
saat di rasa cukup selesai dengan sarapan nya, diri nya mulai kembali berjalan ke arah kamar nya di lantai atas
"mau ke mana Ay?" tanya Mahen yang sontak saja berseru kala melihat nya beranjak
"atas" jawab nya singkat "makasih sarapan nya, gue dah selesai, gue ke atas duluan" lanjut nya dengan wajah datar
"ehm, baiklah, nanti aku susul ke sana, aku bereskan ini dulu" jawab Mahen seraya berdiri
seiring dengan langkah kaki nya menuju ke arah kamar nya, gadis ini berpikir keras, mengapa Mahen, si makhluk asal planet Uranus itu mengganti panggilan dengan embel embel aku-kamu, padahal jauh di luar pemikiran nya, laki laki ini tidak akan pernah mau menurun kan ego dan gengsi nya, apa lagi hanya untuk diri nya, lantas bagaimana mungkin laki laki itu kini berbeda dengan sifat dan karakter nya sejak awal?
akh,, sudah lah, seperti nya bukan itu pemikiran yang perlu di pikirkan nya sekarang,, tidak ingin berpikir lebih jauh lagi, tentang perubahan sikap dan perilaku Mahen baru baru ini, kini diri nya pun hanya berusaha menyibukkan diri nya sendiri dengan laptop di pangkuan nya saat ini
lain hal nya dengan Mahen, setelah membereskan dapur tadi, laki laki berdarah dingin itu terlihat berusaha lain menyibukkan diri dengan berolah raga di ruang gym khusus yang ada di dalam mansion ini, di mulai dari pemanasan, mengangkat barbel, lalu latihan di bench gym, kemudian melakukan Lat pull down machine, juga Rowing machine, bahkan hingga treadmill pun Mahen gunakan
cukup lama Mahen beraktivitas di ruang gym ini, berniat ingin mengusir pikiran yang selalu mengganggu, namun pikiran yang selalu bersemayam di pikiran laki laki ini, rupa nya sungguh tidak bisa di kendali kan oleh diri Mahen sendiri
mulai kembali berjalan ke arah kolam renang, sebagai penutup olah raga agar tubuh Mahen merasa bugar kembali, membuka kaus putih polos yang sebelum nya di pakai, hingga memperlihat kan otot perut Mahen yang tidak berlebihan, sangat sesuai dengan porsi tubuh atletis milik Mahen, sebenar nya ini cukup menambah pesona pada laki laki ini
mencoba fokus pada renang yang di lakukan, namun hati dan pikiran tetap saja tidak menentu, entah mengapa demikian?
terdiam sejenak di pinggiran kolam, dengan tatapan kedua mata yang kosong, pikiran nya pun menguap, kala mengingat pembicaraan yang pernah di lontar kan bersama dengan salah satu sahabat, yang juga Mahen yang tidak sengaja memikirkan sedikit tentang perempuan datar itu, apa? tidak sengaja dia bilang? padahal diri nya memang selalu ada di pikiran Mahen sejak lama? sewaktu dia masih mempertahan kan ego dan gengsi yang selalu bertakhta jauh di dalam diri Mahen sendiri
"lo mikirin Ayla yah?" sontak suara berat itu membuat Mahen yang tengah mengenakan sepatu Converse nya di depan mushalla menoleh dan menemukan cowok blasteran Amerika itu tengah menghampiri Mahen
"ck, nggak ada kerjaan banget!!" jawab Mahen dengan ketus juga wajah yang dingin namun *Bi**ntang* malah tertawa lalu duduk di samping dia, melirik nya dengan tatapan meledek
"lo beneran suka kan, sama Ayla?" tebak Bintang yang berhasil membuat Mahen yang mendengar membuang tatapan nya seketika
"cih, ogah" jawab Mahen masih dengan dingin yang selalu menyertai kepribadian nya "lo bisa nggak sih nggak usah bahas dia, denger nama dia aja udah bikin gue badmood" ujar Mahen dengan menoleh ke arah Bintang sekilas membuat Bintang tersenyum simpul
"Mahen,, Mahen, mungkin lo bisa ngelak, tapi mata lo nggak bisa bohong, apalagi buat bohongin gue" tutur Bintang dengan membuat kesimpulan
mendengar hal itu, sontak saja membuat Mahen sedikit malu hingga harus memaling kan wajah nya yang terasa panas
nggak etis saja, mau di taruh di mana harga diri nya, jika Bintang sampai melihat si cowok berkepribadian dingin ini nge blush?
"serah, inti nya gue nggak suka sama dia, dan nggak akan pernah suka, dia bukan tipe gue" jawab Mahen dengan singkat
"lo tahu satu hal, setiap lo bohongin dan hindari perasaan lo sendiri, perasaan itu malah bakalan semakin besar secara nggak langsung Hen" ucap Bintang
"lagian kalau di lihat lihat, Ayla itu cantik juga, apa lagi dia yang udah pakai kerudung sekarang, beuh, damage nya makin terpancar aja" ujar Bintang dengan mendongak kan kepala nya, seolah tengah memikir kan dan membayang kan sosok Ayla
"ck, lo buat apa pikir kan itu sih, nggak ada guna nya banget" ujar Mahen dengan tatapan datar nya
"gue serius ya Hen, gue pernah lihat dia lagi baca buku, pernah tiga kali sih, yang pertama gue lihat dia baca buku di koridor, yang kedua, dia baca buku di taman, sama yang ketiga, dia terlihat baca buku di perpustakaan, kalau lagi fokus damage nya makin makin deh, jujur, gue bisa aja kagum sama dia" ujar Bintang dengan puitis, membuat Mahen merasa ingin muntah kala mendengar ujaran tersebut
jujur saja, keindahan juga kepribadian yang di miliki nya memang di dominasi begitu mengagum kan, religius, bahkan Mahen pun merasa ada perasaan lain yang baru datang terhadap sosok dan hakikat nya, namun yang menjadi aneh, mengapa Mahen merasa bingung dalam merasakan perasaan yang bersemayam di dalam batin nya sendiri?
"akh,," ujaran itu terdengar, kala mendapati tangan gadis itu yang mendapat luka dari ujung rak
tanpa berbicara lagi, Mahen pun menolong nya dengan segera, Mahen yang memang mempunyai tubuh lebih tinggi dari nya membuat laki laki ini mudah dalam menolong nya
hingga diri nya yang merasa ada yang tidak biasa, membuat nya hendak membalik badan nya dengan segera, Al hasil, membuat nya melihat Mahen yang tidak mengenakan kaus pada tubuh nya, hanya celana pendek sebatas lutut yang menutupi tubuh laki laki itu, membuat nya yang melihat, sontak menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya
"aarrgghh,,, apa yang lo lakukan?" ujar nya yang sontak saja mendorong kedua lengan Mahen di depan nya, kemudian, berlari dan melompat ke atas tempat tidur
namun hal itu membuat Mahen mengerut kan kening heran, apa yang terjadi pada nya, mengapa diri nya bersikap seolah seperti sedang terancam?
"kamu kenapa, nih, aku bantu ambil malah kabur?" tanya Mahen seraya hendak menghampiri nya di tempat tidur sambil mengulur kan kotak yang hendak di raih nya tadi
"nggak, jang,, jangan berani maju lo, diem di sana" seru nya yang masih menutupi wajah dengan kedua telapak tangan nya
hal itu sontak saja membuat kerutan di kening Mahen semakin terlihat jelas
"kamu nggak jelas deh, kamu kenapa sih, aku mau bantu bukan nya bilang makasih, malah menghindar, nih, mau kamu apa in kotak nya?" tanya Mahen yang tidak lagi bisa menyembunyikan rasa khawatir
"hhhhh, makasih,, tapi, kotak nya lo simpen di meja aja, nanti gue ambil" jawab nya yang lagi lagi membuat Mahen bertambah bingung dan heran
"kamu kenapa, tadi luka kan, sini, aku bantu obati, biar luka nya nggak sampai infeksi?" tanya Mahen seraya hendak melangkah lagi ke arah nya
"nggak,, gue bilang nggak ya nggak yah, pergi aja sana!" seru nya yang kian merasa ketakutan
"kamu kenapa sih,,, aku tuh khawatir sama luka nya kamu, jadi biar kan aku mengobati nya yah?" tanya Mahen dari kejauhan namun membuat nya menggeleng
"nggak, lo kalau mau ke kamar mandi ke kamar mandi aja, gue bisa obati luka gue sendiri" jawab nya yang terdengar ketus
mendengar hal itu, membuat Mahen merasa mendapat kan kode, senyum di wajah laki laki ini kian mengembang kala menyadari sesuatu
"kenapa sih, aku kedinginan tahu, kamu malah usir aku, padahal kan, aku memang cari kamu ke sini?" tanya Mahen dengan wajah sok polos kemudian menghampiri nya yang masih terduduk, membuat nya mundur karena tindakan Mahen
"nggak, lo mau ngapain?" tanya nya dengan tatapan tajam nya
"ih apaan sih gr banget, orang aku mau ambil handuk kok" ucap Mahen dengan mengambil handuk nya yang tergeletak di atas tempat tidur kemudian berlari kecil ke arah kamar mandi, membuat nya membulat kan mata melihat itu
"nan, itu handuk gue, handuk lo masih di dalam lemari, balikin nggak!!" seru nya marah kemudian berlari ke arah kamar mandi yang sudah tertutup rapat
"nggak akh,, ini aja masih bersih kok, nggak mau yang lain, mau nya yang ini, udah, kamu diem aja, jangan rindu yah?" goda Mahen yang membuat nya memutar bola mata nya malas dan kembali duduk di tepi tempat tidur
beralih berdiri di balkon kamar dengan memandangi langit biru yang sebentar lagi akan menampilkan sinar jingga nya kala gadis itu memikir kan sesuatu
_**That Naughty Girl Is My Wife_
Kamis, 22 Juni 2023**