That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



merasa membutuh kan sesuatu, namun gadis ini pun tidak bisa meminta bantuan dari pria lajang akh latah, lebih tepat nya lagi, pria yang sudah mengumandangkan janji suci untuk nya, yang masih tertidur di tempat tidur sana, ia pun hanya berusaha sendiri semaksimal mungkin


dengan perlahan, ia pun mulai mengambil salep yang tergeletak di atas meja, kemudian mulai membuka tutup nya dan mengoleskan salep tersebut ke bagian kaki nya yang terasa cukup sakit


rasa nya memang begitu sakit, namun sebisa mungkin ia menahan nya agar tidak meringis, bukan nya takut Mahen terbangun, tapi apapun yang terjadi, gadis ini sadar, dia harus selalu terlihat kuat di mata siapapun


lama gadis itu mengolesi obat luka pada kedua kaki nya, hingga kini telah selesai pun, gadis ini sengaja mendiamkan sejenak kedua kaki nya dan menggerakkan nya dengan pelan, hingga rasa sakit itu sudah benar-benar berkurang


dengan sedikit langkah gontai, gadis ini pun mulai berdiri dan mulai melangkah kan kaki nya untuk bisa kembali melangkah hingga akhir nya keberuntungan kini berpihak kepada nya sekarang, kaki nya sudah tidak sesakit tadi lagi


dengan segera ia pun mengambil koper, dan membawa nya ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya dan bersih-bersih sebentar, gadis ini memang terlihat tomboy, namun masih ada sedikit iman dalam hati nya hingga hati nya tergerak untuk bisa melakukan salat meski sendiri, dan meski diri nya belum mendapat hidayah untuk bisa melaksanakan salat sunnah


setelah selesai dengan rutinitas pribadi nya, gadis ini beranjak keluar dari kamar dan menghampiri mobil yang mengantarkan nya ke sini, gadis ini terlihat membuka bagasi dan mengeluarkan benda kesayangan nya dari sana, apalagi jika bukan sebuah gitar berwarna coklat yang terbuat dari kayu, pemberian sekaligus hadiah ulang tahun dari kakak nya, Gustian


kembali masuk ke dalam dan tak lupa kembali menutup pintu rumah hingga rapat, netra nya teralih kan, kala melalui dapur yang terlihat nyaman di pandangan nya, alhasil, perut nya juga bergerak untuk meminta diisi


dengan ragu ia pun memasak nasi goreng seafood di dalam dapur ini karena memang bahan makanan sudah tersedia dan cukup banyak untuk waktu sekitar 1 minggu ini,


dengan lahap ia pun mulai memakan nya, tak banyak berpikir karena memang perut nya juga sudah sangat lapar dari pagi


setelah dengan dapur selesai ia pun kembali melangkah menuju kamar nya dan melihat Mahen yang masih terlihat tertidur pulas di sana dengan selimut bed cover yang sudah acak-acakan tak terbentuk lagi, juga dengan deru nafas teratur menandakan bahwa laki laki ini tengah tertidur dengan pulas


"hhhhh,,, dasar pria dingin, planet Uranus, tampang nya aja sok dingin, tapi manusia kayak dia kok bisa tidur dengan nyenyak sampai ngorok kayak gitu juga ya'?" melihat nya membuat nya hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang tak habis pikir


dan ia pun ikut tertidur namun masih di sofa yang tadi sempat ia duduki, iya hanya ingin tahu seberapa peduli nya Mahen terhadap nya, meski terbilang dingin, tapi cowok ini tetap memperlihat kan sisi kepemimpinan nya pada nya tadi, jadi mungkin hal itu begitu membuat nya penasaran


☘️☘️☘️


siang berganti menjadi senja dan kemudian menggelap, berganti menjadi malam hari, di mana semua orang benar-benar mengistirahatkan tubuh otak serta pikiran mereka dari aktivitas siang yang telah mereka lalui


Ayla, terlihat gadis itu terbangun dari tidur nya, mimpi nya beberapa tahun silam kini hadir lagi dalam tidur nyenyak nya, bertemu dengan bayang-bayang seseorang, laki-laki, seolah tersenyum pada nya, namun kala diri nya ingin menghampiri nya, laki-laki itu kian menjauh dari nya, entah apa arti dari mimpi nya itu, ia sendiri pun tak tahu


merasa sedikit bosan karena terus-terusan berdiam diri di kamar, kini gadis itu pun mulai melangkah kan kedua kaki nya ke arah balkon kamar yang menampil kan gelap nya malam dengan ditabur bintang-bintang juga bulan yang sedikit temaram jangan lupakan gitar kayu coklat pemberian sang kakak yang selalu ada di genggaman tangan nya


dengan perlahan, dia terduduk dengan memangku gitar kesayangan nya itu,


yah, kalian benar, kemana pun ia pergi, gadis itu selalu saja tidak pernah melupakan gitar kesayangan nya ini, pemberian sang kakak, sosok yang sangat begitu berharga di hidup nya


memandangi langit yang kelam dengan di hiasi bintang serta cahaya rembulan malam yang temaram kini menemani malam nya ini, terdiam sejenak, ia pun mulai memetik senar dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang memiliki makna sangat dalam di hidup nya itu


"I wanted you for life, you and me in the wind


I never thought there'd come a time that our story would end


It's hard to understand but I guess I'll have to try


It's not easy to say goodbye


For all the joy we share, all that time we had to spend


Now if I had one wish, I'd want forever back again


It's not easy to say goodbye


I remember all those great time we had


So many memories, some good, some bad


Yes and through it all, those memories will last forever


There's peace in where you are, maybe all I need to know


And if I listen to my heart, I'll hear your laughter once more


And so I have to say I'm just glad you came my way


It's not easy to say goodbye"


kala tengah menikmati semilir angin di malam ini yang membuat rambut nya turut berterbangan juga dengan tatapan sendu nya itu, kini,,,


"hmm,," suara deheman singkat dari arah dalam kamar kini membuyarkan lamunan nya yang tengah menatap gelap nan indah nya malam hari ini


membuat nya terperanjat dan sontak menoleh kan pandangan nya ke arah belakang dengan cepat


terlihat sosok laki-laki tampan dengan setelan baju taqwa dan juga sarung pada tubuh laki-laki ini yang tengah berdiri tegap di ambang pintu sana, menatap diri nya yang tengah duduk dengan tatapan yang sulit diartikan


"kok lo di sini?" tanya Mahen seraya bersedekap dada dan menyandar kan tubuh nya di bingkai pintu balkon kamar ini


"hhhhh,,, menurut lo gue harus di mana lagi, di samping lo, ogah banget" jawab nya dengan memutar bola mata nya malas


"ganggu aja orang lagi sendiri" lanjut nya bergumam


"maksud gue kenapa lo nggak di dalem, gitu aja nggak paham!!!" ujar Mahen dengan jengah namun masih terkesan dingin


"bukan nya nggak paham, lo nya aja yang irit ngomong, singkat, cuman nggak jelas banget!!" jawab nya balas berujar


"lo udah makan?" tanya Mahen mulai mengalih kan pembicara an, nggak baik juga kalau keseringan debat, cewek memang selalu nggak mau kalah bukan?


"udah, gue juga udah baik baik masakin makanan buat lo, tapi dari tadi siang lo nggak nunjukin kalau lo bangun, lo ngebo banget tau nggak, mana ngebo nya plus ngorok lagi, jadi mungkin masakan yang udah gue masak keburu dingin, ya udah, biar gue masakin lagi kalau lo nggk biasa masak sendiri" ujar nya nyerocos sambil mengomel dan berdiri dari duduk nya


meski pun dia cukup tak suka dengan laki laki yang sudah satu atap dengan nya ini, tapi ia tahu, memasak bukan lah pekerja an yang di kerjakan oleh laki laki, berinisiatif dan memilih berbaik hati menawarkan masakan nya, itu sudah cukup lembut bagi nya pribadi


"l,, lo udah bisa jalan?" tanya Mahen memandangi nya dari bawah kaki sampai atas dengan bingung, pasal nya cewek ini tadi siang merasakan sakit di kedua kaki nya, namun mengapa sekarang?,,,


"belom Keenan, gue belom bisa jalan sendiri, kaki gue masih encok lo liat, ya bisa lah, lo udah liat gue berdiri kayak gini tanda nya gue udah bisa jalan" ujar nya kala melalui Mahen yang masih berdiri di tengah kebingungan nya di ambang pintu


_**Naughty Girl Is My Wife_


Rabu, 28 September 2022**