
"gue cariin ternyata lo di sini!!" suara bariton itu kini sontak saja membuat nya yang sedikit melamun mempertimbangkan usul Sandi kini membuyar dengan sekejap, membuat nya menoleh ke arah sumber suara tersebut
"Keenan, ngapain lo di sini?" tanya nya yang sontak saja berdiri dari duduk nya dan menoleh sekilas ke arah Sandi yang terlihat tenang saja sejak tadi dan ikut berdiri di tempat nya, ternyata Keenan yang datang dan mengagetkan nya, pikir nya
"harus nya gue yang tanya sama lo, jam pelajaran abis lo malah di sini, gue tungguin lo di parkiran, lo malah asyik ngobrol sama laki laki yang kata nya senior lo ini!!" seru Mahen dengan melirik Sandi dari bawah sampai atas
"apaan si' nan, dia memang senior di fakultas kita, salah kalau kita saling bertegur sapa, lagian gue nggak tahu kalau cuman ada dua jam pelajaran hari ini?" jawab nya yang kemudian terdiam
"ooh, jelas salah Ayla, lo abaikan gue yang bosan nungguin lo di parkiran sedang kan lo malah asyik asyikan ngobrol sama dia" ujar Mahen
"sans bro, nggak perlu di anggap serius, elah,, gitu aja marah kayak dia yang buat kesalahan fatal, orang dari awal gue yang samperin dia yang lagi makan siang kok, lagian,, lo kan nggak ada hubungan apa apa sama dia, kenapa lo sewot gitu lihat gue berdua dua an sama dia, lo pacar nya dia, iya?" tanya Sandi dengan alis kanan terangkat dan bersedekap, ingin memancing saja dia
"pertama, gue nggak ada urusan sama lo ya, di sini urusan gue cuman sama dia, kedua, ini bukan perihal hubungan, melainkan perihal menghargai waktu, dan terakhir, apapun urusan gue sama dia, lo nggak berhak ikut campur, paham!!" ucap Mahen dengan menunjuk nunjuk ke arah wajah Sandi, kemudian menarik tangan kanan nya kasar, bahkan mampu membuat nya meringis
"akh,, Keenan, lo apaan si', lo bisa lepasin tangan gue?" seru nya yang memang merasa terkejut karena di tarik dengan tiba tiba oleh Mahen, namun masih menyempatkan waktu untuk sekedar menoleh ke arah Sandi yang terlihat kembali duduk, dan mendapati Sandi tengah mengangguk paham ke arah nya, namun terlihat jelas kekhawatiran di sana karena tangan nya yang hendak menghentikan perlakuan Mahen terhadap nya yang tiba tiba, membuat nya menggeleng meyakin kan dan berbicara dengan bahasa isyarat 'nggak masalah kak, jangan khawatir kan ini'
"nan, lo apaan si', mau lo apa gue nggak ngerti, lepas!!" seru nya yang mencoba berhenti melangkah dan berhasil menepis kasar tangan Mahen yang tidak berhenti untuk terus menarik nya dengan kasar, kala kedua nya sampai di tengah lapangan outdoor, membuat Mahen ikut berhenti dan berbalik arah hingga berhadapan dengan nya
"mau lo apa si', narik narik tangan gue‽" seru nya yang mengusap pergelangan tangan kanan nya
"yang harus nya gue yang tanya gitu sama lo, mau lo apa si', oh, gue tahu, atau lo mau terus berduaan sama yang kata nya senior lo itu, apa dia pantas di sebut senior?" tanya Mahen tak ingin kalah
"apaan si' nan, apa gue udah pernah bilang sama lo, kalau gue ada hubungan lebih sama dia selain senior dan junior, gue nggak ada hubungan melebihi senior sama dia lo tahu!!" jawab nya yang masih saja tidak bisa menahan ringisan nya
sedetik setelah dia mengucapkan itu, kini langit pun mulai menurunkan gerimis yang kian waktu kian menderas dan menjadi hujan yang lebat, membuat kedua nya basah kuyup di tengah lapangan outdoor ini
baju nya yang berwarna putih jujur, sangat membuat nya tak nyaman karena bagian tubuh nya yang ter jiplak jelas, namun dia pun masih bersyukur, karena ada kerudung ghaisani bergo berwarna biru navy yang menutupi nya, juga dengan dia yang mengenakan celana kulot dengan warna yang sama dengan kerudung nya, setidak nya itu membuat nya lega
menunduk dalam dan merasa kan betapa sakit nya tangan yang tadi nya di tarik, bahkan dia pun bisa merasakan cengkraman yang begitu keras yang di tujukan pria di hadapan nya ini untuk nya
"nggak usah lebay, kata nya jago taekwondo, tapi di tarik gitu aja udah kesakitan!!" ucap Mahen kala menyadari bahwa gadis di hadapan nya ini terlihat sedang menahan kesakitan yang ada
"gue juga manusia kalau lo lupa, lo sadar dong, lo siapa dan gue siapa, gue perempuan, yang kemungkinan besar mempunyai tenaga nggak sekuat tenaga yang laki laki punya!!" ujar nya yang tidak habis nya lagi lagi di buat jengkel oleh laki laki di hadapan nya ini
"akh,, Keenan lepas!!" seru nya kala laki laki itu kini mulai kembali menarik tangan kanan nya yang sudah terlihat memar dan lecet, bahkan masih menimbulkan rasa sakit hingga tangan nya memerah
apa!!, seorang Keenan Malik Mahendra ingin melindungi diri nya barang sesaat?
Beberapa saat kemudian, kedua nya pun sampai di lahan parkir, tempat di mana Mahen memarkirkan mobil nya
"gue bilang lepas Keenan, lo tuli atau nggak punya rasa empati sih‽" tanya nya yang sudah terlewat habis kesabaran nya dan lagi lagi berhasil membuat tangan Mahen terlepas dari tangan nya
namun, hal yang membuat Mahen kembali merasa kesal, diri nya yang malah terdiam seperti patung, tidak memperdulikan hujan yang kini sudah membuat baju nya basah, dia malah tetap berdiri di depan pintu mobil dengan sedikit menggosok dan mengusap lembut tangan kanan nya yang sudah menggigil karena hujan, membuat Mahen lagi lagi membuang nafas kesal, tidak tahu kah diri nya, bibir nya yang sudah begitu pucat, seperti orang yang kedinginan, bahkan tubuh nya pun juga ikut bergetar karena menggigil, bagaimana Mahen tidak merasa khawatir, jika melihat penampilan nya saja seperti itu?
apa!! lagi lagi seorang Keenan Malik Mahendra bisa mempunyai khawatir barang sedikit untuk nya? tapi,, sejak kapan?
"masuk" suruh Mahen dengan melirik sekilas pintu mobil di samping nya, namun membuat nya mendelik dan mencebikkan bibir nya
"Ay denger, gue bilang masuk, wajah lo udah pucat kayak gitu masih sempet ngomel!!" seru Mahen yang lagi lagi membuat dia jengah sendiri menghadapi nya
diri nya mencoba untuk menatap Mahen, yang begitu,,, serius? sampai sampai diri nya pun tidak berani menatap laki laki ini lagi
"mau gue gendong atau masuk sendiri?" tanya Mahen yang hanya melihat nya malah melamun dan tertegun di tempat nya berdiri
Deg
sejak kapan Keenan yang di kenali nya berani berkata seperti itu pada seorang perempuan? Bukan nya diri nya yang gemetar, malah laki laki itu yang terlihat menutup mulut nya sendiri, salah ngomong apa gimana?
"ya', ya lo inisiatif,, buat bukain pintu nya kek,, nggak lihat apa,, tangan gue,, masih sakit,, karena lo juga!!" ujar nya berseru dengan gugup, dan mengalihkan pandangan nya dengan menunduk
apakah diri nya tidak salah dengar, bisa kah diri nya menghilang untuk saat ini dari hadapan pria di hadapan nya ini, dia berharap laki laki itu tidak melihat rona merah pada kedua pipi nya saat ini
"silahkan masuk tuan putri?" ucap Mahen dengan berlagak seperti prajurit yang membuka kan tirai kereta kencana, namun membuat nya semakin malu dan menunduk semakin dalam
jantung nya kembali berdegup dengan kencang, tidak tahu kah laki laki ini bahwa dia sudah beberapa kali menahan degup jantung nya untuk hari ini, yang menjadi pertanyaan nya kali ini adalah, apakah yang bersama nya saat ini adalah Keenan Malik Mahendra yang di kenali nya? pertanyaan itu tidak bisa di hindari nya untuk hari ini
_**That Naughty Girl Is My Wife_
Senin, 29 Mei 2023**