
The Main bedroom of the mansion 21:30
Mahen yang mendapati hal itu pun kini hanya bisa membalas dan berusaha menenangkan nya yang tampak nya sulit untuk sekedar menghentikan tangis nya itu
menepuk dan mengusap punggung nya dengan lembut, kini tidak ada yang bisa Mahen lakukan selain berusaha menenangkan nya, berharap agar tangis dan hati nya mereda dan setidak nya sedikit merasakan tenang dari gelisah yang melanda nya
"sshh,, udah yaah, lo cuman mimpi buruk, tenang, ada gue di sini" tutur Mahen yang berusaha untuk terus menenangkan nya
"hiks, dia pergi lagi nan, dan gue,, gue nggak mau itu terjadi" ucap nya yang belum menemukan kesadaran nya sepenuh nya di iringi dengan setiap gelengan kepala nya meski dengan perlahan
"iya gue ngerti, lo nggak usah khawatir lagi sekarang, ada gue di sini, gue bakalan selalu temenin lo di sini, gue nggak akan pergi" tutur Mahen yang membuat nya tersadar dan sontak melepas pelukan kedua nya
"apa lo serius, dengan apa yang lo bilang barusan, lo beneran nggak akan pergi dari sini, lo nggak bakalan tinggalin gue sendiri dan lo nggak bakalan biarin gue sendirian lagi?" seru nya menatap Mahen dengan tatapan meminta kebenaran, memastikan jika apa yang di dengar nya tidak hanya sekedar kata kata yang mampu menenangkan nya
mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen yang melihat nya mulai menyunggingkan senyum meski terkesan tipis
oh ayolah, apakah penulis memang tidak memberikan laki laki itu kemampuan untuk sekedar bisa tersenyum dengan tulus saja?
"siapa,, siapa orang yang udah buat lo terus pikirin dia, siapa sosok yang selalu ada di pikiran lo Ay, apakah dia sudah meninggal, tapi,, kenapa gue nggak bisa melihat nya?" batin Mahen yang masih memandangi wajah yang meminta kebenaran melalui jawaban itu dan masih dengan senyum tipis nya
yah, dari dulu, Mahen, laki laki ini memang memiliki kelebihan bisa melihat sosok yang sudah tiada, hingga berbicara dengan arwah, bukan indigo, hanya saja, mungkin indera penglihatan nya memang merupakan kelebihan yang di miliki laki laki ini, namun tidak pernah di perlihatkan pada semua orang, karena laki laki ini cukup takut jika orang menyangka nya gila dengan berbicara sendiri, padahal tidak seperti itu
"jawab gue Keenan, apa lo beneran nggak akan pergi dari samping gue?" tanya nya yang menyadarkan Mahen dari lamunan nya, juga dengan menggoyang goyang kan lengan laki laki ini dengan tergesa
"yah, gue nggak akan pergi dari samping lo, lagi pula, bukan kah gue udah bilang sama lo, kalau lo punya gue sekarang, lo bisa cerita apapun sama gue, perihal apa yang lo rasain sekarang, lo bisa cerita se enggak nya itu bisa bantu hati lo buat lebih tenang lagi Ay" jawab Mahen dengan senyuman tipis khas nya itu, dan berhasil membuat nya mengangguk faham
"makasih?" ucap nya yang di tanggapi anggukan dari laki laki dingin itu, berucap sambil menyunggingkan senyum manis nya meski belum sepenuh nya sadar dengan apa yang telah di lakukan nya
"nih, minum dulu, biar perasaan lo ikut tenang, gue tahu pasti lo belum minum dari tadi kan?" tanya Mahen seraya mengulurkan tangan nya yang memegang segelas air putih pada nya, dan di turuti juga oleh nya sendiri
"lo harus tahu Ay, kalau gue ada di sini, di samping lo, dan gue, nggak akan pergi jauh dari lo tanpa alasan yang pasti, jadi, apapun masalah yang buat lo hampir nyerah, lo harus janji sama gue, kalau lo bakalan selalu cerita sama gue hmm" tutur Mahen kala menyadari jika diri nya selesai dengan minum nya, kemudian menarik tangan nya dengan lembut untuk kembali ke dalam pelukan nya
bahkan laki laki ini pun baru menyadari, jika terselip kenyamanan tersendiri kala dia memeluk gadis nya ini
"tidur lah, buat besok, kayak nya lo nggak usah pergi ke universitas dulu, kesehatan lo masih belum sepenuh nya pulih, lo masih harus banyak istirahat" ucap Mahen dan membawa nya berbaring dengan perlahan, dengan posisi yang masih seperti semula
"entah kenapa gue takut nan, bukan takut bertemu, tapi jika bertemu dengan nya, gue akan merasa sulit untuk melepas kepergian nya lagi dengan ikhlas" ucap nya pelan bahkan nyaris tak terdengar, namun masih bisa di dengar oleh Mahen sendiri
"sshh,, udah yaah, nggak usah takut buat itu, ada gue di sini, gue bakalan selalu ada buat lo, udah gue bilang kan, kalau gue nggak akan tinggalin lo tanpa alasan yang pasti, sekarang lo harus banyak istirahat dulu, biar besok lo bangun pagi juga semangat lagi, oke?" imbuh Mahen yang tidak pernah berhenti untuk mengelus rambut hingga punggung nya dengan lembut, membuat nya mengangguk faham
masih menjadi misteri dan pertanyaan sendiri bagi Mahen, bertemu dengan nya, gue akan merasa sulit untuk melepas kepergian nya lagi dengan ikhlas, bertemu dengan siapa? dan, mengapa kelihatan nya terkesan begitu berat berpisah dengan sosok yang mungkin sudah datang di mimpi nya itu?
seperti nya Mahen memang harus mencari tahu mengenai apa yang menjadi titik penasaran nya saat ini, apapun cara nya, laki laki ini harus membantu nya keluar dari apa yang selama ini di derita nya
☘️☘️☘️
The Main bedroom of the mansion 08:00
timur, mata angin yang arah nya berlawanan dengan barat atau sering di sebut sebut karena mata angin tersebut asal matahari terbit
pagi ini, matahari tidak malu malu menunjukkan keberadaan nya, rasa nya sangat sempurna untuk memulai sebuah pagi bagi setiap orang di luar sana
sinar mentari pagi yang kini berhasil membuat seorang gadis blasteran itu cukup terusik dari tidur lelap nya, hingga sinar nya pun masuk ke dalam retina nya, dan dengan perlahan, mata coklat teduh itu pun kini berusaha terbuka meski dengan sedikit terpaksa dan mulai bisa melihat dengan samar, kemudian nampak menjelas, apa yang ada di depan sana, melirik jam di atas nakas, yang kini sudah menunjuk kan pukul 08:00 pagi, mengapa diri nya bisa tertidur sampai se siang ini? Pikir nya
terus larut dalam pikiran nya hingga lamunan nya pun buyar kala diri nya mendengar suara pintu kamar yang di buka dari luar
"dah bangun, sini, gue bantu ke kamar mandi?" sahut Mahen yang baru datang dan memasuki kamar utama ini dan melihat nya yang terlihat tengah mengumpul kan kesadaran nya
"gue bisa sendiri" jawab nya yang sontak saja membuang pandangan nya kala melihat makhluk asal planet Uranus itu datang menghampiri nya dengan nampan yang penuh dengan makanan dan minuman di atas nya
hal itu berhasil membuat Mahen merasa heran sendiri, padahal semalam gadis itu terlihat sangat berbeda dari biasa nya, lantas mengapa pagi ini dia menjadi dingin kembali, apakah mungkin gadis ini mempunyai dua kepribadian atau bahkan lebih dalam diri nya? benar benar membuat Mahen cukup bingung saja!!
"ayo gue bantu ke kamar mandi, nanti kalau lo jatuh, gue nggak mau ambil resiko" ucap Mahen dengan tangan kanan yang di ulur kan ke arah nya yang masih terduduk di atas tempat tidur
"gue bisa sendiri Keenan, gue bai,,, akh" ujar nya dengan mulai beranjak dari duduk nya, kemudian berusaha berdiri sendiri, namun rasa pusing akibat benturan di kepala yang belum sepenuh nya pulih pun tidak bisa di hindari nya, hingga diri nya pun tak bisa berdiri dengan tegak sendiri, al hasil, diri nya akan terjungkal ke arah belakang, namun melihat hal itu, berhasil membuat Mahen benar benar terkejut, hingga dengan sigap Mahen pun menarik kedua tangan nya dengan segera, beruntung laki laki itu sudah meletakkan nampan tersebut di atas nakas, hingga diri nya pun terjatuh di pelukan laki laki satu ini, hingga kedua nya sama sama terjatuh ke atas tempat tidur dengan posisi menyamping dengan saling berpegangan tangan, diri nya yang sama sama terkejut membuat kedua tangan nya sontak menggenggam erat tangan Mahen di depan nya
sejenak Mahen berpikir, se enggan itu kah diri nya hingga berujar kala Mahen sendiri mencoba membantu nya ke kamar mandi, padahal niat hati ingin sekedar meringan kan beban nya saja, namun mengapa malah seperti ini? entah lah, untuk saat ini, Mahen tidak bisa berpikir lebih
untuk sejenak, netra kedua nya bertemu saling tertegun satu sama lain, hingga pada akhir nya,,
"ehm,, udah gue bilang juga kenapa masih ngeyel sih Ay, kepala nya masih pusing, belum sembuh total, ayo, gue bantu ke kamar mandi" ucap Mahen dengan tangan yang tidak berhenti memegangi kedua tangan nya yang nyaris terjatuh
Melihat hal itu, kini hanya membuat nya pasrah, bukan tanpa alasan, pasal nya mengingat perkataan Bunda perihal cowok itu yang mempunyai sifat keras kepala, membuat nya lebih memilih mengalah saja dengan apa yang menjadi keputusan dari cowok itu sendiri
"Pelan pelan aja, gue pegangin kok, nggak usah takut jatuh, ada gue di sini" tutur Mahen kala menyadari jika tubuh nya benar benar bergetar hebat kala kedua kaki nya itu menjadi tumpuan kemudian di langkah kan nya
namun ada hal yang sedikit mengganjal sejak diri nya membuka mata nya pagi ini, mengapa demikian bisa terbilang cukup banyak kata yang di lontar kan oleh laki laki itu hingga diri nya merasa sikap Mahen kini mulai menghangat, tambah lagi dengan Mahen yang bertutur kata cukup terbilang lemah lembut, seakan nada bentakan dan nada dingin serta singkat itu hilang, di ganti kan dengan tuturan dan imbuhan lembut saja?
cukup lama diri nya berada dalam kamar mandi minimalis ini, hingga saat membuka pintu kamar mandi pun, diri nya di kejutkan oleh kehadiran Mahen dengan menyandarkan punggung nya pada bingkai pintu kamar mandi, membuat nya yang akan keluar dari kamar mandi benar benar terkejut
"udah selesai, ayo, gue bantu lagi?" tanya Mahen seraya kembali mengulur kan tangan kanan nya
"lo nggak ke universitas?" tanya nya dengan lemah, kala diri nya sudah kembali terduduk di atas tempat tidur
"kenapa?" tanya nya dengan kening mengerut
"hhhhh, Ay, istri gue lagi sakit, gue nggak setega itu buat bisa tenang tinggal kan dia sendirian di rumah" jawab Mahen dengan helaan nafas panjang nya seraya duduk menghadap nya
"kalau lo mau ke universitas pergi aja nan, mumpung masih pukul 08:15, gue bisa jaga diri gue di sini" ucap nya yang sontak saja membuat Mahen menoleh dan memandangi nya
"ayolah Ay, gimana bisa gue pergi ke universitas dengan tenang, sedang kan istri gue kesakitan di rumah sendirian, nggak semudah itu Ay, dan gue nggak akan setega itu buat biar kan istri gue lakukan semua nya sendiri, udah, jangan banyak pikiran buat sekarang, itu nggak baik buat kesehatan lo, mending sekarang lo sarapan, maaf, gue cuman bisa buatin sandwich ini aja buat lo, abis itu minum vitamin dari dokter terus istirahat" ujar Mahen dengan lembut, dengan omelan yang jarang di keluar kan oleh laki laki ini pada sembarang orang
Memilih hanya patuh dan pasrah saja dengan cowok dingin yang entah kenapa menjadi hobi mengomel nya ini, karena memang diri nya masih merasa sangat lemah untuk sekedar berdebat ringan dengan Mahen
Tidak bisa di pungkiri sandwich yang di buat dari tangan laki laki itu bisa di katakan cukup enak, mungkin ini satu satu nya makanan yang bisa di buat oleh laki laki itu karena memang ini makanan siap saji, dengan dua lembar roti tawar atas dan bawah yang di padukan dengan telur ceplok setengah matang, beberapa helai daun selada, beberapa irisan tomat ceri, serta parut keju yang membuat tampilan sandwich ini makin terlihat enak, jangan lupa kan saus tomat, dan saus mayonaise yang menjadi pelengkap hiasan di atas nya
"kenapa lo baru sarapan?" tanya nya yang melihat Mahen yang sudah mulai menghabiskan sandwich yang sama
"istri gue aja baru memulai sarapan, kenapa gue nggak?" jawab Mahen tanpa memandang ke arah nya yang bertanya
"hhhhh, gue serius Keenan" peringat nya yang sudah sedikit jengah dengan sikap baru Mahen ini
"gue juga serius, gue nggak pernah terbiasa sarapan sendiri setelah kita menikah" jawab Mahen
"ck, nggak usah manja deh, lagian sebelum nikah lo biasa biasa aja tuh, sarapan sendiri" sindir nya dengan berdecak kesal
"biarin, manja nya juga sama istri gue doang, lagian waktu kita belum nikah beda kali, gue masih single waktu itu" jawab Mahen tak mau kalah dengan kepala yang mendongak seakan tengah mengingat masa muda nya
"ck, lo nya aja yang lebay" jawab nya memutar bola mata nya malas, lagi lagi, decakan itu tidak bisa di hindari nya kala mendengar omong kosong yang di lontar kan oleh laki laki di hadapan nya
"lebih baik alhamdulillaah" jawab Mahen dengan mengelak
"susah juga yah bikin si macan betina ini baper, tapi gue harus bisa" batin Mahen sambil tersenyum
"nggak usah senyum senyum, apaan sih, jangan mikir yang aneh aneh deh!!" ujar nya kala melihat Mahen terus tersenyum di tengah lamunan nya
"udah cepetan abisin sarapan nya, piring nya mau gue cuci, lagian pikirin istri sendiri apa salah nya sih, oh iya, jangan lupa minum susu nya dulu, abis itu minum obat biar badan lo juga enakan" ucap Mahen yang membuat nya merasa bahwa laki laki ini sekarang lebih banyak bicara di banding kan dengan diri nya sendiri
"Iya iya cerewet banget sih lo, lagian gue baik baik aja, kenapa lo yang bawel sih" ujar nya tak suka
"dengerin ya Ay, lo istri gue sekarang, lo tanggung jawab gue, kalau nggak ada lo, mana bisa gue masak, buatin sarapan lo aja cuman sepotong sandwich, gue nggak mau ambil resiko kalau lo sakit, lo bisa ngerti nggak sih" tutur Mahen dengan tatapan sayu nya
"I,, iya iya, nih gue minum vitamin nya, piring nya biar nanti gue yang cuci aja, kalau sama lo takut nya nggak bersih atau bahkan pecah" ucap nya yang entah sial nya menjadi gugup seketika apa lagi kala melihat tatapan sayu yang di miliki laki laki datar ini
"ck nggak nggak nggak nggak, gue bilang biar gue yang cuci, apaan sih, badan masih lemes gitu mau cuci piring, nggak, gue nggak izinin apaan sih, lagian, gue juga bisa kali, kalau sekedar cuci piring, piring Bunda aja suka gue cuci in, yak, meskipun kadang kadang sih" ujar Mahen dengan gelengan kepala nya cepat
"lo yakin, gue nggak mau ya, nanti kalau lo yang cuci piring, yang ada lo pecahin semua piring nya lagi" ejek nya dengan ragu
"waah, parah banget lo, lo ragu kan cucian gue nih, liat aja nanti, pasti hasil nya nggak bakalan mengecewakan, atau,, kenapa lo ragu kan cucian gue hmmm?" tanya Mahen sontak saja laki laki ini lompat ke atas tempat tidur tepat di hadapan nya, dengan wajah yang di maju kan
untuk sejenak, dia pun tertegun seketika, bukan tanpa alasan, pasal nya berada sedekat ini dengan laki laki asal planet Uranus ini apa lagi dengan tindakan nya itu yang tiba tiba, sontak saja membuat nya menahan nafas nya dengan tatapan terkejut
"huuh, minimal lo inget mengedip kek, gue tahu kok, gue memang se tampan itu, tapi lo juga jangan kayak manekin gitu juga kali, jadi patung, atau jangan jangan, lo baru sadar yah punya suami se tampan gue, hayo ngaku" ujar Mahen dengan meniup mata nya yang sedari tadi tak juga berkedip melihat Mahen di hadapan nya
"apa,, apaan sih, ish nggak, lo cantik banget ya Allah, gue sampai naksir deh liat nya, lo mau nggak, jadi,,," ucap nya balas menggoda
"jadi apa, jangan yang aneh aneh deh!!" ujar Mahen yang sial nya malah menyisakan cekikikan pada nya
"jadi temen gue, biar nanti gue kenalin lo sama kak Sandi, kan kalian bisa inbox an tuh, atau,, kalau lo mau sama sekretaris Han juga boleh tuh,, ganteng ganteng banget tahu, lo pilih yang mana, gue banyak lho?" tanya nya yang berhasil membuat Mahen tercengang
"nggak, lo gila apa ya, lo kira gue gay apa, gini gini gue masih suka sama perempuan yak, lagian kenalan cowok lo itu banyak banget, siapa ngaku lo, lo selingkuh kan di belakang gue kan, gue aduin bokap baru tahu rasa lo" ujar Mahen tak santai
"nggak apaan sih, nikah aja gue nggak mau, apa lagi selingkuh, tapi,, lo mau kan?" tanya nya semakin gencar saja menggoda laki laki satu ini
"nggak lo apaan sih, jangan usil deh,, tapi,,, kalau gue mau nya lo, gimana dong?" balas Mahen dengan tersenyum smirk
"nggak, lo mau apa?" tanya nya dengan penuh waspada
"mau,, mau nya lo aja yang jadi temen hidup gue, gue nggak mau yang lain, gimana dong" jawab Mahen dengan menunjukkan puppy eyes nya
"apaan sih, nggak jelas banget" jawab nya membuang pandangan nya
"lagian lo ada ada aja, udah tahu gue udah punya istri, ngapain masih nyari yang lain coba" jawab Mahen dengan beranjak berdiri, mengacak rambut nya menjadi sedikit berantakan
"Ish, rambut gue jadi berantakan Keenan, gue balas lo ya" ujar nya kala melihat Mahen kabur dengan membawa piring yang akan di cuci
"biarin, lo kan belum mandi, oh iya, lo tidur aja deh mending, pengang juga lama lama denger lo ngomel mulu, beda sama lo yang lagi tidur, adem banget" ucap Mahen dengan kembali dan melihat nya dengan kepala saja yang masuk di bingkai pintu
"awas lho kalau nggak tidur, gue bakalan pecahin semua piring nya" ancam Mahen yang membuat nya memutar bola mata nya malas
namun, mengapa diri nya merasa ada yang mengganjal, kala mendengar ucapan Mahen tadi, apa kata nya? pengang juga lama lama denger lo ngomel mulu, beda sama lo yang lagi tidur, adem banget? bentar, itu maksud nya apa ya? tidak ingin hanyut dalam pikiran nya, kini diri nya pun mulai kembali merebahkan tubuh nya dengan perlahan
_Naughty Girl Is My Wife_
Jum'at 21 April 2023