
Melihat diri nya yang tertidur begitu pulas, membuat Mahen mendekat kan wajah ke arah nya, semakin dekat,,
'Ayla,, tamak,, penipu,, baik hati,, naif,, yang nama kau yang sebenar nya,,?' batin Mahen di kala mendekat kan wajah ke arah nya
namun dengan tiba tiba,,
"aarrgghh,,,"
diri nya yang tertidur tidak bisa jauh jauh dari buku diary nya membuat nya selalu tertidur dengan memeluk buku tersebut,, hingga diri nya yang nyaris saja tersadar dan mendapati Mahen yang tiba tiba mendekat kan wajah ke arah nya cukup membuat nya terkejut dan melempar buku di pelukan nya pada Mahen, hingga membuat kening Mahen terluka karena nya
"masih sakit?" tanya nya kala membantu Mahen mengompres luka di kening nya
"coba sendiri,," jawab Mahen dengan cuek dan tatapan yang datar juga dingin
"iya,, aku tahu aku yang salah di sini,, bagaimana kalau aku berbagi Mauza untuk satu bulan ke depan sebagai balasan untuk mu,,?" tawar nya karena memang merasa bersalah, melihat Mahen yang suka dengan kucing kesayangan nya, membuat nya berbaik hati untuk berbagi waktu dengan Mauza, meski harus terpaksa diri nya harus merasa cemburu dengan kucing kesayangan nya tersebut
"nggak perlu,, aku cukup tahu, kau tidak akan rela berbagi dia apa lagi dengan ku,, baca kan aku buku saja,," jawab Mahen masih dengan datar namun berhasil membuat nya cukup terkejut
"maksud mu,, aku harus baca kan kamu buku,, sebelum tidur,, kamu bukan anak kecil lagi yang harus di baca kan buku cerita sebelum tidur,,?" tanya nya sontak dengan berujar
"Om Khalif bilang aku menderita insomnia karena selalu terbangun di tengah malam,, sulit untuk bisa memulai tidur bagi aku akhir akhir ini,, jadi dia menyaran kan aku untuk mendengar kan sleep story' saat malam hari,," jelas Mahen dengan membuang pandangan nya, dan membuat nya mengerti
"baiklah baik,, aku akan membaca kan mu buku setiap sebelum tidur selama satu bulan ke depan,," jawab nya yang merasa pasrah saja
mendengar hal itu, membuat Mahen melirik nya dengan sekilas "satu bilang tidak cukup,, setidak nya dua bulan,," jawab Mahen dengan dingin
"ya sudah, sepakat,, dua bulan yah, dua bulan,," jawab nya yang merasa jengah namun berhasil membuat Mahen tersenyum tipis dalam diam
"siapa suruh kau tidak tidur di tengah malam, dan bertingkah seperti hantu di depan ku, aku pikir kau,,," ucapan nya yang terpotong
"kau pikir aku apa,, kau pikir aku ingin melakukan sesuatu pada mu?" tanya Mahen dengan blak blakan
"kau yang mengatakan nya sendiri, aku tidak mengatakan nya" jawab nya dengan menunjuk Mahen
"hhhhh, ayo lah Ayla,, dari mana asal nya kepercayaan diri mu yang besar itu?" tanya Mahen dengan merasa terheran ke arah nya membuat nya kesal
diri nya yang memang di buat kesal membuat nya menempel kan kapas yang sudah di tuang kan sedikit alkohol ke arah kening Mahen, membuat Mahen meringis
"ashh,, sakit" seru Mahen namun dengan nada lemah ke arah nya
"tidak boleh menghina ku?" jawab nya dengan menunjuk ke arah Mahen
"siapa yang menghina,, di sini,, orang yang terluka adalah aku,," jawab Mahen
mendengar itu, hanya membuat nya terdiam dan hendak beranjak yang membuat Mahen segera mencegah nya
"kau mau pergi ke mana?" tanya Mahen dengan memegangi tangan kanan nya yang masih memegang kapas
"ganti yang baru, tuan muda,," jawab nya datar
"nggak usah,, aku masih punya banyak di sini,, kau lanjut kompres saja,," jawab Mahen seraya mengarah kan tangan kanan nya kembali pada kening nya yang terluka
"kau menggumam apa lagi?" ujar Mahen dengan mencubit pelan kaki bagian atas nya, membuat merasa tersengat dan mendelik kesal
"hanya bisa mengomel saja,, mengomel??" jawab Mahen dengan malas
"kamu bisa diem nggak, kalau nggak, kompres luka nya sendiri?" tanya nya yang memang merasa begitu jengah
"ooh, gitu,, nggak mau ngompresin,, iya, siapa yang buat aku punya luka di kening gini, jawab?" tanya Mahen dengan wajah menantang ke arah nya sambil bersedekap, membuat nya gelagapan
"ya',, memang aku,, tapi,,, tapi siapa juga yang nyuruh kau buat lihatin aku sampai segitu nya,, buat aku kaget tahu nggak, refleks saja aku lempar buku ke wajah kau" jawab nya seraya membuang pandangan nya tak mau kalah
"dih,, orang tadi mau bantu kamu usir nyamuk,, di pipi kamu ada nyamuk,, jadi mau aku usir nyamuk nya,," jawab Mahen dengan gelagapan, yang padahal bohong juga, karena memang tidak ada nyamuk di wajah nya
"ooh,, mau bantuin ngusir nyamuk, tabok aja sekalian pipi ku, nggak usah segan deh,," jawab nya
"apaan si, nggak jelas,," gumam Mahen yang kemudian melihat nya benar benar beranjak
"dah lah, lupa kan,, malas,, mau tidur,," jawab nya yang masih bisa mendengar gumaman Mahen
"Ay,, tadi kata nya mau baca in buku,, malah tidur sendiri,, nggak pengertian banget jadi istri, heran?" tanya Mahen yang sontak saja berdiri
"makan nya kamu jangan nyebelin banget deh jadi orang,, sudah bagus aku masih mau bantu obati luka,, malah di buat kesel!!" jawab nya dengan memutar bola mata nya malas
'ish,, kenapa harus kayak gini lagi si suasana nya, perasaan kemarin kemarin udah nggak deh?' batin Mahen
"nggak usah membatin gitu,, hhhhh,, kata nya mau di baca in buku biar bisa cepat tidur, tapi masih bengong saja di situ, sini,, jadi nggak,, di baca in buku nya, kalau nggak mau ya syukur, aku mau tidur lagi?" ujar nya yang berhasil menyadar kan Mahen dari lamunan nya
"ck, iya iya,, sabar dulu napa sih,, emosian banget dari tadi" jawab Mahen seraya menghampiri nya dan terduduk di samping nya
"miau,, miau,,"
mendengar hal itu, kini berhasil membuat perhatian nya teralih kan ke arah Mauza yang baru datang memasuki kamar utama ini dengan perlahan, membuat nya yang sudah memegang buku pun kembali menyimpan nya meski di pangkuan nya
"akh, Mauza,, kamu ke mana saja sayang, oh iya, kemarin kak Muezza datang ke sini, seru nggak main sama kakak nya?" seru nya seraya memangku kucing tersebut dengan masih terduduk
"seru dong Bu, kan Ayah juga ikut main sama om Sandi" jawab Mahen menanggapi sambil tersenyum ke arah nya, membuat nya mendelik
"apaan sih, siapa yang kamu panggil ibu?" tanya nya yang memang merasa tidak suka kala mendengar panggilan ibu mengarah ke arah nya
"sama kamu lah,, kan kata Mama juga kamu sudah biasa dapat panggilan ibu dan Mauza, iya kan Za?" jawab Mahen dengan mengelus lembut kepala Mauza dengan sayang
"apaan sih, nggak ya, Mauza panggil aku kakak, bukan ibu,, kamu tuh sama saja tahu nggak sama,,," ucapan nya menggantung, membuat Mahen penasaran yang mendengar nya
"sama siapa?" tanya Mahen dengan alis kanan yang di angkat menggoda nya
"hhhhh,, lupa kan" jawab nya
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Selasa, 25 Juli 2023**