
terdengar suara pintu kamar mandi dan menampilkan diri nya yang terlihat mengusap mulut nya dengan lembut, membuat Mahen yang melihat nya semakin merasa khawatir
dengan terburu Mahen pun menghampiri nya dan menatap wajah nya yang terlihat pucat "wajah kamu benar benar pucat Ay,, apa kah kamu habis muntah di dalam,, kenapa kamu mengunci pintu nya tadi,, aku kan nggak bisa masuk,,?" tanya Mahen
"sudah lah Nan,, harus berapa kali aku bilang sama kamu jangan mengkhawatirkan keadaan aku,, apa kamu bisa,,?" imbuh nya dengan nada yang melemah, seraya menepis pelan tangan Mahen yang kini memegangi nya sambil mengikuti langkah nya
"jelas aku nggak bisa Ay,, istri aku lagi sakit mana bisa aku tenang tenang saja tanpa perlu merasa khawatir yang berlebihan sama kamu,, mau kamu apa si,, aku tuh khawatir sama kamu,, memang nya nggak boleh,,?" tanya Mahen yang dengan secepat kilat menghadang jalan nya dan berhadapan dengan nya
"sudah ya Nan,, aku capek,, aku mau istirahat,, aku sedang tidak punya cukup tenaga untuk menanggapi atau bahkan berdebat sama kamu,, jangan halangi jalan ku,," tutur nya dengan pandangan mata sayu nya dan hendak mulai melangkah melalui Mahen yang terdiam masih dengan tatapan yang terus tertuju ke arah nya
"maaf kan aku Ay,, bukan maksud aku mau berdebat sama kamu,, aku khawatir sama kamu yang terus menerus muntah sejak kemarin,, jika aku tahu hal ini akan terjadi mungkin aku tidak akan mengajak mu pulang ke rumah Jakarta,,?" mendengar hal itu dari nya, bukan nya membuat Mahen marah,, laki laki itu bahkan menarik tangan nya dan memeluk tubuh nya dengan erat, bahkan mata nya pun ikut berkaca seiring dengan penuturan kata yang di lontar kan Mahen pada nya
"hmm,, kamu nggak salah kok,, lagi pula,, aku juga yang mengajak mu ke sini,, tapi kamu nggak usah khawatir,, aku baik baik saja,, di kamar mandi tadi aku sudah minum obat masuk angin,, mungkin aku hanya mabuk perjalanan,, besok pagi juga pasti pulih lagi,," jawab nya
"kita tidur sekarang ya,, aku benar benar capek,, bahkan saking capek nya aku belum memberes kan barang kita ke dalam lemari,,?" lanjut nya
mendengar permintaan istri nya,, kini membuat Mahen sontak mengangguk dalam pelukan "tapi tidur nya sambil cuddle ya,, aku nggak bisa tidur kalau nggak gitu sama kamu?" jawab Mahen dengan lembut meminta persetujuan dari nya
"iya,, xixi,, manja banget si kamu itu,, kok aku baru sadar punya suami super manja nya pakai banget ya,, ya sudah,, apa pun itu,, kita tidur sekarang,," jawab nya yang seraya berjalan masih dengan posisi kedua nya yang tidak melepas pelukan
"emm baca do'a dulu yang,, jangan lupa,, agar tidur kamu terjaga,," imbuh Mahen yang melihat nya mulai memejam kan kedua mata nya
mendengar hal itu,, lantas diri nya pun mengangguk dan bibir nya mengucap kan do'a hendak tidur, namun masih dengan mata yang tertutup
"xixi,, Masya Allah,, gemesin banget si istri nya aku ini,, selamat tidur sayang nya aku,, selamat bertemu kembali di dalam mimpi,,?" ucap Mahen seraya menyatu kan ujung hidung kedua nya,, menggesek nya dengan rasa gemas yang tertahan
"ish sudah ish,, geli tahu,, jangan sampai bacaan do'a aku batal gara gara kamu terus gini,," imbuh nya yang membuat Mahen terkekeh kecil
"xixi,, iya sayang,, habis nya punya istri yang kata nya pemegang sabuk hitam tapi gemesin nya minta ampun,, jangan sakit ya yang,, aku nggak suka melihat kamu sakit,, cup,," ucap Mahen lagi seraya mengecup singkat kening nya
'aku mohon,, kamu jangan kenapa kenapa ya sayang,, sebenar nya kamu kenapa,, padahal akhir akhir ini kamu tidak pernah ada sembunyi kan apa pun dari aku,,' batin Mahen sebelum akhir nya benar benar ikut tertidur pulas
...°°°...
"lho,, Mama sama Papa mau ke mana hari ini?" tanya nya yang merasa aneh di kala melihat kedua orang tua nya dengan pakaian kerja formal
"hmm,, biasa,, Papa mau ke kantor lah Ay,, kamu lupa,, ini kan hari Senin,, hari yang cukup padat,, ada beberapa meeting juga yang harus Papa hadiri,," jawab Papa dengan melihat arloji di pergelangan tangan kiri nya
"emm,, begitu,, kalau Mama mau ke mana,, ke butik juga?" lanjut nya bertanya, kini memandang Mama yang tengah tersenyum memandangi wajah nya
"hmm,, iya sayang,, ada yang harus Mama cek,, Mama belum cek laporan keuangan bulan lalu,, kata Mbak Siska juga ada beberapa hal yang harus Mama urus tanpa bisa Mama tinggal sekarang,, jadi Mama harus ke butik,, kalian pasti capek,, kamu beristirahat lah di rumah dengan cukup sama Mahen,," jawab Mama
"baiklah Ma,, tapi,, Mama akan sampai di rumah jam berapa,, mau aku yang antar Mama ke butik?" kali ini, Mahen yang bertanya
"hmm,, nggak papa Hen,, Mama bawa mobil yang kok,, bawa sopir pribadi juga yang akan mengantar kan Mama ke mana mana,, kamu jaga lah istri mu di rumah,," jawab Mama
"baiklah Ma, kalau Papa gimana,, mau aku antar nggak?" tanya Mahen lagi, kali ini dengan menoleh ke arah Papa
"hmm,, nggak apa apa Hen,, kamu kan tahu sendiri,, Papa selalu bawa mobil,, kamu habis perjalanan jauh,, jadi istirahat lah yang cukup di rumah,," jawab Papa dengan tersenyum ke arah Mahen yang mengangguk
"hari ini Mama ke butik, kalau ada apa apa kabari Ay segera ya Ma?" tutur nya yang merasa khawatir
"hmm,, iya sayang,, Mama akan mengabari mu jika ada sesuatu di jalan,, kamu jangan khawatir,, oh iya,, Mama lupa,, apa kah kamu baik baik saja nak,,?" tanya Mama di kala menyadari sesuatu
"aku,, ada apa dengan ku Ma,, aku baik baik saja kok?" jawab nya dengan kening yang mengerut bingung di kala membalas tatapan teduh Mama
"iya,, apa tubuh kamu sudah merasa lebih baik sekarang,, semalam kan kamu banyak mual kamu bilang,, kamu memang tipikal orang yang tidak boleh jauh dengan minyak angin aromatherapy Ay,, baluri seluruh tubuh mu dengan minyak angin,, kamu pasti masuk angin,, pasca perjalanan jauh dari Yogyakarta,," tutur Mama
"ehm,, iya Ma,, tapi aku nggak apa apa kok Ma,, Mama tenang saja,, aku baik baik saja sekarang,," jawab nya dengan menunduk
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Senin, 4 September 2023