That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



kita habis pikir saja, di dunia ini ada juga ya, orang sedingin Mahen, bisa bersikap hangat dan selembut itu sama pasangan nya sendiri, padahal jika diingat, laki laki ini benar benar mempunyai kepribadian yang begitu dingin, sampai dijuluki kulkas 10 pintu lah, most wanted lah, heran saja


tidak ingin menyia nyiakan waktu nya hanya untuk memikir kan perubahan sikap Mahen dalam kehidupan nya, kini diri nya pun mulai membuka kotak kado yang sejak tadi dianggurkannya


melihat dan membuka kotak kado pertama yaitu dari Mama, kini berhasil membuat kedua bola mata indah itu membulat dengan sempurna, bukan tanpa alasan, pasal nya ini isi di dalam kotak kado adalah sepasang baju tidur, dirinya bisa memaklumi jika baju laki laki yang seperti itu, tapi karena melihat baju untuk perempuan, ayolah, yang benar saja, masa diri nya harus mengenakan baju tanpa lengan, yang hanya di lapisi dengan seutas tali saja yang melingkar di ke dua bahu, bahkan baju perempuan ini terkesan kurang bahan


Mengapa Mama memberikan aku kado seperti ini?


tunggu!!! jangan bilang jika Mama ingin aku memakai ini saat tidur nanti?


hhhhh, mengapa Mama tidak memberiku kado yang lain si, mengapa harus ini? pikir nya


diri nya terus berpikir dan membatin dalam hati, sambil menatap ngeri pantulan diri nya sendiri yang saat ini tengah mengenakan pakaian isi kado dari Mama, meski merasa ngeri, namun mungkin kah diri nya memakai nya kala hendak tidur nanti, dari pada harus memakai kemeja Mahen, yang pasti nya diri nya tidak akan merasa nyaman karena mungkin saja akan terus mendapat tatapan yang lebih ngeri dari yang punya kemeja?


beda cerita ketika diri nya mengenakan pakaian nya ini, mungkin diri nya bisa mengurangi resiko rasa malu, hingga bisa menutupi tubuh yang di rasa terbuka dengan kerudung nya


mulai menutupi tubuh nya yang terbuka dengan kerudung nya hingga tubuh nya cukup tertutupi dengan sempurna, meski terbilang masih menerawang, biar lah, toh, hanya malam ini saja diri nya tidak tidur di rumah


"astaghfirullah,," ucap nya sontak, kala diri nya memilih mendudukkan diri di tepi tempat tidur, juga melihat Mahen yang tengah masuk ke dalam kamar ini dengan tergesa


diam diam diri nya memperhatikan Mahen, sedikit merasa aneh saja, mengapa atmosfer tiba tiba menjadi sedikit mengganjal kala Mahen masuk dengan cepat


Mahen terlihat menahan emosi, diri nya memanggil nama Mahen, seraya menghadap ke arah Mahen


diri nya mengangkat tangan nya, dia menyentuh tangan Mahen kala mendengar nafas Mahen terdengar memburu


sontak Mahen pun menatap tangan nya yang memegang tangan Mahen


"kau baik baik saja?" tanya nya yang tengah kebingungan sendiri melihat Mahen yang seperti itu


melihat hal itu membuat Mahen menepis tangan nya dengan segera


"Ay, ku mohon, tetap lah di tempat mu, jangan bergerak, atau pun menyentuh ku!!" ucap Mahen yang semakin membuat nya kebingungan


malam ini, diri nya benar benar di buat bingung sekaligus khawatir dengan sikap Mahen itu, Mahen terlihat benar benar gelisah, dan wajah nya mulai memerah, Mahen bahkan terlihat mencengkeram erat pakaian nya sendiri, lebih tepat nya, kerah leher kemeja dan jas yang tengah di kenakan


detik kemudian, terlihat Mahen yang masuk ke dalam kamar mandi, namun sebelum nya, sempat melepaskan jas, sepatu, dan juga membanting ponsel nya ke sembarang arah


diri nya yang melihat hal itu kini semakin merasa khawatir dan bingung, mengapa demikian sikap Mahen menjadi seperti itu, namun tak urung, diri nya juga mulai membantu memungut pakaian yang sempat Mahen lempar kan dan hendak merapikan nya, namun baru saja akan memasukkan pakaian Mahen ke dalam lemari, diri nya mendapati ponsel Mahen yang bergetar dan mulai mengangkat panggilan, karena seperti nya, Mahen memang tidak mau di ganggu


"assalamualaikum?"


"waalaikum salam Ay, ini aku Bagas,,"


"oh, Bagas, bagaimana luka mu, ku dengar tadi kau di keroyok?"


"itu nggak penting Ay, sebelum nya maaf atas perbuatan kita, tapi aku hanya mau bilang,, search lah mengenai obat perangsang di internet"


"ap,, apa, obat apa itu?"


"Mahen sedang dalam pengaruh obat itu"


mengangkat panggilan yang penuh dengan teka teki bagi nya, hanya membuat nya menurut saja, menggunakan ponsel Mahen untuk search tentang obat tersebut dengan keraguan yang timbul dalam diri


mata nya membaca dengan teliti, dan sangat perlahan mengenai informasi obat itu, sampai diri nya di buat tertegun, kembali membaca, dan sampai pada dampak dari efek obat hingga dampak jika tidak meredakan efek obat itu


"ini sangat memalu kan,, namun,,, apakah dia akan menahan nya,, atau bahkan akan,,," monolog nya sambil menatap kamar mandi yang tertutup rapat


"Keenan,," panggil nya kala pintu kamar mandi sudah di buka nya dari luar, menampilkan Mahen yang tengah berdiri di bawah pancuran air shower


kemeja dan celana panjang masih di kenakan Mahen kini sudah basah karena siraman air, namun terlihat sangat gelisah dan tidak nyaman, menunduk, menggertak kan gigi kuat kuat dan mendongak, menahan hasrat yang menjadi jadi, kedua tangan nya mengepal erat, sangat sangat erat, dan terlihat jelas jika laki laki itu tengah tersiksa


Mahen terdiam beberapa saat hingga sontak dia langsung menoleh kala mendengar seseorang memanggil nya, jakun nya terlihat naik turun kala melihat penampilan nya yang mengenakan pakaian yang cukup menerawang


"Ay,, ap,, apa yang kau lakukan, kenapa masuk?"


"apa kau baik baik saja Keenan?"


"ya, aku baik baik saja, sekarang keluar lah"


mendengar hal itu hanya membuat nya terdiam, memandangi Mahen dengan lekat, sedang kan Mahen masih berdiri di bawah pancuran air menghadap nya (Mahen yang berusaha untuk tenang)


"Hmm, aku akan keluar,, katakan saja, jika kau membutuh kan bantuan ku" tutur nya dengan lirih


sedetik setelah diri nya mengatakan hal itu, diri nya pun beranjak keluar dari kamar mandi, Mahen memandangi kepergian nya, namun baru saja akan melangkah keluar, ternyata,,,


"Ayla,," panggil Mahen dengan lancar


"ya?" jawab nya singkat


diri nya menatap Mahen dengan lekat, terdiam di ambang pintu kamar mandi, tanpa bergerak sedikit pun, Mahen pun yang melihat nya terdiam hanya memandangi wajah nya


Mahen mematikan air shower, terlihat berjalan mendekati nya, sampai tepat Mahen pun sampai di depan nya dengan jarak sekita dua centimeter


"kau mengetahui sesuatu?" tanya Mahen dengan suara berat dan hawa panas yang mencengkram dalam tubuh nya namun dia tetap berusaha untuk tenang


diri nya mengangkat kepala menatap Mahen di hadapan nya


"tadi ponsel mu bergetar, aku yang angkat panggilan, Bagas yang telepon, dia berkata, kau dalam pengaruh obat,,, perangsang" jawab nya dengan terbata antara malu untuk mengatakan nya


"tidak masalah,, jika kau memang ingin menahan nya,," jawab nya yang kemudian kembali mengambil langkah untuk segera tidur


"akh,, rangsangan ini, kenapa semakin menjadi,," rintih Mahen yang berpegangan pada bingkai pintu kamar mandi


"akh,, sial,, aku tidak tahan,," lanjut Mahen yang menatap kepergian nya dengan tatapan sendu


"Ay,," panggil Mahen yang membuat nya berbalik dan menatap Mahen yang tengah meringis


"a,, aku,,,"


diri nya terlihat menatap Mahen dengan lekat, bahkan sangat sangat terlihat ragu dalam melanjutkan kata kata nya, bahkan karena keraguan nya, Mahen terlihat menggigit bibir bawah nya sendiri


"Keenan, kau tidak perlu melakukan nya, jika kau memang tidak ingin, aku tidak menuntut mu untuk melakukan semua hal itu,," ucapan nya yang sontak saja terhenti, kala Mahen mencium ***** nya dengan tiba tiba, membuat nya terdiam


Mahen memejam kan mata nya, merasakan kenyamanan dari sentuhan kedua nya, sedang kan diri nya yang tidak tahu harus apa, hanya terdiam, padahal Mahen masih terlena akan rasa nyaman yang belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya


merasa tidak mendapat respon, kini Mahen pun mulai menurun kan nya yang sebelum nya tangan nya melingkar di pinggang nya


netra kedua nya bertemu dengan saling menatap dan menunjukkan tatapan yang begitu dalam


"Ay,," bisik Mahen yang mulai memandangi wajah nya dengan tatapan sendu namun dengan tatapan yang sekilas


"hmmm" jawab nya


tangan kanan Mahen terangkat menyentuh ubun ubun nya dan berdo'a, membuat nya terkejut kala mendengar do'a yang Mahen ucap kan


"maaf jika aku kasar,,?"


tangan itu mulai membuka ikatan rambut yang tengah di kenakan nya, rasa tidak menyangka, karena baru pertama kali melihat potongan baru rambut istri nya yang lurus sebatas pinggang, salah satu mahkota seorang wanita, mahkota milik Ayla


diri nya benar benar sangat cantik, rambut nya yang hitam pekat panjang terurai semakin menambah kesan cantik wajah putih bersih berseri nya


Mahen di buat tidak percaya melihat nya, dia merasa mendapat wanita yang sempurna akan kecantikan, diri nya yang tidak mengenakan hijab, tak kalah cantik saat mengenakan hijab saat ini, Mahen mengulas senyum, senyum senang dengan diri yang menahan hasrat besar yang semakin menjadi jadi dalam tubuh nya


terdiam dan saling menatap satu sama lain, Mahen kembali pada keinginan nya, kedua tangan laki laki itu memegangi pinggang nya, dan memajukan wajah mendekati wajah nya


kembali mencium ***** nya dengan tiba tiba, membuat nya tersentak kaget karena sentuhan tiba tiba itu, dan refleks tangan nya mencengkram erat lengan atas Mahen


Mahen mulai melakukan pergerakan, tangan nya berpindah, dari memegang pinggang, kini beralih ke bagian tengkuk nya, bahkan menekan tengkuk nya dan memperdalam tautan kedua nya,


diri nya bahkan di buat bingung, tidak tahu harus melakukan apa, sedang kan Mahen, sibuk pada ***** istri nya membuat tangan Mahen kini pun tidak bisa tinggal diam, tangan Mahen mengangkat, menuju kedua bahu nya, baju yang tengah di kenakan nya yang bermodel an baju tidur dengan dua pasang tali di masing masing bahu memudah kan Mahen melepas baju tersebut


hingga dengan perlahan dan sangat pelan, Mahen menurunkan baju dari tubuh nya tanpa melepas tautan kedua nya


diri nya merasa sedikit kedinginan karena sudah tidak berpakaian, dan Mahen pun beralih menuju ***** nya, membuat nya bergidik kaget dengan sentuhan Mahen itu, sontak membuat tangan nya mencengkram lebih erat lengan Mahen


rambut yang harum dan kulit putih bersih, keharuman yang memikat hasrat terdapat pada aroma tubuh nya membuat Mahen semakin terbawa nafsu nya


Mahen yang sudah tidak bisa menahan nya lagi, membuat tangan nya langsung mengangkat tubuh nya dengan lembut, dan menurunkan nya di atas tempat tidur


dan,,,


seperti nya malam ini akan menjadi malam yang penuh dengan kenikmatan dunia untuk Mahen dan Ayla


malam yang tidak pernah Mahen duga akan terjadi di saat dia hanya setengah sadar


tapi dia pasti kan,,, melakukan nya tanpa kasar atau pun karena *****


hanya ada niat memenuhi kewajiban nya sebagai seorang suami, dengan menahan hasrat dan nafsu nya


sebab jika melakukan nya hanya karena ***** pasti akan mendatangkan hal buruk


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Selasa, 11 Juli 2023**