That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



siang ini,, semua keluarga sedang berkumpul di ruang santai sambil menonton siaran langsung televisi dengan di temani cemilan dan istri masing masing tentu nya 


"Yah,, aku minta maaf soal kejadian yang semalam,,?" ucap Mahen dengan dingin,, namun di penuhi dengan rasa penyesalan 


mendengar hal tersebut,, Ayah yang tengah bersantai pun melihat ke arah Mahen yang menundukkan kepala,, melihat penyesalan yang mendalam dari gerak gerik sang anak 


"sejak kapan kamu dapat mengucapkan kata maaf seperti ini,, biasa nya,, anak Ayah nggak pernah tuh meminta maaf duluan,, Ayla bilang apa sama kamu semalam,, sampai kamu mau menuruti apa kata nya,,?" tanya balik Ayah yang terlampau melontarkan sebuah lelucon 


"hhh,, Yah,, aku serius,," tutur Mahen dengan memandangi wajah Ayah dan berhasil membuat Ayah terkekeh kecil


"hmm,, ya ya,, Ayah tidak ambil hati omongan kamu semalam kok,, lagi pula,, Ayah juga minta maaf jika itu memang menyinggung perasaan kamu semalam,," jawab Ayah lagi 


"hum,, seperti nya pernikahan nya dengan menantu kita ini membuah kan hasil yang bagus Yah,, lihat saja,, anak kita yang sedingin es kutub Utara ini banyak perubahan juga,," tutur Bunda dengan menggoda Mahen 


"Bunda apaan si,," gumam Mahen yang masih dapat di dengar oleh semua nya namun malah di tanggapi oleh gelengan pelan dari semua nya 


"kamu mau ke mana,,?" tanya Ayah yang melihat Mahen mulai beranjak dari duduk entah hendak ke mana 


mendengar hal itu,, kini hanya membuat Mahen menoleh sekilas dan kemudian melanjutkan langkah yang sempat terhenti "dapur,," jawab Mahen dengan singkat,, tanpa membalas tatapan dari Ayah


"hhh,, anak itu,, tapi,, Ayah benar benar penasaran lho Ay,, kamu bilang apa saja si sama dia,, sampai dia bisa bilang maaf sama Ayah,,?" tanya Ayah yang melihat Mahen tak heran 


"lho,, kenapa Ayah malah bertanya sama Ay,, memang nya kenapa,, apa kah ada yang salah dengan nya,,?" tanya nya yang malah terdengar seperti penasaran juga 


"hhh,, jadi Ay,, Mahen itu,, sejak kecil memang gitu orang nya,, gengsian,, rasa gengsi nya tinggi dia,, gengsi bilang maaf apa lagi makasih,, itu langka banget bagi seorang Mahen,," jelas Bunda yang semakin membuat nya heran 


"emm,, masa si Bund,, maaf Bund,, bukan nya aku nggak percaya,, hanya saja,, sedikit heran saja,, tapi kalau di pikir pikir,, memang iya si,, dia gitu juga sewaktu aku masih satu SMA dulu,, orang nya gengsian banget ya Bund,," jawab nya 


"nah,, tuh,, kamu tahu sendiri dia gimana,," jawab Bunda yang membenarkan 


"nggak usah ajak calon ibu dari anak anak aku ghibah,, karena dia harus banyak makan makanan bergizi,, bukan banyak mendengar kan hal yang tidak berfaedah,," tutur Mahen yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping sofa yang tengah di duduki oleh nya 


mendengar tuturan dari Mahen,, kini sontak saja membuat semua keluarga memutar bola mata malas namun dengan Mama dan Papa yang tersenyum tipis menanggapi penuturan dari Mahen dalam hati berpikir ternyata menantu kedua nya ini memang memiliki rasa perhatian tersendiri terhadap anak semata wayang kedua nya


"makan dulu Ma,," tutur Mahen seraya mengulurkan tangan yang sudah memegang sushi dan mengarahkan nya pada nya 


"hhh,, sudah kenyang ish,, tadi pagi kan makan nasi juga,, masa sekarang harus makan nasi lagi,,?" tanya nya dengan memelas 


"nggak,, pokok nya harus makan ini,, Mama harus banyak ngemil makanan bergizi dan kaya akan serat seperti ini,," imbuh Mahen yang sudah tidak mau di bantah 


"hhh,, Bunda buat sendiri saja,, ada Ayah juga,, kenapa harus minta sama aku,, aku harus rawat istri aku,, dia sedang hamil anak aku,," jawab Mahen 


"ayo makan,, atau,,," tutur Mahen yang sengaja di henti kan sejenak,, lantas menyeringai membuat nya semakin penasaran saja "atau apa,, jangan yang aneh aneh deh,," jawab nya di kala merasa terancam 


"atau aku suapi dengan menggunakan cara lain,,?" tantang Mahen masih dengan tersenyum namun terkesan horor bagi nya 


"apaan si,," jawab nya yang merasa sudah menyerah,, menerima suapan dari Mahen yang masih menggantung dan mulai memakan nya


"datang dari dapur,, hanya buat kan istri nya cemilan,, tidak lihat kah kamu jika kedua pasang orang tua mu juga ada di sini,, kamu pikir hanya Ayla saja yang merasa lapar,,?" tanya Ayah dengan mengelus perut sendiri yang sudah merasa keroncongan


"hhh,, Ayah sama istri aku beda,, memang nya Ayah mau hamil apa,, buat saja sendiri,," jawab Mahen dengan mendengus kesal


"tapi kan Ayah nggak tahu cara buat nya gimana Mahen,, Ayah nggak bakalan minta kamu buat kan jika seandainya Ayah tahu bagaimana cara membuat nya sama kamu,," jawab Ayah


"sudah lah Hendra,, jangan membuat mereka berpikir berlebihan,, bagaimana jika kita buat sendiri hidangan seperti ini,, tapi,," ucapan Papa yang menggantung,, lantas menoleh ke arah Mahen yang masih asyik menyuapi nya "Hen,, kamu mau kan,, ajar kan Papa sama Ayah membuat hidangan seperti ini,,?" tanya Papa yang membuat Mahen menoleh


"emm,, baiklah Pa,, Ma,, Mama makan sushi nya sendiri dulu ya,, Ayah mau ajar kan dua calon kakek anak nya kita ini buat hidangan seperti ini dahulu,,?" pamit Mahen


"iya,, lagi pula,, aku bisa makan ini sendiri kok,," jawab nya yang kemudian mendongak di kala melihat Mahen yang pamit seraya berdiri


"Ma,, panggilan nya gimana si,, jangan suka di ubah ubah dong,, Mama harus mulai terbiasa juga,," peringat Mahen yang tak bosan mengingat kan nya


"iya iya,, harus banyak belajar,," jawab nya


"aduh,, Mahen,,, Mahen,, kamu hanya mau ke dapur,, tapi masih berpamitan juga ya sama istri,, dulu saja waktu kamu semalaman nggak pulang nggak di awali pamit dulu sama Ayah dan Bunda,,?" goda Bunda yang jelas tidak terdengar oleh Mahen sendiri karena Mahen sudah mulai berjalan mengikuti langkah Ayah dan Papa ke dapur


"kalian bisa harmonis juga ya dalam berhubungan,, Bunda kira nggak akan bisa,,?" tutur Bunda seraya menatap ke arah nya


"hmm,, biasa saja Bund,, tapi Bund,, dia keras kepala juga,, suruh aku panggil dia Ayah,, kata nya dia akan segera menjadi Ayah,, padahal aku sendiri belum terbiasa memanggil nya begitu,," tutur nya dengan memelas


"hmm,, iya si sayang,, dia memang begitu,, apa Bunda bilang sama kamu,, dia itu keras kepala nya minta ampun deh,," jawab Bunda


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Selasa,, 24 Oktober 2023