnya Ay?" tanya Mahen yang sudah benar benar jengah dengan sikap nya
"lo kenapa sih Ay, apa ada yang salah?" tanya Mahen tak henti nya melihat ke arah nya yang tengah menyimak siaran drama Korea terbaru di laptop nya
"Ay, ayolah, jangan buat gue bimbang kayak gini, gue ada salah, gue minta maaf?" ucap Mahen masih dengan pandangan tertuju ke arah nya, bahkan dengan tak segan nya laki laki ini mulai berani mendekati dan menggenggam tangan kanan nya
"apa sih nan, gue diem salah, gue ngomong apa lagi, mau lo apa sih?" ujar nya seraya menepis tangan Mahen
"lo yang kenapa, jelas jelas gue tanya dari tadi nggak lo jawab" seru Mahen dengan sorot mata khas nya
"hhhhh, lo tanya gue kenapa saat gue abaikan lo gitu aja, harus nya gue yang tanya, pergi tanpa pamit, pulang tanpa kabar, lo sama gue apa beda nya kalau gitu?" ujar nya menggantung
"dah lah, gue rasa lo udah tahu sendiri jawaban nya tanpa harus gue kasih tahu lagi" lanjut nya yang berhasil membuat Mahen terdiam seribu bahasa
_**Naughty Girl Is My Wife_
Kamis, 4 Mei 2023**