That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



Untuk sejenak, tatapan kedua nya bertemu, hingga diri nya pun tersadar dan hendak berdiri kembali, namun rengkuhan lembut yang Mahen berikan berhasil membuat nya kembali terdiam, bukan kenapa, diri nya hanya takut jika laki laki ini tahu jika diri nya selalu merasa kegelian, jika bagian tubuh nya di sentuh, apa lagi dengan pinggang nya yang memang sensitif


"Ay, boleh kah biar kan ini terjadi, bentar aja, gue,, ngerasa nyaman dengan posisi kayak gini?" gumam Mahen dengan tatapan memohon, membuat nya terbungkam


what!! Bagaimana bisa Mahen berkata demikian, bahkan dengan menambahkan tatapan memohon nya pada nya? Apa dia tidak sedang bermimpi, bagaimana bisa Mahen yang mempunyai kepribadian dingin bin datar ini menatap nya seolah sedang memohon dengan nya? Tunggu!! Apa ini Keenan yang di kenali nya? Rasa nya sungguh sulit di percaya


"nan, gue duduk sendiri aja, gue,, gue nggak nyaman" ucap nya memberi kode dengan tatapan yang seketika di buang juga di akhiri dengan gumaman karena gugup


"ya udah, tapi,, lo juga harus makan, kalau lo nggak makan, gue nggak bakalan lepasin lo" ancam Mahen dengan menyeringai lebar


"apaan si' nan, gue udah bilang kalau gue nggak lapar lo ngerti nggak sih!!" seru nya seraya berusaha terus melepas kan diri dari rengkuhan lembut yang Mahen berikan dan berhasil membuat nya terlepas dari rengkuhan laki laki itu


"ya udah, kalau gitu, malam ini gue nggak akan lepasin lo, adil kan?" jawab Mahen seraya mengulurkan tangan hendak menarik nya lagi, namun masih bisa di hindari nya


"ck, kebiasaan, main nya ancaman mulu, bosen gue denger nya, ya udah, nih gue makan,," ucap nya seraya duduk di kursi yang lain, berhadapan dengan Mahen namun di halangi meja pantry juga berusaha mengangkat sendok


"eit,, lo mau ngapain sama sendok nya?" tanya Mahen dengan segera dan merebut sendok yang masih di pengangi nya


"ck, tadi kata nya gue harus makan, giliran gue mau makan sendok nya malah lo rebut, yang bener yang mana si'?" ujar nya kala menyadari Mahen yang sudah mengambil alih sendok di tangan nya


"jangan bilang lo mau makan pakai tangan kiri ya', sini, biar gue suapin, buka mulut nya" ujar Mahen kemudian mengambil sesendok nasi goreng di hadapan nya


"nggak Keenan apaan si', jangan aneh aneh deh" jawab nya dengan mengelak suapan dari Mahen


"gue nggak aneh aneh ya, tangan lo lagi sakit, jangan bilang lo mau makan pakai tangan kiri, gue nggak akan biarin itu!!" seru Mahen dengan tegas


"ck, serah" jawab nya dengan membuang pandangan nya


"ututututu, ayo buka mulut nya bayi besar, pesawat akan masuk ke dunia luar angkasa,," ucap Mahen kala akan memasukkan sesendok nasi yang sudah di tiup nya


"paan si', mang gue bayi, nggak usah canda deh" jawab nya yang sudah merasa sangat jengkel, dengan perasaan yang pasrah dan tertekan kala Mahen akan benar benar menyuapi nya


namun kala diri nya sudah berusaha mengalah dan mau membuka mulut nya, laki laki ini terlihat menyeringai jahil, hingga laki laki ini kembali memundur kan sendok yang nyaris masuk ke dalam mulut nya


hal itu refleks saja membuat nya yang hendak makan memaju kan kepala nya agar lebih dekat, namun bukan nya lebih dekat dengan sendok, laki laki ini juga terlihat memundur kan sendok nya ke arah,, mulut laki laki ini sendiri?


"ups,, suapan pertama nya malah gue duluan, tapi,, nih, masih ada setengah lagi,," bisik Mahen yang sontak saja membuat nya terbatuk, karena sendok nya sudah terlebih dahulu mendarat di dalam mulut nya, membuat nya yang cukup terkejut sontak batuk


"uhuk,, apa yang lo lakukan, apa lo gila, akh,," ujar nya sontak kembali menjauh


"kalau makan pelan dong Ay, anak kecil juga tahu kali, nih,, minum dulu?" ucap Mahen dengan menggeser gelas ke arah nya


"tenang, kali ini gue belum minum kok, jadi nggak usah takut" ucap Mahen lagi kala merasa diri nya ragu hanya dengan melihat gelas tersebut


"gak!! lebih baik gue minum pakai sedotan aja!" jawab nya yang entah kapan sudah memegang sedotan sejak tadi, membuat Mahen menghela napas panjang, gagal deh kerjain dia kali ini


"lagian gue nggak takut kok, gue jijik aja, jadi wajar kalau gue harus selalu waspada sama sikap lo yang suka tiba tiba itu" jawab nya setelah minum


Bohong sebenar nya, mana ada diri nya merasa jijik dengan perihal apa pun di sekitar nya, kakak nya saja merasa terbiasa membuka belahan katak se waktu kuliah!! Hanya saja, gengsi yang di miliki nya terlalu tinggi, hingga membuat nya berbohong, padahal hal ini begitu di mengerti oleh laki laki yang tengah tersenyum di hadapan nya ini


"ya udah, kalau nggak takut, cup,, ini baru bisa di nama kan first kiss kita yang sebenar nya,," ucap Mahen merasa mendapat tantangan dari nya dan segera mendekat ke arah nya dan mengecup singkat bibir nya, membuat nya membelalak kan kedua mata nya


"KEENAN,, LO GILA YA?" teriak nya yang sontak saja tidak bisa mengendali kan rasa terkejut nya dengan mata yang membelalak, sembari memegangi bibir nya yang sial nya malah berdenyut, sama dengan denyutan jantung nya yang kian waktu kian mengencang, seperti akan keluar dari tempat nya


"jangan ngomong sembarangan bisa nggak si' Ay, gue nggak gila, lagian cium istri sendiri apa salah nya si', makan nya, kalau di suruh makan tuh nurut" jawab Mahen dengan wajah tanpa dosa nya memandangi nya


"lo yang terus terusan buat ulah sama gue ya', kali ini gue nggak main main Keenan!!" ujar nya masih berseru


"ya',, yaudah, lagian nanggung juga kan, semua nya udah terjadi, maafin gue kalau menurut lo gue memang salah" jawab Mahen dengan menunduk merasa bersalah


"lagian dari awal lo udah tahu kan, kalau gue mulai nurut sama lo, gue mau mau aja lo suruh makan, sekali pun gue jengkel dengan setiap paksaan dan ancaman dari lo" ujar nya mengalih kan pandangan nya seraya berdiri dari duduk nya


"iya,, sekali lagi, gue minta maaf,, kalau menurut lo gue udah salah di sini, tapi,, duduk lagi, kali ini gue bener bener serius, gue nggak bisa di tinggal makan, gue mohon?" ucap Mahen yang memandangi wajah nya dengan tatapan seperti anak kecil yang memohon meminta di beli kan sesuatu


"hhhhh,, iya, gue maafin lo, gue juga minta maaf, gue ke lewat kaget tadi" jawab nya yang memilih terduduk kembali


"heem, makasih,, udah mau nemenin gue makan, nih,, lo makan lagi ya', kasihan,, lo nya kan belum makan juga,,," jawab Mahen dengan tersenyum, kini kembali mengangkat pandangan nya menatap nya sambil kembali mengarah sesendok makan nasi goreng ke arah mulut nya


"nggak biasa nya dia ucapin maaf balik, mungkin berkat ilmu agama yang perlahan di pelajari nya" batin Mahen


"ehm,, gue bisa sendiri nan, lo makan duluan aja, gue udah kenyang" jawab nya seray mendorong pelan nasi goreng yang nyaris mendarat di bibir nya


"nggak, lo belum makan juga, gue nggak mau makan kalau lo juga nggak makan" jawab Mahen yang di turuti juga oleh nya


"serah,," jawab nya yang sudah mengunyah makanan yang sempat Mahen suap kan ke dalam mulut nya


"heh,, jangan ngomong kalau mulut penuh makanan, nggak baik tahu" ujar Mahen dengan tegas


"ribet banget si' sama ni cowok lama lama" batin nya dengan mendelik


"nih, makan lagi, lo tu harus banyak makan, tahu nggak, biar nggak gampang sakit" tutur Mahen


"kalau makan tuh yang bener dong Ay, lagak aja sok badas, tomboy segala, giliran makan, masih belepotan, kayak bocil!!" ejek Mahen yang melihat ada butir nasi di sudut bibir kanan nya, kemudian mengambil nya dengan tangan kanan nya


"emm,, dah akh,, gue dah kenyang, sisa nya abisin sama lo aja,," ucap nya yang entah mengapa mendadak gugup, apa lagi dengan perlakuan Mahen yang tiba tiba saja menjadi hangat dengan nya


"ini dikit lagi Ay, nanggung, satu suap lagi ya', jadi biar tiga kali, sayang lho kalau nggak tiga kali" bujuk Mahen yang sial nya membuat nya salah fokus


"apa sayang sayang, dah gila kali ya lo!!" ujar nya menyerobot marah, namun membuat Mahen cekikikan sendiri


"xxi, maksud gue nasi nya yang sayang, bukan lo nya, lo ada ada aja si'?" jawab Mahen yang tersenyum kesenangan


"ya',, ya gue kirain, jangan salah fokus lo, bukan maksud gue kayak gitu!!" seru nya tak ingin laki laki di hadapan nya ini salah faham


"xxi,, ada ada aja deh" jawab Mahen seraya menggeleng geleng kan kepala sambil memandangi nya yang tengah menahan rasa malu nya dalam hati


"apa lo, ketawa ketawa,, jangan ketawa lo, gue sumpalin cabai rawit tu mulut baru tahu rasa!!" cicit nya seraya menunduk


"xxi, heran aja sama lo, tapi kalau di pikir pikir, kayak nya bagus juga kalau aku bilang sayang sama kamu" ucap Mahen kecentilan


"apaan si' nan, lo yang bilang sendiri, jangan bicara kalau mulut lo penuh, lo sendiri kenapa kayak gitu!!" ujar nya


"iya iya sayang,, ini aku juga mau makan kok, nggak bakalan sakit janji" jawab Mahen yang masih dengan rasa senang nya


"geli lama lama gue denger lo ngomong gitu" ucap nya seraya beranjak meninggalkan Mahen


"eh yang, bentar ih, aku belum selesai makan juga, malah kamu tinggal" ujar Mahen seraya menyimpan alat bekas makan ke bak wastafel, lalu segera menemui nya dan menyusul nya yang sudah berjalan


"sini sini cat, mau makan daging nggak?" tanya nya seraya berbalik dan mengulurkan tangan kanan nya yang sudah sedikit mereda dalam sakit nya


"ihh apaan si, aku bukan kucing yah, aku suami kamu" jawab Mahen yang sudah berdiri di samping nya dan mencubit lembut pipi kanan nya


_**That Naughty Girl Is My Wife_


Sabtu, 3 Juni 2023**