
tepat pada pukul 21.20 malam, Mahen terbangun dari tidur nyenyak nya setelah tadi laki laki ini benar benar memberikan hukuman pada nya yang tidak menuruti apa perkataan nya
kembali memandangi wajah cantik itu di kala tertidur, kini berhasil membuat Mahen tersenyum tipis, entah mengapa laki laki ini merasa sedikit menyesal di kala baru menyadari jika wanita yang kini tertidur dengan lelap di samping nya ini memang memiliki paras yang cantik dan rupawan, tak heran jika banyak laki laki yang tengah mengagumi kecantikan nya
menyapu kan rambut yang sedikit menutupi mata nya, kemudian laki laki itu terlihat semakin tersenyum dengan lebar di kala melihat kedua mata yang tengah tertutup itu
hingga netra Mahen pun teralih kan di kala tangan nya meraba sesuatu yang ada di atas nakas dengan tidak sengaja,,
jujur, melihat benda ini rasa penasaran Mahen pun semakin meronta ingin melihat dan membaca apa yang tertulis di dalam nya
jika di beri kan kesempatan untuk bertemu dengan mu sekali saja, kini ku ingin menatap kedua mata mu, tanpa bertanya apa apa
kembali merasa kan tatap indah teduh mata mu yang pernah gagal ku tatap kembali sekarang, hanyut di dalam sana meski hanya sekejap, bergumam dalam hati bahwa kamu adalah sosok yang pernah ku sayangi, mengapa dan berbicara seperti teman lama tak berjumpa, lalu melupakan apa apa yang pernah ada di antara kita,,,
kini ku tahu, waktu pasti akan mengubah semua nya, jika saat itu memang benar ada, semoga kita sudah saling menemukan bahagia satu sama lain, bersama sosok yang kita ingin,,,
'se terluka itu kah kamu,, di kala perpisahan itu menghampiri kalian?' batin Mahen seraya menoleh ke arah nya yang masih tertidur dengan pulas, setelah puas membaca isi dari buku harian yang selalu ada di sisi nya
"maaf,, mungkin aku baru mengetahui nya di baru baru ini Ay,, namun aku akan berusaha untuk membawa mu keluar dari keterpurukan yang kamu alami sebelum nya,," gumam Mahen di kala mengingat jika diri nya masih menderita selfharm, sambil tengah menatap nya dengan tatapan sendu
sebenar nya diri nya mempunyai kepribadian yang cukup baik menurut Mahen sendiri, di zaman sekarang, mana ada wanita yang bisa ilmu bela diri, bisa memasak, juga bisa melakukan pekerjaan rumah lain nya dalam satu waktu sekaligus, namun diri nya memang lah diri nya, yang tidak pernah mengungkit atau bahkan tidak pernah menunjukkan kemampuan nya pada sembarang orang, sekali pun itu di tunjukkan, namun hanya di tunjukkan sedikit saja, tidak lebih
entah bagaimana asal mula nya laki laki ini bisa menjadi tertarik dengan diri nya yang notabene nya begitu tomboy dengan apa yang selalu di lakukan nya
laki laki itu bangun dan kembali lagi ke tempat tidur dengan sudah berpakaian, kemudian memakaikan kemeja putih polos nya di tubuh sang istri yang sedikit kebesaran di tubuh sang istri, sampai kemeja tersebut mampu menutupi bagian tubuh nya sampai sebatas lutut
setelah melakukan hal itu, kini Mahen pun kembali berbaring dan menyelimuti tubuh kedua nya hingga sebatas bahu
"mimpi indah cantik,," ucap Mahen di kala membawa tubuh nya di dalam pelukan hangat nya
......°°°......
"ugh,," gumam nya di kala merasa kan hal yang sempit dan merasa ada yang mengganjal
"pagi cantik,,?" gumam Mahen yang terus menerus memandangi wajah polos nya
"apa yang sedang kamu lakukan?" tanya nya yang merasa sedikit heran dengan laki laki di hadapan nya ini
mendengar hal itu, kini hanya membuat Mahen menggeleng kecil "aku hanya memandangi wajah cantik istri ku di pagi hari" jawab Mahen dengan raut wajah tanpa dosa dan tersenyum yang sial nya malah membuat nya memutar bola mata nya dengan malas
"hoek,,, hoek,,, hoek,,,"
rasa mual itu tidak bisa di hindari nya lagi, entah mengapa diri nya saat ini, namun rasa nya begitu mual
hingga diri nya pun di kejut kan dengan pelukan hangat dari atas belakang dengan erat, dan diri nya merasa, rambut nya sudah terkumpul di kepala nya
"kamu kenapa si,, aku khawatir,, kita periksa ke dokter ya,,?" bisik Mahen yang memeluk erat pinggang nya dengan lembut
"hhhhh,,, hhhhh,,, entah lah,, rasa nya benar benar mual, mungkin hanya masuk angin saja" jawab nya seraya mengelap mulut nya dengan tisu, kemudian berbalik badan menghadap Mahen
"kamu sudah minum obat?" tanya Mahen dengan tatapan khawatir, kedua tangan nya tidak berhenti memeluk tubuh nya dengan lembut
"entah,,, minum obat apa,,?" jawab nya dengan mengangkat kedua bahu nya tak acuh
"hhhhh,, Ay,, seharus nya kamu minum obat sebelum tidur tadi,," imbuh Mahen dengan menghela nafas berat
"heem harus nya gitu,, tapi tadi waktu mau minum obat siapa yang gendong aku sampai aku nggak bisa berdiri tegak dengan sempurna kayak gini,,?" tanya nya dengan menantang, membuat Mahen tersenyum penuh arti
"hehe,, maaf,, ya habis nya gimana lagi,, kamu nya menggoda iman banget buat di sentuh,," jawab Mahen dengan tersenyum penuh kemenangan dan lanjut berbisik di telinga nya di 8 kata terakhir, membuat nya bergidik ngeri
"mau lanjut lagi nggak,, masih ngantuk nggak,, ayo tidur lagi,," imbuh Mahen seraya mengangkat tubuh nya ala bridal style dan berhasil membuat nya cukup terkejut
"akh,, Keenan,, kamu apa apaan sih, jangan aneh aneh deh, turunin nggak?" ujar nya seraya memukul bahu Mahen
"eem,, nggak semudah itu,, kita harus kembali beristirahat lagi,, kamu nya kasihan pagi pagi sudah muntah muntah,," jawab Mahen yang berkeras kepala dan menggeleng
mendengar hal itu, kini berhasil membuat nya pasrah saja dan memutar bola mata nya dengan malas, mau di tanggapi dengan cara apa pun lagi, laki laki ini akan tetap berkeras kepala menghadapi nya, jadi biar kan saja, sesuka nya saja lah, pikir nya
"tidur lagi saja,, hari ini biar aku yang memasak sarapan pagi untuk kita, Mauza juga, tapi dia masih tidur, jadi kita tidur dulu saja" imbuh Mahen seraya menidurkan tubuh nya dengan perlahan seperti bayi
"hhhhh,, aku bukan bayi Nan, aku bisa sendiri,," jawab nya yang merasa mendapat kan perlakuan yang berlebihan dari Mahen
"sssttt,,, tidur saja, jangan banyak bicara, jangan banyak gerak,, ini masih pagi,," jawab Mahen lagi dengan menempel kan jari telunjuk nya tepat di depan bibir nya, tengah menyuruh nya untuk diam
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Sabtu, 12 Agustus 2023