
"begitu kah Pa,, tapi,, apa yang Papa bilang tadi,, sama yang lain nya juga,, sama yang lain nya siapa Pa,, aku nggak ngerti,,?" tanya nya
"hmm,, iya sayang,, jadi hari itu,, yang menolong Papa dari kerampokan itu tidak hanya Katya sama Sahla saja,, ada juga anak gadis seusia kamu yang ikut serta mereka menolong Papa,," jelas Mama dengan tersenyum hangat ke arah nya
"tunggu,, ini,, kalian juga hutang cerita panjang nih sama aku,, bagaimana bisa kalian akrab sama kedua orang tua ku,,?" tanya nya yang seraya menoleh ke arah kedua sahabat nya
"sayang,, jadi selama kamu di Purbalingga,, Mama cukup kesepian saat itu,, kebetulan,, ada Katya sama Sahla yang bertamu langsung ke rumah dan bertanya sama Mama,, kemana kamu yang sebenar nya,, jadi,, Mama cerita kan saja semua nya sama kedua nya,, kedua nya ikut sedih juga kan dengar kamu nggak ada di sini,, jadi,, kedua nya memutus kan untuk mewarnai hari hari Mama tanpa kamu,, satu Ahad sekali,, kedua nya akan ke sini untuk mengunjungi Mama,," jelas Mama dengan rasa senang yang mendalam
"begitu kah Ma,, maaf ya guys,, pasti aku banyak banyak buat kalian repot sampai harus rutin kunjungi Mama aku di sini,,?" ucap nya yang menoleh ke arah kedua sahabat nya itu
"santai saja kali Ay,, lagi pula,, kamu kan pernah bilang,, jika kita adalah keluarga kedua kamu setelah keluarga besar kamu,, jadi kebahagiaan Tante,, kebahagiaan kita juga,," jawab Katya
"sayang maaf kan Papa ya,, Papa yang dulu sempat salah faham dengan pergaulan yang pernah kamu lakukan,,nyata nya kamu memang benar,, itu memang bukan pergaulan malam seperti apa yang pernah ada di dalam pikiran Papa,, andai saja jika sejak dulu Papa dan Mama tidak melarang kamu untuk itu,, bahkan membuat kamu merasa,, jika kami mengekang mu dalam hal ini,, mungkin kamu tidak akan merasa kesulitan dengan trauma yang telah kamu lalui selama ini,, mungkin juga kamu akan merasa senang dengan kehidupan yang kamu jalani tanpa beban,, semenjak perpisahan 10 tahun yang lalu,,?" ucap Papa yang membuat nya cukup terkejut
"ma,, maksud dari pembicaraan Papa apa,, mengekang apa aku nggak ngerti,,?" tanya nya yang beralih memandangi Papa di hadapan nya
"hmm,, iya Ay,, setelah insiden itu terjadi,, kami mengajak Om Cakra ke basecamp kita,, kami terpaksa mencerita kan semua yang pernah kamu alami dulu,, karena memang,, anak anak juga banyak menanyakan keadaan kamu,, jadi kamu menjelas kan semua nya sama mereka,," tutur Katya yang di angguki oleh Sahla
"nggak,, seharus nya kalian nggak melakukan hal ini,, bukan kah kalian sudah berjanji tidak akan pernah memberitahukan hal ini pada siapa pun,, apa pun alasan nya,,?" ujar nya dengan nada lemah
"maaf Ay,, kita nggak ada maksud untuk memberitahukan hal ini,, hanya saja,, aldara keceplosan bilang bagaimana dengan keadaan kamu,, apa kah kamu masih sering mengalami selfharm itu,," tutur Sahla
"nggak sayang,, kamu anak tunggal kami satu satu nya,, kamu bukan beban di dalam kehidupan kami nak,, kamu permata kesayangan nya Mama,, kamu anak Mama,, kamu bukan beban bagi Mama,, mulai sekarang,, Mama mohon sama kamu,, berhenti untuk berusaha menyembunyikan penderitaan yang kamu hadapi hmm,, karena Mama akan merasa sedih dengan hal ini,," tutur Mama seraya membawa nya ke dalam pelukan hangat yang Mama miliki
"Ma,, sudah cukup aku selalu membuat Mama sama Papa kesal terhadap ku meski itu dulu,, terlepas dari hal itu,, aku nggak mau membebani Mama sama Papa lagi,, aku ingin belajar mandiri,, bukan kah Mama sama Papa tahu keinginan ku sejak aku masih sekolah dulu,,?" tutur nya
"iya sayang,, Mama sama Papa mengerti apa yang menjadi keinginan kamu ini,, namun kamu juga harus tahu,, jika kamu adalah anak tunggal kami,, kami nggak punya siapa siapa lagi selain kamu,, kamu harus ingat itu,," imbuh Mama
"sekarang kata kan,, apa kah kamu masih sering mengalami selfharm dalam diri kamu nak,,?" kali ini,, Papa yang angkat bicara,, dengan raut wajah yang kentara akan kekhawatiran terhadap nya
"hmm,, atas izin Allah,, Allah mengangkat kebiasaan yang ada dalam diri aku Pa,, sehingga aku pun tidak membutuh kan obat penangkal nya lagi sekarang,, Allah menghadir kan Keenan dalam hidup aku,, dia selalu dukung aku untuk sembuh,, berdiskusi dengan dokter yang menangani kebiasaan buruk ku itu,, hingga akhir nya aku benar benar bisa keluar dan melupakan kebiasaan itu,," jawab nya dengan lembut
"Mahen,, mana menantu Papa itu,, kok nggak kelihatan di sini,,?" tanya Papa dengan bingung,, baru tersadar jika sang menantu tidak ikut hadir dan berkumpul di ruang tamu ini
"tadi si Mama lihat dia sedang duduk di dipan taman belakang rumah Pa,, Mama ajak ke sini juga nggak mau dia,, seperti nya sedang bekerja,, karena membawa laptop juga di taman belakang rumah,," jawab Mama yang membuat Papa mengerti
"Keenan bisa kerja di rumah,, kok Papa nggak ke kantor hari ini,, ada apa Pa,,?" tanya nya yang merasa heran
"hmm,, nggak apa apa sayang,, apa salah nya jika Papa ingin quality time sama anak kesayangan Papa ini,," tutur Papa yang membuat nya tersenyum
"hmm,, Papa bisa saja,," jawab nya seraya menunduk semakin dalam
"oh iya Ay,, aku dengar dengar,, kata nya kamu sedang hamil ya,, yeey,, kita bakalan jadi aunty dong,, nggak sabar banget pengen di panggil aunty sama calon anak kam,," ujar Sahla dengan menggebu
"hmm,, kalian sudah mendengar nya,, iya insya Alla,, aku sedang hamil sekarang,," jawab nya dengan mengelus lembut perut rata nya
"sehat sehat ya,, semoga selalu sehat dan lancar sampai persalinan tiba,,?" ucap Katya dengan tersenyum
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Selasa,, 1003 3 Oktober 2023