
sore ini,, di sini lah diri nya terduduk,, di sofa balkon kamar sambil menanti kan senja yang sebentar lagi datang memperlihat kan sinar jingga nya, menatap ke depan dengan pandangan yang mulai sayu dengan pikiran yang ricuh dan hati tak tenang
"sudah lah Ay,, nanti juga Mama sama Papa bakalan pulang kok,, kamu nggak usah merasa khawatir gitu,, lagi pula,, mau Mama atau pun Papa,, kedua nya bawa mobil sendiri kan,,?" tutur Mahen yang sejak tadi setia memperhatikan nya dengan bersedekap dada dan menyandar kan tubuh nya pada bingkai pintu
"hhhhh,, Nan,, masalah nya sudah selarut ini kedua nya bahkan belum juga menunjukkan batang hidung nya masing masing,, bagaimana bisa aku tidak merasa khawatir jika mengetahui hal ini?" jawab nya tanpa membalas tatapan Mahen
"ya mungkin ada kendala di jalan atau meeting yang kedua nya hadiri belum selesai gitu,, positif thinking saja,, lebih baik kamu makan dulu sama aku yuk,, aku ajak makan dari tadi nggak mau terus?" tutur Mahen yang berusaha keras untuk membujuk nya
ya,, bahkan sejak tadi,, kedua nya belum makan selain sarapan pagi bersama,, diri nya yang merasa khawatir pun rupa nya mempengaruhi nafsu makan sehingga tidak ingin makan,, memang hal ini sudah menjadi hal biasa sejak diri nya masih sendiri dan masih menyandang status sebagai seorang gadis dahulu
"hhhhh,, Nan,, apa kah kedua nya tidak ingat,, jika ada apa apa kabari aku secepat nya,, kamu juga,, harus berapa kali aku bilang,, kamu kalau sudah lapar makan saja sendiri,, aku nanti saja,," jawab nya yang lagi lagi di buat menghembuskan nafas panjang
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat Mahen menegakkan kedua tangan,, berjalan dengan pelan ke arah nya,, dan bersimpuh di hadapan nya dengan kepala yang mendongak menatap istri nya
"jangan egois gini dong yang,, kamu belum makan sejak tadi,, mungkin memang aku bisa menahan lapar,, namun aku nggak bisa menahan diri aku sendiri untuk tidak selalu mengingat kan kamu untuk makan,, makan ya,, Mama sama Papa pasti akan marah jika tahu sampai sesore ini pun kamu belum makan juga,, hmm?" tutur Mahen dengan tatapan sayu ke arah nya
sebenar nya diri nya sudah memasak,, niat hati untuk makan malam bersama malam ini,, agar Mama tidak perlu banyak pekerjaan lagi sehabis pulang dari butik,, namun nyata nya,, sudah selarut ini pun kedua orang tua nya pun belum menunjukkan kesampaian di rumah
"tapi Nan,, aku nggak enak kalau makan mendahului kedua nya,, aku nggak mau,, lebih baik aku nggak makan sekali pun,, jika aku harus makan dengan mendahului kedua nya yang sudah lelah bekerja,," jawab nya yang akhir nya membalas tatapan Mahen juga
"iya aku mengerti Ay,, tapi mengerti juga lah,, kamu sedang merasa tidak enak badan sekarang,, bahkan sejak pagi mendatang pun kamu tidak berhenti mual dan muntah,, apa yang akan Mama sama Papa lakukan,, jika mengetahui hal ini,,?" tanya Mahen lagi seraya menarik lembut kedua tangan nya,, menggenggam dan berusaha menghangat kan kedua tangan nya yang terasa dingin
"apa kah kamu dapat merasa kan nya,, tangan kamu bahkan sedingin ini,, lantas bagaimana dengan tubuh mu,, berdiam diri di luar seperti ini tidak akan baik untuk tubuh mu yang sedang merasa tidak enak,, masuk yuk,, kita tunggu di dalam,, habis isya nanti,, kita tunggu Mama sama Papa di ruang keluarga,, sambil nonton,, aku temani,,?" ajak Mahen yang melihat nya hanya tertunduk sejak tadi
"nanti dulu ish,, aku mau lihat sunset nya terlebih dulu,, aku sudah menunggu nya sejak tadi masa nggak jadi melihat nya,,?" jawab nya yang berhasil membuat Mahen hanya menghela nafas panjang
"ya sudah,, kita lihat bersama keindahan nya sambil berdiri,, habis itu janji ya,, kita langsung masuk,, cuaca nya benar benar dingin,," imbuh Mahen yang membuat nya mengangguk kemudian beranjak berdiri
menyaksikan senja di sore hari ini,, kini berhasil membuat nya merasa kagum berlipat lipat,, dalam pelukan Mahen tatapan nya terlihat berbinar
"kamu suka sama senja hmm,, harus kah aku miliki terlebih dahulu,, lalu memberikan nya sama kamu sekarang juga?" tanya Mahen konyol
°°°
isya mendatang,, setelah melaksanakan shalat isya,, kedua nya pun makan malam dengan paksaan dari Mahen tentu nya, laki laki ini benar benar merasa tidak tenang jika istri nya belum memakan sesuap nasi pun sejak tadi, hanya mengemil dan mengemil saja yang di lakukan nya, membuat Mahen memaksa nya makan dengan lembut
"itu sup nya di hangat kan dulu Ay,, biar enak juga di makan nya,," tutur Mahen yang melihat nya hanya cemberut sejak tadi
"ck,, iya iya,, kamu bawel banget si,, aku juga tahu kali,," jawab nya dengan berdecak
"aku bawel gini karena aku khawatir sama kamu, kamu ngerti nggak si,,?" tanya Mahen yang hanya membuat nya memutar bola mata nya malas
"serah,," jawab nya dengan membuang pandangan nya
"hhhhh,, kamu sudah mendengar nya sendiri kan tadi,, Mama sama Papa ada lemburan dulu hari ini,, jadi nggak bisa makan malam bersama sama kita,,?" tutur Mahen memperingat kan
ya,, setelah Maghrib tadi,, diri nya yang ngebet ingin menghubungi kedua orang tua nya pun akhir nya berbicara juga meski lewat panggilan video dengan kedua orang tua nya, dan Mahen yang mulai semakin khawatir karena sang istri yang belum makan pun akhir nya mengadukan hal itu kepada kedua mertua nya,, al hasil,, diri nya mendapat kan perintah dari kedua orang tua nya agar makan terlebih dahulu
"iya Mahen,, gue ngerti,," jawab nya yang terdengar begitu malas juga dengan menekan di kala memanggil nama suami nya itu
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat Mahen yang mendengar nya pun membulat kan mata sempurna
"Ay,, panggilan nya,, kamu mau aku menghukum mu malam ini,, sebagai ganti nya aku nggak akan biar kan kamu lolos dari aku malam ini,,?" imbuh Mahen dengan wajah serius ke arah nya, membuat nya salah tingkah
"habis nya kamu nyebelin banget dari tadi,, makan makan saja lagi,, nggak perlu keluar kan suara juga,, dah bagus aku mau nurut,," jawab nya dengan menunduk
"ya maaf,, kamu si,, pakai pancing pancing amarah ku segala,, jadi aku kelepasan kan,," jawab Mahen
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu, 6 September 2023