That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



sore pun berganti malam, hingga kini, ketiga pasangan itu sudah berkumpul tepat, di halaman belakang rumahnya, duduk lesehan di atas rumput yang tumbuh dengan subur, dikelilingi dengan tiga buah tenda yang sudah berdiri dan dipersiapkan sejak awal


"aish,, gabut banget sih malam ini" gerutu Kania dengan rasa kesal yang mendalam


"dari pada gabut, mending kita mainin sebuah permainan, gimana, kalian setuju nggak?" tanya kak Sandi yang merasa mendapatkan ide


"hmmm,, bagus juga tuh, tapi kita mau main apa?" jawab nya seraya bersedekap dan mengetuk dagunya dengan jari telunjuk tangan kanannya berusaha berpikir keras


"gimana kalau kita main truth or dare aja, kayaknya seru tuh?" usul Bagas dengan rasa semangat


"Gas, main truth or dare itu, kita harus punya botol wine, jangankan untuk punya, mau aja nggak" ujar Mahen dengan datar


"ya terus kita harus mainin apa dong, main gigit tisu kan nggak mungkin?" jawab Bagas dengan raut wajah menyebalkan


"ya nggak gitu juga kali, main apa kek, yang penting jangan main yang enggak enggak deh" jawab Mahen masih dengan raut wajah yang begitu datar


"sudah lah, begini saja, kita tetap main truth or dare, tapi bukan putar botol wine, kita ganti main stacko, crocodile dentist, atau, lie detector, kita pilih salah satu nya saja, mau yang mana?" usul nya seraya mengeluar kan ketiga mainan tersebut dari dalam kardus yang sudah terlihat sedikit usang


"gila nih cewek, beneran niat juga main nya" seru Bagas seraya menggeleng geleng kan kepala nya kala melihat nya mengeluar kan mainan tersebut


"xixi, biasa aja kali Bagas, nggak perlu segitu nya, oh, atau jangan jangan,, kamu memang nggak pernah lihat mainan sebanyak ini yah?" imbuh nya dengan mengejek


"sa ae diri mu ini Ay, tapi memang nggak pernah main mainan kayak gini sih, lupa, pernah sekali juga waktu SMP aku sama teman waktu kemah lagi, nggak nyangka, sekarang terulang kembali" jawab Bagas yang berakhir curhat


"hmmm, gitu yah?" jawab nya seraya mulai memilah mainan yang sudah berjajar di hadapan semua nya


"kamu dapat mainan sebanyak ini dari mana, jangan bilang masa kecil kurang bahagia lho?" imbuh Mahen dengan wajah datar


"ya nggak lah Nan, masa iya aku masa kecil kurang bahagia sih, sudah besar kayak gini kali kurang bahagia" jawab nya yang sontak saja membuat semua yang mendengar terkejut


"Nan,, Ay, kamu bicara sama siapa?" tanya Kania yang merasa ada yang sedikit berbeda dari nya


"i,, iya,, aku,, oh, maksud nya Mahen, iya tuh, Mahen" jawab nya yang entah mengapa sial nya menjadi gelagapan


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen yang terkejut dan menarik tangan kanan nya


"apa kamu bilang?" ujar Mahen yang sontak saja menarik tangan nya dan membuat tatapan kedua nya bertemu


"iya,, Mahen,, di universitas aku memang harus panggil kamu dengan sebutan Mahen kan?" tanya nya membela diri


"di universitas, sekarang di mana kamu sadar nggak?" tanya Mahen dengan tatapan intens


"ya ini kan di depan anak anak Nan, aku nggak bisa?" gumam nya dengan berbisik


"mau sembunyi kan apa lagi kamu dari mereka, mereka sudah tahu kan kalau kamu memang sudah sah jadi istri aku, nggak perlu kamu tutupi lagi" jawab Mahen dengan lembut dan penuh penekanan


"hhhhh, iya iya,, aku ngalah, aku memang sebut dia dengan panggilan Keenan kalau di rumah, di universitas aku panggil dia dengan sebutan Mahen" jelas nya seraya berusaha melepas kan tangan nya dari genggaman tangan Mahen


"ooh, gitu ya,, eh, tapi aku nggak pernah tuh, dengar kamu sebut nama Mahen saat di universitas?" jawab Kania yang berhasil membuat nya terbungkam dan membuat Mahen menoleh dengan tatapan tajam ke arah nya


"kenapa kamu nggak pernah sebut nama aku saat di universitas?" tanya Mahen dengan tatapan datar dan dingin


"ya buat apa juga, orang anak di universitas nggak pada tahu kalau kita sudah nikah kan?" jawab nya dengan mengangkat kedua bahu tak acuh


"kamu mau aku umum kan hubungan kita,, oke,, aku bakalan umum kan di grup universitas sekarang" jawab Mahen yang sontak saja membuat kedua bola mata nya membulat dengan sempurna


"nggak,, jangan berpikir kamu bisa buka rahasia ini sama anak di universitas ya, aku nggak bakalan setuju?" ujar nya yang berusaha meraih ponsel di genggaman Mahen, namun semakin diri nya gencar berusaha meraih nya, semakin tinggi juga Mahen menjauh kan nya dari jangkauan nya


"Nan, ini nggak lucu ya, jangan main main sama aku!!" seru nya dengan wajah waspada


"tinggal klik upload aja, habis itu, tersebar lah, jika gadis populer di universitas Harvard, ternyata sudah bersuami" goda Mahen yang semakin membuat amarah nya membuncah


"Nan,, aku peringat kan kau satu kali lagi, jangan main main sama aku, aku serius,," ujar nya dengan masih berusaha meraih ponsel Mahen


"ambil aja,, kalau bisa,, kamu pasti nggak bisa meraih nya kan?" jawab Mahen yang tengah ke enakan menggoda nya


"aku bilang nggak Keenan, jangan sebar,," ujar nya dengan wajah memelas


"sebar apa?" tanya kak Sandi yang tengah kebingungan sendiri


"sebar foto, waktu kita lagi ma,,," ucapan Mahen yang terpotong kala tangan nya membekap mulut Mahen


"akh,, sakit Ay,, kamu kenapa si, sama suami garang banget?" tanya Mahen dengan meringis, kala merasakan cubitan kecil di kedua pinggang nya


"syukurin, itu akibat nya kalau kamu cari gara gara sama aku,," jawab nya yang berhasil meraih ponsel Mahen dan melihat nya "bohong, kamu berbohong,, nggak usah main main sama aku kamu dengar nggak sih?" tanya nya kala melihat layar ponsel Mahen masih berada di game online nya


"hmmm,, balikin,," jawab Mahen dengan datar dan merebut ponsel dari genggaman nya


"sudah sudah, jangan di perpanjang lagi, kata nya kita mau main, tapi kok malah terus debat sih, kapan mulai nya?" imbuh kak Aisha yang berusaha melerai


"habis dia nya kak, nyebelin banget jadi orang" jawab nya dengan menunjuk tak suka ke arah Mahen


"lagian lo kenapa suka banget ribut si Hen, sama adik gue, heran banget, istri sendiri di ajak ribut" jawab kak Sandi membela nya


"nggak papa bang, sorry" jawab Mahen dengan menggaruk tengkuk yang tidak gatal


"jadi gimana nih, aturan main nya Ay, kamu jelas kan, soal nya ini mainan semua nya punya kamu, kita belum tahu aturan main nya gimana?" tanya Bagas yang sudah memilih


"jadi malam ini kita main stacko, oke, jadi di sini, aku punya stacko balok kayu, bahkan sudah tersusun dari kardus nya, pemain pertama harus mengambil balok di bagian bawah, atau pun tengah,," tutur nya mulai menjelas kan


"setelah balok tersebut di ambil, maka pemain tersebut harus meletakkan kembali balok tersebut di bagian paling atas menara,,"


"pemain berikut nya harus mengambil balok dengan warna atau pun angka yang sama dengan yang di ambil oleh pemain sebelum nya, hingga permainan terus berlanjut sampai salah satu pemain meroboh kan menara Uno stacko, dan siapa pun pemain yang meroboh kan itu, harus memilih antara truth or dare" lanjut nya yang membuat semua nya mengerti


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Kamis, 20 Juli 2023**