
dalam perjalanan menuju pulang ke rumah,, hanya keheningan yang melanda dalam mobil ini,, dengan Mahen,, akh,, entah kapan laki laki itu bisa menghangat tanpa alasan sekali pun pada nya yang sudah menjadi istri nya sendiri, dan juga diri nya yang terdiam, dengan pikiran nya yang terus melayang memikir kan perkataan kak Sandi sejak tadi
antara diri nya yang harus kah bertanya perihal itu, atau kan tidak,, namun jika tidak,, diri nya pun selalu saja penasaran dengan apa yang menjadi pertanyaan nya saat ini,, dan jika diri nya benar benar mempertanyakan nya,, maka diri nya juga takut jika Mahen akan mengelak dari apa yang menjadi pertanyaan nya nanti
benar benar bingung dengan apa yang ada di pikiran nya, kini diri nya pun terlihat menggeleng geleng kan kepala nya dengan cepat dan mata yang terpejam, berusaha mengusir apa yang ada di dalam pikiran nya sejak tadi
"kata nya kamu nggak jadian sama dia, tapi kok,, kamu santai aja dia dekati?" tanya Mahen yang memecah kan keheningan suasana di dalam mobil ini
"maksud nya?" tanya nya yang menoleh menatap Mahen yang terlihat fokus menyetir, benar saja di buat bingung dengan pertanyaan Mahen
"Surya,, kalian berduaan kan tadi, jangan anggap aku nggak tahu Ay" jawab Mahen yang sudah benar benar merasa jengah
yang benar saja, kata nya nggak jadian, tapi kok malah berdua dua an sih, laki laki mana yang ikhlas melihat istri nya sendiri berduaan dengan laki laki lain, sekali pun laki laki itu adalah masa lalu nya sendiri?
"itu,, bukan aku yang mau,, awal nya kak Sandi ajak aku sama Kania kumpul, aku juga nggak tahu jika kak Sandi mau nya kumpul di sana, kamu kan tahu sendiri,, aku juga jarang ke sana" jawab nya berusaha menjelas kan tanpa berbohong
"bang Andi ajak kamu sama Kania kumpul,, buat apa?" tanya Mahen
"undang aku sama Kania ke acara wisuda nya besok" jawab nya singkat
"kamu bakalan datang,, sama siapa?" tanya Mahen lagi yang kini hanya mengundang senyuman tipis dari nya
"nggak,, aku nggak bakalan bisa datang di acara nya kak Sandi besok,, ada urusan lain yang harus ku selesai kan" jawab nya "lagi pula,, kak Sandi nya kan juga sudah ada keluarga, masa masih undang aku" lanjut nya
"bang Andi ada cerita sama kamu soal kelanjutan pendidikan nya?" tanya Mahen
"ada,, kata nya dia bingung,, entah akan ikut pelatihan advokat untuk menjadi seorang pengacara,, atau kah melanjut kan pendidikan S2 untuk menjadi seorang jaksa" jawab nya lagi
"tapi seperti nya kak Sandi akan lebih memilih melanjut kan pendidikan nya di banding mengikuti pelatihan advokat deh,, pemikiran kamu gitu juga nggak sih?" tanya nya
"nggak tahu,, keputusan ada di tangan bang Andi" jawab Mahen
"terus tadi,, kenapa kamu bisa berakhir sampai berdua dua an kayak gitu sama dia?" tanya Mahen yang semakin dingin dan datar tanpa menoleh ke arah nya
"dia siapa,, kan sudah aku bilang, dia sendiri yang ajak aku sama Kania buat kumpul di sana?" tanya nya dengan kening mengerut
"Surya,, bukan bang Andi" jawab Mahen mengoreksi dan berhasil membuat nya membuang napas panjang
ternyata masih dengan topik yang sama, diri nya mengira Mahen akan membahas kak Sandi saja siang ini, nyata nya malah tidak berhenti untuk membahas Surya?
"hhhhh,,, panjang cerita nya,, kamu juga tahu kan,, tadi Kania Bagas panggil buat ke kantin,, kak Sandi juga di panggil ke ruang rektor" jawab nya
"kamu sendiri kenapa nggak pergi juga dari sana?" tanya Mahen lagi dengan sorot mata tajam nya
"nggak,, awal nya dia sendiri yang pergi,, aku kan nunggu kamu di sana, tahu nya dia samperin aku lagi di sana,," jawab nya
"kasih aku susu kotak" jawab nya seada nya
"terus kamu terima,, awas dia kasih apa apa sama minuman yang kamu minum?" tanya Mahen lagi yang merasa trauma dengan kejadian yang sudah sudah
"nggak lah,, aku nggak terima kok, lagi pula,, kenapa kamu kayak kurang percaya gitu sama aku?" tanya nya
"ya mau aku nggak kurang percaya sama kamu gimana,, kamu nya memang selalu jaga diri,, tapi dia nya yang suka dekati kamu,, buat aku jadi takut pendirian kamu goyah" jawab Mahen yang membuat nya lagi lagi tersenyum
"Nan,, dengar ya, mau gimana pun aku sama dia,, mau jadian sekali pun, atau bahkan pacaran pun,, aku nggak akan pernah bisa bersatu sama dia,, orang beda keyakinan kok,," jawab nya dengan bertutur sambil tersenyum "lagi pula,, dia hanya masa lalu aku,, hanya bagian dari kisah masa lalu aku,, nggak mungkin bagi aku untuk bersatu sama dia,, karena agama juga menentang hubungan ku sama dia,," lanjut nya menjelas kan "tetap saja,, dia suka banget kayak nya dekati kamu waktu di Amerika dulu?" tanya Mahen yang seraya kembali menjalan kan mobil
"ya',, kalau di pikir pikir,, memang iya sih,, dia memang gitu orang nya,, agresif kalau dekat sama aku,, tapi kalau boleh jujur,, aku nggak suka orang kayak gitu,," jawab nya
"terus kamu suka nya orang kayak gimana,, nggak mungkin suka sama orang kayak bang Andi kan?" tanya Mahen dengan hati hati
"yang biasa saja deh,, suka nya,, yang Tsundere Tsundere aja,, tapi kalau di pikir pikir,, yang paham agama juga boleh,, soal nya aku nya juga mau belajar lebih mendalami ilmu agama,, jadi biar sekalian bisa bimbing aku" jawab nya
"aku juga kayak gitu kali,, kamu nya aja yang nggak nyadar" gumam Mahen yang masih bisa di dengar oleh nya sendiri
"gimana maksud nya?" tanya nya
"nggak,, maksud aku,, memang nya ada ya, orang yang kayak tipikal kamu itu, Tsundere itu juga apa,, aku nggak tahu?" jawab Mahen berusaha mengalih kan topik pembicaraan
"ya ada lah,, mana mungkin aku bilang sesuatu yang nggak ada di muka bumi ini" jawab nya
"tapi yang gimana,, aku nggak tahu, Tsundere itu apaan, aku nggak ngerti?" tanya Mahen lagi
"tahu,, cari aja sendiri" jawab nya misterius seraya membuka pintu mobil dan berjalan ke dalam rumah
"jangan coba coba kabur Ay,, kamu belum jawab pertanyaan aku, Ay,," ujar Mahen seraya memati kan mesin mobil kemudian menyusul nya ke dalam rumah
"tunggu ish,, kamu tuh perempuan tapi lari nya kok perasaan cepat banget sih?" tanya Mahen yang berhasil meraih tangan nya yang masih di ruang tamu
"bawa motor sport aja bisa kebut kebutan, kenapa lari nggak bisa, iya nggak Mauza?" tanya nya seraya duduk dengan meletakkan Mauza di pangkuan nya
"iri banget sama Mauza" ucap Mahen yang melihat nya mengelus kepala Mauza dengan sayang
"iri kenapa, nggak ada kerjaan banget iri sama kucing" jawab nya yang masih saja tidak peka
"iri aja,, dia bisa tidur di pangkuan nya kamu,, entah aku kapan bisa gitu" jawab nya seraya ikut duduk di samping nya
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu, 2 Agustus 2023