That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



...Rintik demi rintik basahi tanah...


...Berusaha menghapus jejak si lelah...


...Menjadi ksatria di tengah perang dingin antara rasa dengan asa...


...Juga tanda bahwa akan selalu ada si diam di tengah si ramai...


...Hembusan angin membawa berita duka...


...Tentang bagaimana si lelah terluka...


...Dan mencoba mencari cara agar dia kembali tertawa...


...Petir menyambar,...


...Membuat tubuh nya gemetar...


...Guntur bergemuruh,...


...Memberitahukan bahwa dia semakin rapuh...


...Badai yang terjadi,...


...Memperjelas bagaimana dia yang tak sanggup lagi melanjutkan langkah...


...Mencoba mencari biru di antara langit kelabu...


...Mencari pelangi yang tak mungkin ada di tengah hantaman badai,...


...Pasrah,...


...Dunia nya tak juga menemukan titik cerah...


...Cahaya mentari yang dulu pernah menyinari...


...Kini hilang tertutup awan yang semakin menghitam...


...Suara rintik yang dulu menenangkan...


...Berubah menjadi seruan yang menyakitkan...


...Dia menangis, sederas hujan yang jatuh...


...Raga nya tersungkur dalam genangan air mata...


...Berharap badai duka kan segera berakhir...


...Agar senyum biru kembali hadir...


...Dengan jiwa putus asa dia berharap...


...Pelangi kan di temui nya di ujung badai nestapa...


..._Kisah Ku Dan Hujan_...


hati nya kembali merenung, di tengah termenung nya raga yang selalu di paksa, untuk tetap terlihat kuat, sambil menatap lurus langit senja di depan sana, dengan tatapan sayu nya, hati nya kian mengikhlaskan kepergian sang kakak, bahkan jauh sejak kala itu, namun mengapa, rasa rindu ingin bertemu itu selalu menyeruak dan bertakhta pada hati nya, bahkan kian hari rasa nya kian menggunung, padahal hati nya sudah berusaha ikhlas perihal apa yang sudah di alami nya 10 tahun silam


flashback Ten Years Ago


pikiran nya teringat akan penantian nya yang tengah menunggu sang kakak yang berjanji akan menjemput nya di tengah hujan, kala diri nya pulang dari bandara, kini cukup lama kedua nya tidak bertemu atau bahkan bertegur sapa secara langsung, 10 tahun diri nya tidak bertemu dengan orang yang begitu di sayangi nya itu, hingga kini membuat kerinduan itu semakin besar dalam hati nya, ingin bertemu dengan sang kakak, bahkan rasa nya begitu sulit kala itu


rasa tidak percaya dan rasa senang pun kian memenuhi relung hati nya kala itu, akan bertemu dengan sang kakak, itu bahkan mustahil dia rasa kan, hingga hujan badai yang sedang membasahi bumi pun tidak dia hirau kan


merasa bosan dan lama dengan penantian nya, diri nya yang kala itu masih sangat muda pun mencoba memberanikan diri untuk menyusul sang kakak, barang kali kedua nya bertemu di jalan, juga tidak ingin membuat sang kakak kesusahan dalam mencari nya


kedua mata indah itu kian menyipit, kala melihat mobil Lamborghini Veneno berwarna abu abu itu terlihat menghampiri nya dari kejauhan sana, di rasa dan merasa mengenali jika itu mobil sang kakak, yang kata nya juga sudah menikah, meski tanpa kehadiran nya, namun pernikahan sang kakak yang tidak berlangsung lama, ingin saja rasa nya diri nya bisa membujuk dan mengembalikan kebahagiaan yang sempat terhenti


yang kata nya baru bisa bangkit dari kesedihan yang melanda, tapi nyata nya kakak nya itu masih memaksa kan diri untuk menjemput nya di bandara, hingga kedua bola mata yang awal nya menyipit itu kini menjadi terkejut dan membulat sempurna, kala melihat mobil yang di saksi kan nya berusaha menghindari pengendara yang kebut kebutan, hingga terlihat mobil tersebut berbalik kala menabrak pembatas jalan, terlempar ke jurang, kemudian meledak di tengah hujan, dengan suara yang benar benar nyaring, membuat nya berteriak kemudian berlari ke titik kecelakaan tersebut tanpa sadar, dan tanpa memedulikan orang orang yang berusaha menghentikan laju lari nya


hingga tim medis mengangkat tubuh sang kakak untuk di bawa ke klinik terdekat untuk di periksa, mengikuti dengan langkah tertatih, melihat sang kakak seperti itu saja sudah membuat nya cukup takut


hanya bisa termenung kala dokter sedang memeriksa keadaan sang kakak, membuat nya hanya terdiam jauh di lorong sana, berbeda dengan kedua orang tua yang terlihat begitu tergesa ke sana ke mari karena harus mengurus administrasi


hingga saat diri nya harus menyaksikan perawat yang menarik selimut putih sehingga menutupi keseluruhan tubuh sang kakak, bahkan sampai kepala, membuat nya tak sanggup untuk sekedar bisa melihat nya saja


hingga trauma demi trauma itu datang silih berganti menghampiri nya yang tengah di selimuti rasa takut, di tengah kesendirian nya, juga tanpa penyemangat nya tentu nya


yah, diri nya sempat berpikir, bahwa sang kakak tidak akan bisa tenang meninggalkan nya jika diri nya terus terusan tidak mengikhlaskan kepergian nya, mungkin juga ini jalan keluar dari kesedihan yang melanda sang kakak, karena kakak sempat terpuruk dengan perpisahan nya dengan sang istri, satu satu nya jalan, diri nya harus bisa keluar dari keterpurukan nya saat ini, diri nya berhak bahagia, bukan kah kedua nya sudah berbeda alam? lagi pula, kakak nya tidak akan pernah meninggalkan nya meski kedua nya sudah berbeda alam bukan? jadi diri nya harus menunjuk kan, bahwa diri nya bisa keluar dari keterpurukan yang di alami nya, menunjuk kan bahwa diri nya sudah benar benar merasa ikhlas dengan apa yang sudah di tulis kan oleh Sang Maha Kuasa


namun ketika diri nya berhasil keluar dari keterpurukan itu, mengapa rasa rindu itu tetap tidak bisa di hapus nya, bahkan rasa trauma nya pun rasa nya begitu sulit untuk sekedar di lupa kan nya?


perpisahan itu memang terasa menyakitkan bagi nya, menyaksikan orang tersayang meregang nyawa, bayangan sore itu selalu saja hadir menghantui pikiran nya, bahkan di saat diri nya sendiri memilih untuk kembali melangkah dan berusaha melupakan masa lalu yang kelam itu


"kenapa melamun terus hmm?" sontak pertanyaan berat itu menyadarkan nya dari lamunan nya, mengubah raut wajah nya menjadi datar, kala melihat Mahen menghampiri nya


tunggu, mengapa laki laki ini bisa mengetahui, jika diri nya tengah melamun, apakah laki laki ini memperhatikan nya sejak tadi? akh,, tidak, diri nya harus segera membuang pikiran aneh nya itu, mana ada laki laki itu memperhatikan nya, setahu nya, melihat nya saja cukup enggan!!


"sudah sore, hujan juga, masuk yuk, dingin di luar, nggak baik buat kesehatan kamu?" ajak Mahen dengan lembut yang entah mengapa di turuti saja oleh nya, kala laki laki itu menarik kedua bahu nya dengan lembut ke dalam kamar


"tunggu bentar yah, ada yang mau aku bicara kan sama kamu?" ucap Mahen seraya berjalan keluar kamar, kemudian kembali lagi dengan membawa nampan juga menenteng plastik


terlihat duduk di hadapan nya, juga meletakkan nampan tersebut di tengah tengah antara kedua nya


"aku perhatikan kenapa kamu melamun terus sejak tadi, lagi ada masalah, mau cerita hmmm, cerita aja, aku siap dengar kan" tutur Mahen dengan mengusap lembut pipi nya yang terus termenung


'jadi,, diri nya benar benar perhatikan aku, tapi kenapa?'


mungkin gelengan itu akan menjadi jawaban dari setiap tanya Mahen untuk saat ini, diri nya masih belum mau mengeluar kan suara nya lagi


"ini, aku buat kan teh jahe buat kamu, biar perut kamu agak mendingan, di minum yah, agar perut kamu enakan?" tanya Mahen yang di turuti juga oleh nya


"mau makan lagi nggak, apa mau aku buat kan makanan yang tadi hmmm?" tanya Mahen lagi yang hanya melihat nya menunduk sejak tadi


namun gelengan itu, lagi lagi yang menjadi jawaban nya, membuat Mahen semakin merasa bersalah


"waktu aku ke Indomaret kemarin, aku nggak sengaja lihat ini, tapi,, jujur, aku kurang percaya sama obat pereda nyeri datang bulan, jadi aku buat kan kamu teh jahe ini, ini kamu simpan yah?" tanya Mahen lagi, namun mendapat kan anggukan dari nya


"kamu lagi ada masalah, cerita aja sama aku, aku siap dengar kan kamu, siapa tahu,, aku juga bisa bantu kan?" tanya Mahen yang melihat nya sudah selesai meminum teh jahe


"ee,, gue nggak papa,,," jawab nya terpotong, kala mendengar deringan ponsel nya, tanda ada panggilan masuk


"assalamualaikum kak, kenapa?" tanya nya kala panggilan sudah tersambung


",,,"


"oh, alhamdulillaah, aku baik baik aja, mungkin faktor datang bulan, jadi sedikit nggak enak badan, tapi sekarang sudah mendingan kok" jawab nya seraya berdiri melangkah dan melihat ke arah luar balkon melalui jendela besar di hadapan nya


",,,"


"kakak apaan sih" jawab nya seraya menoleh ke belakang sejenak dan mendapati Mahen yang tengah tersenyum tipis ke arah nya


",,,"


"In Shaa Allah, besok juga aku masuk kak" jawab nya dengan mengangguk meski tak di lihat oleh Sandi


",,,"


"iya, bicara di universitas aja besok" jawab nya dengan lembut


",,,"


"waalaikum salam" jawab nya seraya menutup panggilan tersebut dan kembali duduk di tepi tempat tidur samping Mahen


_**That Naughty Girl Is My Wife_


Ahad, 25 Juni 2023**