
setelah berkonsultasi dan memeriksa kan apa yang sebenar nya terjadi pada nya dengan dokter,, kini siang ini,, kedua nya pun tengah duduk di dalam mobil,, dengan raut wajah Mahen yang terlihat jelas merasa senang karena sejak tadi,, laki laki ini tidak berniat untuk kembali mendatar kan wajah tepat nya saat kedua nya keluar dari ruangan dokter,, laki laki ini terus saja tersenyum dan bahkan memeluk pinggang nya dengan erat,, namun dengan diri nya yang memasang wajah datar
"cup,, kamu kenapa si,, kok bete gitu sejak tadi,, jangan bilang kamu nggak suka mendengar kabar kalau kamu sedang hamil,,?" tanya Mahen dengan lembut,, di kala membantu nya memasang seat belt pada tubuh nya,, bahkan sempat sempat nya laki laki ini mengecup singkat bibir nya yang jelas sedang sedikit mengerucut mengalih kan pandangan
"lupa kan lah hal itu,, sekarang kenapa kamu bertanya hal yang aneh aneh sama dokter nya,, sudah putus kah urat malu dalam diri kamu,,?" tanya nya dengan berujar,, bersedekap dada dan mulai bersandar dengan tenang di dalam mobil ini
"aku bertanya hal yang aneh aneh bagaimana,, akh,, apa kah perihal aku yang bertanya apa kah berhubungan badan di larang saat istri sedang di hamil,, itu yang kamu sebut sebagai hal yang aneh aneh,,?" tanya Mahen dengan memandangi wajah nya dari samping
"jelas aneh lah Nan,, pertanyaan yang kamu tanya kan itu bukan kah terdengar sedikit ambigu,kamu mungkin nggak malu dengan hal ini,, tapi jujur saja,, aku malu di sini,," keluh nya masih memalingkan wajah nya
"yang dengar,, ini bukan lah hal yang akan membuat kita malu atau bisa mempermalukan kita,, lagi pula,, aku melakukan ini juga untuk kita,, sekarang begini saja,, bagaimana jika aku meminta hak ku sama kamu saat kamu sedang hamil padahal itu tidak di perboleh kan,, aku juga nggak mau kali melakukan nya dalam keadaan gelisah,, lagi pula,, bukan kah dokter nya juga bilang,, suami nya juga dulu seperti itu,,?" jelas Mahen yang di benar kan juga oleh nya meski dalam hati
"tapi tetap saja aku yang malu di sini ish,, kenapa kamu tidak mengerti juga si,,?" tanya nya dengan dingin,, bahkan merasa gemas pun ikut hadir di hati nya kala mendengar setiap jawaban dari Mahen
"ya sudah ya sudah,, maaf kan aku,, yang sudah terjadi tidak bisa kita ulangi kembali,, sekarang kita pulang ya,, tapi aku nggak mau pulang membawa masalah apa lagi Papa sama Mama tadi curiga kita mau ke mana,,?" tutur Mahen yang membuat nya menghela nafas panjang
"hmm,, baiklah,, tapi kita singgah di mesjid dulu sebentar,," tutur nya yang hanya bisa pasrah,, namun membuat Mahen bingung
"mesjid,, untuk apa kita ke mesjid yang,,?" tanya Mahen seraya melirik ke arah arloji di pergelangan tangan kiri,, padahal waktu dhuhur masih cukup lama,,
"kamu mau pipis,,?" tanya Mahen mengingat ucapan dokter tadi pasti akan sering memiliki keinginan ke kamar mandi
"nggak hanya pipis Nan,, ingat,, aku sedang hamil sekarang,, jika ingin mendapat keberkahan dan memiliki keturunan yang shaleh dan shalehah,, kita harus rajin beribadah,, tidak hanya kebutuhan jasmani saja yang kita cukupi,, bahkan kebutuhan rohani juga harus kita cukupi,," jelas nya mengingat kan
"heem,, ya sudah,, kita singgah sebentar di mesjid untuk duha'an dulu,," jawab Mahen dengan mengangguk,, lantas mulai menjalankan mobil
merasa bosan di dalam mobil yang terus menerus menampil kan gedung gedung tinggi pencakar langit di sepanjang perjalanan,, kini diri nya pun mulai merogoh dan mengambil ponsel nya yang tersimpan di dalam tas selempang nya
berselancar di dunia Maya yang sudah lama tidak di periksa nya,, Instagram,, ya,, perempuan ini memilih membuka akun Instagram milik nya selagi menunggu Mahen mencari mesjid terdekat
mulai menggulir layar ponsel ke bawah,, hingga netra nya menatap dengan mata yang berbinar binar di kala melihat salah satu postingan di akun Instagram nya,, bahkan tanpa sadar,, diri nya meneguk saliva nya sendiri melihat nya
"yang,, kita sudah sampai,," tutur Mahen seraya menoleh ke arah nya, namun di buat bingung di kala melihat nya
"yang,, hei,, kamu kenapa,,?" tanya Mahen dengan mengelus lembut paha nya, dan berhasil membuat nya tersadar
"astaghfirullah,, iya Nan,, kenapa,,?" tanya nya balik sontak menyimpan ponsel nya di atas dashboard mobil
"hehe,, nggak kok,, maaf,, tadi aku fokus nya sama ponsel,, ya sudah,, aku duluan mau ambil wudhu ya,, nanti kita ketemu di sini lagi,,?" pamit nya yang seraya keluar dan kembali menutup pintu mobil, membuat Mahen terdiam keheranan
melihat nya meninggal kan ponsel nya di atas dashboard mobil,, kini berhasil membuat rasa penasaran Mahen semakin menjadi,, diam diam ternyata laki laki memperhati kan nya saat diri nya memegang ponsel tadi
sebenar nya pergerakan nya memang terlihat mencurigakan sejak tadi,, jelas saja,, laki laki mana yang tidak akan merasa curiga jika istri nya memandangi ponsel nya dengan saksama bahkan sampai menatap nya melongo seperti itu
hingga senyuman tipis khas Mahen pun terlihat di kala melihat apa yang mungkin di pandangi nya sejak tadi lewat ponsel nya
"jadi Mama nya dedek bayi lagi ngidam rupa nya,, tapi kenapa nggak bilang sama aku kalau kamu memang ngidam sayang,,?" gumam Mahen di saat melihat salah satu postingan di dalam akun Instagram yang memperlihat kan sup daging sapi dan iga di dalam ponsel nya
melihat hal itu,, kini berhasil membuat Mahen sendiri menggeleng dengan pelan,, ada ada saja istri nya ini,, padahal ada Mahen yang dapat di andal kan,, tapi kenapa diri nya tidak bilang saja sejak awal
...°°° ...
siang ini,, kedua nya kini baru sama sama kembali duduk di dalam mobil,, dengan tujuan perjalanan pulang,, karena diri nya yang mengusul kan permainan agar kedua nya sekaligus menjalan kan ibadah shalat dhuhur di mesjid ini,, membuat Mahen mengalah dan menuruti apa yang menjadi keinginan sang istri,,
"sudah,, perjalanan masih panjang,, kamu tidur saja,, nggak usah tahan kantuk,, nggak baik juga kan buat kamu yang lagi hamil,, hmm,,?" tutur Mahen dengan mengelus lembut puncak kepala nya,, rasa tak tega di saat melihat sang istri menguap meski sejenak,,
"tapi,, kamu gimana,,?" jawab nya dengan bertanya dan menatap ke arah Mahen
"nggak gimana gimana sayang,, sudah,, kamu tidur lah,, dengar kan apa yang dokter kata kan tadi,, kamu harus banyak istirahat,, aku nggak hamil,, nggak butuh banyak istirahat juga,, kamu yang hamil kasian,, pasti lelah karena melewati perjalanan panjang,," jawab Mahen dengan menoleh ke arah nya sekilas
"emm,, tapi Nan,, aku nggak enak,, masa suami aku nggak tidur karena nyetir,, aku nya malah enak enakan tidur si,,?" balas nya
"hmm,, sudah lah yang,, aku nggak apa apa nyetir juga,, orang nyetir nya nyetir in istri sendiri kok,, nggak usah banyak merasa bersalah yang,, ingat kata dokter tadi kan,, ibu hamil muda seperti kamu ini jangan banyak pikiran,, tidur ya,,?" tutur Mahen lagi
"ya',, ya sudah aku tidur,, tapi kalau ada apa apa bangun kan saja aku ya,,?" jawab nya di akhiri dengan pertanyaan juga
"hmm,, iya sayang,, nanti kamu aku bangun kan kalau ada apa apa,, sekarang tidur,, kasian dedek bayi nya pasti ikut kelelahan kalau Mama nya kelelahan,, jangan lupa baca do'a,," tutur Mahen lagi
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Selasa,, 26 September 2023