That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



Pagi berganti siang, matahari pun sudah tidak malu malu lagi menampil kan terik nya, kini, dua keluarga sudah duduk manis di sofa ruang tamu ini, semua nya sudah nampak hadir, sejak pagi, Ayla, akh ayo lah, sejak perdebatan pagi tadi, membuat nya malas hanya untuk bertegur sapa atau bahkan melirik Mahen sekilas pun rasa nya dia malas, mengapa semua orang kini sangat ingin mengejek nya dengan cowok sok cool dengan nama Guntur itu, tidak tahu kah mereka jika ia tidak pernah dengan mood baik jika sudah membahas tentang cowok itu?


Tidak ingin bergelut dengan isi pikiran nya, kini ia pun mulai beranjak berdiri dari duduk nya


"Hlo,, Ay, kamu mau ke mana?" tanya bunda yang melihat nya beranjak, membuat Mahen di samping nya ikut mendongak menatap ke arah nya


"Hmm,, Ay mau ke belakang dulu Bund, bikinin minuman sama cemilan, Ayah Bunda mau Ay buatin yang lain?" jawab nya dengan berusaha bertanya ramah


"Hmm,, nggak Ay makasih, samain aja sama yang lain, apa kamu bisa melakukan nya sendiri, mau Bunda bantu sayang?" tanya Bunda dengan tatapan teduh nya


"Eh, nggak papa Bunda, Ay bisa sendiri, makasih, Ma, Pa, apa Mama sama Papa mau Ay buatin yang lain, Ay mau ke belakang?" ucap nya beralih menatap kedua orang tua nya


"Nggak papa Ay, apa aja yang ada, nggak usah kamu paksa kan diri, mau Mama bantu nak?" jawab Mama dengan tersenyum membuat nya ikut tersenyum tipis


"Ya udah, Ay pamit ke belakang dulu semua?" ucap nya berpamitan hendak berbalik, namun,,,


"Tunggu Ay,," imbuh Ayah kala melihat sesuatu di pergelangan jari tangan nya membuat nya mengurung kan niat nya


"Kenapa yah, apa Ayah butuh sesuatu?" jawab nya dengan lembut dan menyelip kan anak rambut bagian kanan nya ke belakang telinga nya


"Tangan kamu kenapa pakai plester naak, apa sempat terjadi sesuatu sama kamu, apa putra tunggal Ayah menyakiti mu?" Tanya Ayah dengan beralih menatap Mahen dengan tatapan sengit nya membuat yang di tatap salah tingkah


"Akh,, nggak papa Ayah, tadi pagi Ay kurang hati hati aja waktu iris bawang, jadi tangan nya sedikit terkelupas, tapi sudah Ay obat in juga kok, Ayah tenang aja, ini luka kecil" jawab nya tanpa berbohong, namun sukses membuat Mahen yang mendengar semakin di hantui rasa bersalah


Setelah berucap demikian, ia pun benar benar beralih dan berjalan ke arah dapur dan memulai membuat cemilan dan minuman untuk keluarga besar nya


"Cakra, bagaimana bisa, anak gadis tunggal mu yang anggun dan pemilik sikap ramah seperti itu kamu bilang nakal, padahal dia cukup baik dengan bersikap kepada ku?" tanya Hendra dengan beralih menatap Cakra di sofa yang berbeda dengan nya


"Iya nih, kak Cakra gimana sih, anak gadis seperti itu kok di bilang nakal, padahal dia cukup baik hlo, bahkan aku sendiri ibu mertua nya cukup bangga punya menantu seperti dia, sudah bisa hidup mandiri, di zaman sekarang kan kebanyakan anak gadis yang sulit mempunyai kemampuan seperti memasak, sama yang lain nya?" tambah Sarah dengan anggun


" Hhhhh,, gimana ya, kalian nggak pernah sih lihat kelakuan dia di rumah kayak gimana, pulang malam melebihi jam makan malam, bawa nya motor besar juga, satu lagi yang tambah aku bikin pusing kalau berhadapan sama dia, dia itu apa nama nya, cukup tomboy, kepribadian nya sangat bertolak belakang dengan sepupu nya yang feminim, di zaman sekarang, gadis mana yang bisa taekwondo?" ujar Cakra sedikit menceritakan anak gadis nya


"Naah, justru itu dia yang berhasil buat aku benar-benar kagum sama anak kak Cakra dan kak Nita ini, dia punya keahlian bela diri, di zaman kayak gini, mana ada sih gadis yang punya keahlian seperti itu, kak Cakra nggak tahu aja, ilmu bela diri tu bagus tahu buat gadis secantik dia, artinya dia bisa jaga diri dengan baik, sampai nggak ada laki laki hidung belang yang berani sentuh dia, kalau kepribadian tomboy sih, nanti kalau punya anak juga bakalan berubah dengan perlahan, bisa jadi dalam waktu dekat ini juga" tutur Sarah yang memang di benar kan oleh Cakra dan Nita sendiri


"oh iya, lagi pula, aku dengar sih, Ayla itu peringkat kedua loh setelah Mahen di sekolah, waktu tahun lalu" ucap Sarah "bukan begitu kak Nita, kalian pasti bangga dong, sama prestasi yang sudah Ayla raih?" lanjut Sarah dengan menatap ke arah Nita


pertanyaan Sarah itu berhasil membuat Nita mengulas senyuman tipis nya "hmmm, iya Sarah, tahun lalu, anak gadis ku itu memang peringkat kedua setelah Mahen" jawab Nita dengan bangga


mendengar percakapan demi percakapan yang terus dilontarkan oleh keluarga nya jujur, kini berhasil membuat kedua telinga Mahen panas, apalagi ini mengenai perihal istri nya sendiri, lebih memilih mengabaikan dan berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga


"Mahen, kamu mau ke mana?" tanya Cakra yang melihat nya beralih dan beranjak berdiri


"ke belakang Pa" jawab Mahen dengan singkat lalu mulai bergegas meninggal kan ruangan keluarga ini


sontak Kini perlakuan nya itu membuat seluruh keluarga yang sedang berkumpul menggeleng-gelengkan kepala nya masing-masing, tak heran, memang seperti itu lah Mahen, cowok dengan kepribadian dingin


"tuh kak, kakak bisa lihat sendiri kan, gimana dingin nya Mahen, itu sama keluarga nya sendiri loh, nggak tahu tuh kalau sama Ayla gimana, masa beda ya, kayak nya sama deh" seru Sarah yang sedikit kurang tidak suka dengan sikap Mahen yang selalu dingin


"gini Sarah, Mahen memang terlihat dingin, tapi dia cool juga kalau dingin kayak gitu, aku suka, karena di balik sikap dingin nya Mahen, di situ ada jiwa kepemimpinan tersendiri, contoh nya untuk membina keluarga" jawab Nita yang memang diangguki oleh Cakra sendiri


sementara itu dengan keadaan di belakang


"Ay,," Panggil Mahen dengan menyandarkan tubuh nya di bingkai pintu dapur yang melihat istri nya tengah berkutik dengan alat-alat dapur lain nya


merasa ada yang memperhatikan, kini berhasil membuat nya yang masih fokus membuat dimsum kini mengalih kan pandangan nya, namun helaan nafas panjang itu terdengar kala menyadari siapa yang tengah memperhatikan nya, dan jangan lupakan dengan putaran bola mata nya kala diri nya merasa jengkel


"mau gue bantuin nggak?" tawar Mahen seraya berjalan menghampiri nya dengan perlahan


"hhh,, makasih, tapi gue rasa nggak usah, gue bisa sendiri kerjain ini" jawab nya dengan jutek dan berhasil membuat Mahen yang mendengar pun menghela nafas panjang


"gue minta maaf, soal yang tadi pagi, lo mau kan maafin gue?" tutur Mahen dan menyandarkan tubuh nya membelakangi wastafel


"hmm, gak usah dibahas lagi" jawab nya singkat


"ayolah Ay, please, jangan diemin gue kayak gini, itu bikin gue nggak nyaman, kalau nggak juga, lo boleh deh lakuin apapun sama gue, lo mau marahin gue, lo mau tampar gue, bahkan kalau lo mau balas gue dengan sayatan di tangan gue juga nggak papa Ay, demi Tuhan gue ikhlas, tapi lo jangan diemin gue kayak gini, gue sendiri yang nggak nyaman Ay" seru Mahen dengan tatapan yang terpusat pada nya


"hhhhh,, lo apa an sih nan, gue bilang nggak usah dibahas, itu artinya gue udah maafin lo, asal lo nggak lakuin hal kayak gitu lagi" jawab nya dengan mengangkat nampan yang sudah berisi cemilan dan minuman yang sudah disiapkan nya sejak tadi


_Naughty Girl Is My Wife_


Senin, 9 Januari 2023