
pukul 15.00, diri nya baru selesai membersihkan diri, perempuan ini memang bukan tipikal perempuan lemah yang meratapi kesakitan dalam diri nya,, diri nya cukup tegar dalam melupakan apa yang di rasa kan oleh tubuh nya
tepat saat diri nya keluar dari dalam kamar mandi, diri nya mendengar suara klakson mobil Papa yang seperti nya baru sampai di depan rumah, mobil tersebut segera masuk begitu di buka kan pintu gerbang oleh pak satpam, hingga tak berselang lama, pintu kamar pun terdengar di buka dari luar, senyum dan salam dari Mahen langsung menyambut nya begitu diri nya menoleh ke arah sumber suara
diri nya yang mendapati hal itu pun lantas menghampiri Mahen dengan senyuman manis nya juga, meraih dan mencium tangan Mahen dengan khidmat, sedang kan dengan Mahen, laki laki yang mendapat kan hal seperti ini dari nya pun semakin mengembang kan senyum nya meski begitu tipis, lantas mengusap dan balas mencium kening istri nya ini cukup lama
"akh,, seperti nya tubuh kamu panas sayang,, kening kamu saja panas,, sampai buat aku terkejut,," Mahen yang tadi nya terlihat begitu bersemangat setelah lelah mengantar Papa karena melihat nya yang menyambut pun kini berubah menjadi khawatir, beralih menyentuh kening juga kedua pipi nya dengan tangan Mahen, Mahen juga menyadari kini wajah nya terlihat lemas dan pucat meski menyambut kedatangan suami dengan ceria
"sayang,, kamu sakit hmm?" tanya Mahen dengan memandangi wajah nya, kemudian menarik kedua tangan nya dengan lembut untuk mengajak nya duduk di tepi tempat tidur
"ini hanya demam biasa Nan,, aku nggak apa apa,," diri nya bertutur kata dengan tersenyum,, tidak ingin memperlihatkan kesakitan yang ada pada tubuh nya meski kini kepala nya masih terasa mengentak entak,,
Mahen pun kembali berdiri dan berjalan dengan perlahan, menutup pintu kamar yang baru di sadari masih terbuka dan kembali duduk di samping nya, menatap wajah nya dengan intens "demam biasa apa,, wajah pucat begini kok masih bisa bilang demam biasa,," mendengar sang istri yang berkata tidak apa apa tentu membuat Mahen menggeleng tidak setuju, lantas menyuruh nya untuk kembali berbaring karena khawatir dengan keadaan sang istri
"aku bahkan belum mengambil kan kamu minum lho Nan,,?" jawab nya yang hendak bangkit dari duduk selonjoran nya
"nggak,, aku saja,, lagi pula,, aku minum nya hanya air putih kok,," imbuh Mahen yang membuat nya mengurung kan niat nya
"tapi kamu pasti capek,, habis kerja,," tutur nya yang masih kekeh dengan pendirian nya
"nggak masalah sayang,, istirahat lah,," imbuh Mahen lagi seraya menarik dan menyelimuti tubuh nya yang masih terasa panas
"t,, tapi Nan,,"
"Kanza,," tegas Mahen dengan suara yang masih terdengar lembut "nurut sama aku ya,,?" lanjut Mahen
diri nya hanya bisa terdiam dan seraya menunduk,, kemudian mengangguk dan membuat Mahen tersenyum tipis, mengelus lembut rambut nya yang masih belum ditutupi hijab sejenak,,
bisa mengelus lembut rambut istri nya ini membuat Mahen semakin merasa senang, tapi tunggu, ada hal yang mengganjal Mahen rasa kan saat ini
"kamu mandi,, keramas,, padahal tubuh kamu lagi sakit juga?" tanya Mahen yang kembali menatap nya
"hhhhh,,, setelah ini aku nggak mau dengar kamu mandi lagi,, tubuh kamu lagi sakit juga malah mandi bahkan keramas,, apa si yang kamu pikir kan?" tegas Mahen dengan lembut
"maaf,,?" ucap nya yang masih menunduk
mendengar hal itu, kini hanya membuat Mahen menghela nafas panjang dan kemudian berlalu pergi keluar kamar meninggal kan nya yang masih merasa tidak enak hati tapi tidak bisa berbuat apa apa
Mahen benar benar semakin khawatir di kala melihat keadaan nya, sehabis shalat shubuh tadi, diri nya memang kembali tidur karena tidak bisa menahan sakit yang mendera kepala nya, sudah empat hari berlalu,, diri nya masih saja panas meski tidak sepanas di hari pertama,, bahkan mual pun seperti nya sudah tidak bisa di tahan nya lagi,, bahkan Mahen pun kerap kali membujuk nya untuk pergi ke dokter,, saat di rasa barang kali saja ada yang salah dengan tubuh nya,, namun diri nya tetap lah diri nya,, yang selalu menolak untuk di ajak ke dokter,, dengan alasan,, demam nya hanya cukup di kompres saja, diri nya hanya perlu memakan buah dan vitamin yang banyak, serta meminum obat pereda demam yang biasa nya di gunakan
Mahen ikut merebahkan diri di samping nya, mengelus lembut kepala sang istri hingga membuat diri nya kini terbangun dan membuka kedua mata nya barang sebentar "masih sakit,,?" tanya Mahen
"hmm,," jawab nya dengan bergumam, lantas kembali menutup kedua mata nya
tangan kanan berpindah lebih bawah lagi,, menyentuh kening nya,, merasa kan kening dan pipi nya yang seperti nya tidak ada tanda tanda jika demam nya turun,, masih sama seperti tadi malam
"yang,, kita ke dokter ya,,?" semakin hari,, kini berhasil membuat Mahen merasa takut jika suatu hal terjadi pada diri nya, apa lagi panas yang naik turun,, siang hari akan menurun dan malam hari kembali memanas lagi,, hal itu rupa nya cukup membuat Mahen takut jika diri nya terkena DBD
"nggak Nan,, aku hanya butuh tidur,," diri nya masih memejam kan kedua mata nya,, merasa enggan untuk sekedar membuka mata
"sayang,, tapi panas kamu,,,"
"sudah ku bilang Nan,, aku nggak mau ke rumah sakit,,"diri nya membuka kedua mata nya seiring dengan air mata yang jatuh dari sudut mata nya "aku mohon,, kali ini,, jangan paksa aku,," pinta nya memohon, sejak hari kemarin,, Mahen selalu saja membujuk nya agar mau pergi ke rumah sakit, entah sudah berapa kali laki laki itu mengajak nya, padahal diri nya tidak apa apa
Mahen menghela nafas pelan, sulit rasa nya mengajak istri nya ke dokter, apa lagi jika demam,, diri nya paling merasa enggan,, karena menurut nya akan hilang sendiri,, Mama yang sudah membujuk nya kemarin pun juga tidak bisa, karena memang diri nya tipikal perempuan yang tidak mau pergi ke dokter atau rumah sakit sejak dulu
"ya sudah,, tapi nanti saat sarapan aku bangun kan untuk minum obat,," diri nya mengangguk, kembali menutup kedua mata nya melanjut kan tidur nya,, Mahen hanya bisa membiar kan diri nya, mengelus lembut rambut nya hingga diri nya kembali tertidur pulas,, setelah nya Mahen memilih bangkit dari posisi nya, menyelimuti tubuh istri nya hingga sebatas bahu, lalu mengambil ponsel dan berjalan ke arah balkon kamar
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Jum'at, 15 September 2023