
setelah beberapa saat Kania meninggal kan nya dan Mahen di kantin, kini suasana menjadi hening untuk sejenak
"Ay,, aku harus bicara sesuatu sama kamu" ucap Mahen yang merasa suasana hening dan berhasil membuat nya yang mendengar menoleh sekilas
"apa, bicara yang jelas, jangan berbelit belit" jawab nya yang malah terdengar jutek di telinga Mahen
"aku serius, kamu juga harus fokus" ucap Mahen yang lagi lagi membuat ny terlihat kesal
"bicara ya bicara aja kali Mahen, nggak usah di ingat kan juga aku akan tetap mendengar nya kan!" seru nya yang kini malah membuat Mahen jengkel
"aku bukan Mahen, aku Keenan di mata kamu, entah di rumah atau pun di sini, aku akan tetap menjadi Keenan" jawab Mahen namun dengan berusaha tenang, memilih mengalah dengan nya yang memang keras kepala
"hhhhh, serah,," jawab nya seraya bersedekap dan membuang pandangan nya ke lain tempat
"oke aku minta maaf,, dan,, aku bilang aku mau bicara sama kamu, tapi nggak di sini" ucap Mahen yang berhasil membuat nya cukup merasa penasaran dengan apa yang akan di bicara kan
"ya udah, bicara apa?" tanya nya dengan rasa penasaran yang sulit di kendali kan nya
"ikut aku,," jawab Mahen seraya menarik lembut tangan kanan nya dan berjalan ke arah suatu tempat
Beberapa saat kemudian
"aku,, aku minta maaf,, atas perlakuan aku malam itu,,?" ucap Mahen dengan tiba tiba, kala kedua nya sudah terduduk di kursi memanjang di halaman belakang universitas
"tunggu,, minta maaf,, perlakuan,,, perlakuan yang mana?" tanya nya yang merasa mendapat kan teka teki
"perlakuan setelah aku merayakan ulang tahun kamu yang ke 20 tahun tempo hari lalu" jawab Mahen yang sontak saja membuat nya cukup terkejut dan merasa malu seraya menunduk dalam
"memang nya kenapa dengan itu?" tanya nya yang masih merasa bingung
"kamu tahu,, aku dalam pengaruh obat sialan itu malam itu,, dan itu, pertama kali bagi aku, dan akan ku pasti kan, jika itu adalah hal yang terakhir kali buat aku juga" jelas Mahen yang merasa bersalah
"hhhhh,, apa kamu tahu siapa yang sudah membuat ku meminum obat itu?" tanya Mahen yang tentu saja tidak di ketahui oleh nya, menggeleng karena merasa tidak mengetahui nya
"Bagas,, dia yang sudah membubuhi obat terlarang itu dalam minuman yang aku teguk, itu semua adalah jebakan, dia bersembunyi di balik kepala yang bonyok agar aku mau meminum minuman itu Ay, maaf, karena kecerobohan ku, itu menjadi berakibat buat kamu?" ucap Mahen yang sial nya terdengar tulis di mata nya, karena kedua tangan nya yang tengah berada di dalam genggaman laki laki itu sendiri
"Bagas,, dia tahu,," ucapan nya yang sontak menggantung, namun berhasil membuat Mahen mengangguk kala merasa mengetahui apa yang akan di pertanyakan oleh nya
"ya,, dia tahu hubungan kita,, karena sejak awal, se tertutup apa pun aku, nyata nya, aku nggak bisa menutupi nya dari Bagas,, karena aku yang memang terbilang kerap kali memperhatikan kamu meski dari kejauhan" jawab Mahen dengan menunduk malu
"aku,,, aku bahkan nggak tahu jika hal ini akan terjadi Ay,, aku masih bisa bersabar,, sekali pun kedua keluarga kita memang menginginkan keturunan, tapi jika kamu memang belum benar benar siap untuk bisa menjadi sosok orang tua, aku masih bisa bersabar, tapi,, karena hal ini,,, aku benar benar minta maaf Ay?" lanjut Mahen lagi yang entah mengapa menjadi terlihat lemah di hadapan nya
"dengar dulu,, tatap mata aku,," imbuh nya kala ucapan kedua bisa di turuti oleh Mahen di hadapan nya
"aku nggak masalah,, jika memang kamu terpengaruh oleh obat itu,, aku senang bisa membantu mu, aku juga nggak masalah, jika memang harus mempunyai keturunan dalam usia yang masih muda, aku tidak akan menolak nya, maaf, mungkin ucapan ku malam itu,, terlalu jujur dan gugup,, kala harus menghadapi suasana yang tidak biasa bagi aku" jawab nya dengan terus tersenyum
"benar kah,, itu arti nya kamu mau memaafkan kesalahan ku?" tanya Mahen dengan tatapan berkaca sekaligus berbinar, dan membuat nya mengangguk
melihat tanggapan dari nya, kini sontak membuat Mahen menarik dan memeluk tubuh nya dengan erat dan penuh kasih sayang, namun membuat nya cukup terkejut
"Nan, tahu tempat gimana si, ini di universitas" peringat nya dengan mata yang membulat sempurna
"hmmm, aku tahu sayang, siapa bilang ini di rooftoof?" jawab Mahen dengan mata terpejam menikmati pelukan yang terasa begitu hangat, bahkan mampu menghangat kan hati nya yang awal nya membeku hingga mencair
sebenar nya ada rasa yang mengganjal kala menyadari jika perlakuan itu atas tanpa kesadaran dari diri Mahen sendiri, bahkan diri nya pun sempat berpikir dengan akal sehat nya sendiri, apakah Mahen,,, memang tidak menginginkan berhubungan dengan nya, diri nya sendiri tahu, jika ini adalah pikiran yang tidak baik yang tak pantas ada di pikiran nya terhadap Mahen,, namun,, nyata nya diri nya sendiri pun tidak bisa menepis pikiran nya ini, atau kah karena diri nya yang sekarang menjadi tertutup dan tidak memperlihatkan postur tubuh nya kepada Mahen hingga membuat Mahen tidak ingin menyentuh nya, atau bahkan, apakah diri nya tidak terlalu memikat hasrat Mahen hingga hanya Mahen dalam pengaruh obat saja baru bisa menyentuh nya?
pikiran itu selalu saja menari di kepala nya, membuat nya lagi lagi termenung bahkan sampai di rumah pun, diri nya merasa tidak nyaman dengan pikiran nya
"Ay,, kamu kenapa,, itu ponsel kamu berdering sejak tadi kamu diam kan?" tanya Mama yang tengah melihat nya mengisi segelas air putih di dapur
"akh,, nggak Ma, aku nggak papa, aku,,, aku baik baik saja, aku tinggal dulu ya Ma?" pamit nya setelah meminum air tersebut dan berlalu pergi dari dapur
"dia kenapa Ma?" tanya Papa yang kebetulan sedang terduduk di meja makan
"entah, apa dia sedang mengalami masalah ya?" gumam Mama yang kebetulan melihat Mahen lewat
"Mahen?" panggil Mama yang berhasil membuat Mahen mengurungkan niat ke kamar dan memilih menghampiri Mama yang memanggil
"ada apa Ma?" tanya Mahen kala sudah berdiri tegak di hadapan Mama
"Ayla, apa yang terjadi dengan nya?" tanya Mama yang malah membuat Mahen terdiam
"memang nya istri aku kenapa?" tanya balik Mahen yang membuat Mama menghela nafas berat
"sering terlihat murung dia, itu buat pikiran Mama terganggu, ada apa dengan gadis semata wayang nya" kali ini, Papa yang angkat bicara
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Sabtu, 15 Juli 2023**