
permainan terus berjalan, kini tinggal babak kedua untuk semua nya, karena di babak pertama, rupa nya Bagas dan diri nya yang harus menerima tantangan, bahkan yang kalah pun harus menerima hukuman
dan sekarang, giliran Mahen yang memindah kan balok tersebut ke menara paling atas, terlihat Mahen yang berusaha menarik dengan pelan balok yang ada di tengah menatap dengan tangan kanan, karena hanya mengguna kan tangan kanan, membuat Mahen harus sangat berhati hati dalam menarik balok
namun hal yang tidak di ingin kan terjadi, balok yang Mahen tarik rupa nya mengenai balok yang lain, hingga membuat menara Uno stacko pun roboh
"nah, sekarang, lo pilih truth or dare?" seru Bagas dengan gembira karena target tepat sasaran
"hhh,, karena gue laki laki, gue pilih dare" jawab Mahen dengan mengangkat kepala bangga dan angkuh
"oke, pilihan yang tepat, malam ini, lo harus tidur di depan tenda nya Ay, Ay, kamu tidur di dalam tenda, jangan keluar, harap kerja sama nya ibu negara" ujar Bagas yang semakin bersemangat kala harus membuat dare untuk sahabat nya
namun hal itu, rupa nya membuat Mahen tidak suka, karena sekarang, terlihat laki laki itu yang membulat kan kedua bola mata nya dengan sempurna, antara terkejut dan merasa tidak adil, dengan apa yang Bagas putus kan
"nggak!! apaan si', nggak bisa gitu dong, masa gue harus tidur sendiri malam ini?" ujar Mahen dengan tak suka dan memelototi Bagas
"kata nya nggak suka sama Ay, tapi di suruh tidur terpisah nggak mau, kata nya laki laki?" ejek Bagas yang berhasil membuat Mahen terdiam dan tercekat
"ya', ya kan gue bakalan bangun tengah malam buat minum air putih, lo mau ambil kan air putih buat gue memang nya?" ujar Mahen berusaha mengelak
"idih, bakalan bangun tengah malam buat minum air putih, atau nggak bisa tidur kalau nggak dekat Ayla?" jawab Bagas yang masih saja terlihat semakin gencar dalam menggoda Mahen
"ap,, apaan si Agas, nggak gitu,, lagi pula,, malam ini aku bakalan tidur sama istri kamu kok" jawab nya dengan tersenyum ke arah Kania yang sama sama tersenyum
hal itu, kini berhasil membuat dua laki laki yang sedang berdebat pun menjadi terkejut
"apaan Ay, nggak, aku nggak kasih izin ya, mana ada, nggak bisa nggak bisa gitu" ujar Bagas dengan menggeleng cepat
"ih,, nggak apa apa kali kak, malam ini saja, aku lagi mau tidur sama besty aku, biasa nya kan nggak bisa" bantah Kania dengan lembut
"nggak ya yang, sekali nya nggak ya nggak, kamu nggak boleh bantah, mau dosa gara gara bantah suami?" ujar Bagas dengan raut memelas
"ayo lah kak, hanya untuk malam ini saja, lagi pula, setiap malam sama kakak terus, aku juga mau habis kan waktu sama Ay malam ini saja" jawab Kania yang sontak saja membuat kak Sandi dan kak Aisha yang mendengar sedikit terkekeh
"sudah Gas, kasih izin saja, lagi pula, kasihan kan, kalau kedua nya di pisah gitu, aku saja sebagai kakak nya nggak tega lakukan hal itu" jawab kak Sandi yang membuat Mahen dan Bagas yang mendengar hanya memutar bola mata dengan malas
"hhhhh,,, ya sudah,, kalian boleh tidur berdua malam ini, ingat, hanya malam ini,, tapi tidak,, untuk malam besok dan seterus nya, ingat itu!!" peringat Bagas yang benar benar terlihat pasrah
"Gas, lo apaan si, maen kasih izin aja buat mereka, nggak,, gue nggak setuju!!" ujar Mahen dengan bersedekap
"gue tahu Hen, gue juga nggak mau,, gue juga terpaksa lo tahu, tapi gue nggak bisa kalau istri gue nggak bisa tidur hanya karena mau tidur habis kan waktu berdua sama istri lo" jawab Bagas
"hhhhh,, gini banget efek samping punya istri sahabatan" gumam Mahen dengan mendelik
"Hen, jawab dong, lo kasih izin ya buat Ay, gue mau banget habis kan waktu berdua sama dia, lo tega banget kalau sampai nggak kasih dia izin?" ujar Kania yang sudah tidak sabaran
"hhhhh,, serah,," jawab Mahen yang sial nya malah membuang tatapan nya sendiri
"lo bener bener ya Hen, bilang iya aja apa susah nya si', kejam banget sama istri sendiri!!" ujar Kania dengan tak santai
namun hal itu, kini membuat Kania tersenyum lebar dan menarik nya ke dalam pelukan nya, membuat nya kaget namun masih dengan tersenyum tipis
"ish,, persahabatan wanita gini amat, ngeri gue lihat nya" ringis Bagas yang hanya menyaksikan
"eh eh, kita bakalan bangun kesiangan Ay, aku nggak pernah bangun tepat, itu juga kalau pasang alarm, gimana dong?" tanya Kania yang melerai pelukan kedua nya
"kan ada ponsel, pasang saja nggak masalah?" jawab nya dengan lembut
"nggak, pokok nya malam ini aku mau jauh jauh dari benda pipih itu, pengen habis kan waktu berdua sama kamu saja, kamu juga jangan pegang ponsel ya'!!" seru Kania yang tidak mau di bantah
"akh,, ya sudah, dari pada kalian bingung gitu, dek, kamu tidur sama mereka aja malam ini, gimana, bangun kan mereka kalau pagi, takut nya kesiangan?" tutur kak Sandi pada kak Aisha di samping nya
"emmm, boleh,, mas nggak apa apa aku tidur sama mereka, nggak bakalan butuh sesuatu tengah malam?" jawab kak Aisha yang balik bertanya juga
"hmmm,, nggak masalah,, mas bisa sendiri kok, mas kan pegang ponsel di samping mas, buat lihat waktu juga, nanti kalau kamu belum bangun, mas bangun kan ke dalam tenda juga kok, tapi kalau mas yang belum bangun, kamu bangun kan yah?" jawab kak Sandi dengan lembut
"akh,, sosweet banget, kalian berdua,, lihat tuh, suami itu kayak kak Sandi, pengertian banget sama istri nya, paham banget sama kebutuhan istri nya, nggak kayak kalian, yang minta nya di ngertiin aja, giliran di suruh ngertiin istri nggak mau,, huh" ujar Kania dengan mendengus sebal
"sudah sudah, dari pada kalian terus berdebat seperti ini, mending kalian siap kan bahan untuk memanggang barbeque?" usul kak Aisha yang memang di benar kan juga oleh semua nya
"iya tuh, kita bagi tugas, yang perempuan siap kan bahan nya, yang laki laki, siap kan alat nya" lanjut kak Sandi menyetujui
"ya sudah, aku campur dulu bahan yang sudah di marinasi nya di dapur, sama bahan lain nya" jawab nya seraya berdiri dan berlalu memasuki dapur
"ehm,, biar gue yang ambil pemanggang nya,," ujar Mahen yang sontak saja ikut berdiri dan berjalan dengan sedikit tergesa ke arah dapur
"ada ada saja nggak sih mereka itu, yang satu kata nya nggak suka sama istri nya, tapi giliran istri nya tidur sama yang lain yang padahal sahabat nya sendiri malah kayak nggak ikhlas banget?" ujar Bagas
"hhhhh,, nama nya juga pasangan, mungkin baru mulai tumbuh rasa suka nya" jawab kak Sandi yang tengah tersenyum
sementara di dapur
"Ay,, kamu serius,, mau tidur sama Kania, jangan yah,, aku nggak bisa?" keluh Mahen seraya melingkarkan tangan kekar nya di pinggang nya dari arah belakang
"kasihan Kania Keenan, aku nggak tega acuh kan dia, jauh jauh datang ke sini hanya untuk bersama ku,," jawab nya
"jadi kamu tega acuh kan aku karena kamu nggak mau acuh kan dia, tega banget kamu acuh kan suami sendiri!!" ujar Mahen
"ya', bukan gitu Keenan, aku kan lebih sering banyak waktu sama kamu, di banding sama dia, kamu nggak dengar juga, hanya malam ini saja" jawab nya yang memang tidak bisa membantah
"tetap saja,, aku yang nggak bisa,, kamu gitu akh,, malas aku!!" ujar Mahen seraya melepas kan tangan nya dan segera mengambil alat pemanggang tanpa mau berlama lama di dapur dengan nya yang bahkan terus memanggil nama Mahen
"hhhhh,, dia pasti marah,, tapi kenapa aku jadi kasihan ya, akh sudah lah" monolog nya sambil kemudian membawa bahan yang sudah di marinasi nya
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Jum'at, 21 Juli 2023**