That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



pagi ini,, sarapan pagi bersama dengan kehadiran Mama dan juga Papa yang terlihat sudah hadir di rumah dengan kesenangan yang mendalam


suasana hening untuk sejenak,, makan dalam diam dan saling fokus pada sarapan pagi masing masing


"Nan,, tadi pagi kenapa aku bisa tidur di atas tempat tidur,, padahal seingat ku semalam aku menunggu Mama sama Papa di sofa,, oh iya,, Mama sama Papa jam berapa pulang semalam,, makan malam di mana,, aku sudah menyisa kan masakan untuk Mama sama Papa semalam?" tanya nya dengan menoleh ke arah kedua orang tua nya yang kini tersenyum tipis ke arah nya


"duuh,, satu satu dong Ay tanya nya,, kebiasaan banget deh suka banyak tanya kayak gitu kalau khawatir sama Mama sama Papa juga?" tutur Mama yang mengingat kan nya dan berhasil membuat nya tersenyum malu


"hmm,, maaf Ma,, habis nya semalam aku benar benar nggak bisa kurangi rasa khawatir nya aku,," jawab nya dengan tertunduk


"gara gara kamu yang khawatir kan Mama sama Papa,, semalaman Mahen jadi kerepotan saat menopang tubuh kamu yang sudah pulas tertidur Ay,," imbuh Papa yang membuat nya cukup terkejut


"apa itu benar Nan,, dengan apa yang di bilang sama Papa,, kamu benar benar kerepotan menopang tubuh aku?" tanya nya seraya memandangi Mahen yang terdiam di samping nya


"ish nggak,, Pa,, Papa apaan si,, bukan seperti itu Ay,," jawab Mahen yang berusaha mengusir hal yang ada di pikiran nya


"maaf ya Nan,, aku nggak ada maksud untuk membuat mu kerepotan sendiri tadi malam,,?" ucap nya dengan menunduk lesu yang kemudian berdiri, membuat Mahen yang kali ini merasa di buat terkejut


"Ay kamu mau ke mana?" tanya Mahen yang melihat nya beranjak


"nggak kemana mana,, Pa,, Ma,, Ay sudah selesai makan,, Ay istirahat lagi di kamar ya,, tubuh Ay melemas,," ucap nya yang mengundang kerutan di dahi kedua orang tua nya


"lho Ay,, memang nya kamu sudah selesai makan,, nggak nambah lagi,, ini udang kesukaan kamu lho,, biasa nya kamu suka nambah porsi makan jika makan sama menu kesukaan kamu yang satu ini?" tanya Mama yang melihat nya mendadak lesu


"hmm,, nggak apa apa Ma, makan ku sudah selesai,, aku udahan saja,," jawab nya seraya mulai melangkah


...°°°...


di sini lah diri nya berada,, terduduk di tepi tempat tidur dengan kepala yang menunduk dalam,, benar benar merasa bersalah atas apa yang telah di lakukan Mahen pada nya,, padahal pada dasar nya memang itu lah kewajiban Mahen sebagai suami nya,, diri nya saja yang merasa bersalah,, entah apa maksud nya


"kamu kenapa,, kok terdiam gitu sejak tadi,, ada apa hmm,,?" tanya Mahen yang sejak tadi tidak di hiraukan oleh nya


"maaf jika aku banyak membuat mu kerepotan ya Nan,, aku nggak ada maksud untuk itu?" ucap nya tanpa memandangi Mahen yang diam diam tersenyum tipis


"apa kah aku banyak merepot kan selama aku menjadi istri mu?" tanya nya beralih menatap Mahen


mendengar hal itu,, kini Mahen pun tersenyum tipis dan jahil ke arah nya yang terus tertunduk dalam,, lantas memasang raut wajah bingung


"karena itu aku minta maaf,, aku sadar aku salah,, aku termakan omongan ku sendiri,, sejak awal aku nggak ada niatan menikah karena aku mau menjadi wanita yang mandiri,, bukan nya menjadi wanita yang mandiri,, aku bahkan selalu bergantung sama kamu setelah menikah,," jawab nya


"sayang,, sudah lah,, hal itu memang cukup merepot kan,, tapi,, aku juga senang kok di repot kan sama kamu,, hanya saja,, semalam kamu membuat ku khawatir,, jadi maaf jika semalam aku banyak memaksa mu dalam hal ini,, karena aku nggak mau kamu jatuh sakit lagi hmm,," tutur Mahen yang membuat nya menatap laki laki itu


"sudah seharus nya kamu merepot kan aku sebagai suami mu,, jika aku tidak mau kamu repot kan,, maka siapa lagi yang akan kamu repot kan,, bukan nya aku meragukan kecantikan kamu,, tapi,, seperti nya aku yang bakalan tidak rela jika ada laki laki lain yang mau kamu repot kan selain aku,, jadi,, repot kan lah aku sesuka mu,, jangan merasa tak enak hati,," nasehat Mahen seraya menarik kedua tangan nya ke dalam pelukan nya


"nggak,, kamu juga kenapa nggak bilang sama aku jika semalam kamu pasti kesusahan buat tahan tubuh aku,," tanya nya


"nggak kok,, kata siapa aku kesusahan menahan tubuh kamu,, aku mudah kok,, kamu jangan sesekali meragu kan otot aku,, aku bahkan lebih kuat dari kamu,, orang angkat kamu saja bisa kok,," jawab Mahen seraya terus mengelus lembut kepala nya


"ya tapi sama saja kamu nggak bilang sama aku jika kamu pasti kecapekan semalam,, sebagai ganti nya,, mau aku pijitin nggak punggung nya,, biar badan kamu juga enakan?" tanya nya


"nggak akh,, dari dulu aku nggak biasa di pijit,, rasa nya tuh aneh,, geli geli gitu,, malas deh aku hanya membayang kan nya saja ish,, buat aku kegelian,," jawab Mahen seraya bergidik geli


"ish,, kata siapa geli,, ini enak lho,, seolah otot nya di regang kan gitu,," jawab nya


"memang nya kamu pernah merasakan nya,, mau aku pijit juga hmm,, ngasih kode nih cerita nya nyonya Mahendra?" tanya Mahen


"ish,, nggak apaan si,, aku juga nggak pernah merasa kan nya kok,, aku kan orang nya geli an juga,, jadi nggak mau deh,," jawab nya


"terus kalau kamu merasa punggung kamu sakit kamu suka ngapain kalau selain di pijit gitu?" tanya nya lagi


"emm,, aku ini kan masih muda,, jadi nggak bakalan tuh yang nama nya sakit punggung,, itu penyakit orang tua tahu nggak,,?" jawab Mahen


"ish,, dasar kamu ya,, sudah punya istri masih bisa bilang masih muda,, yang kata nya pengen punya anak,, jadi Ayah,, Ayah itu bukan nya sudah terbilang jadi orang tua ya?" tanya nya yang berniat menggoda


"iya,, tapi lihat saja Ayah aku sekarang,, nggak menua menua,, awet muda gitu,, Bunda juga,, dan bukan kan Papa sama Mama juga gitu ya,, kayak nggak nanggung beban sama sekali,," jawab Mahen yang tak mau kalah


"iya juga sih,, Hoek,, Hoek,," tutur nya yang terpotong oleh rasa mual nya sendiri dan berlalu bergi dengan tergesa


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Jum'at, 8 September 2023