That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



saat diri nya tengah berjalan dengan tujuan keluar dari gerbang universitas ini, tiba-tiba ada yang menarik tangan nya dengan sedikit kencang dari arah samping, yang kini berhasil membuat nya benar-benar terkejut


"nan, lo apaan sih main narik narik tangan gue, sakit tahu!!" ujar nya kala mengetahui siapa orang yang menarik tangan nya hingga sedikit lecet


"masuk!!" Ucap Mahen dengan tak santai


"ogah gue pulang bareng lo" jawab nya dengan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada juga dengan pandangan yang di buang


"mau gue dorong?" ancam Mahen dengan menghampiri nya, membuat nya mundur dan terduduk dengan perlahan di kursi samping kemudi


Pintu mobil sebelah kanan sudah tertutup, hingga diri nya harus terduduk dengan Mahen, pria dingin ini terlihat tidak berdosa setelah tadi nya memaksa nya untuk memasuki mobil nya ini


tak ingin meladeni pria dingin di samping nya, kini diri nya pun lebih memilih untuk membuang pandangan nya dan hanya memperhatikan jalanan yang tengah di lewati nya lewat kaca pintu mobil di sebelah kiri nya


gedung gedung pencakar langit kini terlihat menjulang tinggi dalam tatapan mata nya, tidak jauh berbeda dengan suasana di Jakarta, akh, lagi lagi diri nya harus di ingat kan dengan Jakarta, tempat kedua orang terkasih nya tinggal dan tempat di mana dia di besarkan meski hanya dari usia 16 tahun


yah, di mulai dari diri nya yang di lahir kan di Turki, menempuh kehidupan di dunia pendidikan dari Pendidikan Anak Usia Dini di Amerika, tempat tinggal bibi dan paman nya, Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama nya di Mesir, membuat nya jauh dengan kedua orang tua nya, tidak serta-merta, dahulu nya diri nya memang menjadi anak yang menggemaskan, hingga menjadi rebutan para keluarga nya untuk bisa merawat nya, tambah lagi diri nya adalah seorang anak perempuan satu satu nya di antara seluruh keluarga nya, membuat nya mendapat kan banyak kasih sayang dari satu per satu keluarga nya, bahkan adik sepupu nya sendiri, hingga nenek nya pun rela memberikan sebuah sertifikat resort pada nya, namun semua itu kini berhasil membuat nya benar benar malu dan tak enak hati pada seluruh anggota keluarga nya


lain hal nya dengan orang lain, yang jika banyak mendapatkan kasih sayang dari hampir seluruh anggota keluarga nya, di manfaat kan untuk memenuhi keinginan semata seperti berfoya foya, namun nyata nya diri nya selalu saja berusaha agar hidup mandiri, hal itu pun kini tidak serta merta membuat keluarga nya memberikan banyak kasih sayang pada nya


Keheningan melanda mobil yang kini ditempati oleh kedua nya, tidak ada pembicaraan, maupun itu singkat, atau bahkan panjang, namun di menit berikut nya, merasa bosan, Ayla, seketika diri nya teringat akan sosok kedua orang tua nya


teringat akan Papa yang sempat mengantarkan diri nya ke depan gerbang sekolah menengah atas SCHOOL BRIGHT SKY untuk pertama kali nya juga Mama yang membuatkan nya sarapan nasi goreng seafood, hidangan kesukaan nya, kala itu, adalah hari pertama juga bagi nya yang akan memasuki sekolah pertama di Jakarta, kata nya, supaya diri nya lebih bersemangat di hari pertama nya


Berlainan dengan tadi pagi saat diri nya tengah sarapan hanya dengan telur ceplok di atas lapisan roti tawar dan segelas susu varian vanilla yang menemani sarapan di hari pertama nya memasuki universitas


mendapati hal itu, jujur saja, kini berhasil membuat diri nya sedikit frustasi, namun bukankah hal ini merupakan hal yang menjadi keinginan nya untuk bisa hidup mandiri, dengan membiasakan diri tanpa uluran tangan dari Mama dan Papa nya?


jika diri nya memang boleh jujur, di hari pertama nya masuk universitas, memang seberat dan serumit ini, namun diri nya sendiri tahu, apa yang harus diri nya lakukan, belajar dengan giat, hingga nanti nya mampu menunjuk kan keberhasilan nya kepada seluruh keluarga nya


Seketika, ingatan nya kembali terlintas pada kejadian siang tadi, pertemuan pertama nya dengan ustadz yang di bilang oleh Sandi


flashback onn


"ayo kakak antar ke sana, kebetulan kakak sedikit kenal dengan kyai di sana?" Tawar Sandi dengan tersenyum


"Hmmm, baiklah kak, tapi,, kok aku merasa sedikit malu yah, sedikit gugup gitu mau menemui kyai?" Tutur nya dengan menunduk, namun berhasil membuat senyum Sandi mengembang


"Hmmm, nggak papa, ustadz nya baik kok, kakak udah kenal" jawab Sandi meyakinkan dan membuat nya setuju


Jalan nya cerita, kedua nya pun kini sudah berdiri di hadapan sebuah mesjid dengan nama Al Ikhlas yang menjulang tinggi di depan sana, melihat bangunan nya membuat nya takjub, bangunan yang di dominasi dengan warna putih di padu kan dengan warna keemasan, membuat bangunan ini sendiri tampak megah dan indah jika di pandang dari arah mana pun


"Bentar yah, kakak ke dalam dulu, barangkali kyai nya nggak ada di dalam, nggak baik jika kita hanya berduaan di dalam?" Ucap Sandi yang membuat nya mengangguk faham


Sembari menunggu Sandi yang masuk ke dalam mesjid, kini dia pun memilih melihat lihat pekarangan mesjid ini, mesjid semegah ini ternyata di sertai dengan taman yang cukup luas, dengan pemandangan yang cukup asri, udara yang sejuk dan segar, juga terdapat kolam ikan di sana, bahkan rumput pun di hiasi dengan paving blok yang indah dan saling bersambungan, sungguh benar benar membuat nya takjub, hingga atensi nya teralihkan kala,,


"Ay,," panggil Sandi dengan lambaian tangan nya, menyuruh nya untuk segera menghampiri


"Kenapa kak, apa kyai nya ada?" Tanya nya kala sudah berdiri tegap di hadapan Sandi


"maaf Ay, seperti nya dugaan kamu benar, kyai nya memang nggak ada, yang ada anak nya, kakak juga udah kenal, dia udah jadi ustadz juga kok, yuk masuk dulu, buka alas kaki nya" jawab Sandi dengan mengangguk kemudian mulai melangkah


hingga diri nya pun melihat sosok laki laki yang tengah duduk menyilang kan kaki nya, tersenyum ke arah nya, akh,, latah, tepat nya mungkin tersenyum ke arah Sandi, karena diri nya bisa di sini dengan Sandi


sosok laki laki dengan pahatan wajah yang terbilang nyaris sempurna, berkulit putih untuk porsi laki-laki, hidung mancung, disertai dengan janggut tipis di dagunya, dengan disertai peci putih juga sorban yang disampaikan di bahu laki-laki ini, jas berupa baju taqwa yang membaluti nya kini benar-benar membuat laki-laki ini nyaris memang terbilang sempurna, juga dengan sarung berwarna putih karena memang senada dengan peci yang dikenakan, kini benar-benar bisa membuat siapa saja terpana melihat ketampanan sosok di hadapan nya, apalagi dengan wajah yang terlihat beraura ramah, tanpa kata sangar sedikitpun, murah senyum, berbeda dengan Mahen, akhh, kenapa sih planet Uranus itu harus hadir kala diri nya sedang mengagumi sosok laki-laki lain? bahkan dalam keputusan nya untuk bisa memperbaiki diri, memang laki-laki yang menyebalkan!!


namun lamunan nya itu tersadarkan dengan seketika kala,,


"Assalamualaikum kak?" ucap Sandi dengan seraya duduk di hadapan sosok yang tengah duduk dengan kaki menyilang itu


mendengar ucapan sandi, kini sosok tersebut membuka kedua mata nya dengan secara perlahan, kemudian tersenyum dan menjawab ucapan Sandi dengan ramah, seperti nya sosok ini memang menerima kehadiran Sandi sendiri


"jadi ini perempuan yang saya ceritakan sama kakak" tutur Sandi dengan menunduk, kemudian berhasil membuat sosok tersebut tersenyum simpul


dapat mendengar juga yang dikatakan Sandi, kini membuat nya memberanikan diri untuk mencoba menyapa dengan khidmat


"Assalamualaikum,, ustadz?" sapa nya dengan sedikit rasa gugup yang memang tidak bisa disembunyikan atau dihindari nya


"waalaikumsalam warahmatullah, maaf, apa benar yang dikatakan sandi ini, kamu berniat ingin memperbaiki diri dengan kata lain berhijrah?" tanya sosok ini meyakinkan dengan menatap ke arah nya yang terus tertunduk dalam


"b,, benar ustadz, saya sudah merasa cukup, dengan kenakalan remaja yang selalu saya lakukan di masa lalu, oleh karena nya, bolehkah saya meminta bimbingan dari ustadz juga pak kyai agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi kelak?" tutur nya tanpa menaik kan intonasi suara nya juga kepala yang selalu setia ditunjuk kan nya


mendengar itu kini berhasil membuat sosok di depan nya ini tersenyum ke arah nya


"ehm,, maaf, tapi, apa kamu cukup yakin, dengan apa yang akan kamu putuskan ini, maksud saya, apa kamu sudah benar-benar memikirkan nya dengan matang?" tanya laki-laki ini lagi


"ya ustadz, insya Allah saya yakin, bahkan saya cukup yakin, dengan apa yang sudah saya putuskan ini" jawab nya masih dengan menunduk dalam


"baiklah, kelihatan nya, kamu benar-benar terlihat yakin ya, dengan memperbaiki diri kamu untuk menjadi lebih baik lagi, namun sebelum nya, harus saya peringatkan dari awal, seperti yang kita tahu, Islam ini bukan agama yang sembarangan, banyak istilah-istilah yang mungkin harus kamu pelajari, berbeda dengan peribahasa Indonesia seperti yang selalu kita dapatkan di sekolah atau di lembaga pendidikan lain nya, kita hanya harus mengetahuinya saja, namun dalam Islam ini, kita harus benar-benar memahami apa yang ada di dalam nya, apa kamu siap dengan itu?" jelas laki-laki ini dengan tenang, dan melihat nya yang memang seperti nya sudah cukup yakin dengan apa yang menjadi keputusan nya


"iya ustadz, insya Allah saya siap, untuk mempelajari semua nya" jawab nya dengan keyakinan yang penuh dalam diri nya


"Maaf sebelum nya, apa saya boleh bertanya satu kali lagi, apakah kamu yakin dengan apa yang kamu putuskan ini, kamu tidak akan merasa terganggu dengan semua istilah-istilah dalam Islam, juga dalam mempelajari nya lebih dalam lagi?" tanya sama ustadz dengan benar-benar melihat keyakinan pada diri nya


"iya ustadz, sekali lagi saya benar-benar yakin, insya Allah, saya sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan saya dapatkan kelak" jawab nya dengan anggukan kepala nya yang memang sudah sangat yakin, membuat sang ustadz kini tersenyum ke arah nya


"baiklah, jika memang kamu sudah benar-benar yakin dengan apa yang kamu putuskan ini, saya akan berusaha membimbing kamu dalam mengenal lebih dalam agama Islam ini, sebelum nya perkenalkan, saya Hafizul Hamzah Alif Ramadan, kamu tidak usah segan dengan saya, kamu boleh panggil saya dengan sebutan kakak, sama dengan Sandi yang menyebut hal yang sama pada saya, kebetulan hari ini saya yang ada di sini, kini Abah sedang ke luar kota, ada urusan pribadi, nanti akan saya sampaikan kepada Abah" tutur kak Hafiz dengan tersenyum hangat ke arah nya


"*saya mengerti ustadz, namun maaf, saya tetap akan memanggil dengan sebutan ustadz, bukan kakak, bukan kenapa, rasa rasa nya, saya tidak nyaman saja jika harus memanggil kakak" tutur nya


"baiklah, senyaman mu lah,, akh,, maaf, kalau saya boleh tahu, nama kamu siapa?" jawab ustadz balik bertanya


"ehm, saya Ayla Kanza Cakrawala ustadz, ustadz bisa panggil saya dengan sebutan apa saja, senyaman ustadz" jawab nya yang terus tertunduk saja yang membuat sang ustadz mengangguk mengerti*


flashback off


_**Naughty Girl Is My Wife_


Ahad, 26 Februari 2023**