That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



Mahen dan Ayla,, kini kedua nya tengah sampai pada malam hari sekitar pukul 19.45 di dalam kamar hotel ini setelah menghabis kan waktu berdua dengan berjalan jalan mengelilingi kota Yogyakarta ini


"kamu senang nggak,, sama liburan nya,,?" tanya Mahen seraya duduk di tepi tempat tidur dan terus memandangi wajah nya


"hum,, ya,, bagaimana aku tidak merasa senang,, jika tempat ini adalah tempat yang selalu ingin aku kunjungi kembali,, awal nya aku mau mengunjungi tempat ini kembali dengan kekasih hati ku,, nyata nya bukan juga,," jawab nya seraya melempar tubuh nya dengan merentang kan kedua tangan nya ke tengah tempat tidur hingga terlentang


"hmm,, sekarang juga liburan nya kembali mengunjungi tempat ini dengan kekasih hati,, hanya saja,, kita sudah halal,, jadi kita tidak akan merasa mengganjal jika melakukan apa pun di sini hanya berdua,," jawab Mahen yang ikut berbaring namun menghadap nya dan memeluk erat perut sampai pinggang nya


"iya,, eh tapi Nan,, aku nggak nyangka banget lho,, bisa menjalin hubungan rumah tangga ini sama kamu,, padahal dulu waktu di SMA kita itu nggak ada akur akur nya sama sekali bukan,, bahkan saingan peringkat lagi,,?" tanya nya


"hmm,, iya,, tapi itu lah yang nama nya takdir,, tidak sembarang orang bisa menerka atau bahkan menebak nya,," jawab Mahen dengan kedua mata yang terpejam


"hah,, sudah lah,, kita harus mandi kembali,, sehabis jalan jalan tadi,, begitu melelah kan dan cukup membuang banyak tenaga sama waktu juga ya?" imbuh nya yang mengelus lembut kepala Mahen


...°°° ...


diri nya kini terduduk manis di tengah tempat tidur dengan buku yang setia menemani hari hari nya, fokus membaca buku yang ada di pangkuan nya


Mahen,, akh,, laki laki itu rupa nya begitu susah untuk sekedar di suruh mandi saja, rupa nya laki laki ini memang memiliki kepribadian yang sulit untuk sekedar di beri tahu


terdengar suara pintu yang di buka dari dalam kamar mandi, menampakkan Mahen dengan tampilan yang sudah terlihat lebih segar sehabis mandi, dengan handuk yang masih bertengger pada leher laki laki ini


tersenyum saat melihat diri nya yang terduduk dengan membaca buku di tengah tempat tidur, laki laki ini pun lantas menghampiri nya dan duduk di samping nya


memperhati kan nya yang terlihat masih asyik membaca buku tanpa mau untuk sekedar memperhati kan pergerakan di sekitar nya


"apa yang sedang kamu lakukan,,?" tanya Mahen yang hanya sekedar berbasa basi dan terus tersenyum ke arah nya yang masih fokus dengan gadget nya


"apa kah kamu tidak melihat,, jika aku sedang membaca buku,,?" jawab nya balik bertanya tanpa mengalih kan kefokusan nya pada benda di pangkuan nya


"hmm,, bisa kah kamu mengering kan rambut ku untuk ku,,?" tanya Mahen seraya mengulur kan handuk yang setia bertengger pada leher nya ke arah nya


"hhh,, rambut mu begitu pendek,, lakukan lah sendiri,, jangan mengganggu ku dasar usil,,!" jawab nya masih dengan tatapan yang tertuju ke arah buku


mendapat kan tanggapan seperti itu, bukan nya membuat Mahen marah,, namun malah membuat Mahen tersenyum,, di dalam hati laki laki ini tahu, jika diri nya masih kesal dengan perlakuan Mahen yang sengaja menggendong nya ke dasar kolam siang tadi


mulai menyapu kan pandangan dari puncak kepala nya ke bawah,, hingga kedua netra nya pun berhenti tepat pada anak rambut nya yang masih menjuntai


"bisa kah kamu menjaga dan kembali memanjang kan rambut mu,,?" tanya Mahen seraya memain kan untaian rambut nya


"hhh,,, kenapa,, apa kah rambut ku belum cukup panjang menurut mu,,?" tanya nya dengan mengalih kan pandangan nya lurus ke depan, masih belum memandang Mahen yang sudah tersenyum sejak tadi


"karena aku ingin kembali jatuh cinta pada mu sedikit lagi,," jawab Mahen yang sukses membuat nya memusatkan pandangan nya pada Mahen


"memang nya kamu sudah jatuh cinta pada ku,, sejak kapan,,?" tanya nya dengan sedikit bingung


"hhh,, tanpa aku menjawab nya juga aku rasa,, kamu sudah mengetahui nya Ay,," jawab Mahen


"aku belum mengetahui nya,, sejak kapan ya,,?" tanya nya dengan wajah polos nya


"omong kosong,, oh aku ingat,, apa kah sejak,, ulang tahun aku malam itu,,?" tanya nya lagi yang membuat Mahen memutar bola mata nya malas


"jauh sebelum itu terjadi,, bahkan sebelum kita menikah,, mungkin di awal pertemuan pertama kita saat di SMA,,?" monolog Mahen dengan berpikir


"omong kosong macam apa ini,, bahkan di awal pertemuan pertama kita di SMA itu terkesan buruk banget,,?" jawab nya yang berusaha menyangkal semua nya


"omong kosong apa,, itu bukan omong kosong kok,, aku memang belum mengungkap kan nya sama kamu saja,, jadi sekarang aku lakukan juga hal itu,, karena kamu tidak akan menolak pesona ku,," jawab Mahen dengan tersenyum tanpa dosa


"hhh,,, baiklah baik,, karena kamu begitu menyukai ku,, aku akan berusaha mencoba nya,, meski pun itu begitu menyusah kan ku,," jawab nya pada akhir nya,, dan mengambil handuk yang masih bertengger pada leher Mahen


"kamu nya hadap cermin sana,," usul nya seraya menunjuk ke arah cermin yang memantul kan kedua nya yang sedang sama sama terduduk di tengah tempat tidur


"nggak,, aku mau nya gini saja,," jawab Mahen dengan menghadap ke arah nya


"oh ayolah Keenan,, bagaimana bisa aku mengering kan rambut mu jika kamu saja duduk dengan posisi seperti ini,,?" tanya nya


"hhh,, baiklah baik ibu negara,," jawab Mahen yang pada akhir nya memperbaiki posisi duduk dengan membelakangi nya


"ibu negara,, bisa kah kamu mengering kan rambut ku untuk ku di lain waktu,,?" tanya Mahen di tengah pengeringan rambut nya


"hhh,, apa kah kamu tahu,, ketika usia ku masih cukup muda dari usia yang sekarang,, ketika aku selesai memandikan Mauza,, aku sering mengering kan bulu nya juga,,?" jawab nya dengan mengingat kan


"apa kah kamu mencoba mengatakan jika aku adalah anak kucing seperti Mauza,, kucing kesayangan kamu itu,,?" tanya Mahen yang padahal sudah mengerti


"bukan juga,, namun,, rambut mu begitu lembut seperti bulu Mauza,, saat di sentuh,, rasa nya hampir mirip,, akh,, aku menjadi teringat dengan kucing imut itu sekarang,," jawab nya


mendengar hal itu,, kini sukses membuat Mahen berbalik badan ke arah nya dengan melempar kan tatapan yang sulit di arti kan, lalu laki laki itu terlihat berhambur memeluk erat tubuh nya secara tiba tiba


lain hal nya dengan diri nya,, mendapat kan perlakuan yang tiba tiba dari Mahen,, diri nya sendiri pun merasa di buat cukup terkejut, sehingga diri nya yang belum siap menerima hal itu pun nyaris terbawa oleh Mahen,, tidur dengan posisi terlentang juga dengan Mahen yang berada di samping nya dengan posisi tengkurap dan masih memeluk erat tubuh nya


"apa yang sedang kamu lakukan,,?" tanya nya terlampau terkejut dengan pergerakan Mahen yang tiba tiba


"memperlakukan istri ku dengan baik,," ujar Mahen seraya menyeringai lebar,, lantas menekan kepala nya pada perut nya dan menggeleng geleng nya dengan cepat,, membuat nya merasa geli


"Nan,, akh,, apa yang kamu lakukan,, pergi lah,, Nan,, ini,, ini geli,," ujar nya tertahan di kala merasa geli pada bagian perut nya


"akh,, Keenan,, ku mohon xixi,, Keenan,, berhenti lah membuat ku,, xixi,, tertawa,, xixi,," mohon nya yang tidak juga di dengar oleh Mahen sendiri


"aku tidak akan melepas kan mu malam ini,, jadi,, tertawa lah sesuka hati mu sayang,," ujar Mahen yang beralih menarik kedua tangan nya, memeluk nya semakin erat, namun malah semakin membuat nya tak tahan dengan gelitikan yang Mahen lakukan


diri nya yang mengerti kini hanya bisa pasrah atas perlakuan Mahen pada nya,, toh laki laki ini tidak akan merasa puas juga jika diri nya yang minta berhenti


hingga pada akhir nya Mahen benar benar melakukan apa yang menjadi tujuan awal nya datang ke sini bersama dengan nya, melewati malam yang indah dan panjang meski terkesan sunyi ini


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Rabu, 30 Agustus 2023